Skip to main content

Bentuk Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat

Pengertian sejarah secara sederhana adalah cerita kehidupan masa lalu manusia. Jadi, dengan mempelajari sejarah kita dapat mengetahui kehidupan para pendahulu kita di masa lampau. Sejarah dapat dipelajari melalui peninggalan-peninggalan masa lalu yang ditemukan.

Sumber-sumber sejarah meliputi sebagai berikut:
  1. Sumber lisan: yaitu bukti peninggalan sejarah yang berupa cerita lisan dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah.
  2. Sumber tulisan: yaitu bukti peninggalan sejarah yang berupa keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa sejarah, misalnya prasasti, transkrip, naskah dokumen dan sebagainya.
  3. Sumber benda: yaitu bukti peninggalan sejarah yang berupa benda-benda peninggalan masa lalu, antara lain fosil, bangunan, alat-alat, candi, benteng, masjid, dan lain-lain.

Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai peninggalan bernilai sejarah. Peninggalan sejarah tersebut ada yang berupa adat atau budaya, alat-alat yang digunakan nenek moyang kita, tulisan ataupun bentuk bangunan.

Selain itu, negara Indonesia terkenal akan keanekaragaman cerita, baik cerita rakyat maupun legenda. Cerita atau legenda tersebut ada yang berhubungan dengan terjadinya suatu tempat. Contohnya asal-usul terjadinya Kota Jakarta, Kota Banyuwangi, Kota Bandung, Kota Semarang, terjadinya Danau Toba, Gunung Tangkuban perahu, Rawa Pening, dan lain sebagainya.

Di bawah ini adalah contoh asal nama suatu tempat berdasarkan cerita rakyat:

Terjadinya Kota Surabaya
Gambar Simbol Kota Surabaya

Pada zaman dahulu di samudera sering terjadi perkelahian antara ikan hiu sura dengan buaya. Mereka berkelahi karena memperebutkan makanan. hewan tersebut mempunyai tubuh yang kuat, tangguh, dan cerdik. Dalam perkelahian itu tidak pernah ada yang menang atau kalah. Mereka akhirnya membuat kesepakatan untuk menghentikan perkelahian.

"Aku berkuasa sepenuhnya dalam air dan mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mencari mangsa di daratan" kata ikan hiu sura. Sejak saat itu tidak ada lagi perkelahian antara ikan hiu sura dan buaya.

Pada suatu hari ikan hiu sura mencari mangsa di sungai secara sembunyi-sembunyi. Buaya memergoki perbuatan ikan hiu sura ini. Hal ini membuat buaya marah, karena ikan hiu telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

"Sura, mengapa kamu melanggar kesepakatan yang telah kita buat?" tanya buaya.
"Aku adalah penguasa air, sungai adalah daerah kekuasaanku juga!" kata ikan hiu sura.
"Sungai terletak di daratan, sedangkan daerah kekuasaanku berada di daratan" kata buaya.

Akhirnya perkelahian pun tak dapat dihindari. Perkelahian terjadi cukup sengit, mereka saling menerjang, menggigit, dan memukul. Dalam sekejap air sungai berwarna merah karena bercampur darah.

Dalam pertarungan tersebut, buaya menggigit ekor ikan hiu sura, sedangkan hiu sura menggigit ekor buaya hingga hampir pututs. Akhirnya ikan hiu sura kembali ke lautan dan buaya merasa puas karena berhasil mempertahankan daerah kekuasaannya.

Kisah pertarungan ikan hiu dan buaya ini kemudian dikaitkan dengan asal nama Kota Surabaya. Surabaya berasal dari gabungan kata "sura" dan "buaya"

Kilas balik
Peninggalan sejarah merupakan benda-benda sisa kehidupan masa lampau yang masih ada hingga kini dan mempunyai nilai sejarah. Peninggalan sejarah bisa dilihat menurut masanya, yaitu masa prasejarah dan masa sejarah. Masa prasejarah adalah masa ketika belum ada tulisan, sedangkan masa sejarah ketika sudah ditemukan tulisan.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …