Skip to main content

Fisiografi Negara Bhutan Tahun 1989

Fisiografi Negara Bhutan Tahun 1989Wilayah Bhutan penuh dengan pegunungan. Perbatasannya dengan Tibet bertepatan dengan Plato Tibet. Di perbatasan ini terdapat Gunung Kula Kangri (7.554m) dan beberapa puncak lain. Dari sini tanah Bhutan melandai ke arah selatan sejauh kurang lebih 130 km sampai ke dataran yang ada di sepanjang perbatasan dengan India.

Pegunungan yang memanjang dari utara ke selatan ini memotong-motong wilayah Bhutan atas tujuh lembah sungai utama, yang di dalamnya berkisar dari 900m hingga 3.000m.

Iklim dan suhu udaranya bervariasi menurut ketinggian daratan, mulai daerah yang sangat dingin di perbatasan utara hingga daerah yang panas dan lembab di selatan. Curah hujan mencapai lebih dari 4.000mm di Bhutan tengah, tetapi kurang dari 1.000mm di berbagai kawasan di utara.


Gambar hutan di Negara Bhutan

Hujan hampir seluruhnya turun antara pertengahan Juni dan September. Kawasan yang berketinggian 4.600m atau lebih diliputi oleh salju.

Dataran yang ada di perbatasan dengan India tertutup oleh hutan hujan tropis. Hutan subtropis di perbukitan selatan berganti dengan hutan campuran pada ketinggian 900m, yang akhirnya juga digantikan oleh rumput-rumputan alpen, semak-semak, dan tanaman herba pada ketinggian 3600m.

Hutannya yang sangat luas (hampir 70% tanah negeri ini tertutup hutan) dihuni oleh berbagai jenis binatang seperti gajah, badak, harimau, macan tutul, dan beruang.

Silahkan baca lengkap profil Negara Bhutan di: Sejarah Negara Bhutan Tahun 1989

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …