Skip to main content

Pakaian Adat Gorontalo, Nama, Gambar Dan Penjelasan Makna Filosofisnya

Suku Gorontalo adalah suatu suku yang mendiami hampir di seluruh wilayah provinsi Gorontalo, bahkan hingga ke provinsi tetangganya, yaitu Sulawesi Utara, dan telah dikenal mempunyai kebudayaan yang sudah maju sejak masa silam.

Sebagai salah satu bukti dari peninggalan kebudayaan masyarakat Gorontalo adalah pakaian adat Gorontalo yang bernama Mukuta dan Biliu yang unik. Berikut ini kami jelaskan Pakaian Adat Gorontalo , Nama, Gambar Dan Penjelasan Makna Filosofisnya.

Pakaian Adat Gorontalo
Mukuta dan Biliu adalah sepasang pakaian adat Gorontalo yang umumnya hanya dikenakan pada saat upacara perkawinan. Mukuta dikenakan oleh mempelai pria dan Biliu dikenakan oleh mempelai wanita.

Gambar Pakaian Adat Gorontalo terbaru
Pakaian Adat Provinsi Gorontalo

Mukuta dan Biliu sendiri disusun atas kain berwarna kuning keemasan persis seperti ditampilkan pada gambar di atas, selain pula ada yang berwarna ungu dan hijau. Penggunaan pakaian tersebut akan dilengkapi dengan beragam pernik dan aksesoris seperti penutup kepala, ikat pinggang, terompah, dan lain sebagainya dengan sebutan khusus.

1. Perlengkapan Pakaian Biliu untuk Mempelai Wanita
Mempelai wanita, selain menggunakan baju kurung dan bawahan kuning juga mengenakan beberapa aksesoris sebagai pelengkap pakaian adat Gorontalo yang dikenakan. Aksesoris tersebut antara lain:
  • Baya Lo Boute yaitu ikat kepala yang dipakai khusus untuk rambut mempelai perempuan. Ikat kepala ini menggambarkan yang merupakan simbol bahwa mempelai wanita sebentar lagi akan diikat  dengan tali pernikahan dan memasuki dunia baru dengan hak dan kewajibannya sebagai seorang istri.
  • Tuhi-tuhi yaitu gafah berjumlah tujuh yang merupakan simbol adanya tujuh kerajaan besar yang saling menjalin persahabatan dalam suku Gorontalo. Ke-7 kerajaan ini antara Gorontalo dan Limboto, Hulontalo, Tuwawa, Bulonga, Limutu, dan Atingola.
  • Lai-lai yaitu bulu burung atau unggas dengan warna putih. Bulu tersebut diletakan tepat di atas ubun-ubun yang melambangkan kesucian, budi luhur dan keberanian.
  • Buohu Wulu Wawu Dehu yaitu kalung keemasan yang dilingkarkan pada leher. Untaian kalung menggambarkan ikatan kekeluargaan yang terjalin erat antara keluarga mempelai pria dan wanita.
  • Kecubu atau biasanya juga dinamakan lotidu yaitu kain yang berhias pernik khas yang dilekatkan pada dada mempelai perempuan. Kecubu menjadi gambaran bahwa mempelai perempuan harus kuat menghadapi segala rintangan dalam bahtera berumah tangga.
  • Etango yaitu ikat pinggang dengan motif yang sama sebagaimana kecubu. Ikat pinggang tersebut merupakan lambang bahwa sebagai istri, mempelai wanita harus mempunyai sikap yang sederhana, dan meninggalkan makanan yang tidak halal.
  • Pateda yaitu gelang keemasan yang dengan cukup lebar. Gelang tersebut mempunyai makna bahwa sebagai seorang istri, wanita harus bisa menjaga diri untuk tidak melakukan tindakan tidak terpuji baik sesuai hukum agama, hukum negara, maupun hukum adat.
  • Luobu adalah hiasan dengan bentuk kuku keemasan yang dipakai hanya pada jari kelingking dan jari manis dari ke-2 belah tangan kiri dan kanan. Luobu tersebut melambangkan wanita harus mempunyai ketelitian dalam mengerjakan segala hal.

Gambar baju adat Gorontalo 2018
Gambar baju adat Provinsi Gorontalo

2. Perlengkapan Pakaian Mukuta untuk Mempelai
Perlengkapan pakaian adat Gorontalo untuk pria cenderung lebih sedikit dibanding wanita. Beberapa perlengkapan ini antara lain:
  • Tudung makuta yaitu sebuah hiasan tutup kepala dengan bentuk yang unik mirip bulu unggas, menjulang tinggi ke atas lalu terkulai ke belakang. Tudung yang juga dinamakan laapia-bantali-sibii tersebut mempunyai nilai filosofi bahwa sebagai seorang suami, harus mempunyai kedudukan yang tinggi selaku pemimpin tetapi tetap harus bersikap lemah lembut sebagaimana halnya bulu unggas.
  • Bako yaitu sebuah kalung yang bentuknya sama sebagaimana yang dipakai mempelai wanita. Kalung tersebut mempunyai makna filosofi terhadap ikatan kekeluargaan antara keluarga ke-2 keluarga mempelai.
  • Pasimeni adalah sebuah hiasan busana yang merupakan simbol keluarga yang harmonis dan damai.

Gambar pakaian adat Gorontalo
Baju adat Provinsi Gorontalo

Selain busana adat Biliu dan Mukuta, Gorontalo juga mempunyai pakaian adat yang untuk keperluan upacara adat tertentu. Pakaian adat Gorontalo ini dari bentuknya dapat dikatakan hampir serupa dengan busana pengantin tetapi tidak memakai aksesoris khusus.

Sedangkan yang membedakannya yaitu dari warnanya. Pakaian ini ada yang berwarna merah, kuning emas, ungu, dan hijau. Tiap-tiap warna mempunyai nilai filosofis sebagaimana penjelasan berikut ini.
  • Warna merah menyimbolkan rasa keberanian dan tanggung jawab,
  • Warna hijau menyimbolkan kesejahteraan,kesuburan, dan kedamaian,
  • Warna kuning emas menyimbolkan kesetiaan dan kejujuran, dan
  • Warna ungu menyimbolkan kewibawaan.

Demikian pembahasan tentang Pakaian Adat Gorontalo , Nama, Gambar Dan Penjelasan Makna Filosofisnya, semoga menambah wawasan kita akan kekayaan budaya tanah air kita khususnya pakaian adat.

Untuk melihat pakaian adat Nusantara silahkan kunjungi: 34 Gambar Pakaian Adat

Sedangkan letak wilayah provinsi Gorontalo silahkan kunjungi: Peta Provinsi Gorontalo

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …