Sejarah Lengkap Negara Maladewa

Sejarah permulaan Negara Maladewa tidak begitu jelas. Sejak abad ke-12, negeri ini diperintah oleh raja-raja dari Dinasti Didi, yang menurut legenda merupakan keturunan seorang raja Sri Lanka yang terdampar di Maladewa. Berabad-abad lamanya negeri ini jatuh ke tangan bangsa-bangsa Eropa, yakni Portugis (1500-an), Belanda (1650 - 1796), dan Inggris (1887).

Baru pada 26 Juli 1965 Maladewa memperoleh kemerdekaan penuh dari Inggris. Pemungutan suara yang diadakan pada tahun 1968 mengubah negeri ini dari kesultanan menjadi negara republik.

MALADEWA, republik dan anggota Persemakmuran, terdiri dari kira-kira 2.000 pulau karang kecil yang terletak sekitar 645 km di sebelah barat daya Sri Lanka. Luas: 298 km2. Penduduk: 202.000 (1989). Kepadatan penduduk: 678/km2. Agama: Islam Sunni (100%). Bahasa: Divehi. Ibu kota: Male. Satuan mata uang: Rufiyaa Maladewa (Rf).

Gambar Peta letak negara Maladewa
Peta letak negara Maladewa

Fisiografi
Negara kepulauan ini mencakup hampir 2.000 pulau karang kecil. Pulau-pulau yang dihuni berjumlah 215 buah, terentang sepanjang 885 km dari utara ke selatan. Di antara semua pulau tersebut tidak ada yang lebih dari 13 km", dan seluruh kepulauan ini ' hanya 298 km2. Tanahnya rendah ,paling tinggi 24 m di atas permukaan air laut.

Iklim negeri ini dipengaruhi oleh angin musim yang bertiup membawa banyak hujan. Curah hujan berkisar dari 2.500 mm di bagian utara sampai 3.800 mm per tahun di bagian selatan. Udara umumnya hangat dan lembab sepanjang tahun. Pohon kelapa dan sukun tumbuh subur di kepulauan ini. Perairannya penuh dengan ikan, dan di sana terdapat penyu yang tempurungnya dijadikan benda-benda seni dan perhiasan.

Penduduk
Sebagian besar penduduk Maladewa termasuk kelompok etnis Sinhala, keturunan pendatang dari Sri Lanka; sedangkan yang lain termasuk kelompok etnis Dravida, Arab, dan Negro. Bahasa resmi di negeri ini adalah bahasa Divehi, yang masih berkerabat dengan bahasa Sinhala, bahasa resmi Sri Lanka.

Seluruh penduduk menganut agama Islam (Sunni) yang masuk ke negeri ini pada abad ke-12. Kendati belum ada perguruan tinggi, angka buta aksara di negeri ini sangat rendah; dari seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas pada tahun 1982, misalnya, hanya sekitar 19 persen yang masih buta aksara.

Pemerintahan
Presiden sekaligus menjadi kepala negara dan pemerintahan di negara republik ini. Ia dipilih untuk masa bakti 4 tahun oleh sebuah badan legislatif (Majlis) yang terdiri dari 48 anggota, di antaranya 40 orang dipilih oleh rakyat dan 8 orang dipilih oleh presiden. Dalam menjalankan roda pemerintahan, presiden dibantu oleh sebuah kabinet. Seluruh Wilayah republik ini dibagi atas sembilan belas distrik, sesuai dengan banyaknya kelompok atol di negeri ini. 

Gambar Bendera Negara Maladewa
Bendera Negara Maladewa

Gambar Lambang Negara Maladewa
Lambang Negara Maladewa

Ekonomi
Orang Maladewa, yang terkenal sebagai pelaut ulung, kebanyakan hidup sebagai nelayan. Penangkapan ikan merupakan mata pencaharian utama sekaligus industri paling penting di negeri ini. Ikan kering, yang merupakan barang ekspor utama, seluruhnya di kirimkan ke Sri Lanka.

Industri kopra dan coir (serabut kelapa) merupakan industri terpenting kedua di negeri ini. Selain itu terdapat juga industri kerajinan tangan, seperti pembuatan tikar dan barang-barang dari tempurung penyu. Penjualan perangko juga merupakan sumber pendapatan bagi Maladewa, dan berkat dukungan pemerintah sejak permulaan tahun 1972 pariwisata telah berkembang menjadi industri utama.

Buah-buahan tropis dapat dijumpai di negeri ini; tetapi beras, makanan pokoknya harus diimpor; begitu pula gula, tekstil, bahan kimia, dan berbagai kebutuhan lain.

Rakyat Maladewa terkenal sebagai pelaut serta pedagang, dan kerap kali berlayar dengan perahu layar sampai ke Colombo, Bombay, Calcutta, dan Aden. Transportasi antar pulau juga dilakukan dengan perahu. Sepeda merupakan sarana transportasi utama di darat. Maladewa memiliki sebuah bandar udara di P. Hulele.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel