Skip to main content

26 dan 3 Kecamatan di Kabupaten dan Kota Kediri

Kabupaten Kediri, Jawa Timur di bagi dalam 26 kecamatan, sedangkan kota Kediri di bagi menjadi 3 kecamatan saja. Dan setiap kecamatan masih dibagi lagi menjadi beberapa pemerintahan desa. Penduduk Kediri termasuk padat, sehingga setiap kecamatan wilayahnya tidak begitu luas. Bumi yang subur membuat penduduk mudah untuk mengolah lahan pertaniannya.

Lalu di manakah letak masing-masing kecamatan tersebut dan batas-batasnya? Hal ini telah kami bahas pada artikel: Peta Kabupaten Kediri Lengkap. Silahkan kunjungi untuk mendapatkan informasi yang jelas.

Di bawah ini adalah nama-nama kecamatan yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten dan Kota Kediri. Sampai admin menuliskan artikel ini, Kabupaten Kediri membawahi 26 kecamatan, sedangkan Kota Kediri membawahi 3 kecamatan saja. Berikut daftar nama kecamatannnya.

Nama 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri
  1. Kecamatan Badas
  2. Kecamatan Banyakan
  3. Kecamatan Gampengrejo
  4. Kecamatan Grogol
  5. Kecamatan Gurah
  6. Kecamatan Kandangan
  7. Kecamatan Kandat
  8. Kecamatan Kayen Kidul
  9. Kecamatan Kepung
  10. Kecamatan Kras
  11. Kecamatan Kunjang
  12. Kecamatan Mojo
  13. Kecamatan Ngadiluwih
  14. Kecamatan Ngancar
  15. Kecamatan Ngasem (Ibu Kota Kabupaten Kediri)
  16. Kecamatan Pagu
  17. Kecamatan Papar
  18. Kecamatan Pare
  19. Kecamatan Plemahan
  20. Kecamatan Plosoklaten
  21. Kecamatan Puncu
  22. Kecamatan Purwoasri
  23. Kecamatan Ringinrejo
  24. Kecamatan Semen
  25. Kecamatan Tarokan
  26. Kecamatan Wates

Nama 3 Kecamatan di Kediri Kota
  1. Kecamatan Kediri
  2. Kecamatan Mojoroto
  3. Kecamatan Pesantren
Demikian 26 dan 3 Kecamatan di Kabupaten dan Kota Kediri, semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …