Dampak globalisasi, 9 sikap menghadapinya

  • Whatsapp
Dampak globalisasi

Dampak globalisasi – Kemajuan bidang komunikasi dan transportasi telah menciptakan sebuah era yang dikenal dengan sebutan globalisasi. Perkembangan dan kemajuan di kedua bidang tersebut telah memperlancar terciptanya globalisasi dalam kehidupan manusia. Dalam prosesnya, globalisasi membawa dampak positif maupun negatif dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada khususnya.

Dampak globalisasi positif

Dampak positif globalisasi sebagai berikut:

  1. Berkembangnya dunia pariwisata.
  2. Kemudahan memenuhi kebutuhan.
  3. Tersedianya sarana komunikasi dan transportasi.
  4. Kegiatan ekonomi antarbangsa berlangsung dengan cepat dan lancar.
  5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  6. Memudahkan mobilisasi manusia dan barang atau jasa.
  7. Memperkaya budaya lokal dengan adanya percampuran dengan budaya asing.
  8. Menambah wawasan serta memunculkan pikiran yang kritis dalam menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi di sekitar.

Dampak globalisasi negatif

Dampak negatif globalisasi sebagai berikut:

  1. Lunturnya semangat kekeluargaan karena dalam masyarakat cenderung muncul sifat-sifat individualisme.
  2. Berkembangnya budaya konsumerisme karena melimpahnya barang-barang di pasar.
  3. Muncul perilaku yang menyimpang dari norma agama dan adat istiadat.
  4. Lunturnya nilai-nilai kesopanan dalam masyarakat.
  5. Tergerusnya budaya lokal karena kurang diminati.
  6. Keberadaan produk dalam negeri dapat terancam jika tidak mampu bersaing dalam harga dan kualitas dengan produk asing.
  7. Masuknya perusahaan asing dengan modal kuat yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan dalam negeri dengan modal kecil.

Dampak globalisasi negatif lainnya

Globalisasi merupakan sebuah proses integrasi internasional yang terjadi dikarenakan adanya pertukaran cara pandang, pemikiran, serta aspek budaya terhadap dunia. Dampak negatif globalisasi bukan persoalan baru yang menimpa negara maju ataupun berkembang.

Arus globalisasi adalah salah satu problematika terbesar, dimana faktor yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut seperti perkembangan teknologi, gaya hidup, infrastruktur. Mengacu pada pembahasan mengenai dampak globalisasi diatas, bisa berdampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat dalam suatu negara secara universal atau umum.

Banyak dampak yang akan dirasakan dari pengaruh arus globalisasi, entah itu secara positif maupun negatif. Berikut akan dipaparkan beberapa dampak negatif globalisasisi:

1. Meningkatnya Kriminalitas

Seperti telah kita ketahui bahwa kriminalitas selalu akan meresahkan masyarakat. Kriminalitas merupakan penyimpangan sosial, yang tindakannya mengarah pada ranah melanggar nilai dan norma hukum yang hingga saat ini pelaku semakin merajalela.

Lantas apa hubungannya kriminalitas dengan dampak negatif dari globalisasi?. Lingkungan yang tidak sehat menimbulkan tindakan tak terpuji, contohnya masyarakat yang berperilaku individualistik serta kebiasaan konsumtif akan melahirkan kecemburan sosial dan munculah tindakan kriminalitas

2. Masyarakat Terpengaruh Budaya Luar

Lihatlah di sekeliling anda, anak kecil sekarang lebih pintar menyanyikan lagu-lagu luar negeri dari pada lagu kebangsaan, mereka juga hafal gerakan tarian idolanya. Lagu daerah dan lagu kebangsaan tak terdengar lagi. Mungkin tidak ada yang salah dengan hal itu, tetapi orang tua sangat berperan untuk menuntun serta mengawasi setiap gerak-gerik putranya, agar mereka paham arti etika, norma maupun adat istiadat yang berlaku.

Nilai-nilai budaya dari luar memang sangat cepat masuk di negara Indonesia, melalui internet, televisi, ataupun media cetak. Dengan sekejap menghipnotis para konsumen agar membeli setiap produknya lalu ditiru oleh masyarakat.

3. Lunturnya Sikap Gotong Royong

Arus globalisasi ini telah membius jutaan masyarakat, dari pola pikir, kebiasaan, hingga cara mereka bertahan hidup. Derasnya arus informasi membuat kecenderungan yang mengarah pada pemudaran nilai-nilai adat hingga pelestarian budaya yang semakin melemah. Jika menengok kembali, Indonesia dahulunya adalah negara yang sangat menjaga tradisi yang ada di masyarakat.

Hingga para leluhur mewariskan sikap agar saling gotong royong, membantu sesama tanpa memandang apapun. Namun semua itu telah sirna, karena arus globalisasi mampu mengubah siapa saja dan menimbulkan sikap individualistik, serta matrealistis. Sebagai contoh ketika ada yang mengalami musibah atau kecelakaan hanya segelintir orang yang benar-benar memberikan bantuannya.

Hilangnya semangat gotong royong membuat masyarakat kurang peka terhadap sesuatu yang terjadi di lingkungan sendiri. Sikap masa bodoh dan apatis menjadi kebiasaan saat ini yang dengan mudah dijumpai. Padahal jika lebih memahami, sikap gotong royong bisa menjadi alat komunikasi dan informasi yang cukup efektif, dan menjalin tali silaturahmi.

4. Kesenjangan Sosial

Dampak globalisasi menyentuh segala aspek penting terhadap kehidupan masyarakat dan negara. Globalisasi juga menciptakan suatu tantangan dan permasalahan baru yang harus dipecahkan dan mencari jalan keluarnya. Proses perkembangan globalisasi, pada umumnya diawali dengan majunya teknologi dan mempengaruhi bidang yang lainnya. Sebut saja sosial budaya, politik, ekonomi bahkan memicu terjadinya kesenjangan sosial.

Pengaruh globalisasi secara fisik, ditandai dengan adanya perkembangan kota yang dijadikan bagian dari jaringan kota yang ada di dunia. Bisa dilihat dari bukti perkembangan insfrastruktur, jaringan transportasi, serta perusahaan berstandar internasional yang mempunyai cabang banyak.

Sebenarnya dampak yang telah dijelaskan seperti budaya barat, sikap individualistik, gaya konsumtif menimbulkan kesenjangan sosial yang bakalan terjadi di kehidupan masyarakat. Maka untuk mengurangi hal tersebut, sebaiknya bisa bersikap secara selektif terhadap perubahan yang terjadi.

5. Dampak Globalisasi Melahirkan Korupsi

Tidak dapat dipungkiri, bahwa lahirnya para koruptor adalah dampak dari globalisasi dan adanya kesempatan bagi pelaku. Tidak peduli hukum apa yang bakal diterima, yang terpenting adalah bagaimana caranya agar bisa hidup mewah dan harta banyak. Oleh karena itu, masalah globalisasi menjadi boomerang yang begitu mengerikan dan tentunya selalu mewarnai media masa.

Fakta yang lebih mengejutkan adalah keberadaan korupsi menjadi momok tersendiri bagi kelangsungan kehidupan bernegara maupun bermasyarakat. Kenyataan inilah yang harusnya dijadikan cerminan tersendiri oleh setiap orang bahwa korupsi adalah suatu penyakit menular. Namun, kebiasaan ini seakan tidak akan pernah mati dalam peradaban manusia.

Korupsi dan globalisasi adalah masalah yang secara struktural, membuat suatu negara tidak berdaya dalam memberantas akar-akarnya. Hubungan antara pemimpin dan birokrasi menjadikannya suatu ujung tombak yang keterkaitannya dengan tuntutan globalisasi. Sayangnya, pertimbangan moral dan adat istiadat masyarakat dari sudut individu sudah semakin terkikis. Tak jarang, para pelaku korupsi selalu melanggar etika dan moral hanya untuk mencari keuntungan yang sifatnya hanya sementara.

6. Terjadi Kerusakan Lingkungan

Jika diibaratkan globalisasi adalah sisi mata uang logam yang memiliki perbedaan dan sangat bertolak belakang satu sama lainnya. Dampak dari globalisasi bisa memberikan sisi yang positif, begitu sebaliknya mampu memberikan sisi negatif.

Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah rusaknya lingkungan hidup hingga pencemaran polusi udara yang disebabkan dari pencemaran limbah pabrik. Karena dengan adanya arus globalisasi, negara dengan mudah mengembangkan bidang industrinya.

Kemudian negara maju bekerja sama dengan negara berkembang dan yang terjadi adalah eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan apalagi tidak diimbangi dengan pengetahuan lingkungan. Hal ini bisa dibuktikan dengan perusahaan pertambangan yang hingga saat ini masih hangat untuk diperbincangkan.

Induk perusahaan membuka cabang yang disebut dengan anak perusahaan begitu seterusnya, sampai lahan pertanian masyarakat juga ikut di babat habis. Sedangkan limbah dari pabriknya tidak ditaktisi oleh negara maju, hingga para masyarakat yang merasakan nya secara langsung.

Blerang akibat dari aktivitas pertambangan membuat warga merasa sesak nafas hingga penyakit kanker menyerang dan kematian adalah hal yang biasa. Kebijakan dari pemerintah terkait pelarangan ijin tambang tidak bisa dipungkiri lagi, pihak perusaHan tetap saja melakukan hal tersebut, dan pemerintah tidak berdaya sama sekali.

Dampak yang selanjutnya terjadi adalah langkanya sumber air bersih, temperatur udara berubah secara drastis, sumber daya alam dimiliki perusahaan asing, luas hutan Indonesia kian menipis.

7. Dampak Globalisasi Terhadap Kenakalan Remaja

Untuk Dampak negatif globalisasi yang terakhir adalah naiknya tingkat kenakalan remaja di suatu negara. Pengaruh globalisasi adalah hal yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan dan potensi anak saat ini. Apalagi pengaruhnya di bidang teknologi yang paling banyak penggunanya adalah remaja. Jika masalah ini tidak diperhatikan secara serius maka yang terjadi adalah sikap yang menyimpang.

Penggunaan game online melebihi batas kewajaran, anak sampai lupa waktunya untuk istirahat, makan, bahkan belajar. Remaja yang depresi akan hidup, akhirnya memakai obat-obatan terlarang, minuman keras, tawuran antar pelajar hingga saling membunuh menjadi hal yang wajar. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan, bagaimana memperhatikan setiap perkembangan anaknya.

Jika sampai hal tersebut tidak dipahami secara benar, maka anak dengan mudah akan terbawa arus globalisasi serta lingkungan yang sangat mendukung. Itulah beberapa dampak negatif globalisasi yang dengan begitu mudah menyerang siap saja.

Terlepas dari segala dampak yang muncul, globalisasi merupakan proses yang melibatkan semua bangsa di dunia. Tidak ada satu bangsa pun yang mampu menolak arus globalisasi.

Hal yang perlu dipersiapkan setiap bangsa di era globalisasi adalah menyerap dampak positif dan mengantisipasi penyebaran dampak negatif. Berdasarkan kenyataan tersebut, kita harus dapat menentukan nilai positif dan nilai negatif dari globalisasi.

Sikap Menghadapi Globalisasi

Beberapa sikap yang perlu dikembangkan untuk menghadapi globalisasi, antara lain :

  1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha esa.
  2. Membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
  3. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Memegang teguh nilai-nilai luhur budaya bangsa.
  5. Dapat membedakan dampak positif dan negatif globalisasi.
  6. Bersikap bijaksana dengan membuka diri terhadap pengaruh positif globalisasi.
  7. Bersikap waspada dan mengantisipasi dampak negatif globalisasi.
  8. Bersikap selektif terhadap semua pengaruh dari luar.
  9. Mempertebal semangat nasionalisme.

Artikel Globalisasi lainnya

Pos terkait