Pasien Virus Corona California Terlantar Berhari-hari

  • Whatsapp

Seorang pasien virus corona di California harus menunggu berhari-hari untuk diperiksa karena kriteria federal yang ketat, terlepas dari saran dokter.

Dilansir dari The New York Time, pasien yang telah dites positif, mungkin orang pertama yang terinfeksi melalui penyebaran komunitas di Amerika Serikat, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Rabu (26/02/2020).

Menyusul meningkatnya kecaman dari berbagai pihak bahwa tanggapan pemerintah lamban dalam menanggapi penyebaran virus corona, Presiden Trump pada hari Rabu menunjuk Wakil Presiden Mike Pence untuk mengoordinasikan tanggapan pemerintah. Trump terkesan menyepelekan bahaya virus tersebut bagi warga negaranya dari wabah domestik yang meluas ini.

“Risiko terhadap rakyat Amerika tetap sangat rendah,” kata Trump. “Kami memiliki para ahli terhebat, benar-benar di dunia, di sini.”

Dokter di University of California, Davis Medical Center menganggap patogen baru itu sebagai diagnosis yang memungkinkan ketika orang tersebut pertama kali dirawat minggu lalu.

Tetapi badan federal yang melakukan pengujian tidak melakukan tes sampai beberapa hari kemudian karena kasus itu tidak sesuai dengan kriteria pengujian yang sempit dari lembaga tersebut, pejabat universitas mengatakan dalam sebuah surat kepada komunitas kampus Rabu malam.

CDC telah membatasi pengujian pada pasien yang melakukan perjalanan ke China baru-baru ini atau yang tahu mereka memiliki kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus corona.

CDC tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Pasien dipindahkan ke pusat medis dari rumah sakit lain di California Utara dengan dugaan infeksi virus, dan sudah menggunakan ventilator ketika tiba.

“Setelah masuk, tim kami bertanya kepada pejabat kesehatan masyarakat apakah kasus ini bisa Covid-19,” isi surat tersebut. Pusat medis meminta pengujian dari CDC “Karena pasien tidak memenuhi kriteria CDC yang ada untuk Covid-19, tes tidak segera dilakukan. UC Davis Health tidak mengontrol proses pengujian.”

Pos terkait