Skip to main content

Sejarah Penduduk Benua Asia

Penduduk Benua Asia sangat besar, seluruhnya diperkirakan sekitar 3 milyar, lebih dari 50% penduduk dunia yang pada tahun 1987 mencapai lebih dari 5 milyar. Enam diantara sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia adalah negara-negara Asia, yaitu: RRC, India, Indonesia, Jepang, Bangladesh, dan Pakistan. Penduduk RRC dan India saja diperkirakan mencakup 37% dari seluruh penduduk dunia.

Kepadatan penduduk Asia mencapai 69 jiwa/km2. Kawasan yang paling padat penduduknya adalah Cina bagian timur, anak benua India, Jepang, dan Pulau Jawa, di kawasan ini terdapat banyak kota yang berpenduduk padat.

Sementara itu banyak daratan yang tidak dapat dihuni manusia, antara lain karena terlampau dingin, terlampau panas, atau karena terdiri dari pegunungan atau lembah. Bagian daratan yang paling banyak dihuni ialah kawasan sekitar sungai, lembah dan daerah pantai.

Gambaran Penduduk India yang miskin
Penduduk India yang masih dalam keadaan di bawah garis kemiskinan.

Di banyak daerah Asia kepadatan penduduk telah menimbulkan masalah dalam hal penyediaan bahan makanan, dan sering mengancam kehidupan manusia. Tahun 1863 negara India kehilangan 1 juta jiwa karena kelaparan, dan bencana serupa terulang lagi pada tahun 1900.

Tahun 1877-1879 di Cina, tercatat juta manusia yang mati kelaparan karena kekurangan pangan, dan pada tahun-tahun berikutnya masalah ini tetap menjadi perhatian, sehubungan dengan pertambahan penduduk dan sempitnya lahan yang dapat diusahakan menjadi sumber makanan. Tahun 1954 sampai tahun 1964 kenaikan produksi beras di Asia tercatat hanya 1,4% pertahun.

Usaha untuk memperbaiki taraf hidup penduduk Asia telah ditempuh, antara lain melalui pembatasan kelahiran. Secara intensif usaha ini dilakukan terutama di Indonesia, RRC dan India.

Baca juga:

Sementara itu diusahakan juga peningkatan produksi pangan, antara lain dengan pemakaian pupuk dan penggunaan bibit unggul berbagai jenis tanaman.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …