Sejarah Negara Com
Ensiklopedia sejarah dan negara

Taiwan

Selama berabad-abad Taiwan, sebuah pulau yang bergunung-gunung di lepas pantai Cina dan secara resmi dikenal sebagai Republik Cina, benar-benar merupakan surga bagi para nelayan, orang yang gemar melaut, dan para pemberontak.

Namun, sejak tahun 1949, ketika kaum nasionalis Cina melarikan diri dengan pesawat tatkala kaum komunis mengambil-alih kekuasaan di daratan Cina, Taiwan telah berubah dari sebuah negeri pertanian yang secara relatif terbelakang menjadi pusat industri maju di Asia.

Perkembangan ekonomi yang ”ajaib” ini akan nyata ketika orang dari seluruh dunia bergegas membeli berbagai produk yang dihasilkan, dari komputer sampai kapal barang. Di samping ketakutan bahwa kaum komunis Cina akan berupaya mengambil-alih Taiwan, pemerintah nasionalis terus mengembangkan ekonominya dengan mencari pasaran baru bagi hasil teknologi tingginya.

Geografi Taiwan

Peta politik Taiwan
Peta politik Taiwan

Kunjungi Peta Taiwan atau di google map

Taiwan terletak 160 km di lepas pantai tenggara daratan Cina, di seberang Selat Taiwan, Asia Tenggara. Sebagai pulau terbesar dari keempat belas pulau yang membentuk wilayah Republik Cina (yang lainnya adalah pulau Matsu dan Quemoy yang kecil serta kesebelas pulau Pescadores yang lebih kecil lagi) panjang pulaunya adalah 385 km dan lebarnya adalah 135 km.

Jajaran pegunungan memanjang dari utara ke selatan melalui Taiwan tengah menciptakan keindahan alam yang berteras-teras sehingga mengakibatkan para penjelajah Portugis menyebutnya sebagai pulau Formosa, yang berarti ”indah”.

Puncak pegunungan dan ngarainya yang mengesankan memanjang sampai ke laut di timur, tetapi, di bagian barat, pegunungannya sedikit demi sedikit berubah menjadi dataran rendah yang luas, yang menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduknya.

Iklim Taiwan adalah subtropis dengan suhu sedang, sekitar 23°C. Di samping hujan lebat yang dibawa oleh angin musim ke selatan di musim panas dan ke utara di musim dingin, pulau ini secara teratur dihantam oleh topan ganas yang bergerak dari Laut Cina Selatan di akhir musim panas dan di awal musim gugur. Curah hujan per tahun sedikit di atas 2.500 mm.

Taiwan memiliki banyak endapan batubara, batu kapur, marmer, dan dolomit, sedangkan gas alam ditemukan di pantai barat. Namun, kelangkaan sumber energi membuat negeri ini sangat bergantung pada minyak luar negeri. Sejak tahun 1977, pemerintah telah mengoperasikan, secara komersial, tiga dari empat pusat tenaga nuklirnya yang diharapkan akan menyediakan sebagian besar listrik menjelang tahun 1994.

Penduduk Taiwan

Hidup di kota Taipei, ibu kota Taiwan, semakin lama semakin menyerupai hidup di kota mana pun di dunia. Pesawat jet lalu-lalang di atas Bandara Internasional Chiang Kai Shek. Berbagai bangunan pencakar langit modern berjajar di tepi jalan ramai yang sering macet lalu-Iintasnya.

peta kepadatan penduduk Taiwan

Suguhan budaya melalui segala sesuatu, dari opera sampai musik rock, baik oleh artis setempat maupun oleh artis-artis terkenal dunia. Dalam beberapa hal, kota-kota Taiwan lain yang terlibat perdagangan internasional telah menjadi lebih kosmopolitan pula.

Kota-kota itu meliputi kota pelabuhan penting Kaohsiung di selatan, kota pelabuhan pembuatan kapal Keelung di utara, dan kota industri yang ‘ berkembang cepat Taichung di Taiwan tengah.

Tradisi Cina kuno tetap menentukan cara-cara dan nilai hidup sebagian besar penduduk Taiwan. Lebih dari 95% penduduk adalah orang Cina, sekitar 12% adalah keturunan Cina Hakka yang datang ke wilayah ini dari Cina selatan di awal abad ke-17.

Diperkirakan bahwa 16% penduduk adalah kaum nasionalis (dan anak-anaknya) yang lari ke’Taiwan pada tahun 1949, dan selebihnya adalah keturunan berbagai kelompok Cina yang para leluhurnya bermukim di di wilayah ini sejak abad ke-18 dan ke-19.

Keturunan aborigin Melayu Polinesia, yang kini sebagian besar hidup di daerah pegunungan, berjumlah sekitar 3-4%. Bahasa Cina Mandarin adalah bahasa resmi Taiwan, tetapi orang biasanya bertutur dalam dialek Cina dari tempat nenek moyangnya berasal.

Pada tahun 1968 diperkenalkan pendidikan gratis bagi anak usia 6-15 tahun sehingga mengakibatkan angka melek huruf naik dengan tajam. Taiwan memiliki sekitar 100 universitas dan perguruan tinggi negeri dan swasta sedangkan yang terbesar adalah Universitas Nasional Taiwan di Taipei yang merupakan univesitas negeri.

Di samping itu, setiap tahun lebih dari 5.000 pelajar pergi belajar ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat. Pemerintah juga menyediakan pusat latihan kerja untuk meningkatkan ketrampilan tenaga buruhnya.

Berbagai perayaan merupakan hal yang penting bagi orang Cina sehingga banyak hari libur tradisional dirayakan di Taiwan. Hari libur tradisional yang paling ramai adalah Tahun Baru Bulan.

Kesibukan sehari-hari terhenti selama seminggu sebelum dan sesudahnya ketika orang dari berbagai usia menghadiri berbagai upacara dan menonton parade dan pesta api. Hari Besar lainnya di Taiwan adalah Hari Dobel Sepuluh (hari ke-10 di bulan Oktober), yang juga disebut Hari Nasional, yaitu perayaan pemberontakan 10 Oktober 1911 yang melahirkan Republik Cina.

Perayaan yang jauh lebih tua lagi usianya adalah Festival Perahu Naga yang amat populer, yang memperingati upaya para orang perahu yang gagal mencegah penyair dan negarawan Chu Yuan menenggelamkan diri pada tahun 221 sebelum Masehi.

Selama berabad-abad festival ini menjadi arena perlombaan berbagai jenis perahu yang para awaknya mendayung bersama mengikuti irama genderang. Di samping itu, berbagai festival setempat yang tak terbilang jumlahnya dirayakan untuk menghormati tokoh-tokoh sejarah dan keagamaan.

Agama yang banyak dianut penduduk Taiwan adalah campuran antara Budhisme dan Taoisme, yang menyembah roh dan nenek moyang, meskipun juga tercatat 600.000 orang Kristen dan sejumlah orang Islam.

Ekonomi

Ekonomi Taiwan terus berkembang dengan menyandarkan diri pada ekspor dan teknologi tinggi. Perkembangan pesat industrinya yang ”ajaib” ini kini menyejajarkan negeri ini dengan Korea, Singapura, dan Hong Kong, sebagai salah satu dari ”Empat Harimau” yang mengancam kedudukan Jepang sebagai penghasil utama produk industri Asia ke berbagai negara lain.

Hingga tahun 1945, ketika Jepang mengembalikan Taiwan ke Cina, ekonomi pulau ini hanyalah pada pertanian yang menyediakan bahan mentah dan pangan bagi Jepang. Satu-satunya industri yang dibangun Jepang adalah pabrik penggilingan tebu.

Bantuan ekonomi pascaperang Amerika ke Taiwan terutama ditujukan agar pertaniannya lebih produktif lagi pada tahun 1953. Setelah bertahun-tahun memusatkan diri pada pertahanan militer, kaum nasionalis memperkenalkan rencana ekonomi yang salah satu cirinya yang penting adalah program reformasi tanah yang terbukti sangat berhasil.

Kini, meskipun hanya seperempat lahan Taiwan dapat ditanami tanaman pangan, para petaninya masih menghasilkan lebih banyak padi untuk konsumsi sendiri karena kemajuan di bidang bioteknologi, metode penanaman, dan mekanisasi.

Meskipun padi Taiwan diekspor, sejumlah besar jagung, kedelai, gandum, jewawut, dan cantel masih harus diimpor. Kini riset pertanian dipusatkan untuk mengembangkan jenis tanaman lain melalui penggunaan bibit unggul, pengendalian penyakit tanaman, dan berbagai metode memanen yang lebih efisien lagi.

Pemerintah membantu para petani melalui Serikat Petani yang bertindak sebagai badan pemberi kredit lokal serta koperasi pemasaran. Kemajuan di bidang pertanian telah mengurangi jumlah orang yang bekerja di bidang pertanian sampai sebesar 17,5%.

Berbarengan dengan upaya membuat pertanian lebih produktif, rencana ekonomi pertama melibatkan pemerintah ke dalam bidang industri dasar. Kini sebagian besar usaha (seperti pabrik gula, garam, tembakau, anggur, pelayanan listrik, komunikasi, minyak, aluminium, dan tembaga) dikelola oleh pemerintah.

Upah buruh yang rendah adalah kunci berhasilnya ekonomi Taiwan di dalam menghasilkan barang-barang yang harganya murah di pasaran dunia. Namun, menjelang akhir tahun 1970-an Taiwan menghadapi saingan ketat di bidang industri tekstil, plastik, elektronika konsumen baik dari negara yang sedang berkembang maupun dari negara yang telah mengurangi ongkos produksinya karena menggunakan robot dan teknologi baru lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah lalu meningkatkan industri dengan memanfaatkan teknologi tinggi. Misalnya, kawasan riset industri di Hainchu, 62 km di selatan Taipei, yang dibuka pada tahun 1980, dirancang untuk membantu riset dan pengembangan berbagai perusahaan yang bergerak di bidang elektronika dan informasi, mesin dan berbagai peralatan ketepatan, ilmu pengetahuan bahan teknologi tinggi, ilmu energi, dan rekayasa biologi.

Terdapat juga program bantuan sosial untuk memperbaiki situasi ekonomi. Empat belas Proyek Kunci yang modern selesai dibangun menjelang tahun 1990, meliputi dua jalan bebas hambatan utara-selatan, berbagai sarana pelabuhan yang baru, beberapa proyek pengendalian banjir, dan modernisasi sistem telekomunikasi.

Pemerintahan

Partai politik nasionalis yang berkuasa, Kuomintang, terus memerintah Taiwan melalui struktur kepresidenan yang ditetapkan dalam konstitusi 1946. Presiden dipilih oleh Dewan Nasional untuk masa jabatan 6 tahun dan mengepalai lebih dari 5 badan administratif (yuan): eksekutif, legislatif, pengadilan, pengujian, dan pengendalian.

Chiang Kai Shek, presiden yang pertama, menjadi presiden hingga wafatnya pada tahun 1975 dan digantikan oleh anak lelakinya, Chiang Ching Kuo sebagai perdana menteri dari tahun 1975-1978 dan lalu sebagai presiden.

Berbagai masalah lokal diurus oleh Pemerintah Propinsi Taiwan di bawah seorang gubernur yang ditunjuk oleh pemerintah pusat. Dewan Propinsi yang dipilih oleh rakyat memiliki kekuasaan legislatif.

Filsafat politik pemerintah dan rakyat diperoleh dari Tiga Prinsip Rakyat (nasionalisme, demokrasi, kehidupan rakyat) Dr. Sun Yat Sen, pendiri Republik Cina pada tahun 1911.

Sistem hukum Taiwan adalah campuran antara etika Kongfucuisme dan kitab undang-undang tahun 1912 yang dibawa dari Republik Cina serta beberapa perubahan baru yang dirancang untuk membuat prosedur hukum Cina Iebih menyerupai hukum Barat.

Suatu perkembangan hukum yang relatif baru adalah hukum perusahaan swasta mengenai penanaman modal asing, perdagangan, hak paten, korporasi, dan masalah perbankan. Para ahli hukum di dalam berbagai perusahaan ini, banyak di antara mereka menggondol gelar dari berbagai sekolah hukum di Amerika Serikat, mewakili klien asing di dalam urusan mereka dengan badan-badan pemerintah dan berbagai perusahaan Taiwan.

Sejarah Taiwan

Baru-baru ini, para arkeolog menggali suatu daerah kuburan batu di Taitung di pantai timur yang bertarikh sekurang-kurangnya 3.000 tahun yang silam, yang memberikan bukti tentang budaya Taiwan kuno, tetapi memusingkan para sarjana tentang jati diri mereka.

Selama beribu-ribu tahun, Taiwan merupakan bagian terpenci| dari Kekaisaran Cina yang terpotong oleh letak geografis dari pusat pemerintahan sehingga menjadi tempat pengungsian para perompak dan para pemukim yang ulet dari berbagai bagian Asia.

Meskipun beberapa orang Cina dari propinsi Fujian yang menyeberangi Selat Taiwan mulai berdatangan pada abad ke-7, koloni besar Cina yang pertama adalah kerajaan pemberontak yang didirikan oleh Cheng Ch’eng Kung (Koxinga) pada tahun 1661 dalam menantang kerajaan Mancu. Tentaranya, yang sebagian besar terdiri atas orang Fujian, bertahan selama 2 dekade sebelum tentara Mancu menguasai kembali pulau ini pada tahun 1683.

Setelah 200 tahun kekuasaan Mancu, Taiwan diberikan kepada Jepang sebagai akibat kekalahan Cina di dalam perang Cina-Jepang pada tahun 1894 – 1895. Selama 50 tahun berikutnya, pemerintah Jepang bekerja untuk memperbaiki ekonomi dan membuat pulau itu sebagai pos depan yang strategis bagi Jepang.

Upaya demikian mencakupi pengorganisasian kembali sistem jabatan, membangun industri gula ekspor, dan membangun berbagai jalan dan jaringan kereta api. Dimulai dengan Perang Cina-Jepang kedua pada tahun 1931, perlawanan politik kaum nasionalis Cina kian bertambah mendidih.

Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II mengakibatkan kembalinya Taiwan ke Cina pada tahun 1945 dan pada tahun 1949, pemerintah nasionalis dari Republik Cina menguasai pulau itu ketika kaum komunis mengambil alih daratan Cina.

Sejak itu, baik kaum nasionalis maupun kaum komunis, yang masing-masing menganggap bahwa dirinya merupakan pemerintah Cina yang sah, menyatakan Taiwan sebagai sebuah propinsi Cina.

Diakuinya Republik Rakyat Cina di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1971, mengakhiri status resmi pemerintah nasionalis sebagai wakil Cina di organisasi dunia tersebut. Delapan tahun kemudian, pada tahun 1979, Amerika Serikat mengakui Repulik Rakyat Cina sebagai satu-satunya wakil Cina yang sah, dengan syarat bahwa penyatuan kembali Taiwan dengan Cipa daratan harus diselesaikan tanpa kekuatan senjata.

Sementara itu, hubungan ekonomi dan budaya antara Amerika Serikat dan Taiwan terus berlanjut melalui lembaga setengah resmi yang baru.

Ringkasan

Nama Resmi: REPUBLIK CINA Chung Hwa Min Kuo

RAKYAT: disebut orang Taiwan atau orang Cina.

IBU KOTA: Taipei.

LETAK GEOGRAFIS: Pulau Taiwan terletak di Samudra. Pasifik Barat, sekitar 160 km di lepas pantai daratan Cina.

CIRI FISIK: Titik tertinggi-Sinkao Shan (Gunung Morison, 3.997 m). Titik terendah-paras laut. Sungai utama-Tanshui. Choshuu.

PENDUDUK: 21.100.000 jiwa (perkiraan terakhir).

BAHASA UTAMA: Bahasa Mandarin (resmi), Taiwan, Hakka.

AGAMA UTAMA: Budha. Kongfucuisme, Taoisme, Kristen.

PEMERINTAHAN: Repubhk Kepala negara-presiden. Badan legislalif-Dewan Nasconal dan Badan Legislatif Yuan.

KOTA UTAMA: Taipei, Kaohsiung, Taichung, Keelung, Tainan.

EKONOMI: Mineral utama-batubara, tembaga, belerang, gas alam, emas. Produk pertanian utama: padi, tebu. kentang manis, pisang, buah jeruk, nanas, ikan. Produk dan industri-tekstil, pengolahan makanan, elektronika, bahan kimia, ikan, pakaian, kayu lapis, gula pasir, semen, pembuatan kapal. Ekspor utama: tekstil, peralatan mesin, produk plastik, berbagai barang logam, hasil kayu, bahan makanan, peralatan telekomunikasi. Impor utama: minyak mentah, mesin, bahan kimia, besi dan baja, bahan makanan.

MATA UANG: DoIar Taiwan

Diulas oleh:
RICHARD A. WILLIAMS, Universitas Negeri Connecticut Tengah
Editor Sejarah Negara Com