Pakaian Adat Betawi Lengkap Beserta Penjelasannya Secara Detail

Setiap daerah di Indonesia pasti mempunyai baju atau pakiaan adat masing – masing. Begitu juga dengan DKI Jakarta yang biasanya para penduduk asli Jakarta disebut dengan nama Betawi. Orang Betawi tersebut juga mempunyai pakaian adat yang sangat unik dan kental dengan budaya Betawi serta berbeda dengan pakaian adat suku-suku lainnya di Indonesia.

Suku betawi sendiri merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia yang para penduduknya umumnya tinggal di wilayah Jakarta. Banyak pihak yang memiliki pendapat bahwa suku betawi asalnya dari hasil perkawinan antar etnis serta bangsa pada masa dahulunya.

Nama betawi sendiri adalah nama yang berasal dari Batavia yang dulu nama itu diberikan oleh para Belanda pada masa penjajahan. Masyarakat betawi sendiri keberadaannya merupakan sebuah proses yang sangat panjang dari pembaurnya masyarakat di DKI Jakarta sehingga bisa lahir kebudayaan betawi yang unik ini.

Gambar Pakaian adat Betawi
Pakaian adat Betawi

DKI Jakarta adalaj sebuah kota industri yang di dalamnya banyak sekali saudagar-saudagar atau para pedagang yang berasal dari luar negeri seperti Arab, Cina, Portugis dan negara lainnya yang melakukan perdagangan di wilayah Jakarta.

Gambar Pakaian adat pria dan wanita Betawi
Pakaian adat pria dan wanita Betawi

Keunikan dan perbedaan yang dimiliki oleh kebudayaan dan adat istiadat suku betawi ini bisa kita lihat dari berbagai banyak hal. Misalnya dari segi arsitektur hunian atau tempat tinggal suku betawi sendiri, tentang cara berpakaian atau memakai baju adat mereka, sampai pada bermacam-macam tradisi dan upacara yang sampai saat ini masih tetap lestari.

Berdasarkan sumber sejarah yang otentik, Betawi bukanlah suku asli dari DKI Jakarta. Akan tetapi, karena sudah terlanjur terkenal di masyarakat luas, maka kebudayaan dan adat-istiadat dari Suku Betawi ini dijadikan sebagai ikon kebudayaan Jakarta.

Beberapa diantaranya yang merupakan contoh kebudayaan Betawi adalah ondel-ondel, gambang kromong, dan kerak telor. Beberapa kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan dari Jakarta yang sudah menjadi identitasnya di kancah nasional.

Pakaian adat adalah salah satu aspek penting yang berada dalam kebudayaan di DKI Jakarta. Jika dilihat dari segi penggunaan, pakaian adat Betawi bisa dibagi menjadi tiga macam. Ketiga macam pakaian adat tersebut yaitu pakaian keseharian, pakaian resmi, dan pakaian pengantin. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis pakaian adat Betawi.

Gambar Pakaian adat keseharian pria Betawi
Pakaian adat keseharian pria Betawi

Pakaian Keseharian Betawi
Pakaian keseharian Betawi adalah pakaian biasa dipakai oleh masyarakat Betawi dalam kehidupan sehari-hari. Pada pakaian keseharian pria ini, pakaian adatnya terdiri dari baju koko atau sebutan lainnya adalah sadariah, celana komprang dengan ukuran tanggung, kemudian menggunakan sarung yang digulung lalu diikatkan pada bagian pinggangnya, memakai sabuk hijau, dan peci yang berwarna merah.

Di bawah ini kami jelaskan secara detail mengenai masing-masing pakaian keseharian pria Betawi pada umumnya.

Pakaian Adat Betawi Seperti Baju Koko atau Sadariah
Baju koko Betawi mempunyai sebutan sendiri yang cukup familiar yaitu sadariah. Sadariah sendiri memiliki model yang hampir sama dengan baju koko pada umumnya yang beredar di pasaran. Yang membedakan antara keduanya sangatlah sedikit yaitu pada sadariah tidak kita jumpai adanya motif.

Sadariah yang merupakan pakaian adat dari betawi ini tidak memiliki beberapa campuran warna. Karen hanya memiliki satu pilihan warna saja dan kesannya polos. Baju sadariah ini hanya diperuntukkan bagi pria betawi yang sudah atau sering dipanggil dengan sebutan abang.

Pakaian Adat Betawi Berupa Celana Dari Batik
Celana dari kain batik ini adalah berupa celana kolor atau celana yang memiliki karet di bagian pinggangnya. Celana kolor ini merupakan atribut kedua dalam pakaian adat betawi untuk keseharian para pria.

Bentuk celana ini adalah panjangnya hanya sampai pada bagian bawah lutut saja (tanggung) dan motifnya dari batik yang tidak terlalu ramai. Warna – warna kain yang pada umumnya digunakan dalam membuat celana kolor khas pria Betawi ini adalah warna hitam, putih, dan juga cokelat.

Selendang atau Sorban
Selendang atau sorban adalah atribut ketiga dalam pakaian keseharian pria betawi. Selendang khusus pria betawi ini juga biasa disebut dengan istilah sarung atau sorban. Tetapi, sorban ini bukanlah sorban yang biasanya dipakai di bagian kepala. Namun, cara pakainya yaitu kain dilipat kemudian diletakkan pada pundak atau dikalungkan di bagian leher pria betawi.

Aksesoris Pakaian Adat Berupa Peci Atau Kopyah
Hampir sama dengan penutup kepala yang berwarna hitam yang biasa dipakai oleh orang-orang beragama Islam untuk beribadah atau menjalankan ibadah sholat di Indonesia. Sementara itu, di Betawi peci atau yang sering  disebut kopyah ini biasanya dipakai oleh para pria untuk keseharian mereka.

Peci atau kopyah orang betawi biasanya memang berwarna hitam, akan tetapi ada juga yang berwarna merah atau terbuat dari bahan beludru. Pada jaman sekarang ini bentuk dan desain kopyah makin beragam.

Pakaian Keseharian Wanita Betawi
Untuk busana keseharian wanita, orang-orang Betawi memakai pakaian yang terdiri dari baju kurung yang berwarna mencolok atau terang, kemudian memakai selendang yang sama dengan baju kurung, bawahannya menggunakan kain batik yang bermotif geometris.

Juga dilengkapi dengan kerudung yang fungsinya untuk menutup kepala. Berikut ini adalah penjelasan mengenai atribut-atribut dalam pakaian adat keseharian wanita suku betawi yang dapat kamu simak.

Pakaian Adat Betawi Baju Kurung
Baju kurung adalah salah satu atribut pertama bagian dari pakaian adat keseharian wanita suku Betawi. Biasanya baju kurung ini memiliki lengan yang pendek. Warna kain yang digunakan untuk membuat baju kurung ini dengan mempunyai warna-warna yang terang dan juga mencolok. 

Walaupun pada saat ini banyak para desainer yang mengikuti perkembangan jaman dengan menggunakan berbagai macam warna dalam membuat baju kurung. Banyak orang juga menambahkan saku untuk memudahkan menyimpan sesuatu yang kecil di bagian depan baju.

Kain Sarung Bermotif Batik
Atribut selanjutnya adalah yang biasa disebut dengan nama kain sarung batik. Pada umumnya kain sarung ini digunakan untuk menutup tubuh bagian paling bawah, juga bisa digunakan untuk menutup kepala.

Warna-warna yang digunakan dalam kain sarung batik ini adalah warna – warna yang cerah dan pastinya memiliki motif geometri. Kadang warna sarung yang dipakai biasanya akan disesuaikan dengan baju kurung yang sedang seseorang pakai.

Pakaian Adat Berupa Kerudung
Selain mengenakan kain sarung batik, para wanita betawi juga memakai kerudung untuk menutup kepala. Kerudung yang dikenakan itu mirip kain selendang yang dipakai perempuan dan biasanya perempuan-perempuan muda yang sering memakainya.

Cara menggunakan kerudung ini sangat mudah yaitu hanya dengan diletakkan di kepala tanpa mengaitkan sisi-sisinya dengan menggunakan peniti. Warna yang dipakai untuk kerudung ini juga biasanya disesuaikan dengan warna baju kurung yang akan dikenakan.

Pakaian Betawi Resmi (Untuk Para Bangsawan)
Pakaian adat jenis ini dahulunya adalah pakaian adat yang resmi dan hanya dipakai oleh para demang. Tetapi, pada saat ini pakaian tersebut sekarang bernama baju ujung serong yang telah resmi dipakai oleh para PNS dan dijadikan pakaian resmi PEMDA DKI Jakarta.

Mereka memakai pakaian resmi ini hanya di hari-hari tertentu saja. Pakaian Ujung serong ini terdiri dari beberapa pakaian juga yaitu sebagai dalamannya adalah kemeja putih, batik geometris yang dipakai di pinggang sebatas lutut, jas tutup yang berwarna gelap, serta celana pantolan yang warnanya seirama dengan warna jasnya.

Selain itu juga mengenakan aksesoris pelengkap, yang sering digunakan yaitu kopiah atau tutup kepala, pisau raut atau senjata yang menyerupai badik yang diselipkan di bagian pinggang, jam rantai untuk hiasan di sakunya, kuku macan, serta sepatu pantopel sebagai alas kakinya.

Itu adalah ulasan mengenai baju ujung serong yang di pakai oleh para bangsawan Betawi pria. Sementara untuk kaum wanita, jenis bajunya sama dengan baju yang dipakai keseharian yakni baju kurung selendang, kerudung, kain batik, dan ditambah oleh beberapa aksesoris atau perhiasan dari emas, yaitu kalung, gelang, giwang, dan cincin.

Pakaian Pengantin Adat Betawi Pria
Orang Betawi yang masih memegang teguh adat budaya hingga saat ini, pasti dalam setiap upacara pernikahan mereka masih mengenakan pakaian khusus pengantin adat Betawi. Pakaian adat tersebut adalah salah satu bentuk akulturasi beberapa kebudayaan yang nyata, antara lain, kebudayaan Tionghoa, Kebudayaan Arab, dan Kebudayaan Melayu.

Untuk pengantin pria, biasanya memakai pakaian adat Betawi seperti dandanan Care Haji. Dandanan Care Haji maksudnya adalah berupa jubah besar dengan warna yang cerah (biasanya menggunakan warna merah) dan menggunakan perhiasan benang berwarna keemasan.

Celananya panjang berwarna putih, di dalam jas (bagian dada) memakai selendang, serta memakai topi khusus dari sorban yang fungsinya sebagai penutup kepala. Sehingga dengan penggunaan model pakaian ala dandanan care haji tersebut, dapat kita lihat bahwa nilai-nilai budaya Arab sangat kental di dalamnya.

Pakaian Adat Pengantin Wanita
Baju pengantin wanita khas Betawi ini mempunyai nama dandanan care none pengantin cine. Sangat berbeda dengan pakaian yang dikenakan oleh pengantin pria yang kental dengan budaya Arab, pakaian penganti wanitanya justru sarat akan nilai-nilai budaya Tionghoa.

Baju pengantin wanita adat betawi ini terdiri dari blus yang berwarna cerah dan bahannya dari kain satin, rok berwarna gelap (rok kun), serta hiasan kepala semacam kembang goyang yang bermotif burung hong.

Selain itu, pada bagian kepalanya terdapat hiasan sanggul palsu yang lengkap dengan cadar di bagian wajahnya. Selain itu ada juga hiasan bunga melati yang diikatkan pada sisir atau ronje yang dipakai dengan hiasan lain seprti gelang listring, kalung lebar, manik-manik untuk menghias dada, dan alas kakinya adalah sandal selop yang modelnya seperti perahu.

Selain pakaian adat, masih banyak kebudayaan-kebudayaan betawi yang juga bisa kita pelajari seperti ondel-ondel misalnya. Ondel-ondel merupakan ikon kota Jakarta dan merupakan salah satu jenis kesenian dalam bentuk pertunjukkan yang di tampilkan dalam pesta-pesta rakyat atau masyarakat Betawi pada umumnya.

Ondel-ondel ini biasanya berupa boneka yang sangat besar dan tingginya kira-kira mencapai 2,5 meter dengan diameter sekitar 80 cm. Boneka ondel-ondel terbuat dari anyaman bambu. Anyaman bambu tersebut telah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ketika dipikul dari dalam sangat mudah.

Wajahnya berupa topeng dengan rambut di kepalanya yang terbuat dari ijuk kelapa. Biasanya wajah dari ondel-ondel ini adalah laki-laki dan di cat menggunakan cat yang berwarna merah serta memakai pakaian dengan warna yang gelap. Sementara untuk yang wanita, wajahnya dicat menggunakan cat yang berwarna putih dan memkaia pakaian yang berwarna terang.

Selain ondel-ondel, budaya betawi juga tidak lepas dari pengaruh bahasa yang kental di dalamnya. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Betawi adalah bahasa Melayu yang ditambah dengan unsur-unsur bahasa lain seperti bahasa sunda, bahasa cina, bahasa bali, bahasa arab, dan juga berbagai bahasa dari Eropa terutama Portugis dan Belanda.

Bahasa yang ada di Betawi ini berkembang secara alami sehingga tidak ada struktur baku yang jelas untuk membedakannya dengan bahasa Melayu. Meskipun juga ada unsur linguistik yang dipakai sebagai ciri khasnya.

Di Betawi juga ada seni Budaya Tari yaitu beberapa tari tradisional yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Beberapa Tarian daerah yang ada di betawi adalah tari topeng Betawi, tari yapong, tari cokek, tari lenggang nyai, dan tari japin.

Yang pertama adalah tari topeng betawi merupakan paduan beberapa aspek seperti aspek tari, aspek musik, dan aspek teater. Biasanya tari topeng ini dipentaskan untuk memeriahkan sebuah pesta-pesta penting seperti pernikahan dan khitanan.

Yang kedua adalah tari yapong merupakan sebuah tarian yang menggambarkan kegembiraan dengan gerakan yang dinamis dan juga erotis.

Yang ketiga adalah tari cokek, merupakan suatu tari klasik khas betawi yang sangat kental dengan budaya etnik cina.

Yang keempat adalah tari lenggang nyai, merupakan tarian yang menggambarkan seseorang berhasil keluar dari pernikahan yang merenggut kebebasannya.

Dan yang terakhir adalah tari Japin, merupakan sebuah tarian hasil adaptasi dari tari Zapin yang dipengaruhi oleh kebudayaan arab dan melayu.

Bagi yang menyukai alat musik tradisional, di Betawi ini juga mempunyai alat musik tradisional yang khas. Alat-alat musik tersbeut seperti tanjidor, marawis, keroncong, dan gambus. Selain itu, terdapat juga makanan khas betawi seperti asinan betawi, soto betawi, ayam sampyok, sayur babanci, soto tangkar, bandeng pesmol, nasi ulam, dan juga nasi kebuli.

Demikian pembahasan tentang Pakaian Adat Betawi Lengkap Beserta Penjelasannya Secara Detail, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita akan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia.

Baca juga: Peta Jakarta Lengkap 1 Kabupaten 5 Kota

Untuk mengetahui jenis pakaian adat Indonesia silahkan kunjungi: 34 Gambar Pakaian Adat di Indonesia Lengkap 34 Provinsi 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel