Sejarah Negara Pakistan Lengkap

Lembah Sungai Indus merupakan salah satu tempat lahirnya peradaban yang paling tua di dunia (2500 SM). Tetapi kira-kira tahun 1700 SM, peradaban ini lenyap tanpa diketahui sebab-sebabnya. Orang Arya masuk sekitar tahun 1500 SM, lalu mendirikan beberapa kerajaan sebelum jatuh ke tangan Persia (abad ke-6 SM), Iskandar Agung (327 SM), Arab (abad ke-8 M), Mogul (abad ke-16), dan Inggris (abad ke-18). 

Sejarah kemerdekaan Pakistan tidak terlepas dari sejarah India dan Bangladesh, karena ketiga negara ini semula merupakan satu koloni Inggris. Tuntutan akan pembentukan sebuah negara Islam yang terlepas dari negara Hindu India terpenuhi pada tahun 1947 dengan berdirinya negara Pakistan, yang mencakup Pakistan Timur dan Pakistan Barat.

Tetapi pada tahun 1950-an, antara kedua bagian negara baru ini muncul ketegangan yang memuncak dengan perang saudara pada tahun 1971 dan berakhir dengan pemisahan Pakistan Timur sebagai negara merdeka Bangladesh.

Gambar Peta letak negara Pakistan
Peta letak negara Pakistan

PAKISTAN, republik di bagian barat laut India, di tepi Laut Arab; berbatasan dengan Iran (barat), Afghanistan (barat laut dan utara), India (timur), dan Laut Arab (selatan). Luas: 796.095 km;. Penduduk: 110.358.000 (1989). Kepadatan penduduk: 139/km2. Agama: Islam (96,7%); Kristen (l,6%); Hindu (1,5%); lainlain (0,2%). Bahasa: Urdu. Ibu kota: Islamabad. Satuan mata uang: Rupee Pakistan (PRS).

Gambar Peta kepadatan penduduk dan perhubungan Pakistan
Peta kepadatan penduduk dan perhubungan Pakistan

Fisiografi
Pakistan yang sekarang adalah kawasan yang sampai tahun 1971 dikenal sebagai Pakistan Barat. Negeri ini meliputi wilayah seluas 803.940 km2, terletak di antara 25°-37° LU dan 60°-70° BT dengan memanjang dari utara ke selatan.

Ditinjau dari segi geografinya, negeri ini dapat dibagi atas empat bagian utama, yakni daerah pegunungan di utara (Pegunungan Hindu Kush dan Pegunungan Safed Koh), antiklin dan plato di barat, dataran rendah tengah (Punjab), dan dataran rendah selatan (Sind).

Pegunungan Hindu Kush terletak di daerah perbatasan barat laut dan merupakan bagian paling barat dari Pegunungan Himalaya. Di bagian utara pegunungan ini dominan perm, batu-batuan dari Zaman Karbon (sekitar 300 juta tahun yang lalu). Puncak-puncaknya berkisar dari 5.000 m hingga 7.500 m, dengan Gunung Tirich Mir (7.690 m) sebagai puncak tertinggi.

Di sebelah selatan pegunungan ini terdapat Pegunungan Safed Koh (Spin Ghar), sebuah pegunungan yang terbentuk terutama dari batu pasir di selatan Khyber Pass. Pegunungan ini lebih landai daripada Pegunungan Hindu Kush, dan puncaknya, Gunung Talpaka Sar, hanya 2.756 m.

Foto Lintasan Khyber penghubung Pakistan dan Afghanistan
Lintasan Khyber penghubung Pakistan dan Afghanistan mempunyai panjang 53 km dan lebar pada bagian yang sempit 3m.

Bagian kedua terdiri dari wilayah Baluchistan dan bagian barat daya. Di sebelah timur Baluchistan, sebuah antiklin, yang didominasi batu kapur dari Zaman Kapur-Oligosen (50-100 juta tahun yang lalu), memanjang dari utara ke selatan dan mencapai ketinggian 3.277 m.

Di sebelah barat dari 60° BT terdapat sebuah plato, yang didominasi batu pasir yang tidak begitu keras. Plato ini merupakan perluasan dari plato Iran dan termasuk kawasan yang paling tidak ramah di dunia.

Tanah rendah Punjab, yang merupakan jantung Pakistan, membentang sekitar 720 km ke timur laut dari tanah rendah Sind sampai ke S. Indus, terpotong-potong oleh anak-anak sungai tersebut, dan jarang mencapai ketinggian lebih dari 175 m.

Foto Attock terletak di Pakistan Tengah
Foto Attock terletak di Pakistan Tengah, tempat pertemuan Sungai Kabul dan Sungai Indus.

Tanah rendah Sind meliputi kawasan seluas 130.000 km2 di bagian selatan cekungan Indus. Dataran ini hampir tidak berelief, dari bergabung di selatan dengan delta S. Indus. Di sini Laut Arab sering meluap sampai 30 km ke pedalaman dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. 

Di antara bagian-bagian utama tersebut di atas terdapat beberapa daerah yang juga cukup penting. Yang paling penting di antaranya adalah Lembah Peshawar (Vale of Peshawar) yang meliputi kawasan seluas lebih dari 5.000 km2 dengan ketinggian 300-600 m dan merupakan pintu gerbang ke Khyber Pass. Lembah Peshawar dan dataran rendah Bannu di selatan terpisah dari dataran rendah Punjab oleh Pegunungan Great Salt yang mencapai ketinggian 1.242 m.

Seluruh Pakistan diairi oleh sistem S. Indus. Deras arusnya berubah-ubah sepanjang tahun; di Bendungan Sukkur, arusnya berkisar dari 500 m3 hingga lebih dari 25.000 m3 per detik. Sungai-sungai itu sulit dikendalikan sebab kebanyakan berhulu di India; hanya S. Beas, S. Chenab, dan 8. Jhelum yang berada di bawah kendali Pakistan.

Foto Bendungan Tarbela Pakistan
Bendungan Tarbela Pakistan ketika sedang dibangun di Sungai Indus, kurang lebih 65 km barat laut Rawalpindi, mulai dibangun tahun 1968 dan selesai tahun 1976, dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 2,1 juta kilowatt, merupakan salah satu bendungan  terbesar di dunia.

Foto Bendungan Rawal di Provinsi Punjab
Bendungan Rawal di Provinsi Punjab sangat bermanfaat sebagai pemasok air ke daerah-daerah pertanian.

Iklim
Iklim Pakistan berciri ekstrem dalam hal suhu dan kelembaban. Bagian selatan negeri ini jarang menerima curah hujan lebih dari 250 mm per tahun. Daerah yang paling basah, yaitu tanah rendah Punjab, hanya menerima 900 mm per tahun.

Curah hujan tidak merata sepanjang tahun; pembalikan arus jet musim dingin dari barat pada permulaan bulan J uni menyebabkan pengaruh angin musim dominan sampai bulan November, dan membawa banyak hujan. Dalam musim dingin, udara bertekanan rendah bertiup dari barat dan membawa sedikit hujan.

Suhu harian dan tahunan juga sangat bervariasi sepanjang tahun, sebagaimana umumnya di daerah gurun subtropis. Suhu musim panas sering melebihi 50°C di tanah rendah Sind, walaupun musim dingin yang membeku bukan tak dikenal, termasuk di daerah yang relatif rendah Lembah Peshawar, yang mengalami suhu rata-rata hanya 10°C pada bulan Januari.

Di daerah pegunungan, ketinggian memainkan peranan yang sangat menentukan dalam hal suhu; pada musim panas daerah pegunungan relatif sejuk, sehingga di kawasan perbukitan utara terdapat sejumlah tempat wisata. Tetapi pada musim dingin suhu udara sangat rendah.

Flora dan fauna
Sebagaimana dapat diduga dari keadaan alamnya, vegetasi alami Pakistan tinggal sedikit. Di Baluchistan, bukit-bukit pasir di sana-sini ditumbuhi perdu yang tahan kekeringan (Xerophitic), tetapi tidak lebat. Juniper (Juniperus sp) dan zaitun liar tumbuh di Pegunungan Sulaiman.

Sedang di bagian barat laut tumbuh pinus, deodar, dan ilax (sejenis ek). Lembah-lembah yang terletak paling selatan ditumbuhi pohon-pohon berganti daun seperti pohon plane (Platanus sp) dan poplar (Papulus sp. Di Pakistan terdapat berbagai jenis binatang liar, termasuk beberapa jenis yang sangat langka, seperti macan tutul salju (Uncia uncia).

Di mana-mana terdapat jakal, serigala, dan kucing liar. Di pegunungan utara, selain harimau salju terdapat beruang coklat, beruang hitam Himalaya, dan ibex Siberia (Capra sibin'ca). Di daerah delta hidup buaya, ular sawah, dan babi hutan.

Penduduk
Pakistan berpenduduk 110 juta lebih. Setiap tahun jumlah penduduk meningkat kira-kira 3 persen. Program keluarga berencana sampai sejauh ini belum begitu berhasil. 

Kepadatan penduduk tidak merata. Kawasan terpadat adalah distrik Lahore, sedang kawasan yang paling jarang penduduknya adalah distrik Kalat di Propinsi Baluchistan. Sekitar 30 persen dari seluruh penduduk tinggal di kota.

Kota terbesar adalah Karachi (5.200.000), Lahore (2.952.000), dan Faisalabad (Lyallpur; 1.920.000). Pertambahan penduduk Karachi tetap tinggi kendati ibu kota telah dipindahkan ke Islamabad (sekitar 359.000) pada akhir tahun 1960-an.


Kelompok etnis
Menurut etnis, sebagian besar penduduk termasuk kelompok Indo-Arya. Situasi menjadi kompleks di bagian barat, karena di sini terdapat beberapa kelompok suku bangsa yang tidak termasuk kelompok IndoArya. Salah satunya adalah suku bangsa Brahui, yang menggunakan bahasa sendiri, salah satu cabang bahasa Dravida.

Kelompok kecil ini terpisah dari sesama suku bangsa Dravida di negara tetangganya sejauh 2.400 km lebih. Tetapi sebenarnya pembagian menurut etnis sangat rumit karena penduduk Pakistan merupakan campuran berbagai kelompok etnis; jauh lebih penting pembagian menurut bahasa.

Bahasa
Menurut bahasa, penduduk Pakistan dibedakan terutama atas pemakai bahasa Punjabi (48%), bahasa Pashtu (13%), bahasa Sindhi (12%), bahasa Urdu (7,6%), dan bahasa Baluchi (2,7%).. 

Pemakai bahasa Punjabi terutama mendiami Propinsi Punjab. Pemakai bahasa Pashtu, yang tersebar sampai ke Afghanistan, merupakan kelompok utama di Propinsi Perbatasan Barat laut; sebagian dari mereka masih hidup mengembara.

Pemakai bahasa Sindhi, yang dapat dibagi lagi menjadi banyak kelompok suku bangsa, kebanyakan mendiami Propinsi Sindhi dan propinsi utara. Bahasa Urdu, yang dibawa oleh kaum muhajirin (pengungsi dari India pada waktu pembagian India-Pakistan), dipakai terutama di kota-kota besar.

Sedang pemakai bahasa Baluchi terutama mendiami daerah tandus dan bergunung-gunung di bagian barat daya, yang membentang sampai ke perbatasan dengan Iran dan dikenal dengan nama Propinsi Baluchistan.

Kendati pemakai bahasa Urdu sebagai bahasa ibu tergolong kecil, bahasa inilah yang terpenting di antara kelima bahasa utama tersebut. Bahasa ini, yang sebenarnya mirip dengan bahasa Hindi tetapi menggunakan tulisan Persia (dari kanan ke kiri), merupakan bahasa resmi pada tingkat nasional; demikian juga pada tingkat propinsi, kecuali untuk Propinsi Sind.

Khusus untuk Propinsi Sind, bahasa Sindhi ditetapkan sebagai bahasa resmi pada tahun 1972. Selain bahasa Urdu dan Sindhi masih ada bahasa yang penting sebagai bahasa sastra, yaitu bahasa Gujarat (di Karachi) dan bahasa Pashtu yang digunakan oleh orang Pusthu.Untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan besar pula peranan bahasa Inggris, Perancis, dan Arab.

Agama
Hampir seluruh penduduk Pakistan (97%) menganut agama Islam,, yang menurut undang-undang dasar merupakan agama resmi negara dan harus dikembangkan oleh pemerintah. Umat Islam ini terbagi atas beberapa aliran, terutama aliran Sunni dan Syiah. Kendati diharamkan dalam agama Islam, sistem kasta tidak lenyap dari kehidupan sebagian umat.

Di samping umat Islam, terdapat sejumlah kecil penganut agama minoritas, yaitu Kristen (1,6%) dan Hindu (1,5%).

Foto Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan
Masjid Badshahi di Lahore, Pakistan dibangun oleh Raja Aurangzeb pada abad ke-17 dengan hamparan batu pasir merah dan ornamen batu pualam.

Pendidikan
Dahulu pelajaran diberikan oleh para imam atau mullah. Tetapi kini telah diterapkan sistem pendidikan modern, kendati hasilnya belum memuaskan akibat pelbagai hambatan. Dari seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas pada tahun 1981, baru sekitar 26 persen yang bebas dari buta aksara.

Pendidikan terdiri dari tiga tingkat, yakni tingkat dasar (5-9 tahun), tingkat lanjutan (1014 tahun), dan tingkat tinggi. Perguruan tinggi yang besar didirikan di kota-kota besar, seperti Lahore, Karachi, Peshawar, dan Hyderabad.

Pemerintahan
Republik Islam Pakistan menggunakan sistem parlementer federal, dengan presiden sebagai kepala konstitusional dan perdana menteri sebagai kepala eksekutif. Dalam teori sekurang-kurangnya, kepada majelis-majelis keempat propinsinya Sind, Punjab, Baluchistan, dan Perbatasan Barat laut diberi kekuasaan tertentu.

Gambar Bendera negara Pakistan
Bendera negara Pakistan

Gambar Lambang negara Pakistan
Lambang negara Pakistan

Ekonomi
Walaupun ekonomi Pakistan pada tahun 1947 (pemisahan India-Pakistan) dan pada tahun 1971 (pemisahan Pakistan-Bangladesh) menghadapi berbagai macam problem berat (putusnya hubungan dagang untuk pembelian bahan baku dan penjualan hasil produksi), namun sejak tahun 1976 sudah hampir dapat dicapai swasembada dalam hal pangan, dan dapat dilakukan ekspor yang cukup penting (beras dan tekstil).

Tetapi pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, gerakan separatis, dan ketidakstabilan politik, merupakan bahaya yang mengancam perkembangan ekonomi Pakistan. Pendapatan per kapita pada tahun 1985 adalah sebesar US$360, sehingga Pakistan dapat dikatakan sebagai salah satu negeri yang paling miskin di Asia.

Sumber daya alam
Sumber daya alam utama Pakistan adalah tanah aluvium subur di dataran rendah bagian timur. Meskipun demikian, banyak bagian dari dataran ini yang sangat kering, sehingga pertanian tidak mungkin dilaksanakan tanpa pengairan dari S. Indus beserta anak-anak sungainya.

Sumber mineralnya juga terbatas. Meskipun batu bara dan minyak telah ditambang, hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengadaan energi lebih banyak bertumpu pada gas alam. Cadangan mineral untuk industrinya, termasuk bijih besi, telah ditemukan, tetapi umumnya mutunya rendah dan jumlahnya terbatas.

Sejumlah cadangan mineral yang lebih baik mutunya ditemukan di daerah pegunungan bagian barat, tetapi endapan itu masih sulit dicapai karena keadaan transportasinya menyedihkan.

Pertanian
Peranan sektor pertanian sangat penting. Sekitar 25 persen pendapatan nasional berasal dari sektor pertanian dan sektor ini mampu menyerap lebih dari separuh tenaga kerja Pakistan.

Lebih dari seperempat Wilayah Pakistan digarap untuk pertanian dan kira-kira dua pertiga areal pertanian tersebut memperoleh irigasi. Pemilikan tanah sangat tidak merata; kira-kira separuh dari seluruh petani hanya memiliki lahan pertanian seluas kurang dari 2 ha setiap petani, dan tanah pertanian mereka ini/seluruhnya hanya mencakup 10 persen dari seluruh lahan pertanian yang ada, sedang yang 25 persen lagi dimiliki oleh sekitar 2 persen dari seluruh petani.

Foto Daerah pertanian di Lembah Chitral, Pakistan
Daerah pertanian di Lembah Chitral, Pakistan (barat laut dekat perbatasan dengan Afghanistan) yang mendapat air dari lelehan salju Pegunungan Himalaya.

Selama tahun 1970-an, hasil-hasil pertanian meningkat sebesar 5 persen setiap tahun. Tanaman yang paling penting adalah gandum, kapas, dan padi. Selain itu ditanam juga tebu, jagung, dan biji-bijian yang mengandung minyak; sedang diusahakan pula untuk menggalakkan penanaman yute dan teh, agar ketergantungan pada impor dapat dikurangi. Daerah pertanian terpenting adalah Propinsi Punjab dan Propinsi Sind.

Peternakan diusahakan secara intensif di luar Punjab dan Sind. Di bagian barat laut Pakistan dan di Baluchistan dapat dijumpai peternakan dengan sistem berpindah-pindah (lembu, domba, kambing, unta). Di daerah pertanian dipelihara juga kerbau dan unggas (ayam).

Namun hasil peternakan (susu dan daging) masih rendah sekali, karena makanan ternak tidak memadai dan cara pemeliharaan kurang baik.

Perikanan di laut dan di air tawar cukup penting, tetapi produksinya agak terbatas, terutama karena armada perikanannya sudah ketinggalan zaman.

Kehutanan tidak banyak artinya; hanya di pegunungan utara ada pemanfaatan hutan, itu pun hanya secara terbatas, sebab hanya sekitar 4 persen wilayah Pakistan yang tertutup hutan. Pertambangan. Wilayah Pakistan tidak mengandung banyak bahan galian dan usaha eksploitasi hanya dijalankan secara terbatas; hasilnya antara lain batu kapur, dolomit, barit, kromit, bauksit, dan magnesium. Di Baluchistan terdapat pengeboran gas bumi; demikian pula dekat Sui dan Mari. Di Pegunungan Great Salt ada penambangan batu bara dan garam bongkahan.

Produk gas alam dan batu bara mampu untuk menutupi seluruh kebutuhan Pakistan akan kedua jenis bahan bakar tersebut. Tetapi produksi minyak bumi hanya cukup untuk memenuhi 25 persen dari kebutuhannya. Sedang dilakukan usaha untuk meningkatkan eksploitasi gas bumi dan tenaga air (Tarlmladam).

Tetapi kebutuhan akan energi hampir separuhnya harus diperoleh dengan mengkonsumsi minyak bumi. Sebagian dari tenaga listrik yang dihasilkan berasal dari Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Industri
Waktu diadakan pemisahan India - Pakistan pada tahun l947, industri Pakistan dapat dikatakan harus dibangun mulai dari nol. Untuk itu bantuan luar negeri sangat besar artinya, tetapi para pengusaha Pakistan pun memainkan peranan yang sangat penting. Industri tekstil yang terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil mencapai sukses yang tidak kecil.

Investasi yang semakin mengecil (ketakutan para pengusaha akan adanya nasionalisasi) dan berbagai hambatan di pasaran negara-negara barat pada tahun 1970-an menimbulkan kerugian besar pada sektor ini.

Foto industri kerajinan tangan di Pakistan
Industri kerajinan tangan merupakan industri penting bagi Pakistan, seperti tenunan katun, wol, dan sutera. Gambar di atas adalah salah satu toko tekstil di Gilgit, Jammu dan Kashmir, wilayah Pakistan.

Sektor industri menyerap sekitar 17 persen dari tenaga kerja Pakistan dan menyumbang sekitar 13 persen pada produk nasional. Hasil-hasilnya yang terpenting adalah katun (tekstil dan benang), semen, gula, rokok, pupuk buatan, baja, dan kertas. Di Karachi dan Rawalpindi ada kilang minyak; industri bahan kimia juga ada dan mendapat banyak dorongan dari pemerintah.

Walaupun perkembangan industri Pakistan tidak begitu pesat, negeri itu sudah jauh maju dalam bidang teknologi.

Perdagangan
Sektor ini setiap tahun menghasilkan sekitar 17 persen dari produk nasional. Sejak tahun 1947 Pakistan terus mengalami defisit dalam perdagangan luar negeri.

Barang impor utama (minyak bumi, mesin-mesin dan alat-alat transportasi, bahan pangan, besi dan baja, serta obat-obatan) diperoleh terutama dari Jepang, Amerika Serikat, negara-negara MEE (terutama Jerman Barat, Inggris, dan Italia), Arab Saudi, Kuwait, dan Malaysia.

Sedang barang ekspor utama (tekstil, benang, kapas, beras, permadani, sepatu, kulit ternak, ikan, dan barang mainan) dipasarkan terutama di Amerika Serikat, Jepang, Arab Saudi, negara-negara MEE (Jerman Barat, Inggris, Italia, dan Perancis), dan Hong Kong.

Suatu sumber devisa yang menjadi semakin penting adalah tenaga kerja Pakistan yang bekerja di negara-negara penghasil minyak di sekitar Teluk Persia dalam berbagai bidang yang acapkali membutuhkan keterampilan khusus.

Transportasi
Alat transportasi yang paling penting dari sudut ekonomi adalah kereta api (perusahaan negara). Jaringan jalan kereta api meliputi sekitar 9.113 km. Lalu lintas jalan raya menjadi semakin penting dan jaringannya semakin luas.

Sejak tahun 1970 dibangunjalan raya highway yang menghubungkan Karachi dengan Islamabad; sejak tahun 1971 Pakistan sudah dihubungkan dengan Cina melalui ,Karakoram Highway’, jalan raya sepanjang 800 km dari kota Thabot melalui lembah Khunjerab (ketinggian 4.934 m) sampai ke Singciang.

Pelayaran sungai tidak ada artinya, sedang pelayaran laut ditangani terutama oleh pemerintah dan hampir seluruhnya diselenggarakan lewat Karachi. Sudah ada rencana untuk membangun sebuah pelabuhan samudera yang baru di pantai barat Makran.

Pakistan memiliki tiga puluh bandara, termasuk beberapa bandara internasional (Karachi, Rawalpindi, Islamabad, dan Lahore). Pakistan International Airways (PIA) menyelenggarakan penerbangan dalam dan luar negeri.

Baca juga: Tentang negara Pakistan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel