Sejarah Negara Com
Ensiklopedia sejarah dan negara

Gambia

Negara Gambia lahir pada tanggal 18 Februari 1965. Setelah bendera Inggris berkibar selama hampir 200 tahun, perlahan-lahan diturunkan. Dengan penuh kegembiraan, seluruh rakyat mengibarkan bendera merah, hijau, dan birunya.

Musik band mengalunkan lagu kebangsaan nasional dengan penuh semangat, dengan bait pertama yang mengungkapkan harapan penduduk yang beraneka.

  • Gambia Tanah Tumpah Darahku
  • Kami berjuang dan bekerja serta berdoa
  • Demi kesatuan bangsaku
  • Kebebasan dan kedamaian abadi.

Lagu kebangsaan ini merupakan perkawinan antara tua dan muda, karena melodinya adalah irama Afrika tua, sedangkan kata-katanya adalah kata-kata bahasa Inggris modern. Gambia lalu masuk menjadi anggota PBB yang ke-115, di samping menjadi anggota Negara-Negara Persemakmuran.

Peta wilayah Gambia

Kunjungi Peta Gambia atau di google map

Geografi Gambia

Gambia terletak tepat di juluran pantai barat Afrika. Ketiga sisinya sepenuhnya dikelilingi oleh Senegal, sedang sisi yang keempat berhadapan dengan Samudra Atlantik. Gambia merupakan negara kecil baik dalam jumlah penduduk maupun dalam luas.

Luas wilayahnya 11.295 km2, sedangkan penduduknya merupakan yang terkecil di antara negara-negara di daratan Afrika. Satu-satunya kota yang besar adalah Banjul (sebelumnya disebut Bathurst), yang juga merupakan ibu kota negara.

Banjul terletak di muara Sungai Gambia dan merupakan satu-satunya pelabuhan di negara ini. Banjul merupakan pusat perdagangan kacang dan mempunyai peranan penting dalam pemrosesan ikan. Kapal-kapal samudra yang besar dapat berlabuh di sini. Kota-kota kecilnya adalah Brikama, Bakau, Kuntaur, Georgetown, dan Basse.

Sungai utamanya adalah Sungai Gambia yang mengalir melalui daerah jantung wilayah negeri ini. Para penumpang perahu sering hilir mudik di sungai yang merupakan satu-satunya sarana komunikasi antara penduduk kota dan desa ini.

Iklim

Gambia merupakan negara berlahan rendah yang tertutup oleh semak belukar dan pohon-pohon kecil. Namun, di sepanjang sungainya, terdapat rawa-rawa bakau dengan pohon yang tingginya mencapai lebih dari 30 m. Iklim Gambia adalah subtropis.

Dari bulan November sampai Mei negeri ini pada umumnya kering dan sejuk dengan kelembapan rendah. Selama bulan-bulan inilah angin pasir dari Sahara sering melanda Gambia. Curah hujan tinggi di bulan Juni-Oktober, dengan rata-rata 100 cm di daerah pantai. Sehari-harinya, suhu udara berkisar antara 16°C-43°C.

Penduduk Gambia

Kecuali penduduk yang tinggal di Banjul dan beberapa kota kecil, sebagian besar penduduk Gambia tinggal di daerah pedesaan. Mereka biasanya tinggal dalam suatu lingkungan yang terdiri atas beberapa rumah yang ditata melingkar dan dikelilingi oleh pagar atau tembok.

Pasar Banjul Gambia
Suasana Pasar Banjul Gambia

Rumah penduduk biasanya berbentuk bundar dengan dinding terbuat dari tanah dan atap dari jerami. Rumah penduduk yang lebih kaya kadang-kadang terbuat dari batu bata, batu, atau anyaman bambu, dengan atap seng.

Penduduk yang tinggal dalam suatu lingkungan seperti ini oleh para ahli sosiologi disebut sebagai keluarga besar. Tipe keluarga seperti ini terdiri atas suami dan istrinya, atau beberapa istrinya, anak-anaknya, ditambah dengan saudara laki-laki pihak suami dan keluarganya.

Hubungan antar sesama anggota keluarga adalah sebagai saudara laki-laki dan saudara perempuan atau paman dan bibi. Beberapa lingkungan keluarga ini membentuk sebuah desa. Biasanya, penduduk dalam satu desa seperti itu bernenekmoyangkan orang yang sama, umumnya dari pihak ayah.

Penduduk Gambia terbagi dalam 5 kelompok utama: Mandingo, Fula, Wolof, Jola, dan Serahuli. Mereka tampaknya berpola hidup yang sama, tetapi sejarah mereka sangatlah berbeda, seperti juga sistem sosialnya.

Misalnya, dalam kelompok tertentu, penduduk yang paling tua dianggap sebagai kepala suku dan bertugas melaksanakan kekuasaan tradisional. Pada kelompok suku lain tugas membuat berbagai keputusan dibebankan kepada dewan desa yang beranggotakan orang-orang yang lebih tua.

Di tingkat nasional, di Gambia terdapat dua partai politik utama. Kepala pemerintahannya adalah presiden, sedangkan badan legislatifnya adalah Dewan Perwakilan satu kamar.

Mandingo dan Serahuli

Mandingo adalah kelompok suku terbesar di Gambia. Bersama dengan suku Serahuli, mereka mencakup sekitar separuh jumlah penduduk. Sebagian besar suku Mandingo adalah petani yang menanam kacang untuk bahan ekspor.

Suku Mandingo masih merupakan keturunan kerajaan besar Mali di Sudan. Mereka banyak juga yang menjadi pedagang dan pengusaha toko. Selama memuncaknya perdagangan budak, suku Mandingo membeli budak di daerah pedalaman, lalu menjualnya kepada orang Eropa di pantai.

Kini bahasa Mandingo banyak dituturkan di dalam perdagangan meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa resmi pemerintahan. Suku Serahuli, yang secara budaya masih bertalian dengan suku Mandingo, tinggal di bagian timur dan terutama menjadi pedagang atau petani.

Fula

Suku Fula, yang di Nigeria disebut Fulani, merupakan kelompok suku terbesar kedua dan dalam banyak hal berbeda dari kelompok suku lainnya. Mereka merupakan penggembala yang kebudayaannya berkembang di sekitar peternakannya.

Sebagian suku Fula telah meninggalkan kehidupan penggembalaannya dan hidup di kota, tetapi banyak di antara mereka tetap sebagai penggembala. Suku Fula ini selalu berpindah untuk mencari padang rumput yang lebih baik apabila padang rumput sebelumnya sudah tidak baik.

Wolof

Pada suatu ketika, suku Wolof ini diperintah oleh raja-raja yang memiliki ciri-ciri ketuhanan. Mereka tetap menjalankan pengadilan di ibu kota desanya dan pajak juga dikenakan untuk mendukung pengadilan dan para pegawainya.

Di samping pemerintahan aristokrasi dalam negeri Wolof, dalam suku Wolof juga terdapat keturunan kelas militer, kelas rakyat jelata, kelas pegawai raja, kelas pengabdi rumah tangga yang merupakan keturunan para budak, dan kelas budak sejati.

Kini sebagian besar suku Wolof adalah petani yang tinggal di daerah pedesaan, yang terdiri atas sekelompok gubuk jerami yang mengitari alun-alun desa. Memukul genderang, bergulat, dan menari adalah bentuk-bentuk hiburan mereka.

Wanita suku Wolof merupakan wanita yang tercantik di Afrika. Mereka biasanya mengenakan pakaian yang beraneka warna, memakai perhiasan dan anting-anting emas, serta berwajah anggun.

Di Banjul, suku Wolof termasuk di antara orang Gambia yang berpendidikan paling baik sehingga banyak melahirkan pemimpin negara. Mereka menjabat pos-pos penting, seperti pedagang, guru, pengrajin dan pegawai negen.

Jola

Suku Jola yang banyak ditemukan di sepanjang Sungai Gambia, secara tradisional, tidak memiliki raja dan hidup dalam masyarakat-masyarakat kecil yang kuat ikatannya dan berpemerintahan sendiri tanpa pemerintah resmi.

Kekayaan seseorang diukur dari jumlah sapi dan kambing yang dimilikinya. Setiap kepala keluarga bersama saudara, anak-anak, dan para pembantunya tinggal dalam suatu desa tertutup.

Suku Jola merupakan penduduk yang giat bekerja dan cara hidup mereka hanya sedikit berubah dari cara hidup leluhurnya ratusan tahun yang silam.

Ekonomi

Gambia pada dasarnya adalah negara pertanian. Kacang, yang merupakan tanaman utamanya, meliputi 80% jumlah ekspornya dan lebih banyak ditanam daripada tanaman pangan yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, Gambia harus mengimpor makanan dari luar negeri. Di waktu lampau, padi hanya ditanam dalam jumlah kecil, itu pun oleh para wanita. Namun, sejak tahun 1965, negara telah meningkatkan penanaman makanan pokok ini.

Gambia tidak memiliki mineral yang berharga serta praktis tidak memiliki industri besar. Hanya terdapat industri pemintalan, pembuatan pakaian, penggilingan padi, pengilangan minyak kacang, perusahaan minuman ringan, dan penangkapan ikan lokal yang agak kecil.

Di samping kacang, bahan ekspor lainnya adalah tunas palem, kulit mentah, bekicot kering, lilin lebah, serta ikan asap dan ikan kering. Impor utamanya adalah kain katun, pangan, produk minyak, dan mesin. Meskipun tidak memiliki jaringan kereta api, Gambia memiliki jalan raya yang tahan segala cuaca.

Pendidikan

Hampir dua per tiga anak-anak di Gambia bersekolah dasar. Angka pendaftaran di Banjul bahkan sekitar 100%. Di Gambia terdapat sekitar 16 sekolah menengah dan sebuah sekolah guru dengan program 2-3 tahun.

Pemerintah sedang berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan jumlah gedung sekolah. Para pemuda Gambia yang ingin meneruskan pendidikan tingginya harus belajar ke Inggris atau negara-negara lainnya.

Gambia menjadi republik berdasarkan konstitusi 1970. Sir Dawda Jawara, yang menjadi presiden pada tahun itu, dipilih kembali tahun 1977, 1982, 1987, dan 1992. Sebagian besar anggota Dewan Perwakilan yang berkamar tunggal itu juga dipilih.

Dari tahun 1982 sampai 1989, Gambia dan negara tetangganya Senegal bergabung dalam konfederasi Senegambia, dan bekerja sama dalam pembangunan pertahanan dan ekonomi.

Pada 23 Juli 1994, Presiden Jawara digulingkan dalam suatu kudeta tak berdarah oleh tentara penentang yang sakit hati karena tidak dibayar setelah melakukan tugas perdamaian di Liberia. Konstitusi ditangguhkan dan partai politik dilarang.

Sejarah dan Pemerintahan Gambia

Wilayah Afrika Barat ini merupakan wilayah yang mula-mula ditemukan oleh orang Eropa di abad ke-15, ketika para pelaut Portugis tiba di muara Sungai Gambia.

Namun, jauh sebelumnya, negeri ini merupakan bagian dari wilayah kerajaan-kerajaan Abad Pertengahan di Sudan. Salah satu kerajaan itu adalah Mali, yang keturunan rakyatnya, yaitu orang Mandingo kini banyak tinggal di Gambia.

Karena Mali dan kerajaan berikutnya, yaitu Kerajaan Songhai, memiliki hubungan yang kuat dengan penduduk Sahara dan Afrika Utara, pengaruh dari daerah ini juga mencapai Gambia.

Para saudagar utara menyebarkan agama Islam sehingga hampir setiap orang di Gambia menjadi pemeluknya. Kini Islam menjadi agama utama negara.

Para pelaut Portugis lalu diikuti oleh para pedagang Portugis. Pada tahun-tahun berikutnya para penduduk baru Belanda, Inggris, Prancis, dan Amerika mengirimkan pedagangnya dan semuanya mencari kekayaan di bagian Afrika ini.

Mula-mula mereka hanya mencari emas, lalu budak, gading, kulit mentah, dan lilin lebah. Pada tahun 1748 kapal Revenge berlayar ke Gambia dari New York dengan muatan minuman keras, senapan kuno, dan panci serta bokor kuningan dan kembali dengan mengangkut budak, emas, dan dyewood. Tiga puluh sampai 40 kapal dari daerah jajahan Amerika berkunjung ke Gambia setiap tahunnya.

Justru Inggris dan Prancislah yang pada akhirnya bersaing untuk secara tetap dapat menduduki wilayah yang kini menjadi Gambia. Perjanjian Versailles (1783) memperkuat klaim Inggris atas wilayah ini. Hingga tahun 1888, wilayah ini diperintah oleh kelompok pedagang Inggris.

Pada tahun itu, pemerintah Inggris menjadikan daerah ini sebagai wilayah koloni dan protektoratnya. Baru pada tahun 1965, Gambia mendapat kemerdekaan penuh.

Gambia adalah negara republik, dengan presiden yang’ dipilih oleh orang dewasa yang sudah memiliki hak suara untuk masa jabatan 5 tahun. Dewan Perwakilan satu kamar beranggotakan 35 orang terpilih, 8 anggota diangkat, dan 5 anggota dari kepala suku.

Gambia dan negara tetangganya, Senegal, bekerja sama di bidang pembangunan ekonomi dan pertahanan, serta telah menghapuskan berbagai rintangan tarif antarkedua negara.

Konfederasi Senegambia, yang dibentuk pada tahun 1982, memiliki Dewan Menteri dan Lembaga Konfederasi dengan anggota dari kedua negara. Presiden Gambia adalah wakil presiden Senegambia.