Skip to main content

6 Obyek Wisata Terfavorit Di Riau

Riau adalah sebuah Provinsi yang terletak di tengah pulau Sumatera, Indonesia dimana ibukotanya adalah Kota Pekanbaru. Provinsi ini sendiri memiliki 2 kota dan 10 kabupaten. Sedangkan untuk penduduk yang mendiami provinsi ini kebanyakan suku Minang, Melayu, Banjar, Tionghoa dan beberapa etnis suku lainnya.

Objek Wisata Riau mungkin jarang terekspos oleh media massa. Hal ini bukan berarti di Riau tidak ada objek wisatanya. Riau juga memilik tempat yang tak kalah menarik dari provinsi lainnya di Indonesia. Diantaranya wisata alam, religi, budaya dan sejarah yang tersebar di kabupaten kota di Riau.

Sebagai referensi Anda, inilah 6 obyek wisata terfavorit di provinsi Riau, antara lain : Objek Wisata Bono, Ritual Bakar Tongkang, Pulau Jemur, Pantai Rupat Utara Tanjung Medang, Istana Siak dan Ulu Kasok. Berikut ini penjelasannya secara singkat.

1. Objek Wisata Bono
Tempat ini terletak di desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Di tempat ini Anda bisa merasakan kedahsyatan gelombang Bono yang terjadi karena fenomena alam. Dimana terjadinya pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju hilir.

Gambar Objek Wisata Bono Di Riau
Objek Wisata Bono Di Provinsi Riau

Namun untuk menikmati gelombang ini harus mengikuti waktu-waktu tertentu. Saat bulan purnama atau bulan besar yang terjadi setiap tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) atau pada kisaran bulan Agustus sampai dengan bulan Desember kita dapat menikmati gelombang ini. 

Sedangkan sebaliknya pada saat bulan kecil, gelombang atau ombak Bono nyaris tidak ada. Yang menarik dari tempat wisata ini adalah gelombang yang dihasilkan bisa mencapai 7 lapis berurutan. Biasanya banyak orang mengatakan gelombang ini sebagai gelombang 7 hantu yang berdurasi hingga 2 jam.

2. Ritual Bakar Tongkang
Ritual Bakar Tongkang adalah acara tahunan yang dilaksanakan di Bagansiapi api, Kabupaten Rokan Hilir. Ritual ini sudah mendapat tempat di event nasional Visit Indonesia yang mampu mendatangkan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Gambar Ritual Bakar Tongkang Di Riau
Ritual Bakar Tongkang Di Provinsi Riau

Acara budaya ini dilaksanakan untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi pada tahun 1820. Upacara Bakar Tongkang sebagai simbol bahwa warga Tionghoa di Bagansiapiapi tidak akan kembali lagi ke tanah leluhur mereka dan berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan Hong Kong van Andalas itu.


3. Pulau Jemur
Riau juga memiliki wisata alam pulau. Bertempat di Kabupaten Rokan Hilir, ada Pulau Jemur yang keindahan alamnya tidak bisa sangat menawan. Nama lain pulau ini adalah Pulau Penyu yang terletak kurang lebih 45 mil dari ibukota kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi. Pemandangan dan Panorama alam yang indah bisa Anda nikmati di pulau ini.

Gambar Pulau Jemur Di Riau
Pulau Jemur Di Provinsi Riau

Tentu saja di pulau Jemur tersebut Anda bisa melihat spesies penyu yang pada musim tertentu bertelur di pantai Pulau Jemur. Di pulau ini Anda juga bisa menemukan Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut, dan pantai berpasir kuning emas.

4. Pantai Rupat Utara Tanjung Medang
Pesona pasir di pantai ini berwarna putih bersih yang memungkinkan pengunjung untuk mandi, berjemur, berolahraga air, rekreasi keluarga dan bersantai menikmati kejernihan air lautnya dengan ombak yang sedang.

Gambar Pantai Rupat Utara Tanjung Medang Di Riau
Pantai Rupat Utara Tanjung Medang Di Provinsi Riau

Pantai Rupat Utara Tanjung Medang beraeda di kecamatan Rupat Utara, Pulau Rupat. Kawasan Pantai Pasir Panjang terdiri atas Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai, dengan mudah dapat dicapai karena dari Dumai tersedia transportasi laut untuk penumpang umum.

5. Istana Siak
Istana Siak adalah salah satu peninggalan kesultanan Siak Sri Indrapura yang pernah jaya di masanya. Istana yang megah yang mampu membuat pengunjungnya terpana. Kesultanan Siak Sri Indrapura berdiri di tepian Sungai Siak, Riau. Pusat pemerintahannya berada di Istana Asherayah Hasyimiyah yang demikian megah.

Gambar Istana Siak Di Riau
Istana Siak Di Provinsi Riau

Istana ini berdiri di atas lahan seluas 32.000 meter persegi, dibangun pada tahun 1889 dan selesai 1893. Selain itu ornamen-ornamen yang berkesan mewah hingga semua benda peninggalan kesultanan tersimpan rapi di dalam lemari kaca. Dari mulai alat makan sultan, hingga piring-piring yang ditempeli cap stempel kerajaan.

Untuk menuju tempat ini dibutuhkan waktu sekitar 2 - 2,5 jam dari ibukota provinsi Riau, Pekanbaru. Bisa ditempuh melalui jalur darat ataupun jalur sungai.

6. Ulu Kasok
Ulu Kasok merupakan destinasi wisata viral belakangan ini yang kerap disandingkan dengan Raja Ampat di Papua. Terletak di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII, Koto Kampar. Di puncak Ulu Kasok ini memberikan pemandangan yang sekilas hampir serupa dengan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat. Malahan wisatawan yang ke lokasi ini menyebutnya dengan Raja Ampatnya Kampar.

Gambar Ulu Kasok Di Riau
Ulu Kasok Di Provinsi Riau

Dari puncak tempat tersebut nampak beberapa pulau yang terletak di tengah bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang. Air yang mengelilingi pulau masih hijau dengan hutan yang masih lebat, sehingga memanjakan mata dan tak urung alasan ini yang membuat banyak wisatawan untuk selfie.

Selain itu, jarak tempuh yang dekat dengan ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru juga menjadi alasan buat para wisatawan unruk berkunjung. Terletak di jalan nasional Pekanbaru - Bangkinang hingga jalan lintas Pekanbaru - Payakumbuh, Sumatera Barat. Lebih kurang 1 hingga 1,5 jam untuk sampai di tempat ini.

Demikian informasi tentang 6 Obyek Wisata Terfavorit Di Riau yang paling diminati wisatawam domestik maupun mancanegara. Dan masih banyak tempat wisata di provinsi Riau yang lainnya.

Untuk mengenal letak geografis provinsi Riau secara detail, silakan menyimak Peta Riau.

Provinsi Riau juga terkenal dengan pakaian adatnya yang sarat makna filosofis, penjelasan selengkapnya silakan membaca Pakaian Adat Riau.

Sedangkan senjata tradisional Riau yang unik, bisa Anda dapatkan dengan membaca Senjata Tradisional Riau

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …