Sejarah Negara Com
Ensiklopedia sejarah dan negara

Pakistan

Pakistan merupakan suatu negara baru tetapi sekaligus negara tua. Negeri ini baru muncul sebagai negara baru pada tahun 1947. Namun, di Pakistan banyak tempat yang sejarahnya bermula 500.000 tahun yang lampau, yaitu ketika manusia belajar membuat peralatan kasar dari batu.

Pakistan merupakan negara yang penuh dengan sisa-sisa budaya dan monumen peradaban kuno. Sisa-sisa ini menggambarkan perkembangan manusia dari seorang makhluk primitif hingga menjadi manusia cerdas yang mampu menciptakan filsafat dan teknologi.

Mungkin di antara peradaban kuno yang paling terkenal adalah yang terdapat di Lembah Sungai Indus yang berkembang antara 2500-1500 tahun sebelum Masehi dan yang sisa-sisanya dapat ditemukan di Mohenjo-Daro dan Harappa.

Seorang pengunjung yang tertarik oleh berbagai budaya kuno dapat melihatnya dengan mata telanjang panorama sejarah yang akan membawanya ke Zaman Batu dan Perunggu di Lembah Indus sampai dengan zaman Pakistan kuno periode Hindu, Budha, dan Islam. Dia dapat juga melihat perkembangan Pakistan modern sejak awal masa kemerdekaannya.

Budaya Pakistan yang sekarang ini masih membawa jejak-jejak peradaban kuno. Di antara berbagai barang yang ditemukan di Mohenjo-Daro adalah kereta mainan yang sumber tiruannya berupa kereta lembu yang masih terdapat di jalan-jalan berdebu di lahan pertanian di Sind.

Berbagai perkakas yang digunakan oleh orang kampung di sekitar Harappa di Punjab merupakan perkakas kuno asli, dan kadang-kadang reproduksi yang persis, dari kendi yang digali oleh para arkeolog.

Penggalian di kedua tempat ini telah menemukan berbagai rumah yang dibangun dan ditata apik dengan jalan-jalan lurus, rata dan bertrotoar serta berselokan umum. Perumahan penduduk di banyak kota kecil saat ini masih meniru pola-pola perumahan seperti itu, meskipun berbagai kota besarnya telah mengambil berbagai bentuk arsitektur modern.

Karena mayoritas penduduk Pakistan beragama Islam, masjid yang berkubah dan bermenara banyak terdapat di mana-mana. Orang Islam di sini masih mengumandangkan azan seperti nenek moyang mereka ratusan tahun yang silam. Islam merupakan dasar utama negeri ini untuk memisahkan diri dari negara tetangganya, India, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu pada tahun 1947.

Sejak itu, hukum Islam digunakan sebagai dasar bagi hukum ekonomi, pemerintahan, dan sistem pendidikan Pakistan.

Demikianlah, seorang tamu asing akan melihat banyak jalan Pakistan kini penuh dengan mobil. Laki-laki dan perempuan bergegas ke tempat kerja di pabrik-pabrik dan di kantor-kantor. Universitas, akademi, dan sekolah penuh dengan mahasiswa dan siswa yang belajar teknik industri modern dan penelitian ilmiah.

Rumah-rumah kini penuh dengan perabotan modern baik di kota besar maupun di kota kecil. Kini Pakistan merupakan suatu masyarakat dalam keadaan peralihan yang pesat, yaitu masih memelihara ciri-ciri tradisionalnya, tetapi juga menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan industri dan teknologi modern.

Di waktu lampau Pakistan sering dilanda berbagai peristiwa. Pada tahun-tahun sejak kemerdekaannya, sejarah negeri ini kadang-kadang cukup rusuh. Ketika wilayah ini muncul sebagai sebuah negara pada tahun 1947, Wilayah ini terdiri atas dua bagian, yaitu Pakistan Barat dan Timur yang letaknya terpisah sejauh 1.600 km.

Pertentangan politik di antara kedua wilayah ini akhirnya menjurus pada perang saudara dan konflik bersenjata antara Pakistan dan India. Pada tahun 1971, Pakistan Timur memisahkan diri dan menyatakan diri sebagai negara merdeka-Bangladesh.

Geografi

Luas Pakistan yang sekarang adalah 803.940 km2. Wilayahnya berbatasan dengan India di timur dan tenggara, dengan Afghanistan di baratlaut, dengan Iran di barat, dan dengan Laut Arabia di selatan. Sebagian perbatasan utaranya masih disengketakan antara India dan Pakistan, yaitu wilayah Kashmir. Pakistan dibagi menjadi 4 propinsi: Punjab, Propinsi perbatasan Utara-Barat, Sind, dan Baluchistan.

Sebagian besar wilayah adalah bergunung. Di utara, pegunungannya kadang-kadang mencapai ketinggian yang cukup besar dan beberapa di antaranya selalu tertutup salju. Tirich Mir, puncak gunung tertinggi, dengan ketinggiannya 7.700 m.

Bagian barat merupakan bagian dari plato besar Iran yang terutama terdiri atas sederet plato dengan berbagai ketinggian yang dikelilingi oleh barisan gunung tinggi yang mencapai ketinggian maksimum 3.441 m di Takht-i-Sulaiman.

Sebagian besar plato di Iran kosong dan gersang meskipun di beberapa lembahnya banyak tersedia air dan dapat ditanami. Bagian timur Pakistan berupa dataran rendah walaupun di sisi utaranya kadang-kadang terdapat beberapa bukit yang tinggi.

Sungai terpenting di Pakistan adalah Sungai Indus yang berhulu di Tibet dan, setelah mengalir melalui berbagai pegunungan dan jurang, mengalir melalui dataran rendah. Sungai Indus, bersama dengan beberapa anak sungainya, merupakan kehidupan utama pertanian, karena dari Sungai Induslah banyak dibangun jaringan terusan irigasi.

Terdapat curah hujan yang sedikit, sehingga salju pegunungan merupakan sumber terpenting untuk mengairi terusan-terusan ini. Di Pakistan terdapat dua padang pasir, yaitu gurun Thal di utara dan gurun Thar di tenggara. Berdampingan dengan delta Sungai Indus adalah dataran rendah asin yang disebut Rann of Kutch.

Pegunungan di Pakistan utara berhutan lebat, tetapi pegunungan baratnya tidak. Di daerah rendah, satu-satunya hutan alam terdapat di sepanjang lembah sungai.

Suhu di Pakistan sangat beragam sekali. Suhu di daerah pegunungan banyak bergantung pada ketinggian tempat yang berkisar antara suhu yang amat dingin dan amat panas. Suhu di daerah dataran rendahnya juga berubah dari musim ke musim, yang berkisar antara 46° C pada bulan Juni dan 4° C pada bulan Januari.

Di bagian utara Pakistan banyak terdapat kehidupan satwa buas. Daerah ini merupakan tempat tinggal biri-biri Marco Polo yang mengesankan, biri-biri biru, ibex dan markhor Siberia (keduanya merupakan spesies kambing liar), harimau kumbang salju, beruang hitam, dan beruang cokelat.

Di dataran rendahnya banyak terdapat rusa, beruang, serigala, kucing hutan, kucing kesturi, hiena, dan berbagai jenis binatang pengerat dan reptil. Di Pakistan terdapat lebih dari 100 jenis burung.

Peta wilayah Pakistan

Kunjungi Peta Pakistan atau di google map

Penduduk Pakistan

Sebagian besar orang Pakistan tinggal di sepanjang atau di sekitar Sungai Indus dan banyak anak sungainya. Orang Punjab merupakan kelompok keturunan yang terbesar. Islam merupakan agama dari 97% penduduk dan merupakan dasar bagi pelaksanaan hukum dan pemerintahan.

Sejak zaman dahulu, berbagai kelompok dan suku bangsa bermigrasi dari Asia Tengah dan bermukim di Pakistan sekarang. Mereka terutama terdiri atas suku Aria atau campuran suku Aria dan Mongolia.

Pemukim suku Aria bertutur bahasa yang serumpun dengan keluarga bahasa lndo-Eropa, termasuk berbagai bahasa Eropa modern lainnya. Terdapat pula migrasi yang serupa yang datang dari Asia barat, meskipun skalanya jauh lebih kecil.

Suku yang membangun peradaban lembah Indus adalah suku Dravidia, yang secara fisik, adat-istiadat, dan bahasa mereka berbeda dengan suku Aria yang datang berikutnya. Berbagai suku ini telah bercampur dalam tingkat yang berbeda di berbagai bagian Pakistan, meskipun suku yang dominan berdarah Indo-Aria.

Cara Hidup penduduk Pakistan

Rumah

Golongan kaya dan menengah-atas Pakistan tinggal di vila-vila yang nyaman dengan berbagai perlengkapan modern. Di berbagai kota besar, golongan menengah-bawah dan kadang-kadang golongan berada tinggal di apartemen-apartemen.

Rumah tradisional di kota kecil Pakistan dibangun di sekitar alun-alun. Tempat tinggal orang berada seringkali terbuat dari batu bata dan dibagi menjadi 2 bagian: yang satu digunakan oleh suami untuk menerima tamu dan mengurus berbagai urusannya, sedangkan yang lainnya adalah ruang pribadi yang digunakan suami untuk berkumpul bersama istri dan anak-anaknya ketika mereka tidak ke luar rumah.

Namun, jumlah rumah seperti itu tidaklah besar. Pada umumnya, ciri rumah di pedesaan Pakistan terbuat dari campuran tanah liat atau batu bata dan biasanya beratap rata. Rumah seorang petani biasanya memiliki pagar pekarangan yang luas untuk menjaga ternaknya, untuk menyimpan padinya dan makanan ternak, serta perkakas pertanian lainnya.

Makanan

Roti gandum adalah makanan utama penduduk Pakistan. Roti ini dimakan bersama daging dan sayuran. Minuman nasionalnya adalah teh dan susu masam. Dahi, sejenis susu masam kental, juga dimakan.

Makanan Pakistan adalah pedas tetapi tidak sepedas, misalnya, makanan India Selatan atau Meksiko. Dalam berbagai upacara pesta dihidangkanlah pilaf (orang negeri ini menyebutnya dengan pulao). Pilaf adalah nasi yang dimasak dengan daging dan kuah daging.

Makanan yang lebih bervariasi di kota-kota dan kota kecil lainnya lebih mirip dengan masakan Asia Tengah. Makanan tersebut terdiri dari pilaf, berbagai macam kebab (yaitu daging goreng atau bakar, atau rebus baik yang dipotong besar-besar maupun kecil-kecil, atau daging halus yang dicincang), dan sautés atau rebusan (disebut qormas dan salans) yang terbuat dari daging, sayuran, dan kadang-kadang telur serta ikan.

Makanan Pakistan sangat beraneka ragam rasa dan aromanya karena berbagai macam bumbu dan macam-macam campurannya. Masakan daging pada umumnya menggunakan daging kambing, ayam, atau daging sapi. Daging babi tidak dimakan, karena dilarang menurut hukum Islam.

Pakaian

Sejumlah besar orang Pakistan yang tinggal di kota-kota besar berpakaian model Eropa, meskipun dalam acara-acara resmi dan festival mereka menggunakan pakaian nasionalnya. Pakaian nasional ini terdiri atas topi bulu, yang disebut dengan kopiah jinnah, jaket panjang, yang disebut sherwani, dan shalwar (celana panjang yang longgar) atau celana putih yang amat ketat (churidar).

Penduduk kampung akan memakai shalwar bersama dengan kemeja yang agak panjang, yang dipakai di luar celananya, serta memakai sorban. Model pakaian wanita Pakistan modern berganti secepat model pakaian wanita di berbagai negara lainnya. Namun, pada umumnya pakaian untuk wanita adalah shalwar dan qamis atau kurta, yaitu pakaian yang serupa
kemeja.

Di samping itu, wanita di pedesaan berpakaian dupatta, selendang panjang yang menutup kepala dan dadanya. Namun, wanita yang bergaya hanya memakai dupatta sampai ke dagunya saja dan membiarkannya tertiup angin di belakang punggungnya.

Festival

Sebagian besar festival Pakistan pada pokoknya adalah festival keagamaan. Festival yang terbesar adalah Idul Fitri (Hari Lebaran setelah berpuasa 1 bulan), menyusul bulan Ramadan, bulan puasa umat Islam.

Pada Idul Fitri, setiap keluarga hanya sarapan vermicelli (semacam spagheti tipis) sedikit, minum susu manis, makan semacam buah kenari, kismis, dan buah kurma. Lalu seluruh masjid penuh dengan orang yang mau bersembahyang. Mereka berpakaian bagus-bagus; anak-anak khususnya memakai pakaian yang gemerlap.

Setelah itu mereka akan saling berkunjung di antara kawan dan saudara, sedangkan para tamu itu disuguhi kue-kue. Festival besar lainnya adalah Idul Adha (atau Hari Raya Kurban) untuk memperingati ketaatan Nabi Ibrahim menyembelih anaknya atas perintah Tuhan. Hari Raya Kurban ini dirayakan sama meriahnya dengan ldul Fitri, kecuali bahwa di Hari Raya Kurban banyak dihidangkan masakan daging.

Bahasa

Bahasa Urdu, yang dituturkan oleh sekitar 9% penduduk Pakistan, merupakan bahasa resmi Pakistan. Enam puluh lima persen penduduk lainnya bertutur dalam bahasa Punjabi, 11%-nya bertutur dalam bahasa Sindhi, sedangkan 24% lainnya bertutur dalam berbagai bahasa lain
termasuk bahasa Pushtu, Baluchi, dan Brahui.

Semua bahasa tersebut, kecuali bahasa Brahui (yang termasuk keluarga bahasa Dravidi), termasuk rumpun keluarga Indo Eropa. Bahasa Inggris merupakan bahasa pembantu.

Kota

Pakistan memiliki beberapa kota yang ramai. Di antara berbagai kotanya, kota yang termuda adalah Islamabad, yang merupakan ibu kota baru Pakistan. Banyak bangunan kantor dan perumahan pegawai pemerintah pusat dibangun di kota ini, dan penduduknya, yang lebih kecil ketimbang banyak kota besar lainnya, berkembang dengan cepatnya. Kota yang indah ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang merupakan kaki perbukitan pegunungan Himalaya yang besar itu.

Ketinggian kota Islamabad adalah mendekati 610 m di atas paras laut. Semua bangunannya adalah bangunan modern dan para ahli perencanaan telah membangun pemandangan alamiah yang menarik di Islamabad.

Islamabad terletak hanya beberapa kilometer saja dari kota tua Rawalpindi, yang merupakan bekas ibu kota sementara Pakistan, selagi ibu kota yang baru sedang dibangun.

Kota terbesar Pakistan adalah Karachi. Karachi merupakan kota yang masih relatif muda yang dibangun pada permulaan abad ke-18 ketika dibangun benteng di sana untuk melindungi perdagangan laut yang menjadi menarik karena pelabuhannya yang indah. Hingga kini pun, Karachi bahkan merupakan kota pelabuhan satu-satunya bagi Pakistan dan negara tetangganya, Afghanistan.

Sejak terbentuknya negara Pakistan, penduduk kota ini telah berkembang secara pesat dan bahkan terus berkembang. Bandar udaranya penting bagi dunia karena terletak di tengah jalan antara Eropa dan dunia Timur. Karachi telah berkembang sebagai kota pusat industri yang besar yang menghasilkan tekstil dan berbagai barang konsumsi, beberapa di antaranya bahkan diekspor.

Di Karachi terdapat Universitas Karachi, Akademi Pakistan untuk Urusan Internasional, serta berbagai institut pendidikan lain, lembaga kebudayaan dan lembaga penelitian. Karachi terbentang di atas tanah yang luas. Karachi pernah menjadi ibu kota negara ini dari tahun 1947-1959.

Di utara Karachi terletak kota Hyderabad, yaitu kota utama Sind yang dibangun pada tahun 1782. Bagian kota tuanya amat menarik sekali. Ciri rumah yang menarik adalah berbentuk seperti kotak, dengan atapnya dirancang untuk mendapat angin sejuk yang bertiup dari laut yang jauhnya sekitar 160 km.

Udara tersebut masuk ke rumah karena tekanan udara itu sendiri dan membuat sejuk seisi rumah selama bulan-bulan musim panas. Universitas Hyderabad terletak di pinggiran kota di Jamshoro.

Salah satu kota tertua di Pakistan adalah Multan yang dibangun sekitar tahun 320 sebelum Masehi, dan kota ini sudah ada ketika Iskandar yang Agung menyerbu negeri ini. Kota ini tercatat terus dalam sejarah dan pernah terkenal sebagai pusat pendidikan dan budaya. Multan juga terkenal dengan ubin Persia abad pertengahan.

Faisalabad, yang juga pernah disebut dengan Lyallpur, merupakan kota industri modern dan kota persilangan jalan kereta api. Faisalabad merupakan tempat kedudukan Universitas Pertanian Pakistan.

Lahore merupakan ibu kota propinsi Punjab dan merupakan kota pusat industri dan perdagangan. Di Lahore terdapat Universitas Punjab yang merupakan salah satu universitas tertua di Pakistan dan juga terkenal dengan berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan budaya yang luas.

Di Lahore terdapat berbagai monumen dari berbagai masa sejarah, karena sepanjang sejarahnya Lahore merupakan ibu kota propinsi atau ibu kota suatu kerajaan.

Di Lahore terdapat sejumlah masjid terkenal dalam sejarah, yang terkenal di antaranya adalah Masjid Badshahi atau Masjid Kerajaan yang dibangun oleh kaisar Mogul, Aurangzeb, pada abad ke-17. Suatu benteng, yang juga dibangun selama periode yang sama, berisi beberapa istana dan banyak bangunan menarik lainnya.

Masjid Badshabi di Lahore, Pakistan

Peshawar, yang terletak di Propinsi Perbatasan Utara-Barat, merupakan suatu kota yang amat tua yang dibangun berabad-abad yang lalu semasa Hindu dan Budha.

Di Peshawar juga terdapat monumen periode Mogul, yaitu dinasti Islam yang besar yang pernah memerintah di sini. Terdapat juga universitas di Peshawar. Baik Lahore maupun Peshawar mengingatkan orang terhadap kota-kota di Asia Tengah atas tata kota, keadaan umum, dan kesannya.

Ekonomi

Pokok ekonomi Pakistan adalah pertanian. Tanaman pangan utamanya adalah gandum, meskipun berbagai jenis padi yang mahal harganya juga tumbuh untuk komoditi ekspor. Pada tahun-tahun belakangan ini, berkat pemakaian bibit unggul dan pupuk telah dihasilkan produksi yang sangat mengesankan di bidang tanaman gandum sehingga Pakistan kini hampir dapat berswasembada pangan.

Tanaman pangan lainnya adalah jewawut, jagung, dan bulgur. Kapas juga merupakan tanaman ekspor penting lainnya. Berbagai ragam bahan baku kapas Amerika telah menghidupkan industri tekstil setempat dan juga diekspor dalam jumlah yang besar. Tembakau, gula, dan biji minyak juga tumbuh dalam skala yang besar.

Peternakan ayam juga telah berkembang dengan pesat, sedangkan perikanan dikembangkan secara ilmiah. Pantai Pakistan kaya akan makanan laut, sedangkan danau dan sungainya sarat dengan ikan.

Ketika Pakistan memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1947, industri jarang ditemukan, tetapi sejak itu negeri ini berkembang pesat sekali. Industri utamanya industri tekstil katun dan pemintalan karpet, telah membuatnya menjadi negara pengekspor terbesar.

Industri lainnya adalah industri kertas dan kayu, semen, produk kulit, kimia dan farmasi, pupuk, gula, rokok, dan industri makanan yang diawetkan. Berbagai rencana kini sedang dikembangkan untuk membangun industri berat.

Penemuan endapan gas alam dalam jumlah besar telah membantu sekali industrialisasi di Pakistan. Sumber mineral lainnya adalah endapan batu bara, garam, gips, kromit, besi, batu kapur, air asin, tanah liat, dan produksi minyak.

Sejarah Pakistan

Waktu Lampau

Lembah Sungai Indus serta wilayah sekitarnya yang kini menjadi Pakistan, merupakan salah satu tempat lahir peradaban dunia, sama halnya dengan masa Mesir Kuno, Mesopotamia, dan Cina.

Di sekitar tahun 1500 sebelum Masehi, terdapat migrasi besar-besaran dari suku Aria dari utara. Suku Aria membawa bahasa baru, Sanskerta, yaitu asal mula bahasa Indo-Eropa di Pakistan dan India modern.

Mereka juga membawa adat-istiadat dan tradisi beragama sendiri yang, setelah bercampur dengan budaya awal Dravidia, berkembang menjadi Hinduisme. Beberapa ratus tahun kemudian, berkembanglah berbagai kerajaan lndo-Aria yang tersebar di bagian utara anak benua Pakistan-India.

Pada abad ke-6 sebelum Masehi, Pakistan berada di bawah kekuasaan dinasti Achaemenid dari Persia. Kemudian mendapat serbuan dari Iskandar yang Agung pada tahun 327 sebelum Masehi.

Kerajaan pertama yang hampir dapat menyatukan anak benua ini adalah kerajaan Maurya yang berkembang sejak abad ke-4 sampai ke-2 sebelum Masehi. Rajanya yang terbesar, Asoka (yang berkuasa selama abad ke-3 sebelum Masehi), mengubah keyakinannya menjadi Budha.

Setelah runtuhnya kerajaan Maurya, di Pakistan berdirilah berbagai kerajaan yang silih berganti di beberapa tempat. Pada abad ke-1, suku Kush, suku yang berasal dari Asia Tengah, mendirikan sebuah kerajaan yang berlangsung sampai abad ke-3.

Selama periode Kush inilah, Budhisme berkembang di Pakistan dan banyak meninggalkan sisa-sisa bangunan arsitektur yang besar dan patung-patung. Kush ini lalu diganti oleh Sassanian (suatu dinasti yang memerintah kerajaan Persia) dan oleh Hun, suku yang berasal dari Asia bagian yang lebih ke timur lagi.

Masuknya Agama Islam

Agama Hindu baru mulai bangkit lagi di Pakistan pada abad ke-8 ketika bangsa Arab berhasil menaklukkan Sind di wilayah selatan. Sedangkan di wilayah utara berada di bawah Islam pada awal abad ke-10.

Sejak itu Islam banyak mempengaruhi kehidupan dan budaya penduduk Pakistan. Banyak di antara daftar penakluk dan penguasa berasal dari Asia Tengah sehingga budaya modern pun masih menampilkan pengaruh kuat dari Asia Tengah.

Kerajaan Asia terakhir di anak benua Pakistan-lndia adalah Mogul, yaitu dinasti Islam yang masih memiliki hubungan dengan para penakluk dari Turki. Kerajaan Mogul berkembang dari abad ke-16 sampai 18 ketika kendali anak benua tersebut lepas ke tangan Inggris.

Pada awal abad ke-20, nasionalisme mulai mempengaruhi pikiran banyak orang sehingga perasaan anti lnggris mulai mencari penyalurannya. Menyusul Perang Dunia I, berbagai gerakan massa mulai diorganisasi di seluruh anak benua Pakistan-India untuk menuntut pemerintahan sendiri.

Perjuangan Kemerdekaan

Setelah itu terjadilah berbagai tekanan terhadap Inggris untuk memberikan status pemerintahan sendiri yang lebih besar terhadap rakyat. Dua rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah Inggris pada tahun 1919 dan 1935 bagi konstitusi kerajaan India yang baru, tidak memenuhi harapan para pemimpin politik dan rakyat.

Ketika pecah Perang Dunia II, tuntutan kebebasan menjadi semakin mendesak sehingga Inggris mengira bijaksana untuk bekerja sama dengan rakyat di dalam upaya perang ini. Pada akhir Perang Dunia 2, Inggris memutuskan untuk melepaskan anak benua ini.

Ketika peralihan kekuasaan itu hampir tiba saatnya, muncullah perpecahan di antara rakyat anak benua ini. Yang terpenting dan yang paling mendalam adalah antara golongan Hindu dan golongan Islam.

Inti daripada perpecahan ini belum sepenuhnya dimengerti oleh orang di luar anak benua. Orang Hindu dan orang Islam tidaklah membentuk dua sekte agama terhadap orang-orang yang sama, sebagaimana halnya, misalnya orang Kristen dan orang Yahudi di kebanyakan negara Barat.

Sebaliknya, orang Islam dan orang Hindu mewakili dua budaya dan cara hidup yang berbeda. Perbedaan ini terdapat di seluruh aspek kehidupan-mulai dari makanan, pakaian, perkakas, literatur, dan pola berpikir.

Sepanjang sejarahnya, sejak Islam masuk ke anak benua ini, orang Islam berhasil mempertahankan budaya mereka yang berbeda dan berhasil untuk tetap memelihara masyarakatnya secara utuh. Mereka tidak mau menjadi masyarakat minoritas di dalam negara India yang segera merdeka yang mayoritas penduduknya adalah orang Hindu.

Oleh sebab itu, golongan Islam, melalui organisasinya, Liga Muslimin, di bawah kepemimpinan Mohammad Ali Jinnah, menuntut negara terpisah di tempat yang mayoritas penduduknya adalah orang Islam.

Daerah-daerah yang didominasi oleh Islam, termasuk Bengala Timur (yang lalu disebut Pakistan Timur dan kemudian menjadi negara Bangladesh) dan Pakistan Barat (Pakistan modern) menjadi wilayah yang merdeka, sedangkan daerah-daerah yang banyak terdapat orang Hindu menjadi bagian wilayah India modern.

Pemisahan itu disertai kekerasan dan perang pun pecah ketika Pakistan dan India sama-sama mengklaim Kashmir. Pertikaian di antara kedua negara baru itu juga mencakup hak guna air di beberapa anak Sungai Indus yang menjadi batas kedua negara. Namun, hal ini telah diselesaikan pada tahun 1961 dengan Perjanjian Sungai Indus

Kemerdekaan Pakistan

Pakistan lahir pada tahun 1947 sebagai negara demokrasi parlementer. Mohammad Ali linnah menjadi gubernur jenderal yang pertama, sedangkan tiaquat Ali Khan menjadi perdana menterinya yang pertama Pada tahun 1956.

Pakistan berubah menjadi negara republik, tetapi Jenderal Mohammad Ayub Khan mendirikan kekuasaan militer pada tahun 1958. Terpilih sebagai presiden pada tahun 1960, Ayub Khan memimpin selama 10 tahun dalam keadaan politik yang stabil.

Menjelang tahun 1968. rakyat menginginkan Pakistan kembali ke demokrasi dan suatu sistem pemerintahan yang baru. Mereka melakukan unjuk rasa sehingga memaksa Ayub Khan untuk mengundurkan diri digantikan oleh Jenderal Agha Mohammad Yahya Khan. Namun, Yahya Khan tidak berhasil mengembalikan negeri ini sebagai negara demokrasi.

Pemilihan umum yang dilangsungkan pada tahun 1970 dimenangkan oleh Liga Awami Pakistan Timur, yang menginginkan otonomi yang lebih besar bagi wilayahnya. Oleh karena itu, Yahya Khan menolak mengakui hasil pemilihan umum ini.

Pecahlah perang saudara pada tahun 1971 ketika Pakistan Timur berusaha untuk melepaskan diri dari Pakistan. Tentara yang dikirim dari Pakistan Barat untuk mematahkan pemberontakan dapat dikalahkan ketika India campur tangan berpihak pada Pakistan Timur yang lalu memperoleh kemerdekaannya sebagai negara baru, Bangladesh.

Peristiwa Terakhir

Yahya Khan lalu mengundurkan diri dan digantikan oleh Zulfikar Ali Bhutto sebagai presiden, yaitu seorang pemimpin Partai Rakyat Pakistan. Lalu ditetapkanlah konstitusi baru pada tahun 1973 dengan memilih Bhutto sebagai perdana menteri. Namun, Bhutto menghadapi berbagai masalah sehingga tidak mampu memerintah negara secara efektif.

Pada tahun 1977, dia digulingkan oleh kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Mohammad Zia ul-Haq. Bhutto ditangkap, diadili, dan dituduh berkomplot berusaha membunuh lawan politiknya sehingga dia dihukum gantung pada tahun 1979.

Zia, yang menyatakan diri sebagai presiden pada tahun 1978, memerintah di bawah undang-undang darurat perang. Dia memperkenalkan berbagai perubahan yang didasarkan pada hukum Islam dan berusaha mengembangkan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Islam lainnya.

Setelah serbuan Uni Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979, banyak penduduk Afghanistan melarikan diri melintasi perbatasan ke Pakistan sehingga menimbulkan berbagai masalah politik dan ekonomi yang parah bagi pemerintah.

Undang-undang baru, yang pertama sejak kudeta militer, pada tahun 1985 disetujui oleh rakyat. Pada tahun yang sama, Zia mengumumkan dicabutnya undang-undang darurat perang. Zia terus berkuasa sebagai presiden dan kepala staf angkatan bersenjata.

Baca juga:

Diulas oleh:
l.H. QUERESHI, Wakil Rektor Universitas Karachi; penulis, The Pakistani Way of Life Diulas oleh RICHARD BUTWELL, Universitas Negeri Kalifornia, Dominguez Hills
Editor: Sejarah Negara Com