Seychelles

Republik Seychelles yang kecil terdiri atas lebih dari 100 pulau besar dan kecil yang tersebar di bagian barat Samudra Hindia seluas 40.000 km2. Luas seluruh kepulauan itu adalah 280 km2. Beberapa pulau di antaranya berbatu-batu dan bergunung-gunung dan ada pula yang berupa pulau karang yang hanya beberapa meter tingginya di atas paras laut.

Seychelles adalah sebuah negara kepulauan sekitar 1.600 km di sebelah timur daratan Afrika, dan sebelah timur laut Madagaskar. Beberapa negara dan teritori tetangganya meliputi sebelah selatan Mauritius dan Reunion, di barat daya Komoro dan Mayotte, dan di timur laut Maladewa.

Seychelles memiliki populasi terkecil di Afrika. Negeri ini adalah bagian dari Kepulauan Mascarene bersama dengan Mauritius, dan Reunion.

Kelompok pulau yang bergunung-gunung itu dihuni oleh sebagian besar penduduk, sedangkan kelompok yang terdiri atas pulau karang tidak banyak dihuni oleh penduduk yang menetap. Lebih dari 80% penduduk republik kepulauan itu tinggal di pulau yang terbesar, Mahe, yang luasnya 145 km2.

Seychelles beriklim subtropis dengan lebih banyak angin pasat yang bertiup dalam setahun. Curah hujannya 200 cm setahun pada paras laut dan jauh lebih tinggi di dataran tinggi.

Peta wilayah Seychelles

Selengkapnya kunjungi petanya di google map

Penduduk Seychelles

Sebagian besar penduduk Seychelles adalah keturunan langsung para pemukim Prancis dan budak yang mereka datangkan ke sana. Terdapat pula beberapa pemukim Inggris dan sejumlah orang Cina serta India, yang sebagian besar berniaga atau membuka toko.

Seperempat penduduk negeri ini tinggal di Victoria yang terletak di sebelah timur laut Pulau Mahé. Victoria adalah ibu kota dan bandar utama di Seychelles.

Kebanyakan penduduk berbahasa Kreol, yakni suatu logat Prancis, meskipun ada pula yang berbahasa Prancis dan Inggris. Beras adalah makanan pokok dan merupakan impor utama republik ini.

Perikanan laut dangkal merupakan sumber ikan yang dikonsumsi, sedangkan sayuran dan berbagai buah-buahan tropis juga ditanam di sana.

Ekonomi

Sebagian besar penduduk Seychelles mencari nafkah dengan bekerja di perkebunan kelapa. Kopra adalah komoditas ekspor utama negeri ini, disusul kayu manis, minyak patchouli, dan vanili. Minyak patchouli digunakan dalam pembuatan minyak wangi. Sejumlah pemilik modal menguasai sebagian besar lahan pertanian.

Meskipun pengangguran pernah menjadi masalah di negeri ini, kini sebagian besar sudah teratasi berkat adanya pertumbuhan di sektor industri pariwisata dan bangunan.

Sejarah dan Pemerintahan

Kepulauan tersebut tidak berpenghuni tatkala orang Prancis pertama kali bermukim di sana pada 1770. Para pemukim menamakan kepulauan tersebut menurut nama Vicomte Moreau de Séchelles, menteri keuangan di zaman pemerintahan Louis XV.

Kaum kolonis mendatangkan budak Afrika untuk menebang kayu, menangkap penyu, dan menanam rempah-rempah di kebun. Pada 1794 Inggris mengambil-alih wilayah ini.

Selama abad ke-19 negeri ini merupakan bagian Mauritius yang juga merupakan koloni Inggris. Inggris memasukkan sejumlah besar orang Afrika yang dibebaskan dari kapal budak.

Tahun 1903 negeri ini dipisahkan dari Mauritius dan menjadi Koloni Mahkota Inggris. Seychelles memperoleh kemerdekaannya pada 1976 dengan James Mancham sebagai presiden pertamanya.

Tahun 1977 Mancham digulingkan dalam suatu kudeta yang dipimpin oleh Albert Rene yang mengambil alih jabatan kepresidenan dan memerintah melalui dekrit.

Undang-undang dasar baru mulai berlaku tahun 1979, yang menjadikan Seychelles negara berpartai tunggal, dengan presiden yang bertindak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan serta Majelis Nasional sebagai badan legislatif.

Rene dipilih menjadi presiden sebagai calon tunggal. Ia terpilih lagi dalam pemilu tahun 1984, 1989, dan 1993. Sistem multipartai diberlakukan kembali pada 1992, dan pemilu multipartai yang pertama sejak merdeka diadakan pada 1993.

Diulas oleh:
BURTON BENEDICT. Universitas Kalifornia di Berkeley; Penulis, People of the Seychelles
Editor: Sejarah Negara Com

Artikel Terkait