Sejarah Negara Com
Ensiklopedia sejarah dan negara

Yaman

Di seluruh Jazirah Arab Yaman adalah negara dengan bukit-bukit yang paling hijau dan tanah yang paling subur. Negara ini terletak di suatu daerah yang oleh bangsa Romawi kuno disebut Arabia felix (negeri Arab yang “subur” atau “beruntung”).

Keberuntungan apakah yang dialami oleh. negeri itu kalau selama berabad-abad rakyatnya telah terbagi-bagi satu suku menentang suku yang lain, satu mazhab Islam menentang mazhab yang lain.

Selama hampir 1 .000 tahun mereka berada di bawah kekuasaan para raja (imam) mereka yang kejam dan lebih dari sekali Yaman ditaklukkan oleh negara lain. Kekuatan asing terakhir yang memerintah negara itu adalah Turki. Ketika kekuasaan Turki berakhir seusai Perang Dunia I, para imam kembali memegang seluruh kekuasaan.

Imam adalah kekuatan kehormatan suatu kelompok yang mencakup separuh kaum Muslimin negara itu. Namun, pada 1962 sekelompok tentara yang menentang imam menyerang istana. Imam Mohamamad al-Badr menyelamatkan diri dan kaum revolusioner menyatakan negara itu sebuah republik.

Penduduk Yaman

Penduduk negeri ini agak padat. Kira-kira 5.400.000 orang hidup di dalam suatu daerah seluas 195.000 km2 Bangsa Yaman adalah bangsa Arab. Bahasa mereka adalah bahasa Arab dan Islam menjadi agama mereka sejak abad ke-7. Selama berabad-abad terdapat ribuan kaum Yahudi di Yaman, tetapi sebagian besar dari mereka kini bermukim di Israel.

Sampai kini bangsa ini belum menikmati kemajuan abad ke-20. Di negara itu hanya terdapat sedikit rumah sakit. Meskipun terdapat banyak sekolah agama, di sana tidak ada sistem pendidikan umum yang modern.

Namun, lama-kelamaan gambaran ini pun berubah. Dengan bantuan dari negara-negara lain, negeri ini kini sedang membangun berbagai rumah sakit, dan puskesmas. Beberapa negara Arab telah membantu mendirikan sekolah, dan menyediakan guru bagi mereka. Sebuah jalan yang menghubungkan kota-kota besar sudah selesai dibangun pada tahun 1965.

Penduduk Yaman mencari nafkah dengan berkebun atau beternak biri-biri, kambing, lembu, dan onta. Pemerintah berusaha membantu rakyat dengan membuat lebih banyak tanah pertanian serta mengajarkan cara bertani yang modern, menyediakan bibit unggul, dan memelihara ternak secara lebih baik. Terdapat juga perikanan di sepanjang pantai Laut Merah.

Industri sedang tumbuh di negara itu. Sebuah pabrik tekstil modern membuat kain dari kapas yang tumbuh di Yaman, sedangkan sebuah pabrik semen menggunakan batu kapur yang terdapat di negara itu.

Bangsa ini terkenal sebagai pengrajin, khususnya kerajinan kulit dan pembuatan pedang. Garam ditambang, sedangkan penyelidikan untuk menambang minyak sedang berlangsung.

Penduduk daerah pedalaman selalu berkelompok dalam suku. Orang Yaman setia sekali kepada suku dan pemimpinnya. Mereka juga dikenal karena ketakterikatan dan kesiapannya untuk berkelahi kalau terpaksa.

Di bawah pemerintahan para imam, mereka hanya mendengar sedikit tentang dunia luar dan jarang bertemu dengan orang luar. Namun, bangsa ini bersikap bersahabat terhadap orang asing, murah senyum, dan pandai berkelakar.

Kehidupan sehari-hari mereka keras. Orang termiskin hidup di pendok-pondok sederhana. Wanita desa bekerja tanpa kudung di ladang-ladang. Di kota, para wanita menyelubungi sekujur badannya dengan kain berwarna terang dan masih berkerudung ketat jika keluar rumah.

Kerudung yang menutupi wajah mereka berwarna terang dan dihiasi lubang untuk mata mereka. Wanita ini secara tradisional memanfaatkan sebagian besar waktu mereka di rumah dengan sesama mereka. Namun, kini terlihat tanda bahwa cara lama itu mulai berubah.

Di kota besar, kini wanita dapat pergi ke bioskop dan beberapa wanita bahkan mulai bekerja di luar rumah. Gadis-gadis dilatih sebagai pembantu perawat, sedangkan di dekat kota Sana para wanita untuk pertama kali bekerja di sebuah pabrik tekstil-dengan mengenakan baju karung dan kerudung wajah.

Pria Yaman mengenakan kopiah ketat bersulam benang emas atau perak. Di atas kopiah ini mereka lilitkan sorban berwarna cerah. Jubah mereka, yang panjang sampai ke bawah lutut, dikenakan dengan sabuk kulit yang disulam. Ke belakang sabuknya orang Yaman dengan bangga menyisipkan goloknya yang melengkung disebut jambiya.

Biasanya para pria bertemu di sore hari sambil mengunyah daun kat daun belukar hutan, air sari daun itu berkhasiat sebagai obat perangsang. Roti bulat dan rata yang dibuat dari gandum, jagung, atau durra, merupakan makanan pokok. Daging yang paling digemari adalah daging biri-biri. Nasi, sayuran, dan buah juga menjadi bagian dari makanan mereka.

Peta wilayah Yaman

Kunjungi Peta Yaman atau di google map

Baca juga:

Geografi Negara Yaman

Yaman terletak di bagian baratdaya Arab dan dibatasi oleh Laut Merah, Arab Saudi, dan Yaman. Selatan. Perbatasan bagian timur negara itu belum pernah ditentukan secara resmi.

Sepanjang Laut Merah terdapat tanah rendah, suatu jalur sempit yang disebut Tihama, yang panas dan berpasir dengan tumbuhan yang jarang dan satu-dua oasis. Penanaman kapas, sayuran, dan buah-buahan di wilayah ini sedang meningkat. Pelabuhan kopi Mocha yang dahulu pernah termasyhur terletak di sana. (Nama kota ini bahkan dipakai sebagai sinonim kopi).

Namun, kini tidak ada lagi hasil bumi yang diekspor melalui Mocha dan jalan-jalan kota itu dipenuhi dengan pasir. Ke arah utara terdapat pelabuhan Hodeida yang modern, di Laut Merah.

Di sebelah timur jalur pantai, tanah itu naik masuk ke dalam tanah tinggi yang tingginya 1200-3600 m. Daerah tinggi berwarna hijau karena hujan jatuh di musim panas saat angin musim bertiup dari Lautan Hindia.

Dengan curah hujan yang lebih dari 38 cm di musim panas, hari-hari menjadi hangat. Suhu rata-rata di bulan Juli adalah 21°C. Para petani telah lama belajar cara memanfaatkan tanah yang berbukit-bukit dengan menanam tanaman pangan pada teras-terasnya.

Kopi selalu menjadi hasil utama ekspor, tetapi kini para petani semakin banyak menanam kat untuk diekspor khusus ke negara tetangganya. (Daun kat harus segera dipergunakan setelah dipetik).

Sana

Sana adalah Ibu kota Republik Arab Yaman sekarang ini, dan Taiz, berfungsi sebagai ibu kota dari tahun 1948 sampai 1962. Keduanya terletak tinggi di atas bukit. Sebuah tembok bata lumpur dengan sejumlah pintu gerbang mengelilingi kota kuno Sana itu.

Di dalam tembok itu terdapat beberapa ”pencakar langit” khas Yaman, yang berupa rumah tinggi, bersegi empat, terbuat dari batu dan bata lumpur, setinggi empat atau lima tingkat, atau kadang-kadang lebih tinggi, dengan jendela yang dihiasi dengan pola ukiran indah.

Di bagian timur, tanah menjorok miring ke padang pasir. Marib, kota kuno yang baru sebagian berhasil digali oleh para ahli purbakala, ada di wilayah timur ini. Tiga ribu tahun yang lalu para kafilah onta membawa menyan, rempah-rempah, dan permata menyeberangi Jazirah Arabia menuju Laut Tengah.

Marib adalah salah satu tempat istirahat di sepanjang rute kafilah itu. Puing-puing bekas sebuah waduk besar yang dibangun di sekitar abad ke-8 sebelum Masehi dapat dilihat di Marib.

Sejarah Yaman

Pada abad ke-7 bangsa Arab dari utara memperkenalkan agama Islam. Namun, tidak lama kemudian negara itu terbagi menjadi dua pengikut mazhab. Bahkan penduduk tanah tinggi itu menjadi penganut mazhab Zaidi, Syiah, sedangkan penduduk tanah rendah menjadi penganut mazhab Syafei, Suni (semua imam adalah kaum Zaidi).

Tahun 1967 tetangga sebelah selatan, Aden, menjadi merdeka. Negara yang pernah disebut Republik Demokrasi Yaman adalah suatu negara yang sepenuhnya menerima pengaruh Rusia.

Kedua Yaman itu berperang dalam perang perbatasan yang hebat tahun 1972 dan 1979. Setiap perang itu berakhir, dan juga tahun 1981, kedua pemerintah selalu mengadakan perundingan tentang pembicaraan penyatuan negara mereka. Unifikasi itu terjadi pada Juli 1990 setelah perang antara kedua pihak.

Pemerintahan

Konstitusi tahun 1970 ditunda tahun 1974 setelah tejadi kup militer. Dalam suatu konstitusi sementara yang dikeluarkan dalam tahun itu oleh pemerintah militer, presiden memiliki kekuasaan untuk menunjuk perdana menteri, kabinet, dan Dewan Konstituante Rakyat.

Suatu badan yang baru, Kongres Umum Rakyat, dipilih tahun 1982 untuk membahas dan meratifikasi Piagam Hak dan kebebasan Nasional.

Pada unifikasi yang terjadi pada Mei 1990, bekas presiden Yaman Utara Ali Abdullah Saleh menjadi kepala negara dan bekas presiden Yaman Selatan Ali Salim Al-Beedh sebagai wakil presiden.

Perselisihan antara kedua pemimpin telah menimbulkan perang saudara untuk memecah negara, namun berakhir dengan didudukinya Aden oleh pasukan Abdullah Saleh pada Juli 1994. Pemisahan Yaman Selatan gagal.

Diulas oleh:
ABDALLAH AL-HAMMAMI Misi Tetap Republik Arab Yaman di Perserikatan Bangsa-Bangsa
Editor: Sejarah Negara Com