Afrika Utara

  • Whatsapp
Jembatan Kasr el Nil

Setelah sebelumnya kita telah membahas secara detail mengenai keadaan Afrika secara keseluruhan, kali ini kita akan mempelajari wilayah bagian utara atau bisa kita sebut sebagai Afrika Utara. Wilayah ini mencakup enam negara, yaitu: Aljazair, Maroko, Tunisia, Libya, Mesir dan Sudan.

Di semua negara ini agama Islam sangat dominan atau paling tidak dipeluk oleh sebagian besar penduduknya. Kebanyakan penduduknya adalah orang Arab. Bahasa utama mereka adalah bahasa Arab dan Prancis.

Bacaan Lainnya

Kilas Sejarah Afrika Utara

Negara-negara di atas ikut terlibat dalam sejarah Laut Tengah, kecuali Sudan yang hubungannya dengan Laut Tengah harus selalu melalui Mesir karena negara ini tidak memiliki pantai di Laut Tengah. Bangsa Persia, Yunani, dan Romawi mengenal pantai ini dengan baik, berdagang, dan kadang-kadang malah berperang dengan penduduk yang telah menetap lama di sana.

Sejak 5.000 tahun yang lalu, di sepanjang pantai utara Afrika telah berdiri berbagai masyarakat yang berkebudayaan tinggi. Mesir kuno adalah salah satu dari masyarakat penetap yang pertama di dunia. Penduduknya mengembangkan suatu tingkat hidup yang tinggi.

Mereka memiliki gedung batu, patung pahatan, perahu samudra, suatu kalender surya, dan suatu bentuk tulisan. Mereka mengolah irigasi, menanam sejumlah besar pangan, menjadi pandai logam, pengrajin gerabah, insinyur, dan tukang kayu.

Salah satu bangunan mereka yang paling mencolok yang masih ada ialah Makam Raja, atau piramide, di Giza dekat Kairo, yang tingginya 146 m. Bangunan tersebut terdiri atas beberapa juta blok batu, dengan berat rata-rata 2% ton sebuah. Piramide yang anggun ini menelan 100.000 jiwa dalam 20 tahun pembangunannya.

Betapa tidak, pengaruh Mesir menyebar ke Afrika utara dan Laut Tengah, karena Sungai Nil adalah salah satu jalan air tertua tempat terjadi pertukaran kebudayaan. Hubungan dengan Mesir berpengaruh besar atas terbentuknya negara-negara Afrika sebelah selatan.

Satu di antara yang paling dikenal ialah Kush, yang kadang-kadang disebut Meroe mengikut nama ibu kotanya. Negara ini terletak di daerah yang kini menjadi Sudan modern.

Di pantai utara, di Tunisia, berdiri Kartago yang kini merupakan kota bersejarah, yang dahulu pernah digambarkan dengan terinci oleh Herodotus-SOO tahun sebelum Masehi.

Di abad ke-7 Masehi, agama Islam, yang berasal dari Jazirah Arabia, menyebar sepanjang pantai Afrika Utara yang kemudian menjadi pangkalan penyebarannya ke Eropa bagian selatan. Sejak saat itu agama Islam menjadi faktor budaya paling penting di seluruh Afrika Utara. Dengan daerah ini sebagai basis, agama Islam tersebar semakin luas ke bagian barat benua Afrika.

Iklim dan Akibatnya bagi Afrika Utara

Laut Tengah memberi iklim sedang ke sepanjang dataran pantai Afrika. Di pedalaman, khususnya di Sahara, perbedaan suhu antara siang dan malam amat tajam.

Curah hujan cukup baik di sepanjang pantai dan di lereng utara Pegunungan Atlas. Akan tetapi, di sebagian besar daerah pedalaman, termasuk Sahara, curah hujan nyaris tidak ada.

Sebagai akibat dari ciri iklim ini dan pengaruhnya terhadap lahan, sejumlah besar penduduk berpusat di sepanjang dataran pantai dan di lereng utara pegunungan.

Biasanya mereka tinggal di rumah-rumah batu, sedangkan di pedalaman kelompok nomad (pengembara) menggunakan tenda, gua, atau bahkan liang yang digali dari tanah untuk berlindung.

Afrika Utara secara tradisional merupakan daerah penghasil pangan. Inilah yang membuat Afrika Utara berharga bagi kekaisaran Eropa kuno. Kurma, zaitun, dan anggur ditanam bersama sayur-sayuran dan padi-padian. Lahan rerumputan tersedia bagi biri-biri, kambing, dan ternak-yang wol dan kulit mentahnya diekspor, kulit merupakan komoditi khusus.

Sumber Alam Afrika Utara

Terdapat juga beberapa tambang logam di Afrika Utara, tetapi penemuan dan penambangan minyak bumilah yang telah mengubah kepentingan ekonomi kawasan ini. Aljazair dan Libya telah menjadi produsen minyak yang penting.

Dengan demikian, pendapatan nasional kedua negeri ini meningkat dengan hebat. Kini diketahui bahwa sejumlah besar minyak, gas alam, fosfat, dan berbagai logam juga ditemukan di Sahara, yang tentu saja akan merupakan sumber kekayaan yang besar.

Aljazair, Tunisia, dan Maroko di Afrika Utara

Aljazair di Afrika Utara pernah merupakan ajang pertempuran selama periode dekolonisasi. Negeri itu diduduki oleh Prancis pada tahun 1830 dan kemudian dijadikan bagian integral Prancis.

Pemberontakan nasional pecah pada tahun 1954 dan ditentang oleh pemukim Prancis dan Eropa lainnya, serta didukung oleh angkatan perang Prancis yang bersimpati kepada para pemukim itu.

Pergolakan berlangsung sampai tahun 1962, saat Presiden Prancis Charles de Gaulle mengusulkan perundingan yang berakhir dengan kemerdekaan Aljazair. Penduduk negara ini terdiri atas bangsa Arab dan Berber, ditambah beberapa ribu keturunan Eropa.

Maroko dan Tunisia juga harus berjuang untuk kemerdekaannya melawan Prancis. Tunisia menjadi daerah protektorat Prancis pada tahun 1883; Maroko pada tahun 1912. Walaupun mengobarkan perjuangan sendiri-sendiri, kedua negara ini mencapai kemerdekaannya pada tahun yang sama-1956.

Kedua negara ini hanya menguasai pantai Laut Tengah yang sempit dan daerah padang pasir di pedalaman bagian selatannya. Di Maroko, Pegunungan Atlas membelah negeri ini menjadi dua. Di Tunisia, gunung-gunungnya mengandung banyak air, yang dipakai untuk mengairi daerah pertanian.

Di kedua negara itu, zaitun, kurma, anggur, dan beraneka buah lain dapat tumbuh bersama sayur-sayuran dan padi-padian. Maroko juga memiliki endapan bijih logam yang lumayan-seperti besi, batubara, mangan, timbel, dan seng, demikian juga fosfat dan minyak. Seperti Aljazair, penduduk Tunisia kebanyakan terdiri atas orang Arab dan orang Berber.

Libya di Afrika Utara

Hampir selama abad ke-19 Libya berada di bawah kekuasaan Turki. Namun, pada tahun 1912 negeri ini dicaplok oleh Italia. Setelah kekalahannya dalam Perang Dunia II, Italia melepaskan semua klaimnya atas daerah ini. dan merdeka pada tahun 1951.

Negara ini memiliki tiga daerah geografis yang berbeda sekaIi-Cyrenaica di timur, Tripolitania di ujung baratlaut, dan Fezzan di baratdaya. Sejak kemerdekaan sampai pertengahan tahun 1960-an, penduduk Libya termasuk yang termiskin di antara orang Afrika.

Hingga tahun 1965, Libya masih amat bergantung kepada bantuan Amerika, Inggris, dan PBB. Namun, sejak tahun 1965, ekonomi negara ini telah mengalami revolusi karena ditemukannya minyak. Negara tersebut telah menjadi salah satu produsen minyak raksasa dunia. Minyak bumi merupakan sekitar 95% ekspor negara.

Terkait Libya

PetaBenderaLambang

Mesir di Afrika Utara

Mesir mengambil nama Republik Persatuan Arab pada tahun 1958, saat negeri itu membentuk sebuah uni dengan Suriah. Namun, persatuan itu hanya berlangsung beberapa tahun saja.

Di awal tahun 1971, pemerintah Mesir, Libya, dan Suriah mengumumkan rencana pembentukan sebuah federasi-yang hanya menghasilkan komando militer gabungan yang berumur pendek. Di bulan September 1971, Republik Persatuan Arab mengubah namanya menjadi Republik Arab Mesir.

Patung Pangeran Rahotep dan Istrinya Nofret di Afrika Utara
Patung Pangeran Rahotep dan Istrinya Nofret yang terbuat dari batu kapur bercat. Patung dari tahun 2610 Sebelum Masehi ini terdapat di Museum Mesir.

Terdapat dua faktor yang mempengaruhi sejarah Mesir:

  • pertama; Sungai Nil yang panjangnya 5.600 km dan deltanya yang menyediakan lahan yang telah terolahkan selama 7.000 tahun;
  • kedua; penduduk Mesir hanya mampu mendiami tanah seluas 34.965 km2 dari jumlah seluruhnya seluas 1.001.449 km2, sedangkan selebihnya adalah padang pasir yang tak dapat diolah.

Karena lokasinya yang strategis, Mesir telah selalu diincar oleh kekuatan imperialis di antaranya Romawi, Turki, Prancis, dan Inggris. Negeri itu semakin menarik dengan dibukanya Terusan Suez pada tahun 1869.

Britania Raya pertama kali menduduki negeri ini pada tahun 1882 dan dengan jeda antara tahun 1936 dan 1939 pasukannya tetap berada di sana sampai tahun 1956.

Pada tahun 1952 Raja Farouk ditumbangkan. Kerajaan dihapuskan pada tahun 1953 dan menjadi negara republik. Tahun berikutnya, Camel Abdel Nasser mengambil alih pemerintahan. Pada tahun 1956 Nasser menasionaliasi Terusan Suez. Mesir dan Israel telah berperang 3 kali sejak tahun 1948 pada tahun 1956, 1967, dan 1973.

Sebagai akibat perang ini, Terusan Suez ditutup selama beberapa tahun dan baru dibuka kembali untuk pelayaran internasional pada tahun 1975. Mesir dan Israel mengadakan hubungan diplomatik resmi pada tahun 1979-setelah menandatangani suatu perjanjian perdamaian.

Perang yang bertahun-tahun dengan Israel itu telah menghalangi pembangunan Mesir. Masa depan negara ini amat bergantung kepada irigasi yang lebih baik dan pembagian kembali tanah.

Mesir merupakan produsen kapas terbaik di dunia. Namun, negara ini perlu menghasilkan lebih banyak pangan dan memperkembangkan industrinya untuk menaikkan taraf hidup rakyatnya.

Bendungan Tinggi Aswan berukuran raksasa dibuka pada Januari 1971. Dam ini dirancang untuk mengatur aliran Sungai Nil, menghapuskan banjir dan kemarau, dan lewat pengairan meningkatkan jumlah lahan yang dapat diolah sebanyak 10%. Dam ini juga membuat kapasitas tenaga listrik Mesir menjadi dua kali lipat.

Sayang, menjelang awal tahun 1980-an, dam itu cenderung mengganggu ekologi daerah itu-karena terjebaknya endapan lumpur penyubur yang dahulu terbawa oleh sungai ke hilir dan terbentuknya kondisi yang cocok bagi berbagai jenis serangga dan siput pembawa penyakit.

Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan pokok Mesir. Banyak orang datang dari segala penjuru dunia untuk melihat berbagai monumen dan lokasi sejarah kuno, misalnya, Sphinx dan piramide. Kairo yang merupakan Ibu Kota negara ini terbesar di Afrika.

Terkait Mesir

PetaBenderaLambang

Sudan

Sudan termasuk daerah bagian utara Afrika karena hubungannya yang dekat dengan Mesir. Dari tahun 1899-1951 Sudan diperintah secara bersama oleh Mesir dan Inggris. Namun, karena kuatnya pemerintah Inggris, segala kebijaksanaan pemerintahan Sudan banyak diputuskan di London.

Patung kepala manusia di Sudan
Patung kepala manusia di Sudan

Pada tahun 1956 Sudan merdeka. Dua pertiga penduduknya adalah keturunan Arab atau Nubia. Hampir semua beragama Islam dan kebanyakan tinggal di bagian utara. Di daerah Selatan sebagian besar penduduk adalah suku Nilotik atau keturunan Negro. Mereka tidak menyenangi dominasi Arab Islam dari utara. Selama beberapa tahun suatu perang saudara pecah antara utara dan selatan.

Sebagian besar kawasan Sudan berupa padang pasir, rawa, atau hutan. Di Cezira dibangun sebuah dam pada tahun 1925. Pemerintah mengawasi dam ini pada tahun 1950 dan mengembangkan proyek irigasi yang disebut Skema Gezira.

Sebagai akibat dari rencana ini, pohon kapas yang amat berharga dapat ditanam oleh petani penyewa. Proyek irigasi ini merupakan salah satu sukses besar pembangunan ekonomi dan sosial Afrika. Khartum adalah ibu kota negara. Kota penting lainnya adalah Omdurman dan Khartum Utara. Port Sudan merupakan pusat perkapalan dan pusat perdagangan utama negara ini.

Terkait Sudan

PetaBenderaLambang

Pembahasan Afrika Lainnya

Subscribe to our newsletter

Pos terkait