Turki pernah berjaya di masa Kekaisaran Usmani

  • Whatsapp

Turki – ”Siapa pun yang menjadi penguasa Konstantinopel dia adalah penguasa dunia”. Kata-kata ini diucapkan oleh Napoleon Bonaparte. Dalam zaman Napoleon penguasa Konstantinopel adalah Kekaisaran Turki Usmani, pendahulu Turki modern.

Namun, Turki sekarang ini, yang di daerahnya terdapat kota Konstantinopel (kini disebut Istambul), sama sekali bukan lagi penguasa dunia. Kekaisaran Usmani yang dahulu pernah besar kini sudah hilang.

Namun, Turki tetap menjadi salah satu tempat yang paling strategis pada bola dunia karena negeri itu merupakan pintu gerbang ke Timur Tengah dan masih menguasai selat-selat vital yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Tengah.

Negeri ini merupakan salah satu negara Timur Tengah yang lebih berkembang dan mempunyai ikatan militer dan ekonomi yang kuat dengan Eropa Barat.

Wilayah yang kini disebut Turki telah menjadi penting hampir sejak permulaan adanya catatan sejarah. Negeri itu adalah tempat kelahiran salah satu peradaban yang paling awal, yang berasal dari bangsa Het, yang merupakan salah satu bangsa yang pertama mengerjakan besi. Kota legendaris Troya terletak di pantai Aegean Turki dan di sepanjang pantai ini pula berkembanglah bangsa Yunani kuno yang genius itu.

Wilayah itu telah menjadi ajang pertempuran berbagai kerajaan. Iskandar yang Agung membuatnya menjadi poros bagi penaklukannya yang luas. Bangsa Romawi, yang sudah menguasai sebagian besar Eropa, membuat Konstantinopel menjadi ibu kota mereka di bagian Timur.

Bangsa Turki pertama, di antaranya adalah suku Seljuk, berpindah ke wilayah ini dari seberang Pegunungan Ural. Kerajaan Seljuk dikepung dari barat oleh tentara Perang Salib dan dari timur oleh pasukan Mongol Jenghis Khan.

Pada akhirnya, wilayah itu jatuh ke cabang lain bangsa Turki Bani Usmani atau Turki Usmani nenek moyang bangsa Turki yang sekarang. Bani Usmani menduduki Konstantinopel dan mendirikan satu kekaisaran yang menjadi salah satu kekuatan besar di dunia. Namun, seperti semua kerajaan lain, Kekaisaran ini pun akhirnya melemah.

Bersama dengan melemahnya Bani Usmani, kekuatan Eropa-khususnya Inggris, Prancis, dan Rusia berusaha menguasai Konstantinopel, atau sedikitnya mencegah satu sama lain menguasainya. Akhirnya, Kekaisaran Turki Usmani dilupakan dan muncullah Turki modern.

Peta Turki

Kunjungi Peta Turki atau di google map

Geografi Turki

Walaupun kini hanya tinggal sebagian dari kekaisaran yang pernah luas, wilayah ini masih merupakan satu negara yang cukup besar. Seluruh areal tanahnya adalah sedikit lebih dari 780.000 km2. Hampir seluruh Twilayah sekitar 97% terletak di Asia. Turki Asia, yang merupakan sebuah jazirah raksasa, disebut Anatolia dalam bahasa Yunani (atau Anadolu dalam bahasa Turki) yang berarti ”matahari sedang terbit”.

Nama lain untuk daerah itu adalah Asia Kecil. Bagian Eropa Turki disebut Thrace. Kedua bagian itu dipisahkan oleh rangkaian tiga jalan air yang berhubungan dengan Selat Bosporus, Laut Marmara, dan Selat Dardanella yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Aegean, suatu cabang dari Laut Tengah.

Selat-selat itu adalah wilayah Turki yang paling bersejarah, suatu wilayah tempat sejarah dan legenda dijalin. Dardanella adalah bagian yang termasyhur di antara selat itu. Tidak jauh dari ujung sebelah baratnya terletak puing-puing Troya kuno.

Kebanyakan lahan Turki terdiri atas dataran tinggi, plato Anatolia, yang di batasi oleh barisan pegunungan dan dipotong oleh sungai-sungai yang mengalir cepat. Plato itu merupakan daerah yang kasar, dengan musim panas yang panas dan musim dingin yang dingin dengan curah hujan yang biasanya terbatas. Banyak dari tanah itu tandus.

Padang rumput dan prairi menutupi sebagian besar lahan itu. Kira-kira 17% plato itu diolah untuk pertanian, sedangkan 12% lainnya adalah hutan. Hasil bumi penting yang tumbuh di sini adalah gandum, jewawut, jagung, kentang, dan bit gula. Sedikit dari tanah itu dijadikan perkebunan anggur dan buah zaitun. Biri-biri dan kambing dipelihara baik untuk dagingnya maupun bulunya. Bulu kambing Angora terkenal sebagai mohair.

Plato itu kaya akan sumber mineral. Turki adalah salah satu sumber kromit terbesar dunia dan memiliki endapan tembaga yang besar. Kandungan besi dalam bijih besi Turki adalah tinggi. Di samping itu, Turki memiliki banyak lapisan yang kaya akan batubara dan sedikit minyak bumi. Salah satu keistimewaan mineral Turki adalah meerschaum, yaitu bahan untuk membuat pipa rokok.

Namun, banyak dari kekayaan mineral negara itu belum diselidiki secara memadai dan belum banyak dipergunakan.

Berlawanan dengan plato Anatolia yang kasar itu adalah daerah pantai, yaitu jalur-jalur sempit lahan yang lebih lembut, lebih subur, dengan iklim yang lebih baik dan curah hujan yang lebih banyak. Di sepanjang pantai utara Laut Hitam, ditanamlah tembakau Turki yang termasyhur di dunia, begitu juga keistimewaan Turki yang lain, kacang hazel yang berwarna merah tua, dan yang lebih belakangan ini-teh.

Sebagian industri Turki juga terletak di sini. Pantai Aegean di sebelah barat mungkin merupakan bagian Turki yang paling cantik dengan laut biru yang terang memantulkan bukitbukit indah di sekelilingnya. Ini adalah salah satu daerah Turki yang paling makmur: mempunyai beberapa pelabuhan laut terbaik; kotanya merupakan pusat perdagangan dan keuangan; dan tanah yang disinari matahari itu menghasilkan kapas, tembakau, buah anggur, dan kurma yang melimpah.

Pantai Laut Tengah di sebelah selatan itu patut disebut Florida Turki. Daerah pantai itu, yang menghasilkan kapas dan buah jeruk, diharap dapat dikembangkan menjadi suatu daerah pariwisata.

Rakyat Turki

Sebagian besar rakyat di lahan yang mempunyai perbedaan besar itu adalah orang Turki. Di daerah pegunungan bagian tenggara terdapat lebih dari 2.000.000 orang Kurdi. Terdapat juga beberapa ratus ribu orang Arab dan jumlah yang lebih kecil orang Circasia, Yunani, Armenia, Georgia, dan ‘ Yahudi. Hampir semua orang Turki, Kurdi, dan Arab beragama Islam.

Bagaimana orang dapat mengenal orang Turki, katakanlah dalam satu kelompok orang Eropa? Pendiri Republik Turki, Kemal Ataturk, mirip orang Swedia, dengan mata biru dan warna kulit yang keputih-putihan. Pada keekstriman lain, ada orang meski tidak terlalu banyak, yang mempunyai ciri Mongoloid yang mencolok.

Baca juga: Ras Asia

Mayoritas bangsa Turki tidak dengan mudah dapat dikenali dalam kelompok orang Eropa. Banyak dari mereka tampak seperti orang Eropa selatan.

Bahasa

Namun, bahasa Turki berbeda dari kebanyakan bahasa Eropa, yang termasuk dalam induk Indo-Eropa. Bahasa ini diklasifikasikan dalam suatu kelompok bahasa yang terkenal sebagai UraI-Altaik. Nama bahasa itu diberikan menurut dua barisan pegunungan-Ural, pada garis pemisah antara Eropa dan Asia, dan Pegunungan Altai, di jantung Asia.

Walaupun demikian, beberapa ahli berpendapat bahwa bahasa Turki lebih tepat kalau dimasukkan ke dalam keluarga Altaik yang terpisah. Satu sifat bahasa bangsa ini yang menarik adalah bahwa bahasa itu merupakan satu logat aglutinatif, yakni logat yang “merekatkan bersama” beberapa kelas kata.

Misalnya orang Turki menggunakan hanya satu kata, yazmadim, untuk empat kata Inggris I did not write (Saya tidak menulis).

Orang Turki diperkirakan pada awalnya datang dari jantung Asia. Mereka bertetangga dekat dengan bangsa Mongol, yang bahasanya juga termasuk dalam induk bahasa Altaik. Dari tanah leluhur mereka itu, bangsa ini berpindah ke banyak arah.

Dewasa ini bahasa Turki bukan hanya digunakan di negeri ini saja, tetapi sudah meluas dari Arktik sampai ke Laut Tengah, dari Lembah Donou sampai ke Asia Timur. Jutaan orang berbahasa Turki tinggal di Asia Tengah.

Cara Hidup

Kehidupan Desa

Kebanyakan orang Turki adalah petani. Beberapa menjadi penggembala yang memelihara biri-biri dan kambing. Desa pertanian tradisional Turki terdiri atas rumah-rumah yang terbuat dari bata lumpur yang dijemur, tanpa suatu perhiasan pun.

Karena selama berabadabad Anatolia merupakan suatu rute penaklukan, maka para penghuni desa lebih suka membangun rumah mereka seperti itu sehingga tidak mudah terlihat-tersembunyi di antara perbukitan atau dalam depresi di lahan itu dan menyatu dengan pemandangan alam sekitarnya.

Kadang-kadang rumah didirikan di atas gisik tanah padas sehingga tidak mengganggu lahan yang dapat ditanami. Rumah itu biasanya sederhana dan praktis baik bagian dalam maupun bagian luarnya; berisi sedikit alat memasak, pemanggang arang yang disebut mangal; serta perabotan dan tempat tidur yang perlu; Tetapi rumah itu menjadi hidup oleh permadani dengan warna-warna mencolok yang digelar di dalamnya.

Hampir tiap desa memiliki rumah-rumah yang lebih menarik, yaitu tempat tinggal keluarga desa yang terhormat. Rumah-rumah Ini umumnya terbuat dari batu. Biasanya terdapat sebuah rumah desa yang terpisah yang digunakan untuk pertemuan sosial dan bahkan desa-desa kecil sering memiliki warung kopi tempat kaum pria berkumpul pada jam-jam senja setelah bekerja seharian.

Desa yang lebih besar-biasanya dekat ke jalan raya memiliki sebuah sinema atau gedung bioskop. Kunjungan ke tempat-tempat dansa merupakan suatu hiburan rakyat yang populer, Gulat merupakan olahraga yang menarik untuk kaum pria, sedangkan futbol (sepakbola) adalah sangat populer bagi kebanyakan anak lelaki dan juga bapak-bapaknya. Kehidupan sehari-hari yang monoton sekali-sekali diselingi dengan berbagai pesta, khitanan, dan perkawinan.

Kehidupan di Kota

Kehidupan di kota dan kota besar adalah suatu hal yang sangat berbeda. Kota-kota besar seperti Istambul, Ankara, dan Izmir mempunyai pelbagai lembaga sosial, pendidikan, dan kebudayaan-teater, orkestra konser, museum, universitas, dan balai pamer kesenian-seperti yang dimiliki oleh kebanyakan kota besar di tempat lain.

Perbedaan antara kota dan pedesaan juga terlihat pada pakaian yang dikenakan oleh penduduknya. Di daerah pedesaan tradisional, para wanita mengenakan pakaian panjang mirip piama, yang biasa dipakai ketika sedang bekerja di ladang.

Walau wanita telah dilarang mengenakan cadar, wanita kota besar tetap akan menutupi wajahnya dengan syal tangan yang longgar saat bertatap muka dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Namun, seorang wanita bercadar di kota tentu akan sama anehnya seperti wanita bercadar di suatu jalan Amerika atau suatu taman luas Paris. Pakaian Barat biasanya dikenakan oleh orang kota. .

Makanan dan Minuman

Kecantikan tubuh wanita Turki secara tradisional dihubungkan dengan bentuk tubuh yang montok, yang sekaligus merupakan tanda status. Orang yang mampu makan enak cenderung memamerkannya, khususnya di daerah pedesaan tradisional.

Bangsa ini suka makan daging, kecuali daging babi yang dilarang oleh hukum Islam. Burung kalkun bukan merupakan makanan populer di Turki. (Orang negeri ini menyebut burung itu hindi karena mereka menganggap burung itu berasal dari India.) Sebaliknya, daging kambing, daging anak domba, dan daging sapi amat mereka sukai.

Shish Kebab potongan daging anak domba yang ditusuk pada lidi, dengan bawang dan cabe hijau-sangat populer. Doner kebab potongan atau irisan daging anak domba yang dimasak dengan tusuk sujen-juga sangat digemari. Satu makanan lain yang populer adalah pilaw, yakni hidangan nasi yang dimasak dengan daging atau ikan.

Beberapa macam manisan Turki termasyhur di banyak bagian dunia, khususnya halva (yang dibuat dari biji wijen yang digerus) dan baklava (juadah yang biasanya diisi dengan kacang dan madu). Minuman alkohol yang disenangi adalah raki, yang disuling dari padi-padian atau buah anggur, bening seperti air, dengan rasa kayumanis, dan sangat keras. Kopi juga amat terkenal, sedangkan teh merupakan minuman yang populer.

Kota Besar di Turki

Istambul

Di ujung paling selatan Bosporus, tempat selat sempit itu melengkung ke dalam Laut Marmara yang lebih besar terletaklah Konstantinopel yang tua-dan Istambul yang modern. Konstantinopel didirikan pada abad ke-4 Masehi di bekas kota lama Yunani Bizantium oleh Kaisar Romawi Konstantin I (yang Agung).

Nama itu berarti ”kota Konstantin”. Konstantinopel menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi dan kemudian Kekaisaran Bizantium, pengganti Kekaisaran Romawi di Timur.

Sebagai salah satu kota Abad Pertengahan yang paling kaya dan paling besar, Konstantinopel ternyata juga tak tertaklukkan; tembok-temboknya yang kuat mampu bertahan terhadap banyak kepungan musuh. Hanya tiga kali dalam sejarahnya yang panjang kota itu diduduki, kali yang terakhir, pada tahun 1453, oleh bangsa Turki Usmani.

Sementara Konstantinopel berdiri pada bagian Eropa Bosporus, Istambul yang modern membentang menyeberangi kedua selat itu. Golden Horn (Tanduk Emas), satu pintu masuk ke Bosporus dan pelabuhan laut Istambul, memisahkan sisi lama dan sisi baru bagian Eropa kota itu. Jembatan-jembatan melingkari Tanduk Emas itu, sedangkan sebuah jembatan yang menyeberangi Bosporus telah selesai dibangun pada tahun 1973.

Jembatan baru itu menghubungkan bagian Asia dan Eropa kota itu untuk pertama kalinya. Istambul bukan saja kota terbesar Turki, tetapi juga pelabuhan utamanya, serta pusat komersial, keuangan, dan kebudayaan negara itu. Kota itu juga menjadi ibu kota negara sampai tahun 1923, ketika kedudukan pemerintah dipindahkan ke Ankara.

Salah satu bangunan yang paling masyhur di Istambul adalah Hagia Sophia, yang bagi Gereja Timur sama dengan St. Peter di Roma bagi Gereja Katolik Roma. Selesai dibangun pada abad ke-6, dimensinya yang besar dan terutama lengkung kubahnya yang hebat, telah membuatnya dikagumi selama berabad-abad sebagai contoh terbesar arsitektur Bizantium.

Setelah penaklukan Konstantinopel oleh bangsa Turki, Hagia Sophia dijadikan masjid. Bangunan itu sekarang menjadi museum. Bangunan kedua yang juga sangat termasyhur di kota itu adalah Masjid Biru yang anggun. Ratusan masjid Istambul mengingatkan para pengunjung bahwa ia berada di negeri Islam, sedangkan banyak seraglio (istana tempat para selir) sultan-sultan zaman dahulu mengingatkan kita kembali pada hari-hari kejayaan Imperium Usmani.

Ankara adalah ibu kota Turki dan merupakan kota terbesar kedua. Walaupun kota itu bermula dari zaman kuno, Ankara yang modern bermula dari sejak pendiriannya sebagai ibu kota pada tahun 1923. Bagian lama kota itu mempunyai jalan yang berliku-liku dan pasar-pasar yang penuh sesak, sedangkan bagian barunya mempunyai berbagai gedung modern dan jalan-jalan yang lebar.

Kecuali menjadi tempat pemerintahan, Ankara sekaligus adalah kota industri yang penting dan jantung daerah penghasil kambing Angora yang bulu suteranya yang panjang itu dikenal sebagai mohair. (Kota itu semula dikenal dengan nama Angora.)

Izmir

Sebagai pelabuhan di pantai Aegean, Izmir (dahu|u, Smyrna) merupakan salah satu kota komersial Turki yang paling penting. Kota ini adalah salah satu kota Yunani kuno di sepanjang bagian timur pantai Aegean dan disebut sebagai tempat lahirnya pujangga Homer.

Izmir khususnya penting dalam perdagangan ekspor-impor. Kota ini juga populer bagi para wisatawan. Kota-kota Turki lainnya yang penting termasuk Adana, Bursa, dan Eskisehir.

Ekonomi

Pertanian mempekerjakan sebagian besar angkatan kerja Turki. Kebanyakan pemilikan tanah adalah kecil dan lahan digarap secara habishabisan. Kapas yang murah, yang tersedia secara lokal, telah menjadikan tekstil suatu industri yang cepat berkembang, dan rendahnya gaji buruh membuatnya dapat bersaing dengan perusahaan asing.

Bidang perluasan lain adalah industri kimia, pemrosesan pangan, dan pertambangan. Pertumbuhan industri telah didorong oleh satu rangkaian rencana ekonomi 5 tahun yang dikembangkan oleh pemerintah.

Berbagai kesulitan ekonomi dan politik pada akhir tahun 1970-an memaksa pemerintah mengurangi beberapa dari program pembangunannya yang paling berambisi. Turki mempunyai sedikit minyak bumi, tetapi pertikaian dengan Yunani telah menghalanginya melakukan penyelidikan di lepas pantai.

Sejarah dan Pemerintahan Turki

Kekaisaran Usmani

Nama Bani Usmani dipakai mengikut nama legendaris pendiri dinasti mereka, Usman. Selama berabad-abad setelah mereka tiba di Turki bangsa ini berekspansi dengan cepat, menyeberangi Bosporus masuk ke Eropa, dan menaklukkan sebagian besar tanah kekuasaan Kekaisaran Bizantium yang sedang rapuh. Hanya Konstantinopel, karena terlindung oleh benteng-bentengnya yang kokoh, mampu bertahan.

Pada tahun 1453, setelah suatu serangan kilat, tepat di saat bangsa Turki memindahkan bagian armada mereka melalui daratan ke Tanduk Emas, jatuhlah kota itu. Pernyataan Napoleon tentang penguasa Konstantinopel menjadi penguasa dunia hampir menjadi suatu kenyataan.

Dari lokasi mereka yang strategis pada selat itu, bangsa Turki bergerak ke barat masuk ke Eropa, ke selatan masuk ke Afrika, dan ke timur masuk ke Samudra Hindia. Dalam waktu yang singkat Kekaisaran Usmani meluaskan dirinya ke seberang tiga benua. Di Eropa mereka mencapai tembok-tembok Wina sebelum berbalik kembali. Terhadap kerajaan-kerajaan Eropa timur mereka merupakan ancaman terbesar sejak pendudukan sebelumnya oleh bangsa Mongol.

Bani Usmani mencapai sukses karena mereka adalah prajurit, yang secara ketat dibentuk dan dibiasakan terhadap disiplin. Lebih dari itu, mereka itu bersatu, sedangkan musuh mereka seringkali tidak bersatu. Dalam penjarahan mereka ke Eropa, bangsa Turki menarik anak laki-laki Kristen yang berbakat besar ke dalam angkatan bersenjata mereka. Mereka diberikan latihan khusus, dibaiat menjadi Muslim, dan dijadikan pasukan inti yenigeri (”pasukan baru”).

Bani Usmani mencapai puncak kekuasaan mereka pada abad ke-16 di bawah Sultan Sulaeman | (yang Terbesar), ketika Kekaisaran itu membentang dari Hongaria sampai Laut Kaspia dan dari Rusia selatan sampai Afrika Utara. Namun, dari puncak yang tinggi ini mulailah terjadi suatu kemerosotan yang lamban tetapi mantap.

Kemerosotan Kekaisaran Usmani itu disebabkan oleh tumbuhnya kekuasaan dari negara Eropa di sekitarnya; oleh tumbuhnya nasionalisme di antara bangsa-bangsa dalam kekaisaran itu sendiri, yang mengarah ke perpecahan; serta oleh korupsi dan ketidakefisienan, baik dalam ketentaraan maupun dalam pemerintahan.

Pasukan yeniqeri, yang dahulu tak pernah gentar, menjadi tak layak untuk bertempur meskipun mereka masih sanggup menumbangkan para sultan yang tak mereka senangi. Sublime Porte, nama pemerintah Sultan Usmani, jatuh dalam utang dan menghadapi kebangkrutan.

Kekaisaran kemudian mendapat julukan ”orang sakit”. Ancaman terbesar terhadap Kekaisaran Usmani datang dari tetangganya di sebelah utara-Rusia. Sejak berabad-abad bangsa Rusia berambisi untuk memiliki selat-selat itu dan, dengan demikian, mempunyai jalan masuk bagi armada mereka ke Laut Tengah. Hanya dengan campur tangan Britania Raya dan Prancis, yang khawatir akan kekuasaan yang bakal didapat oleh Rusia, ambisi itu dapat digagalkan.

Namun, selama abad ke-19 dan pada awal abad ke-20 Bani Usmani toh kehilangan sebagian besar daerah kekuasaan mereka di Eropa-yaitu setelah Yunani, Serbia (kemudian menjadi bagian Yugoslavia), Rumania, dan Bulgaria memperoleh kemerdekaan. Suatu pergerakan pembaharuan, yang dilakukan oleh pemuda Turki, berkembang selama periode ini dan telah mencapai sedikit sukses, tetapi tidak mampu menahan kemerosotan tersebut.

Terbentuknya Republik

Akhir kehancuran Kekaisaran Usmani terjadi setelah Perang Dunia I. Dalam perang itu bangsa ini bersekutu dengan Kekuatan Poros yang kalah, terutama Jerman dan Austria. Sebagai akibat dari perjanjian perdamaian Sevres, kerajaan itu kehilangan semua daerah non-Turkinya yang masih tersisa, termasuk tanah-tanah Arab di Timur Tengah.

Perjanjian itu juga menyerukan pendudukan Izmir dan wilayah sekitarnya oleh Yunani dan penetralan selat-selat tersebut. Pada hakikatnya, tanah Turki dikurangi sampai ke teras pusat dataran tinggi Anatolia yang keras itu. Konstantinopel diduduki oleh pasukan Inggris dan Prancis, sedangkan angkatan perang Italia menduduki bagian selatan Anatolia.

Oposisi terhadap perjanjian itu dipimpin oleh kaum nasionalis di bawah Mustafa Kemal, seorang jenderal angkatan darat. Kemal mengumpulkan tentara Turki, yang akhirnya mengusir tentara pendudukan.

Sultan Usmani yang terakhir digulingkan dan, pada tahun 1923, Republik Turki dibentuk. Kemal menjadi presidennya yang pertama. Perjanjian sevres diganti dengan Perjanjian Lausanne (1923), yang menetapkan batas-batas wilayah negara ini.

Pembaharuan Kemal Ataturk

Turki yang diambil-alih oleh Kemal adalah suatu negara yang terbelakang serta tertimpa penyakit, kebodohan (90% rakyat buta huruf), dan kemiskinan. Dia segera memulai serangkaian pembaharuan yang mencakup seluruh spektrum kehidupan Turki. Suatu program jangka pendek dalam kesehatan dan pendidikan dimulai.

Anak-anak pintar yang baru tamat sekolah dasar diangkat menjadi guru. Tanah diambil dari lembaga keagamaan dan perkebunan kemudian dibagikan kepada petani. Suatu program industrialisasi besar-besaran dimulai.

Di bawah sistem Usmani, kepala negara, sultan, juga merupakan pemimpin agama, atau kalifah. Kemal memberlakukan pemisahan agama dan negara. Karena pemakaian tutup kepala Oriental, sorban dan fez, dianggap pengaruh pemerintah lama, maka Kemal telah menggantikannya dengan topi Barat.

Wanita Turki sebelumnya nyaris diperlakukan sebagai budak, sedangkan seorang pria dapat mempunyai empat orang istri. Kemal menghilangkan poligini itu dan wanita diberi hak yang sama seperti pria.

Dalam pemerintahan Usmani, banyak dari undang-undang negeri itu didasarkan pada Quran, yang telah berusia berabad-abad. Kemal memerintahkan pembaruan sistem hukum itu dengan didasarkan pada undang-undang yang paling progresif dari Eropa.

Kekaisaran Usmani menggunakan abjad Arab

Kemal merasa huruf itu sulit dipelajari. Untuk mendorong melek huruf dan membawa negaranya lebih dekat ke Barat, dia memerintahkan dipakainya abjad Romawi. Sebagai forum politik untuk negara, Kemal membentuk Dewan Agung Nasional. Partai politik Kemal disebut Partai Republik Rakyat. Namun, partai-partai oposisi bermunculan.

Dalam Kekaisaran Usmani, rakyat tidak memiliki nama keluarga. Kemal memerintahkan semua orang mengambil nama keluarga. Kemal sendiri diberi nama AtatUrk–“bapak orangTurki”.

Turki Sejak Perang Dunia II

Kemal Ataturk meninggal pada 1938, setahun sebelum Perang Dunia II pecah. Turki tetap netral hampir seluruh masa perang itu, tetapi bergabung dengan Sekutu pada tahun 1945. Ketika ancaman lama Rusia muncul kembali, presiden Amerika Serikat, Henry S. Truman, menawarkan bantuan kepada negara ini lewat Doktrin Truman.

Selanjutnya Turki menjadi anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara. Pada akhir tahun 1974, negara ini bermusuhan dengan Yunani menyerbu Pulau Siprus dan menduduki paruh utara pulau itu.

Konstitusi 1961 menetapkan Turki sebagai republik dengan Dewan Agung Nasional dua kamar, yang sebagian besar anggotanya dipilih langsung oleh rakyat. Dewan Agung Nasional memilih presiden, yang kemudian memilih seorang perdana menteri.

Selama tahun 1960-an, inflasi, korupsi dalam pemerintah dan meningkatnya perebutan pengaruh dalam partai politik secara mantap menggerogoti wibawa republik. Tentara mengadakan intervensi sehingga, antara tahun 1971 dan 1973, sebagian besar Turki diperintah di bawah undang-undang darurat perang.

Partai Tanah Air memenangkan pemilihan 1983 dan 1987. Pada 1989, Turgut Ozal, perdana menteri dan pemimpin Partai Tanah Air, terpilih sebagai presiden. (“DzaI adalah presiden kedua dari golongan sipil sejak 1923. Setelah Ozal meninggal pada 17 April 1993, perdana menteri Suleyman Demirel dari Partai Jalan yang Benar dipilih sebagai presiden.

Tansu Ciller dari partai yang sama diangkat menjadi wanita pertama sebagai perdana menteri pada Juni 1993. Pemerintahannya menghadapi problem-problem ekonomi, oposisi fundamentalis Islam dan gerakan pemisahan suku Kurdi di tenggara Turki.

Diulas oleh:
EMIL LENGYL, Universitas Fairleigh Dickinson; penulis Turkey
Editor: Sejarah Negara Com

Pos terkait