Kuwait

  • Whatsapp
Kota Kuwait

Di Kuwait sama sekali tidak ada sungai air. Zat cair yang membawa kehidupan bagi negara ini tampaknya justru sungai minyak. Demikian hebatnya penghasilan dari industri perminyakan, yang dikembangkan sejak Perang Dunia II, sehingga kini telah menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

Banyak dari kekayaan negara itu telah dipergunakan untuk membiayai suatu program kesejahteraan sosial jangka panjang bagi rakyatnya.

Bacaan Lainnya

Geografi Kuwait

Negara Kuwait mencakup daerah seluas 17.818 km2 di timurlaut Jazirah Arabia, di bagian kepala Teluk Persia (yang oleh bangsa Arab disebut Teluk Arabia). Batas wilayahnya meliputi: di sebelah utara dan barat dengan Irak, sedangkan di sebelah selatan dan barat dengan Arab Saudi.

Suatu zone netral kira-kira seluas 5.700 km2 dibagi di antara Kuwait dan Arab Saudi dan kedua negara ini sepakat untuk mengembangkan sumber daya di daerah itu secara bersama-sama.

Kebanyakan wilayah negeri ini rata, berpadang pasir, dan hanya di sana-sini terdapat bukit-bukit kecil. Tidak terdapat sungai ataupun danau, sedangkan curah hujan terbatas.

Kejarangan adanya tumbuhan menunjukkan pengaruh iklim yang sangat panas dan kering. Namun, di bawah tanah yang tandus ini terletak antara 15%-20% seluruh cadangan minyak yang diperkirakan ada di dunia dan satu-satunya deposit minyak yang terkaya di dunia.

Peta wilayah Kuwait

Rakyat dan Ekonomi

Kuwait adalah sebuah negara lslam. Bahasa resminya adalah bahasa Arab walaupun bahasa Inggris juga dipakai secara luas. Penduduk asli adalah keturunan orang Anaiza, yang berpindah ke garis pantai dari padang pasir pedalaman pada abad ke-18.

Lebih dari separuh penduduk Kuwait sekarang terdiri atas berbagai bangsa dari negara lain yang datang ke sana untuk bekerja. Kebanyakan imigran itu datang dari negara-negara Arab tetangga, tetapi ada juga orang Iran, India, Pakistan, dan beberapa orang Eropa.

Banyak dari angkatan kerja melibatkan diri dalam kegiatan industri perminyakan, yang melebihi semua kegiatan ekonomi lainnya di Kuwait. lndustri-industri lain termasuk pembuatan pupuk kimia, minuman ringan, semen, dan genteng.

Pemerintah telah menjalankan suatu program berskala besar bagi penyulingan dan desalinisasi air untuk mencukupi kekurangan air. Namun, karena kurangnya air untuk irigasi, maka pertanian menjadi terbatas, sedangkan sejumlah besar pangan negara itu diimpor.

Beberapa padi-padian, gandum dan sayuran ditanam di oasis padang pasir. Kambing, onta, dan biri-biri dipelihara oleh para penggembala yang seminomadik.

Sebelum industri minyak merevolusikan ekonomi Kuwait, kebanyakan orang menekuni kegiatan perikanan, penyelaman mutiara, dan pembuatan kapal. Kapal-kapal tersebut bepergian ke banyak pelabuhan Asia dan Afrika sehingga para pelaut dari negeri ini terkenal di banyak negara.

Kuwait sendiri semula merupakan suatu wilayah suku pengembara yang menyeberangi padang pasir dari musim ke musim. Pada kenyataannya baru dalam kurun waktu 25 sampai 30 tahun terakhir negara ini telah menarik sejumlah penduduk ke kota sekali lagi berkat adanya minyak.

Semua penduduk Kuwait, baik asli maupun tidak, mengambil keuntungan dari berbagai jasa sosial yang luas. Program kemakmuran pemerintah termasuk salah satu program terluas di dunia, yang meliputi perawatan medis dan perawatan di rumah sakit secara bebas serta perumahan dengan sewa yang rendah.

Sebagai akibat dari program pendidikan yang gratis, yang meliputi berbagai fasilitas untuk pendidikan dewasa, maka tingkat melek huruf di Kuwait termasuk salah satu yang tertinggi di Timur Tengah.

Sebagian besar kemajuan ini dicapai selama pemerintah Syekh Abdullah al-Salim al-Sabah, yang memerintah dari tahun 1950 sampai meninggalnya pada tahun 1965, dan telah berlanjut di bawah pemerintahan keluarga Sabah.

Kota-kota

Kota Kuwait adalah ibu kota dan kota terbesar, dengan jumlah penduduk 200.000 jiwa. Kota itu juga merupakan pusat perdagangan dan keuangan negara.

Gedung-gedung baru telah menyemarakkan bagian kota itu dengan suatu penampilan modern yang khas. Dekat kota tersebut terletak pelabuhan Shuwaykh, sedangkan ke arah selatan terletak kota minyak penting Mena Al-Ahmadi.

Sejarah Kuwait

Negara Kuwait, yang berkembang dari suatu kota pantai kecil dengan nama yang sama, didirikan sekitar tahun 1740. Pada tahun 1756 bangsa ini memilih emir (kepala pemerintahan) mereka yang pertama, Sabah I, yang merupakan cikal-bakal dinasti yang memerintah sampai sekarang.

Perdagangan amat menguntungkan sehingga masyarakat berkembang makmur. Posisi Kuwait di kepala teluk itu, membuatnya menjadi sebuah pelabuhan yang penting.

Akan tetapi, kehidupan yang makmur ini terus-menerus diancam oleh invasi dari pedalaman Jazirah Arabia dan oleh suatu usaha bangsa Turki untuk memaksakan dominasi langsung.

Bangsa Kuwait mencari perlindungan dari Inggris dan dalam tahun 1899 suatu perjanjian dirundingkan di antara kedua negara yang memutuskan bahwa pihak Inggris setuju melindungi Kuwait dan juga bertanggung jawab atas urusan luar negeri negara itu.

Pada tahun 1961 proteksi formal Inggris itu diakhiri berdasarkan perjanjian yang disepakati oleh kedua pihak dan Kuwait menjadi merdeka penuh.

Pemerintah

Kuwait adalah sebuah emirat (atau amirat), suatu negara yang diperintah oleh seorang emir. Kekuasaan memerintah menjadi milik keluarga Sabah, yang memilih emir di antara para anggota sendiri.

Dalam konstitusi tahun 1962, terdapat suatu dewan nasional yang terdiri atas 50 anggota, yang dipilih untuk masa jabatan 4 tahun. Emir menunjuk perdana menteri.

Gambar Terkait

Diulas oleh:
SAMI Y. SHAMMAS, Konsul dan Kuasa Usaha Misi Tetap Negara Kuwait ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (2003)
Editor: Sejarah Negara Com

Subscribe to our newsletter

Pos terkait