Sejarah Negara Thailand Lengkap

Bangsa Thai berasal dari Cina selatan, dan sejak abad ke-9 sudah mendirikan beberapa kerajaan di negeri yang sekarang disebut Thailand. Berkat jasa Raja Mongkut dan putranya Raja Chulalongkorn dari Dinasti Chakri (mulai tahun 1782 hingga kini), Thaif» land menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah bangsa Eropa.

Revolusi tak berdarah yang meletus pada tahun 1932 mengubah Thailand dari negara monarki absolut menjadi negara monarki konstitusional. Pada tahun 1941, negeri ini diduduki Jepang, tetapi kemudian berhasil melepaskan diri sesudah Jepang kalah dalam Perang Dunia II.

Ratusan ribu pengungsi dari Laos, Kampuchea, dan Vietnam memasuki wilayah Thailand sejak tahun 1978. Hingga kini, di daerah perbatasan kadang-kadang terjadi bentrokan senjata antara pasukan Thailand dan pasukan negara-negara tetangganya yang komunis.

Gambar Peta letak negara Thailand
Peta letak negara Thailand

THAILAND, kerajaan konstitusional di Asia Tenggara; berbatasan dengan Lao's (utara), Kampuchea (timur), Teluk Siam (tenggara), Malaysia (selatan), L. Andaman (baratdaya), dan Myanmar (barat). Luas: 513.115 km Penduduk: 55.017.000 (1989). Kepadatan penduduk:107/km2 Agama: Budha (95%); Islam (3,8%) Kristen (0,5%); lainlain (0,7%). Bahasa: Thai. Ibu kota: Bangkok. Satuan mata uang: Baht Thailand (B).

Foto Kuil Budha Wat Phra Keo di Bangkok
Kuil Budha Wat Phra Keo yang tampak indah di kota Bangkok.

Fisiografi
Dengan luas lebih dari 513.000 km2, wilayah Thailand hampir mencapai empat kali Pulau Jawa. Perbatasannya ditandai oleh ciri-ciri yang jelas. Pada perbatasan dengan Myanmar terdapat Pegunungan Dawna dan Pegunungan Tenasserim.

Pada perbatasan dengan Kampuchea terdapat Pegunungan Dong Rak (Chaine des Dangrek) dan Pegunungan Cardamon. Sedang perbatasan dengan Laos bertepatan dengan aliran S. Mekong dan Pegunungan Luang Prabang. 

Ditinjau dari segi fisiografinya, negeri ini dapat dibagi atas lima bagian:
1) Pegunungan Utara, suatu tanah tinggi yang mencakup semua gunung tertinggi di Thailand, dengan G. Doi Inthanon (2.594 m) sebagai puncak tertinggi.

2) Dataran Tengah, suatu depresi berbentuk segitiga, yang membentang dari utara ke selatan, dengan ukuran panjang sekitar 480 km dan lebar sekitar 240 km.

3) Plato Korat, sebuah plato bergelombang dengan ketinggian sekitar 150 m, di mana terdapat perbukitan Phu Phan, yang memisahkan jaringan Sungai Chi dan Sungai Mun dari anak-anak Sungai Mekong lainnya yang lebih kecil.

4) Perbukitan baratdaya, yang memanjang dari arah tenggara ke barat laut, dengan puncak G. Khao Soi Dao (1.000 m lebih).

5) Semenanjung Thailand, suatu daerah perbukitan yang memanjang dari Pegunungan Tenasserim ke arah selatan sampai ke Malaysia, dengan puncak tertinggi G. Khao Luang ( 1.786 m) di Propinsi Nakhon Sri Thammarat.

Ada dua jaringan sungai utama di Thailand, yakni jaringan Sungai Chao Phraya di sebelah barat, serta jaringan Sungai Chi dan Sungai Mun di sebelah timur. Sungai Nan, yang mengalir ke arah selatan dari perbatasan Laos sejauh kira-kira 640 km, bertemu dengan Sungai Ping dekat Nakhon Sawan, dan keduanya menjadi Sungai Chao Phraya.

Sungai Mun mengalir ke arah timur sampai menyatu dengan Sungai Mekong. Anak Sungai Mekong yang paling besar adalah Sungai Chi. Di bagian tenggara dan Semenanjung Thailand hampir tidak ada sungai yang panjangnya melebihi 80 km.

Pantai Thailand memanjang sejauh kirakira 2.614 km. Sebagian besar di antaranya berada di bagian semenanjung, yang memisahkan Teluk Siam dari Teluk Andaman. Jarak antara kedua teluk tersebut hanya sekitar 48 km di Tanah Genting Kra. Di lepas pantai terdapat banyak pulau kecil, antara lain: Pulau Phuket, Pulau Ko Samui, dan Pulau Ko Si Chang.

Iklim
Thailand umumnya beriklim tropis. Terdapat perbedaan yang jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Kebanyakan kawasan menerima lebih dari 70 persen hujannya pada musim hujan yang dibawa oleh angin barat daya (Mei-September).

Tetapi curah hujan berbeda-beda menurut keterbukaan masing-masing daerah terhadap angin dan menurut jaraknya dari laut. Sebagai contoh, Ranong di pantai Samudera Hindia rata-rata menerima 4.700 mm per tahun, sedangkan Songkla di semenanjung selatan hanya menerima 2.290 mm per tahun karena terletak di daerah bayangan hujan.

Bangkok di utara semenanjung, hanya menerima 1.520 mm per tahun, sedangkan Chanthaburi di daerah pantai tenggara menerima lebih dari 3.050 mm per tahun. Daerah pedalaman kebanyakan menerima sekitar 1.270 mm per tahun.

Sepanjang tahun suhu udara berada di atas 25°C. Suhu tertinggi terjadi pada bulan Maret - April (musim panas), sedang suhu terendah terjadi pada bulan Oktober - Pebruari (musim dingin).

Flora dan fauna
Banyak vegetasi asli yang sudah dibabat, terutama di kawasan lembah dan dataran. Malahan, di daerah pegunungan pun hutan asli terus-menerus dirusak oleh sistem pertanian berpindah-pindah Tetapi di bagian utara masih banyak hutan lebat dengan tumbuhan tropis berkayu keras bernilai tinggi.

Lereng-lereng pegunungan di bagian timur semenanjung juga masih berhutan lebat. Di sepanjang garis pantai Teluk Siam terdapat hu. tan bakau. Di antara hewan liar yang hidup di negeri ini, yang paling terkenal adalah gajah, lambang Kerajaan Thailand. Selain itu, di negeri ini terdapat kera, kerbau liar, harimau, dan lain-lain. 

Penduduk
Thailand berpenduduk sekitar 55 juta jiwa. Antara lain karena rendahnya angka kematian bayi, Thailand sekarang menjadi salah satu negara yang paling tinggi laju pertumbuhan penduduknya Daerah yang paling padat penduduknya di negeri ini adalah dataran Sungai Chao Phraya, yang memang tergolong subur dan produktif.

Foto kesibukan di Pasar terapung Bangkok
Pasar terapung di Bangkok yang mendapatkan julukan Venesia dari Timur, membuat lalu lintas sungai menjadi macet.

Bangkok sendiri, yang terletak di dataran tersebut, berpenduduk sekitar 5,3 juta. Di utara dan timur laut, pusat-pusat pemukiman penduduk umumnya terletak di sekitar sungai. Sedang di selatan penduduk terpusat di sepanjang pantai timur; tetapi daerah terpadat di wilayah ini adalah Pulau Phuket, daerah pertambangan dan industri timah. Daerah pantai di bagian tenggara juga padat penduduknya. Daerah yang jarang penduduknya adalah daerah berhutan, bergunung-gunung, kering, tandus, dan berawa-rawa.

Sekitar 80 persen dari seluruh penduduk Thailand adalah orang Thai, yang terdiri dari orang Siam (53%) dan orang Lao (27%). Di antara kelompok-kelompok minoritas, yang terbesar adalah orang Cina, yang jumlahnya mencapai sekitar 12 persen dari seluruh penduduk negeri ini.

Kelompok minoritas kedua terbesar adalah orang Melayu (4%). Selain kedua kelompok itu terdapat beberapa kelompok minoritas lain, yang dapat dibedakan atas kelompok "orang gunung" (Lisu, Luwa, Shan, Khan, Meo, Karen, dan Yao) dan kelompok pengungsi Vietnam.

Orang Cina umumnya hidup di pusat-pusat perdagangan dan industri. Orang Melayu mendiami propinsi-propinsi yang berbatasan dengan Malaysia di selatan, yaitu daerah yang sering mendapat gangguan dari para gerilyawan komunis.

Sebagian orang gunung hidup di sepanjang perbatasan Thailand dengan Myanmar, sedang yang sebagian lagi tinggal di sepanjang perbatasan paling utara dengan Laos, yaitu di daerah pegunungan yang telah ditinggalkan oleh kelompok-kelompok suku bangsa yang telah lama tinggal di daerah ini. Pengungsi Vietnam hidup di daerah Plato Khorat.

Foto Petani tradisional Thailand
Pengirikan padi merupakan cara tradisional yang dilakukan petani Thailand,
dibangun di atas sungai untuk memudahkan pengangkutan ke kota dengan perahu kecil.

Orang Cina menguasai dunia bisnis. Orang Melayu terutama hidup dari mencari ikan dan menanam padi. Orang gunung yang hidup di sepanjang daerah perbatasan dengan Myanmar biasanya hidup bertani dengan sistem tebang-bakar dan berpindah-pindah, sedang orang gunung yang mendiami perbatasan utara hidup dari pertanian dan penjualan candu.

Bahasa resmi di negeri ini adalah bahasa Thai, yang merupakan bahasa ibu dari sekitar 80 persen penduduknya. Bahasa ini termasuk rumpun bahasa Sine-Tibet, yang menggunakan suku-suku kata tunggal dengan abjad yang didasarkan terutama pada abjad Sanskerta.

Sebagai bahasa kedua digunakan bahasa Inggris. Sebagian penduduk masih menggunakan bahasa sendiri, seperti bahasa Cina di kalangan orang Cina dan bahasa Melayu di kalangan orang Melayu. Agama-agama utama di Thailand adalah Budha, Islam, dan Kristen.

Agama Budha, agama resmi di negeri ini, dianut oleh lebih dari 95 persen penduduk, terutama di kalangan orang Thai, kelompok etnis terbesar di negeri ini. Umat Islam, yang kebanyakan tinggal di bagian selatan, umumnya berasal dari kalangan orang Melayu, sedang umat Kristen, yang kebanyakan tinggal di bagian tengah, umumnya berasal dari kalangan orang Cina.

Foto Kuil budha di bangkok disebut Wat
Kuil budha di bangkok disebut Wat, salah satu wat yang indah adalah Wat Po yang berseni pahat mengesankan.

Suku-suku yang mendiami daerah pegunungan sebagian besar masih tetap menganut animisme. Pendidikan di Thailand sudah banyak mencapai kemajuan. Dari seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas, sekitar 87 persen sudah bebas dari buta aksara. Wajib belajar diterapkan bagi anak-anak berusia 7 - 14 tahun, tetapi hal ini belum dapat dilaksanakan sepenuhnya di berbagai daerah terpencil akibat kekurangan guru dan sarana.

Pemerintah dan berbagai organisasi keagamaan turut berpartisipasi dalam memperbanyak sekolah dan memperbaiki sistem pendidikan. Kini Thailand memiliki 350.000 lebih sekolah dasar, 85.000 lebih sekolah menengah, dan 60 lebih perguruan tinggi.

Pemerintahan
Thailand adalah sebuah negara monarki konstitusional. Menurut konstitusi yang berlaku sekarang, kepala negara adalah raja, tetapi kuasa tertinggi atas negara berada di tangan rakyat. Kuasa legislatif dijalankan oleh raja atas nama rakyat dengan memperhatikan nasihat Majelis Nasional (Senat dan Dewan Perwakilan; nursing-masing beranggotakan 201 dan 347 orang sejak pemilu terakhir tahun 1980).

Gambar Bendera negara Thailand
Bendera negara Thailand

Gambar Lambang negara Thailand
Lambang negara Thailand

Roda pemerintahan dijalankan atas nama raja oleh Dewan Menteri di bawah pimpinan seorang perdana menteri yang diangkat oleh raja sendiri. Thailand dibagi atas 72 propinsi, yang dibagi lagi atas unit-unit yang lebih kecil dalam beberapa tingkat pemerintahan (distrik, subdistrik, komune, dan desa).

Foto Pasukan gajah Thailand
Pasukan gajah yang telah jinak dan terlatih digunakan sebagai sarana pengangkutan kayu log dari dari hutan penebangan.

Ekonomi
Kendati Thailand sedang giat memajukan industrinya dan berusaha menjadi salah satu negara industri, pertanian masih memegang peranan utama di negeri ini. Sektor ini menyumbang sekitar 17 persen dari GNP Thailand dan menyerap sekitar 73 persen dari seluruh tenaga kerjanya.

Tanah pertaniannya hampir mencakup 40 persen dari seluruh wilayahnya. Walaupun negeri ini umumnya menerima cukup banyak hujan, irigasi masih sangat penting di beberapa daerah.

Pertaniannya menghasilkan berbagai produk penting. Padi sampai saat ini masih merupakan hasil terpenting dari pertanian di negeri ini; hasilnya mencapai sekitar 19,5 juta ton per tahun, sebagian di antaranya diekspor ke berbagai negara.

Hasil terpenting kedua adalah karet. Thailand menghasilkan lebih dari 650.000 ton karet per tahun, dan merupakan negara penghasil karet terbesar ketiga di dunia setelah Malaysia dan Indonesia. Hasil panen lain yang bernilai ekspor adalah jagung, yang ditanam terutama di Propinsi Sara Buri dan Propinsi Nakhon Rateasima.

Kira-kira 4,5 juta ton jagung dihasilkan per tahun. Tapioka dari tenggara Thailand juga dapat diekspor. Dan negeri ini juga menghasilkan tebu, kelapa, singkong, dan tembakau. Sapi dan kerbau digunakan terutama untuk transportasi dan pengolahan sawah. Babi dan ayam diternakkan untuk konsumsi lokal.

Thailand memiliki hutan seluas 15 juta ha lebih, sebagian besar di antaranya ditumbuhi pohon jati dan berbagai pohon lainnya yang dapat diekspor. Jati dihasilkan terutama dari daerah Tak, Phitsanulok dan Lampang. Hasil hutan lainnya adalah arang kayu, rotan dan bambu.

Setiap tahun dihasilkan lebih dari 2,2 juta ton ikan laut dan ikan air tawar. Ikan makerel, anchovies (sejenis ikan hering), dan kerang-kerangan (terutama udang dan kepiting) ditangkap di Teluk Siam. Selain dari danau dan sungai, ikan air tawar dapat diperoleh dari waduk-waduk yang dibangun untuk proyek irigasi dan hidrolistrik. Propinsi Chachoengsao terkenal akan kolam ikannya. Dan di provinsi-provinsi lain di Dataran Tengah, ikan gurame dan mujair dipelihara di sawah-sawah.

Timah merupakan mineral utama di Thailand. Negeri mi memproduksi sekitar 23.000 ton timah setiap tahun dan merupakan negara penghasil timah terbesar kelima di dunia. Timah dihasilkan dari Pulau Phuket, Propinsi Phangnga, dan Propinsi Ranong.

Mineral-mineral lain yang ditambang dalam jumlah besar adalah kapur, bijih besi, fluor, batu bara, gips, dan barium. Pencarian minyak dan gas alam masih dilanjutkan di Teluk Siam.

Industri tradisional umumnya mengolah hasil-hasil pertanian dan hutan, seperti padi dan kayu. Sekarang Thailand memiliki pabrik semen, gula, tekstil, perakitan mobil, baja, kertas, minyak, alat-alat metal, gelas, ban, cat, perabot rumah tangga dan karpet.

Industri pariwisata terus berkembang. Pada tahun 1985, Thailand memperoleh lebih dari 31,7 milyar dari sektor ini. Pusat pariwisata utama adalah Bangkok dan pantai Pattaya.

Foto Wat Harun di tepi Sungai Menam Bangkok
Wat Harun di tepi Sungai Menam merupakan tempat wisata menarik di Bangkok.

Thailand mengekspor beras, tapioka, karet, ikan kalengan, jagung, gula, timah dan kerang-kerangan. Baran g-barang ini diekspor ke berbagai negara, terutama ke Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Negeri Belanda, dan_Malaysia. Barang-barang impornya meliputi minyak, mesin-mesin, kendaraan, produk-produk besi dan baja. Pemasok utamanya adalah Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Jerman Barat.

Thailand memiliki jalan kereta api sepanjang 3.735 km. Dari pusatnya di Bangkok, jaringan ini menyebar ke kota-kota di daerah perbatasan, seperti Chiang Mai, Nongkai, Ubon Ratcathani, Aranyaprathet, Padang Besar dan Sungai Kolok. Jaringan jalan raya telah diperbaiki dan diperluas ke beberapa daerah yang tadinya terisolasi.

Pelabuhan Khong Toei di Bangkok menangani lebih dari 90 persen perdagangan luar negeri Thailand. Pelabuhan penting lainnya adalah Phuket, Songkla, Pattani, dan beberapa pelabuhan di S. Mekong, seperti Nongkai dan Mukdahan. Sungai Chao Phraya masih berperanan penting sebagai jalan air ke pedalaman.

Sebuah perusahaan penerbangan milik negara, yaitu Thai Airways International, melayani penerbangan internasional dari dan ke Thailand. Sedang Thai 'Airways Co (TAC) juga menangani penerbangan internasional di samping memberikan pelayanan domestik. Don Muang, bandar udara utama Thailand, terletak di utara Bangkok.

Baca juga:

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel