Sejarah Negara Taiwan Lengkap

Penduduk asli Taiwan berasal dari Cina selatan dan dari Semenanjung Malaya. Orang Cina mulai bermukim di sana pada abad ke-16 ketika Taiwan dan pulau-pulau di sekitarnya disatukan dengan Propinsi Fukien. Ketika orang Belanda tiba (1622), di sana sudah terdapat kira-kira 30.000 orang pemukim Cina.

Negeri ini menjadi jajahan Jepang pada tahun 1895 -1945. Ketika kaum Komunis menguasai daratan Cina (1949), kaum Nasionalis lari ke Taiwan dan mendirikan Republik Cina (1950).

Dengan bantuan ekonomi dan militer Amerika, kaum Nasionalis kemudian membangun pulau ini. Pada awal tahun 1970-an, Taiwan telah menjadi salah satu negara yang tertinggi standar hidupnya di Asia.

Gambar Peta letak negara Taiwan

TAIWAN, republik di lepas pantai tenggara daratan Cina, terdiri dari P. Taiwan (P. Formosa) dan pulau-pulau di sekitarnya. Luas: 36.000 km2. Penduduk: 20.283.000 (1989) Kepadatan penduduk: 563/km2. Agama: kepercayaan tradisional Cina (48,5%); Budha (43%); Kristen (7,4%), Islam (0,5%); lain lain (0,6%). Bahasa: Cina Mandarin. Ibu kota: T'aipei. Satuan mata uang: Dolar Taiwan (NT$) 

Gambar Peta kepadatan penduduk Taiwan
Peta kepadatan penduduk Taiwan

Fisiografi
Dengan luas wilayah 36. 000 km (termasuk pulau-pulaunya) Taiwan tidak sampai sepertiga P. Jawa. Pulau utama, yang bentuknya menyerupai daun tembakau, berukuran panjang sekitar 392 km dan lebar 144 km.

Menurut strukturnya, pulau itu terdiri dari sebuah patahan yang memanjang dari timur laut ke arah barat daya dengan sisinya yang curam di sebelah timur tetapi makin melandai ke arah barat. Patahan ini terbentuk terutama dari batu-batuan tua, sedang permukaannya terbentuk dari berbagai bahan lain, yang berkisar dari lapisan sedimen dan batu-batuan kristalin tua hingga lapisan aluvial yang masih sangat muda.

Reliefnya yang paling menonjol adalah Pegunungan Tengah, sebuah rangkaian gunung yang hampir meliputi separuh dari pulau utama tersebut. Lebih dari 60 puncak pegunungan ini mencapai ketinggian 3.000 m lebih, dengan Gunung Hsinkao (Gunung Yu Shan; 3.997 m) sebagai puncak tertinggi.

Kegiatan gunung berapi pada Kala Pleistosen (sekitar 4 juta tahun lalu) sedikit mengubah bentuk kawasan Gunung Tatun dan Kep. Penghu. Kawasan Gunung Tatun yang tertutup lava masih aktif dan mempunyai banyak sumber air panas dan sejumlah kawah.

Daerah pegunungan mencakup lebih dari 63 persen wilayah Taiwan. Selebihnya, sekitar 11 persen terdiri dari daerah perbukitan dan dataran berteras-teras yang membatasi Pegunungan Tengah pada ketinggian 85-500 m. Dataran aluvial, yang dari segi ekonomi merupakan kawasan terpenting, hanya mencakup sedikit lebih dari 24 persen.

Dataran yang paling luas terdapat di bagian barat P. Taiwan, di antaranya Dataran Chianan, yang membentang dari Zhanghua (Chunghua) sampai ke Gaoziong (Kaohsiung). Dataran lain yang juga penting adalah Dataran Pingdong, Dataran Yilan, Cekungan Taibei, dan Cekungan Taizhong. Sungai Hsilo dan sungai-sungai besar lainnya bersumber dari Pegunungan Tengah dan umumnya mengalir dari timur ke arah barat.

Foto Pemandangan di dekat kota T'aipei
Suatu pemandangan yang menghijau di dekat kota T'aipei, ibu kota dan kota terbesar di Taiwan
Tampak sawah dengan sistem terasiring dan perkebunan teh di lereng gunung.

Iklim
Taiwan beriklim tropis di bagian selatan dan beriklim subtropis di bagian utara. Pengaruh reliefnya dan samudera terhadap iklimnya sangat kuat. Kecuali di daerah pegunungan, suhu pada musim panas rata-rata 27°C dan pada musim dingin rata-rata 16°C.

Musim panas, yang berlangsung dari permulaan Mel hingga akhir September, menyebabkan hujan yang sangat deras di bagian selatan. Selama musim dingin, Oktober-Maret, dengan arah angin terbalik dari barat daya ke arah umur laut, bagian timur laut yang terbuka ke arah datangnya angin mengalami musim hujan.

Curah hujan rata-rata 2.500 mm per tahun. Angin topan sering terjadi, terutama dari bulan Juli hingga September. Iklim tropis memungkinkan panen terjadi tiga, empat, atau lima kali setahun.

Foto Pemandangan di kota Chilung, Taiwan
Sebuah pemandangan di kota Chilung, kota pelabuhan utama di pantai utara Taiwan.

Flora dan fauna
Sekitar 55 persen wilayah Taiwan tertutup oleh hutan yang ditumbuhi konifer, pohon-pohon kayu keras, bambu, dan lain-lain. Akasia tumbuh di seluruh perbukitan dan dijadikan sumber minyak nabati. Di Taiwan tengah dan utara, tumbuhan yang paling umum adalah bambu.

Hutan tersebut didiami berbagai jenis binatang liar seperti yang hidup di Cina daratan bagian selatan; diantaranya adalah beruang, harimau, kucing liar, rusa, babi hutan, dan kera. Selain itu, terdapat puluhan spesies ular.

Penduduk
Penduduk Taiwan berjumlah sekitar 20.283.000 jiwa (1989). Dengan kepadatan penduduk sekitar 563/km2, Taiwan merupakan salah satu negara terpadat di dunia. Namun pemerintah telah berhasil menekan angka kelahiran rata-rata dari 0,26 pada awal tahun 1970-an menjadi 0,16 pada pertengahan tahun 1980-an.

Angka rata-rata kenaikan penduduk juga dapat diturunkan dari 0,28 pada tahun 1964 menjadi 0,21 penduduk pada awal tahun 1970-an dan 0.12 pada pertengahan tahun 1980-an, setelah pemerintah menggalakkan keluarga berencana sejak tahun 1964.

Industrialisasi menyebabkan pertambahan penduduk kota sangat pesat Kini penduduk kota mencakup sekitar tiga perempat dari seluruh penduduk Daerah yang paling padat penduduknya adalah dataran pantai dan lembah sungai di bagian barat yang merupakan daerah pertanian dan mempunyai sistem transportasi yang sangat maju. Sedang kepadatan penduduk di Pegunungan Tengah dan bagian timur umumnya cukup rendah.

Hampir seluruh penduduk Taiwan termasuk kelompok etnis Cina; hanya sekitar 2 persen yang termasuk penduduk asli. Sebagian besar d art penduduk yang termasuk kelompok etnis Cina tersebut adalah keturunan imigran dari bagian tenggara R.R. Cina (Propinsi Fukien dan Kwantung); sedangkan yang sebagian lagi merupakan imigran dari daerah R.R. Cina lainnya, yang baru datang setelah pemerintah Cina Nasional pindah ke Taiwan (tahun 1949).

Penduduk asli, yang umumnya hidup bertani di daerah perbukitan dan dataran tinggi, mungkin berasal dari Semenanjung Malaya.

Sebagian besar penduduk menggunakan dialek Fukien sebagai bahasa sehari-hari. Tetapi bahasa yang ditetapkan sebagai bahasa resmi justru dialek Mandarin, karena dialek inilah yang digunakan oleh sebagian besar imigran Cina yang datang setelah tahun 1949. Di kalangan penduduk asli digunakan berbagai bahasa sendiri.

Ada berbagai agama yang dianut penduduk Taiwan. Yang paling banyak penganutnya adalah kepercayaan tradisional Tionghoa dan agama Budha. Sebagian penduduk menganut agama Kristen (Protestan dan Katolik) dan sebagian lagi menganut agama Islam. Di samping itu, agama Kong Hu Cu masih sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat umum, dan animisme masih hidup di kalangan penduduk asli.

Taiwan memiliki lebih dari 2.450 sekolah dasar, lebih dari 800 sekolah menengah, dan lebih dari 100 perguruan tinggi. Bagi anak-anak berusia 9-15 tahun diterapkan wajib belajar, dan pendidikan tidak dikenakan biaya. Kira-kira 90 persen dari penduduk sudah bebas dari buta huruf.

Pemerintahan
Sistem pemerintahan di republik ini didasarkan pada ajaran Dr. Sun Yat-sen tentang kelima bidan g kekuasaan (eksekutif, legislatif, pengawasan, peradilan, dan pemeriksaan) yang masing-masing dipegang oleh sebuah dewan (yuan).

Gambar Bendera Negara Taiwan
Bendera Negara Taiwan

Kelima dewan ini bertanggung jawab kepada presiden, yang dipilih oleh Majelis Nasional setiap 6 tahun; presidenlah yang memegang kekuasaan tertinggi atas pemerintahan. Tetapi karena Taiwan dipandang hanya sebagai salah satu propinsi dari Republik Cina, roda pemerintahan di Taiwan dijalankan oleh Pemerintah Propinsi Taiwan di bawah pimpinan gubernur yang dipilih presiden dan di bawah pengawasan Majelis Propinsi yang dipilih rakyat.

Gambar Lambang Negara Taiwan
Lambang Negara Taiwan

Di negeri ini berdiri beberapa partai politik, di antara nya Partai Nasional Kuomintang, yang menguasai mayoritas kursi di majelis, dan Partai Progresif, yang merupakan partai oposisi terbesar.

Ekonomi
Dari segi ekonomi, Taiwan sangat menderita selama Perang Dunia II dan masa pancaroba yang menyusul kemudian. Keadaan ekonominya baru pulih kembali pada tahun 1952. Setelah itu terjadi kenaikan secara mantap, baik dalam sektor pertanian maupun dalam sektor industri.

Dalam tahun 1978, misalnya, produk nasional bruto berhasil mencapai US$24 milyar lebih, dan pendapatan per kapita mencapai lebih dari US$ 1.300; sedangkan pada tahun 1986, produk nasional bruto telah naik menjadi US$72,6 milyar, dan pendapatan per kapita naik menjadi US$3.750.

Pertanian
Pada dasarnya Taiwan merupakan negara pertanian. Kira-kira 25 persen dari tanah negeri ini dapat dibudidayakan, dan iklim-nya pun sangat membantu untuk tanaman tumpang gilir, seperti padi, ubi jalar, tebu, sayur-sayuran, kacang tanah, kedelai, pisang, nanas, dan jeruk.

Hanya tanahnya tidak begitu subur dan harus memakai pupuk dalam jumlah besar. Program land-reform ternyata berhasil mengurangi. jumlah para petani penyewa secara drastis; dalam tahun 1969, misalnya, 80 persen dari petani Taiwan telah memiliki tanah sendiri. Konsolidasi tanah, yang dimulai dalam tahun 1961, telah berhasil menciptakan kemajuan. 

Ekonomi Taiwan dikembangkan dengan serangkaian rencana pembangunan 4 tahun berupa pengembangan pertanian jangka panjang. Penanaman dengan cara tumpang gilir, tumpang sari seumur, dan pergiliran tanaman diperkenalkan; sejumlah bibit unggul dikembangkan; pupuk buatan digunakan secara lebih luas dan lebih efisien; pembasmian hama tanaman diintensifkan; irigasi dan mekanisasi pertanian ditingkatkan.

Penganekaragaman tanaman memperkuat pengembangan dua tanaman ekspornya, yaitu jamur dan asparagus; dan mesin penanam padi yang diperkenalkan di beberapa daerah ternyata memberikan hasil yang mengesankan. Kenaikan hasil pertanian tidak hanya merupakan akibat pertambahan luas tanah yang dibudidayakan, tapi justru lebih banyak dari kenaikan hasil setiap unit tanah yang digarap.

Kehutanan
Hutan pulau ini dapat menghasilkan kayu yang berharga, arang, dan kayu bakar. Taiwan merupakan negara pengekspor kayu lapis terbesar kedua di dunia setelah Jepang. Peningkatan sarana pengangkutan serta cara-cara penebangan hutan ikut membantu peningkatan hasil produksi kayu gelondongan.

Penanaman hutan dan penghutanan kembali pun terus ditingkatkan melalui pembagian bibit secara cuma-cuma. Daerah pantai ditanami pohon-pohon penahan angin untuk melindungi tanaman dari serangan taufan.

Perikanan
Armada kapal nelayan akhir-akhir ini telah dimodernisasikan dan dikembangkan. Ikan tangkapannya (1.037.721 ton pada tahun 1985) terutama berasal dari perairan dekat pantai dan dari laut dalam, antara lain ikan tuna dan ikan sarden. Ikan karper dan ikan air tawar dipelihara di tempat-tempat pemeliharaan ikan.

Mineral
Batu bara merupakan barang tambang yang paling penting bagi Taiwan. Tetapi pertambangan ini sangat menderita kekurangan tenaga kerja, dan cadangan yang masih tersisa pun tinggal berupa lapisan tipis yang terpendam jauh di bawah permukaan tanah.

Selain memiliki sedikit minyak bumi dan banyak cadangan gas alam, Taiwan dapat memenuhi kebutuhan sendiri dalam hal emas, tembaga, belerang, garam, perak, batu kapur, pasir kaca, terpentin, dan batu bangunan. Barang tambang penting yang harus diimpor, meliputi minyak, besi, timah, timah hitam, seng, bauksit, dan potas.

Industri
Selama Perang Dunia II industri Taiwan menderita rusak berat sehingga hasilnya merosot lebih dari 66 persen. Pemulihan dan pengembangan selanjutnya benar-benar hebat mengingat Taiwan waktu itu sepenuhnya tergantung pada bantuan Amerika Serikat, dan negeri ini dikuasai oleh rezim militer otokratis.

Penghentian program bantuan Amerika Serikat, yang dilakukan dalam tahun 1965, sama sekali bukan merupakan pertanda akan datangnya kehancuran, tetapi justru menjadi perangsang pertumbuhan ekonomi negara ini. Sejak semula, Taiwan mengikuti suatu kebijaksanaan "mengembangkan industri melalui pertanian dan mengembangkan pertanian melalui industri".

Dengan demikian, pertumbuhan industri Taiwan memiliki dasar yang kokoh, yaitu sektor pertanian. Dalam tahun 1950-an terjadilah perkembangan dalam ekspor hasil pertanian, seperti gula serta nanas kalengan, dan dalam produksi pengganti impor, seperti tekstil, kertas, dan pupuk. Sejak saat itu banyak industri yang dikembangkan untuk memenuhi pasaran dalam negeri, bahkan juga untuk ekspor.

Selanjutnya, hasil industri menjadi makin beranekaragam serta makin canggih, mencakup sabun serbuk, obat-obatan, gelas, mesin-mesin, produk-produk logam, serabut buatan, "ban, dan semen. Sekarang, Taiwan juga memiliki pabrik aluminium serta baja, dan menghasilkan banyak macam produk, termasuk alat-alat mesin, plastik, dan alat-alat elektronik.

Dua kompleks pabrik petrokimia raksasa dibangun, satu dekat ladang gas alam di utara, dan yang lain dekat pabrik pengilangan minyak di Kaohsiung Modal asing. terutama dari Amerika Serikat, Negeri Belanda, dan Jepang, dimanfaatkan untuk mengembangkan industri, dan banyak perangsang yang diberikan dalam usaha menarik modal asing untuk proyek-proyek seperti kawasan industri Kaohsiung.

Selama tahun-tahun terakhir, industri elektronik untuk para konsumen telah berkembang, sampai alat-alat listrik menjadi barang ekspor paling besar dari Taiwan, mencapai 12,6 persen dari ekspor seluruhnya, di antaranya berupa pesawat radio dan televisi.

Pariwisata
Peranan pariwisata sebagai sumber devisa semakin penting bagi Taiwan. Dalam tahun 1974, misalnya, lebih dari 820.000 wisatawan mengunjungi Taiwan, padahal dalam tahun 1956 hanya 15.000. Data tahun 1985 menyebutkan, pendapatan Taiwan dari sektor pariwisata pada tahun itu mencapai US$963 juta.

Transportasi
Fasilitas transportasi di pulau ini mencakup lebih dari 19.857 km jalan raya (yang diaspal 84%) dan 4.800 km jalan kereta api. Antara lain untuk menggalakkan pariwisata, jalan raya baru telah dibangun dengan melewati pemandangan indah pulau ini. Pelayanan untuk penerbangan dalam negeri diselenggarakan oleh perusahaan penerbangan setempat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel