Sejarah Agama Buddha di Dunia

Sejarah Agama Buddha di Dunia ini merupakan wujud apresiasi seorang teman yang sering mengunjungi blog Sejarah Negara ini, dari artikel kami Sejarah awal perkembangan agama Buddha di dunia. Beliau mengirimkan sebuah artikel untuk di muat di blog ini.

Karena kesibukan, maka baru pada kesempatan ini kami bisa mempostingkannya. Kami selaku admin mohon maaf kepada beliau Bapak +Gatot Machali. Semoga kiriman ini menambah wawasan kita khususnya sejarah agama buddha.

Sejarah Agama Buddha
Agama Buddha didirikan oleh Sakyamuni pada ± 2.500 tahun lalu di India kuno. Setelah Sakyamuni terbuka kebijakan dan terbuka kesadaran, Dia teringat kembali pada ihwal Kultivasi yang dilakukan dahulu, lalu dipublikasikan guna menyelamatkan manusia.

Gambar ilustrasi Sejarah Agama Buddha di Dunia

Pada ajaran-Nya itu, biarpun berapa puluh ribu jilid kitab yang telah disusun, sebenarnya hanya 3 huruf, karakteristik ajaran-nya disebut: “Berpantang, Samadi, Kebijakan.” Berpantang berarti menyingkirkan segala nafsu keinginan di tengah manusia biasa, secara paksa membuat anda kehilangan terhadap keinginan mengejar kepentingan, dan terputus dari segala hal duniawi.

Dengan demikian hatinya juga berubah menjadi “kosong,” tidak memikirkan apa pun lagi, sehingga dapat mencapai samadi, itu suatu proses yang saling mengisi dan saling melengkapi. Setelah mencapai samadi, harus duduk bermeditasi untuk sungguh-sungguh berkultivasi, mengandalkan daya samadi berkultivasi ke atas, ini adalah bagian kultivasi yang sebenarnya dari ajaran-Nya itu.

Mereka juga tidak berbicara latihan teknik gerakan. Mereka hanya berkultivasi yang menentukan tinggi rendahnya tingkatan, jadi senantiasa berkultivasi jiwa, tidak berkultivasi raga. Bersamaan itu di dalam samadi mereka memperkuat daya samadinya, menanggung derita dalam bermeditasi, melenyapkan karmanya.

Kebijakan, itu artinya seseorang telah terbuka kesadarannya, telah mencapai kebijakan yang maha sempurna. Telah melihat kebenaran alam semesta, telah melihat wujud asli berbagai ruang alam semesta, menampakkan kuasa supernatural yang dahsyat. Disebut terbuka kebijakan, terbuka kesadaran.

Pada waktu Sakyamuni mendirikan ajaran-Nya ini, bersamaan itu di India beredar 8 macam agama. Ada semacam agama yang sudah berurat berakar mendalam, disebut agama Brahmana. Sepanjang kehidupan, Sakyamuni selalu mengalami perjuangan dalam bentuk ideologi dengan agama lain. Karena yang diajarkan Sakyamuni adalah prinsip ortodoks, sehingga dalam seluruh proses pengajaran itu, makin lama makin berjaya.

Sedangkan agama lain makin lama makin melemah, bahkan agama Brahmana yang sudah berurat berakar mendalam itu juga dalam kondisi nyaris punah. Tetapi setelah Sakyamuni mencapai Nirwana, agama lain juga mulai bangkit kembali, terutama agama Brahmana juga mulai bangkit kembali. Sebaliknya apa yang terjadi dengan agama Buddha?

Ada beberapa biksu telah terbuka kebijakan, dan terbuka kesadarannya pada berbagai tingkat yang berbeda, namun terbuka pada tingkat yang lebih rendah. Sakyamuni telah mencapai tingkat Tathagata, sedangkan banyak biksu belum mencapai tingkat ini.

Pada tingkat berbeda punya manifestasi yang berbeda, tetapi makin tinggi makin mendekati kebenaran, makin rendah makin jauh terpisah dari kebenaran. Oleh karena para biksu itu telah terbuka kebijakan dan terbuka kesadaran pada tingkat rendah, maka mereka menggunakan manifestasi alam semesta, situasi yang dipahami dan prinsip yang disadari, yang terlihat oleh dirinya dalam tingkat tersebut untuk menjelaskan perkataan yang pernah diucapkan Sakyamuni.

Dengan kata lain, ada biksu menjelaskan ajaran prinsip yang pernah diucapkan Sakyamuni dengan tafsiran begini atau begitu. Bahkan ada sebagian biksu menggunakan hal-hal yang dipahami oleh dirinya untuk disampaikan dan dianggap sebagai ajaran Sakyamuni, dan sudah tidak mengajarkan ajaran Sakyamuni yang asli.

Dengan demikian mengakibatkan prinsip ajaran Sakyamuni berubah wajah sehingga tidak dapat dikenali lagi. Sama sekali sudah bukan merupakan ajaran yang pernah diajarkan Sakyamuni, akhirnya mengakibatkan ajaran prinsip dalam agama Buddha telah lenyap di India. Ini adalah sebuah pelajaran sejarah yang serius, maka di kemudian hari di India malah tidak ada agama Buddha lagi.

Sebelum lenyap, agama Buddha mengalami berkali-kali perbaikan, akhirnya menggabungkan ajaran agama Brahmana, membentuk suatu agama yang sekarang ada di India, dinamakan agama Hindu, dan tidak memuja Buddha apa pun, tapi telah memuja beberapa lainnya, juga sudah tidak percaya Sakyamuni, situasi semacam inilah yang terjadi.

Dalam proses perkembangan agama Buddha, terjadi beberapa kali perbaikan yang agak besar, pertama terjadi pada waktu tidak lama setelah Sakyamuni wafat, berdasarkan prinsip tingkat tinggi yang pernah diajarkan Sakyamuni, ada yang mendirikan agama Buddha Mahayana.

Mereka beranggapan bahwa prinsip yang diajarkan Sakyamuni secara terbuka adalah untuk diajarkan kepada manusia secara umum, yang berguna untuk mencapai pembebasan pribadi dan mencapai buah status Arhat, tidak mengajarkan penyelamatan segala makhluk hidup secara universal, lalu ini dinamakan agama Buddha Hinayana.

Biksu dari negara Asia Tenggara telah mempertahankan cara kultivasi yang orisinil dari zaman Sakyamuni, di daerah Han ia disebut agama Buddha Hinayana. Tentu saja mereka sendiri tidak mengakuinya, mereka beranggapan bahwa mereka adalah pewaris ajaran asli Sakyamuni. Sebenarnya memang demikian, pada dasarnya mereka telah mewarisi cara kultivasi zaman Sakyamuni.

Agama Buddha Mahayana yang mengalami perbaikan semacam ini setelah menyebar masuk ke Tiongkok, lalu menetap di Tiongkok, yakni semacam agama Buddha yang sekarang beredar di negeri Tiongkok. Sebenarnya dibandingkan dengan agama Buddha pada zaman Sakyamuni dia sudah berubah wajah sehingga tidak dapat dikenali lagi, dari dandanan gaya busana sampai pada kondisi pencapaian kesadaran seutuhnya, serta proses kultivasi-nya, semua sudah mengalami perubahan.

Agama Buddha masa lampau hanya memuja Sakyamuni sebagai pendiri, namun pada agama Buddha yang sekarang telah timbul banyak Buddha dan Maha Bodhisattva, bahkan merupakan suatu kepercayaan pada banyak Buddha.

Timbul suatu kepercayaan pada banyak Buddha Tathagata, menjadi suatu agama multi-Buddha. Misalnya Amitabha, Bhaishajaguru, Vairocana dan lain-lain, juga timbul banyak Maha Bodhisattva. Dengan demikian agama Buddha secara menyeluruh sudah berbeda dibandingkan dengan yang semula didirikan oleh Sakyamuni.

Dalam masa itu bahkan pernah terjadi sebuah proses perbaikan, Bodhisattva Nagarjuna memublikasikan semacam cara kultivasi rahasia, dari India melewati Afghanistan, lalu memasuki wilayah Xinjiang menyebar masuk ke daerah Han, saat itu tepat pada masa dinasti Tang, maka ia dinamakan Tantra Tang. Karena Tiongkok mendapat pengaruh aliran Konghucu agak besar, memiliki konsep moral yang tidak sama dengan bangsa lain pada umumnya.

Di dalam metode kultivasi aliran Tantra ini ada kultivasi berpasangan pria dan wanita, yang tidak dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu, maka pada tahun Huichang dari dinasti Tang, aliran ini sudah ditumpas saat terjadi penindasan agama Buddha, sehingga Tantra Tang telah lenyap di daerah Han. Sekarang di Jepang ada yang disebut sebagai Tantra Timur, itu adalah sesuatu yang dipelajari dari Tiongkok pada masa itu.

Satu kelompok lain dari India, melewati Nepal menyebar masuk ke Tibet, dinamakan Tantra Tibet, dan masih terus diwariskan sampai sekarang. Demikian pada dasarnya keadaan agama Buddha. Perkembangan dan proses evolusinya telah disampaikan dengan amat sederhana dan secara garis besar saja.

Di dalam seluruh proses perkembangan agama Buddha, masih timbul pula Buddhisme Zen seperti yang didirikan oleh Boddhidarma, Tanah Suci, Huayan dan lain-lain, semua merupakan hasil pemahaman terhadap hal-hal yang diajarkan Sakyamuni pada masa itu, ini juga termasuk agama Buddha yang telah diperbaiki.

Demikian di dalam agama Buddha ada belasan sub-aliran ini, mereka semua mengikuti formalitas semacam agama, oleh karena itu termasuk kategori agama Buddha.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel