Skip to main content

Peta Blitar Lengkap 25 Kecamatan

Blitar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Blitar merupakan tempat dilahirkan dan dikebumikannya sang proklamator (Soekarno). Luas keseluruhan Blitar kurang lebih 32.58 km2,

Maka dari itu, Blitar disebut sebagai Kota Proklamator. Tidak itu saja kota ini disebut juga Kota Patria, Kota Peta (Pembela Tanah Air), karena di kota inilah Supriyadi sang pimpinan Peta berjuang melawan Jepang. Jika ingin tahu lebih jauh silahkan baca: Perlawanan PETA Blitar terhadap Jepang

Blitar di bagi menjadi dua, yaitu Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Untuk itu wilayah kecamatan yang dibawahi pun berbeda. Kota Blitar membawahi 3 kecamatan, sedangkan Kabupaten Blitar membawahi 22 kecamatan. Selengkapnya nama-nama kecamatan di Blitar adalah sebagai berikut:

Kota Blitar
  1. Kecamatan Kepanjen Kidul
  2. Kecamatan Sanan Wetan
  3. Kecamatan Sukorejo

Kabupaten Blitar
  1. Kecamatan Bakung
  2. Kecamatan Binangun
  3. Kecamatan Doko
  4. Kecamatan Gandusari
  5. Kecamatan Garum
  6. Kecamatan Kademangan
  7. Kecamatan Kanigoro
  8. Kecamatan Kesamben
  9. Kecamatan Nglegok
  10. Kecamatan Panggungrejo
  11. Kecamatan Ponggok
  12. Kecamatan Sanan Kulon
  13. Kecamatan Selopuro
  14. Kecamatan Selorejo
  15. Kecamatan Srengat
  16. Kecamatan Sutojayan
  17. Kecamatan Talun
  18. Kecamatan Udanawu
  19. Kecamatan Wates
  20. Kecamatan Wlingi
  21. Kecamatan Wonodadi
  22. Kecamatan Wonotirto

Peta Blitar
Di bawah ini gambar peta Blitar lengkap, silahkan ambil yang sesuai dengan keinginan:

Gambar Peta Blitar Lengkap 25 Kecamatan
PETA WISATA BLITAR

Gambar Peta infrastruktur Blitar
PETA INFRASTRUKTUR BLITAR

Peta Blitar Versi Google map

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Peta Blitar Lengkap 25 Kecamatan, semoga bermanfaatt.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …