Guinea-Bissau

Guinea-Bissau adalah negara kecil yang terletak di pantai barat Afrika. Sampai belakangan ini, negeri ini diperintah sebagai provinsi Portugal seberang lautan yang dikenal sebagai Guinea Portugis. Batas wilayah negara meliputi sebelah utara dengan Senegal, selatan dan timur dengan Guinea, dan sebelah barat dengan Samudera Atlantik dengan jumlah penduduk sekitar 1.600.000 jiwa.

Pada tahun 1974 Guinea-Bissau menjadi salah satu negara termuda di dunia. Wilayah daratan dan gugusan pulau lepas pantai dengan luas wilayah daratan seluruhnya adalah 36.125 km2.

Peta wilayah Guinea-Bissau

Kunjungi Peta Guinea-Bissau di google map

Geografi Guinea-Bissau

Garis pantai Guinea-Bissau banyak memiliki teluk dan muara sungai. Hampir seluruh wilayahnya berupa dataran rendah yang rata, dengan banyak rawa dan genangan air di barat daya negara.

Satu-satunya tempat yang tinggi terletak di tenggara dan menjulang setinggi 240 m. Wilayah pantai dan kepulauannya tertutup oleh hutan dan pohon palem, selebihnya jarang terdapat pohon.

Sungai utamanya adalah Cacheu Mansoa, Corubal, dan Ceba. Sungai, laguna, dan terusan merupakan sarana transportasi terpenting masyarakat negara ini.

Ibu kota dan pelabuhan utamanya adalah Bissau, terletak di muara Sungai Geba dan merupakan kota modern dengan stasiun radio, museum, katedral, rumah sakit, dan pelabuhan udara yang bersarana lengkap. Bissau juga memiliki rute kapal yang teratur dengan Portugal. Kota lainnya adalah Cacheu, Bolama, Bafata, dan Farim.

Penduduk

Sebagian besar penduduk Guinea-Bissau adalah orang Afrika dari berbagai kelompok suku yang berbeda. Kelompok suku yang utama adalah Balante, Fulani, dan Mandingo. Kelompok suku ini memiliki bahasa dan adat-istiadat yang berbeda.

Suku Balante tersebar luas di wilayah pantai. Suku Mandingo dan Fulani pada umumnya tinggal di wilayah pedalaman dalam kelompok-kelompok kecil. Tanaman pentingnya meliputi kacang (sebagai bahan ekspor terbesar), padi, dan biji palem.

Balante tersebar luas di wilayah pantai. Suku Mandingo dan Fulani pada umumnya tinggal di wilayah pedalaman dalam kelompok-kelompok kecil. Tanaman pentingnya meliputi kacang (sebagai bahan ekspor terbesar), padi, dan biji palem.

Sebagian besar penduduk Guinea-Bissau bertutur dalam bahasa Portugis. Bahasa lainnya meliputi kreol Tanjung Verde-Guinea, Fulah, Mandingo, dan Balante.

Sekitar 95% penduduk masih buta aksara. Namun, kini telah banyak dibangun sekolah dasar dan menengah sehingga jumlah anak usia sekolah yang bersekolah meningkat.

Sejarah dan Pemerintahan Guinea-Bissau

Guinea Portugis ditemukan oleh Nuno Tristao, yaitu seorang penjelajah Portugis, pada tahun 1446. Beberapa pos perdagangan lalu didirikan sebelum ‘ tahun 1600-an. Sejak saat itu hingga abad ke-19, wilayah ini terutama digunakan sebagai sumber budak.

Karena Portugal tidak menjelajah dan bermukim di wilayah pedalamannya, klaim wilayahnya di Guinea disengketakan baik oleh Inggris maupun oleh Prancis.

Pada tahun 1879, wilayah ini secara resmi menjadi koloni Portugal. Sebagian besar klaim Portugal ini diselesaikan pada tahun 1886, sedangkan penyelesaian perbatasan akhirnya dicapai pada tahun 1905.

Tahun 1950-an, Dr. Amilcar Cabral membentuk Partai Afrika bagi Kemerdekaan Guinea dan Tanjung Verde (PAIGC). Menjelang awal tahun 1960-an, serangan gerilya berkobar melawan Portugis.

Tahun 1973, PAIGC memproklamasikan wilayah ini sebagai Republik Cuinea-Bissau. Portugal baru mengakui kemerdekaan Cuinea-Bissau pada tahun 1974.

Guinea-Bissau dan Tanjung Verde merencanakan penyatuan negeri. Namun, pemerintah yang pro-penyatuan digulingkan dalam kudeta militer. Kekuasaan legislatif dipilih oleh Dewan Rakyat Nasional secara tidak langsung dengan menggunakan konstitusi 1984.

Presiden Dewan Negara yang dipilih Dewan dari anggotanya, berfungsi sebagai kepala negara dan pemerintahan. Tahun 1991, karena dihadapkan pada berbagai tekanan politis, PAIGC mengakhiri kekuasaannya sebagai partai tunggal selama 17 tahun.

Jabatan perdana menteri, yang dihapus tahun 1984 dihidupkan kembali pada akhir tahun itu. Setelah berulang kali ditunda, pemilu multi partai yang pertama bagi negeri itu dilangsungkan tahun 1994. Bentuk pemerintahan presidensial dilembagakan sesudah pemilu.

Terkait

Artikel Terkait