Sejarah Penduduk Korea Selatan

Dibandingkan dengan Korea Utara, Wilayah Korea Selatan tidak begitu luas, tetapi penduduknya jauh lebih besar (lebih dari dua kali lipat), antara lain karena banyak pengungsi yang berduyun-duyun dari utara ke selatan selama Perang Korea. Pada tahun 1989 penduduk Korea Selatan tercatat sebanyak 45 juta lebih, di antaranya 65,4% tinggal di kota dan 34,6% di desa.

Rakyat Korea tergolong ras Mongol, yang diperkirakan sudah ada di semenanjung ini 5.000 - 10.000 tahun yang lampau.

Bahasa Korea termasuk rumpun bahasa Altai dan berkerabat dengan bahasa Turki, Mongol, Manchu, Tungus, dan Jepang. Perbedaan dialek di negeri ini relatif sangat kecil.

Foto Kuil Pulkuksa di Korea Selatan
Pulkuksa, kuil dekat kota Ch'ongju yang dibangun pada abad ke-8, merupakan pusat agama Budha di Korea.

Di samping agama Budha, yang masih dominan hingga kini, agama Kong Hu Cu pernah menjadi agama utama di Korea Selatan. Karena itu, pemujaan arwah nenek moyang, kuil, dan tradisi ketiga agama kuno ini membudaya di negeri ini.

Kini mayoritas penduduk (sekitar 48%) masih berpegang pada agama Budha, tetapi penganut agama Kong Hu Cu dan Tao sudah jauh berkurang. Sebagian besar menganut agama Kristen (Protestan 34% dan Katolik 10%) dan sebagian kecil menganut agama Ch'ondogyo campuran antara Budha dan Kristen.

Pendidikan di Korea Selatan tergolong sangat maju. Pendidikan dasar diwajibkan dan diberikan secara cuma-cuma. Karena itu, angka buta aksara sangat rendah; pada tahun 1981, misalnya, dari seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas, hanya sekitar 7 persen yang buta aksara. Pada tahun ajaran 1986/ 1987 di negeri ini sudah terdapat 459 perguruan tinggi.

Artikel negara Korea Selatan lainnya:
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel