Sejarah Negara Iran

Sejarah Negara Iran, yang dahulu terkenal dengan sebutan Persia, dimasuki pendatang pertama orang Aria, sekitar 4.000 tahun yang lalu. Setelah beberapa kerajaan timbul dan tenggelam muncullah Kerajaan Persia dibawah kepemimpinan Raja Cyrus (dinasti Achaemenid).

Dua abad kemudian, negeri ini jatuh ke tangan Iskandar Agung, tetapi merdeka kembali pada abad berikutnya di bawah kepemimpinan Dinasti Partia dan Sassania.

Selanjutnya, negeri ini dikuasai secara bergantian antara bangsa asing, yaitu Arab, Turki, dan Mongol, dan penguasa setempat dari Dinasti Safawid, Qajar, dan Pahlavi. Dinasti Pahlavi sejak tahun 1925 ditumbangkan pada tahun 1979 oleh kaum revolusioner Islam, yang kemudian mendirikan sebuah republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini hingga tahun 1989.

Perselisihan mengenai Terusan Shattel-Arab di perbatasan Iran-Irak menyebabkan kedua negara terlibat perang yang berkepanjangan sejak tahun 1980 dan baru terhenti dengan diterimanya usul gencatan senjata PBB oleh kedua belah pihak pada tahun 1988.

Batas-batas Negara Iran
Iran merupakan Republik Islam yang terletak di Asia Barat Daya, berbatasan dengan Uni Soviet (utara) Afghanistan dan Pakistan (timur), Laut Arab (selatan), Teluk Persia (baratdaya), Irak dan Turki (barat).

Ibu kota negara Iran adalah Teheran, luas negara kurang lebih 1.643.510 km persegi. Pada tahun 1989 jumlah penduduknya sudah mencapai 51.005.000, dengan kepadatan penduduk 31/km2. Agama yang dianut masyarakatnya Islam (96%), lain-lain (4%). Bahasa yang digunakan: bahasa Persia. Dengan satuan mata uang : Rial Iran (Rls).

Gambar Peta Negara Iran HD

Sejarah Penduduk Negara Iran
Menurut catatan tahun 1987, penduduk Iran berjumlah sekitar 50 juta jiwa. Dari sekian penduduk, petani berjumlah lebih dari sepertiga. Penduduk yang hidup di perkotaan sebanding dengan mereka yang hidup di pedesaan dan mengembara.

Dari seluruh wilayah Iran, daerah yang paling padat penduduknya terletak di bagian barat dan utara. Banyak daerah yang tak berpenduduk sama sekali.

Kelompok Etnis
Rakyat Iran terdiri dari berbagai kelompok etnis. Kelompok etnis terbesar adalah orang Persia, yang mencakup sekitar 46% dari seluruh penduduk Iran.

Kelompok etnis terbesar kedua yaitu orang Azerbaijan, mencakup sekitar 17%. Di daerah pegunungan bagian barat, berdiam orang Kurdi, yang berjumlah sekitar 4,5 juta jiwa. Bagitu juga masyarakat seminomad Lur, yang berjumlah sekitar 2,1 juta.

Sedangkan di Pegunungan Zagros hidup orang Bachtyari dalam jumlah tidak lebih dari 1 juta. Orang Baluch, yang hidup bertani dekat perbatasan dengan Pakistan, berjumlah lebih dari 1,1 juta jiwa.

Selain kelompok-kelompok etnis besar tersebut, di Iran juga terdapat kelompok-kelompok etnis kecil, diantaranya orang Armenia, Turki, dan bangsa Semit (Arab, Yahudi, dan Assyria). Orang Armenia (250.000 pada tahun 1989) terpusat di Teheran, Esfahan, dan Azebaijan. Orang Turki mendiami daerah antara Shiraz dan Teluk Persia serta bagian timur laut Iran.

Dari antara bangsa Semit, kelompok terbesar adalah orang Arab yang hidup di pulau-pulau Teluk Persia dan di Khuzistan. Sejumlah orang Yahudi tinggal di kota-kota besar. Sedangkan orang Assyria terpusat di bagian barat laut.

Bahasa Penduduk Iran
Di Iran digunakan pelbagai bahasa. Sekitar 60% penduduknya berbahasa Indo-Eropa, diantaranya sekitar 45% berbahasa Persia, yang dijadikan bahasa resmi negara, dan 23% menggunakan bahasa-bahasa Indo-Eropa lainnya. Suku pengembara Kurdi menggunakan dialek sendiri. Sedangkan suku Lur, Bachtyari dan Baluch menggunakan dialek Persia.

Kendati jumlah kelompok etnis Turki sangat kecil, hampir 26% rakyat Iran berbahasa Turki, karena Turki lama menguasai Iran. Orang-orang Armenia tetap mempertahankan identitas bahasanya, salah satu bahasa Indo-Eropa.

Demikian pula bangsa-bangsa Semit (Arab, Yahudi, dan Assyria), masing-masing mempertahankan identitas bahasanya.

Agama Penduduk Iran
Sekitar 96% orang Iran menganut agama Islam, diantaranya sekitar 54% menganut sekte Syiah, dan 42% menganut sekte Sunni (terutama dikalangan orang Kurdi, Turki, dan Arab).

Sekte Syiah sendiri terbagi atas beberapa sekte. Salah satunya, sekte "Keduabelasan" percaya bahwa Imam ke-12 (keturunan ke-12 dari Nabi Muhammad) akan datang kembali pada suatu hari sebagai Mahdi yang membawa zaman Islam yang makmur dan penuh kedamaian bagai seluruh umat manusia.

Sekte Syiah lainnya, yaitu Bahaisme (didirikan pada abad ke-19), pernah diberantas oleh pemerintah dan konon hingga kini belum diakui undang-undang.

Aliran Sufisme, suatu aliran mistik Islam berpengaruh di kalangan generasi muda dalam bentuk modern, kendati para pengikutnya dahulu dikejar-kejar oleh golongan Syiah.

Selain umat Islam, di negeri ini hidup pula umat minoritas, seperti umat Zoroaster, Kristen, dan Yahudi. Agama Zoroaster (dari zaman pra-Islam) dihormati di kalangan mereka yang menghargai tradisi leluhur. Minoritas Kristen (sebagian besar Ortodoks Armenia dan Nestorian) dan Yahudi dilindungi oleh undang-undang kebebasan beragama.

Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel