Skip to main content

Bendera Laos 3 Warna

Bendera Laos didesain menggunakan tiga garis horizontal, bagian atas berwarna merah, tengah berwarna biru, di bagian paling bawah berwarna merah. Tepat pada bagian tengah terdapat lingkaran warna putih.

Bendera nasional Laos diadopsi pertama kali tahun 1945, ketika itu salah satu negara anggota ASEAN dipimpin oleh Lao Issara 1945-46, kemudian oleh Pathet Lao. Bendera tersebut termasuk salah satu bendera negara komunis saat ini (selain Kuba) yang tidak menggunakan simbolisme komunis apapun pada bendera nasional dan satu-satunya negara komunis saat ini yang tidak menggunakan bintang berujung lima di bendera sebagai lambang.

Bendera saat ini diadopsi pada tanggal 2 Desember 1975 ketika menjadi negara sosialis. Di bawah ini adalah gambar bendera Laos:

Gambar Bendera Laos terbaru
Bendera Negara Laos

Sejarah Bendera Laos
Bendera Laos yang digunakan saat ini didesain tahun 1945 oleh Maha Sila Viravong, seorang nasionalis Laos yang terkenal, intelektual, dan sarjana tradisional sastra, sejarah, dan budaya Laos.

Maha Sila Viravong termasuk sebagai salah satu anggota dari pemerintah Lao Issara, yang ditugaskan untuk membuat bendera baru yang berbeda dari bendera royalis (bendera merah dengan putih gajah berkepala tiga) yang telah menjadi bendera monarki Luang Prabang. Seperti yang telah inspirasikan Thailand yang ditahun 1917 mengadopsi bendera merah-putih-biru sebagai bendera nasionalnya daripada menggunakan bendera royalis tradisional (bendera merah dengan gajah putih).

Sesuai dengan pembentukan pemerintah Lao Issara dan konstitusi Laos pertamanya pada 12 Oktober 1945 bendera Viravong ini diadopsi oleh pemerintah baru sebagai bendera nasional sampai pengambilalihan Perancis pada tahun 1946. Lao Issara, sebagai gerakan politik, lanjut untuk menggunakan bendera di pengasingan hingga pembubarannya pada tahun 1949.

Penggantinya yang dipimpin oleh komunis, Pathet Lao, menggunakan kembali bendera Viravong untuk mewakili gerakan hingga jatuhnya pemerintahan kerajaan pada tahun 1975 Ketika Pathet Lao mengadopsi kembali bendera itu sebagai bendera nasional.

Dari 1952 hingga jatuhnya pemerintahan kerajaan pada tahun 1975 negara memiliki bendera merah, dengan putih gajah berkepala tiga (mewakili dewa Hindu Erawan) di tengah. Di atas gajah adalah payung lipat-sembilan, sementara gajah berdiri di atas alas lima tingkat. Gajah putih adalah simbol kerajaan umum di Asia Tenggara, terutama di Thailand dan Laos. Bendera ini diadopsi oleh monarki kerajaan Luang Phrabang sejak Awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Perancis, terinspirasi oleh bendera yang serupa (bendera merah dengan gajah putih tunggal) di Thailand pada waktu itu.


Untuk mengetahui lebih jauh mengenai negara Laos, silahkan baca: 

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …