2 Planet Bertabrakan, ini Penjelasan NASA

Sejarah Negara Com – Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) menemukan 2 exoplanet yang bertabrakan di jalur sistem bintang BD+ 20 307 yang jaraknya diperkirakan 300 tahun cahaya di rasi bintang Aries.

Dilansir dari Miror, Rabu (15/1/2020), peristiwa ini terpantau karena adanya puing-puing debu tingkat tinggi yang tersebar pada area jalur sistem tersebut. Diperkirakan keduanya bertabrakan sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Dalam lapirannya, NASA mengatakan, bahwa pada 10 tahun yang lalu, para peneliti berspekulasi bahwa debu hangat dalam sistem tersebut adalah efek dari tabrakan antar planet. Selanjutnya misi SOFIA NASA untuk menemukan lebih banyak debu hangat akibat tabrakan planet lebih jauh mendukung.

Memang penemuan tabrakan kedua planet tersebut berada jauh dari tata surya kita, namun NASA menyatakan bahwa temuan ini mampu membantu membangun gambaran yang lebih dalam mengenai sejarah tata surya.

NASA juga menyebutkan, peristiwa tabrakan kedua planet tersebut mirip dengan bagaimana bulan tercipta yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, atau sekitar 30-50 juta tahun setelah tata surya ditemukan.

Seorang ilmuwan dari NASA bernama Jan Heldmann, bulan tercipta dari puing-puing yang terlempar ke orbit akibat tabrakan besar-besaran antara Bumi-proto yang yang berukuran lebih kecil dengan planetoid lain, seukuran Mars.

Heldmann juga menambahkan, pada awalnya bulan berputar lebih cepat, tetapi karena bentuknya yang tidak bulat sempurna, orbitnya melambat dan akhirnya menjadi terkunci.

Dalam penjelasannya lebih lanjut, Heldmann mengibaratkan tonjolan di sepanjang garis Bumi-Bulan menyebabkan torsi, memperlambat putaran Bulan, mirip seperti pemain skateboard yang secara bertahap terbuka untuk memperlambat putaran.

Pada saat putaran bulan melambat untuk menyamai laju orbitnya, tonjolan tersebut sejajar dengan Bumi, karenanya kita selalu melihat sisi yang sama dari permukaan bulan.

You may also like