Skip to main content

Letak Geografis Provinsi Bengkulu

Letak Geografis Provinsi Bengkulu - Jika dilihat dari peta Bengkulu yang kami lampirkan pada artikel ini, terlihat bahwa letak Provinsi Bengkulu terletak pada 101 derajat 01'-103 derajat 46' Bujur Timur dan 2 derajat 16'-2 derajat 16'-5 derajat 31' Lintang Selatan. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatra, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
  • Sebelah utara : Provinsi Sumatra Barat
  • Sebelah timur : Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatra Selatan
  • Sebelah selatan : Provinsi Lampung
  • sebelah barat : Samudra Indonesia
Untuk lebih jelasnya silahkan amati peta Bengkulu di bawah ini:

Gambar Peta Administrasi Provinsi Bengkulu
Peta Administrasi Provinsi Bengkulu

Apabila dari peta Provinsi Bengkulu di atas masih kurang jelas, silahkan kunjungi artikel : Peta Bengkulu lengkap dengan nama kabupaten dan kota

Provinsi Bengkulu mempunyai luas wilayah 19.788,70 km persegi atau 1.978.870 hektare (ha). Luas ini meliputi luas darata utama di Pulau Sumatra dan beberapa pulau di perairan BEngkulu (Samudra Indonesia). Wilayah daratan utama memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatra Barat di sebelah utara sampai ke perbatasan Provinsi Lampung di sebelah selatan dengan jarak 567 km

Dari luas tersebut dimanfaatkan untuk kawasan hutan sebesar 476.571 ha (24%), kawasan pelestarian alam  sebesar 444.398 ha (22%), dan sisanya sebesar 1.057.901 ha (53%) digunakan untuk berbagai keperluan, seperti areal pertanian, perkebunan, pemukiman dan industri.

Di wilayah perairan Provinsi Bengkulu terdapat 22 pulau, sepuluh diantaranya telah memiliki nama dan dua belas pulau lainnya belum diberi nama. Pulau-pulau yang sudah bernama antara lain: Pulau Enggano, Pulau Tikus, Pulau Dua, Pulau Satu, Pulau Kita, Pulau Merbau, Pulau Baai, dan Pulau Mega.

Peulau Enggano mempunyai luas 40.000 hektare, Pulau Mega seluas 5 km persegi, dan Pulau Tikus 3 km persegi. Sementara itu, pulau lainnya relatif kecil dan hingga kini belum diketahui dengan jelas luasnya.

Dari 22 pulau yang berada di perairan Bengkulu ini, hanya Pulau Enggano yang berpenghuni. Pulau Enggano merupakan daerah kecamatan yang masuk dalam wilayah kabupaten Bengkulu Utara dan kini berpenghuni kurang lebih 2.500 jiwa.

Secara administratif, wilayah Bengkulu dibagi menjadi daerah kabupaten dan daerah kota. Seiring dengan semangat otonomi daerah, saat ini Provinsi Bengkulu terbagi menjadi 9 daerah kabupaten dan 1 daerah kota yang terbagi atas 110 kecamatan dan 1.355 kelurahan/desa.

Wilayah administrasi yang berbentuk daerah kabupaten yaitu: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Seluma, Kaur, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah. Sedangkan satu wilayah administrasi yang berbentuk daerah kota yaitu Kota Bengkulu.

Tabel Data Wilayah administrasi Provinsi Bengkulu
Di bawah ini adalah tabel wilayah administrasi Provinsi Bengkulu.
Gambar Tabel Data Wilayah administrasi Provinsi Bengkulu
Tabel Data Wilayah administrasi Provinsi Bengkulu

Wilayah Provinsi Bengkulu beriklim tropis dengan curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun. Menurut klasifikasi iklim Smith dan Ferguson, wilayah Bengkulu termasuk dalam kategori iklim A sampai A1.

Hal ini ditandai oleh jumlah bulan basah yang cukup tinggi, yaitu: 9-11,9 bulan pertahun. Secara garis besar keadaan iklim di Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:
  1. Suhu udara berkisar antara 23.4 derajat C - 30,9 derajat C dengan rata-rata 26.5 derajat C.
  2. Kelembapan udara berkisar antara 82% - 89% dengan rata-rata 85%.
  3. Curah hujan rata-rata 265 mm pertahun.
  4. Rata-rata penyinaran matahari 58,6%, tekanan udara 925 mb, dan penguapan 126,8 mm.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …