Komoro

  • Whatsapp

Negara Komoro adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Hindia di sebelah utara Selat Mozambik, antara Afrika Timur dan pulau Madagaskar, dan terdiri atas empat pulau utama yaitu Komoro Besar, Mayotte, Anjouan, dan Moneli plus sejumlah pulau kecil. Luas seluruh wilayah ini adalah 2.171 km2.

Geografi

Pantai dan rawa bakau berjajar indah di garis pantai kepulauan ini. Di pedalamannya, puncak gunung sangat kontras dengan lembah yang dalam dan jurang yang bertebing terjal. Kepulauan ini berhutan lebat dan seluruhnya tertutup tumbuh-tumbuhan yang menghijau subur.

Gunung Karthala di pulau Komoro Besar merupakan titik tertinggi di kepulauan itu. Gunung berapi yang masih aktif itu menjulang kira-kira 2.475 m. Kawahnya, salah satu di antara yang terbesar di dunia, berdiameter lebih dari 3 km.

Moroni, yang terletak di Komoro Besar adalah ibu kota dan sekaligus kota yang terbesar. Sekitar 15.000 orang tinggal di kota dengan jalan yang sempit dan berkelok-kelok, alun-alun yang berpohon rindang, dan berbagai bangunan yang bercat putih. Dzaoudzi, terletak di sebuah pulau kecil di lepas pantai pulau Mayotte, adalah ibu kotanya sampai tahun 1962.

Penduduk Komoro

Penduduk Komoro berjumlah 500.000 jiwa, adalah campuran antara orang Arab, Afrika, dan penduduk Madagaskar. Bahasa Arab dan Perancis adalah bahasa utama, tetapi orang di negara ini berbahasa campuran antara bahasa Arab dan Swahili. Agama utamanya adalah Islam,

sedangkan golongan minoritas Katolik Roma. Pertanian swasembada merupakan mata pencaharian utama penduduk. Padi, singkong, jagung, ubi jalar, dan terung adalah tanaman pangan utama. Tanaman keras yang terpenting adalah vanili, bahan minyak wangi, kelapa, rempah-rempah, sisa tebu dan kopi.

Sejarah Komoro

Komoro telah dikenal oleh para pelaut sejak zaman purba. Kemudian kepulauan itu berada di bawah pengaruh Arab. Orang Portugis menemukan wilayah ini pada abad ke-16, disusul oleh orang Prancis.

Pada abad ke-19 kepulauan itu menjadi sebuah protektorat Prancis dan pada 1946 menjadi propinsi seberang laut Prancis. Mereka diberi hak untuk mengurusi masalah dalam negeri pada tahun 1968.

Dalam referendum yang diadakan pada tahun 1974, mayoritas penduduk Komoro memberikan suara bagi kemerdekaan penuh yang diproklamasikan pada tahun 1975. Namun, penduduk Pulau Mayotte memilih tetap menjadi bagian Prancis dan tetap bersikap demikian dalam referendum setempat pada tahun 1976.

Diulas oleh:
HUCH C. BROOKS, Direktur Pusat Pengkajian Afrika, Universitas St. John.
Editor: Sejarah Negara Com

Pos terkait