X

Senjata Tradisional Gorontalo dan Penjelasannya

Senjata Tradisional Gorontalo – Gorontalo adalah daerah yang mempunyai berbagai macam benda bersejarah peninggalan nenek moyang pada masa silam. Diantara benda bersejarah tersebut adalah senjata adat Gorontalo yang digunakan pada zaman dahulu untuk berperang atau sebagai alat bantu dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup.

Senjata tradisional Gorontalo sangat beragam. Untuk mempermudah pemahaman Anda, berikut ini kami kelompokkan berdasarkan jenisnya.

Senjata Adat Gorontalo Jenis Parang

Aliyawo

Aliyawo adalah senjata tradisional yang dipakai oleh para prajurit kerajaan pada saat perang Panipi dalam merebut kekuasaan. Senjata tersebut digunakan oleh 4 kerajaan yaitu : kerajaan Limboto, Suwawa, Gorontalo, dan Gowa.

Wamilo

Wamilo adalah senjata yang biasanya dipakai masyarakat Gorontalo dalam alat untuk membantu kegiatan keseharian terutama untuk bertani. Senjata Wamilo terbuat dari bahan besi dan mempunyai Ta’upo (sarung) yang dibuat dari kayu kuning.

Banggo

Banggo dibuat dari besi dan mempunyai pasangan Ta’upo/sarung dari kayu hitam dan kayu kuning. Senjata trasisional Banggo merupakan senjata yang biasanya dimiliki oleh masyarakat sebagai alat untuk mengolah perkebunan.

Baca juga : Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Senjata Adat Gorontalo Jenis Keris

Baladu

Senjata adat Gorontalo ini dimiliki oleh semua pengawal raja pada tiap-tiap kerajaan yang ada di Gorontalo pada saat itu untuk melindungi diri ketika bahaya datang.

Badi

Senjata ini dimiliki oleh para penjaga istana kerajaan dan pasukan berkuda setiap kerajaan di Gorontalo.

Badi

Badi terbuat dari bahan logam/besi putih dan sarungnya (ta‟upo) terbuat dari kayu kuning.

Eluto

Senjata Eluto merupakan senjata yang berasal dari Suwawa, senjata ini terbuat dari material tembaga dan sarungnya terbuat dari kayu. Pemilik senjata ini adalah raja dan talenge (panglima perang).

Eluto

Bito Palape

Senjata ini terbuat dari kayu hitam. Bentuk senjata ini memiliki ukuran kayu runcingnya ± 25 cm dan kayu pangkalnya + 20 cm. Pemilik senjata Bito Palape adalah anak raja dan keluarga istana raja.

Bito Palape

Baca juga: Senjata Adat Sulawesi Tengah

Senjata Adat Gorontalo Jenis Pedang Panjang

Sabele

Sabele merupakan alat pokok yang kerap dipakai oleh seluruh penduduk Gorontalo sebagai alat bertani. Senjata Sabele ini tidak mempunyai ta’upo (sarung).

Sabele

Sumala

Sumala adalah senjata yang digunakan oleh Mayuru, yaitu pasukan kerajaan yang berbaju hitam pada jaman dahulu. Sumala dipakai di seluruh kerajaan yang berada di Gorontalo.

Sumala

Huwangga

Senjata Huwangga memiliki ukuran panjang ± 95 cm. Gagang dan sarung/ta’upo senjata ini terbuat kayu hitam sementara mata senjatanya terbuat dari besi putih. Senjata ini hanya bisa dimiliki oleh seorang raja.

Huwangga

Senjata Adat Gorontalo Jenis Tombak

Totobu’o

Totobu’o adalah senjata tradisional dengan gagang yang terbuat dari kayu hitam dan mata tombaknya terbuat dari besi. Pemilik senjata ini adalah para prajurit penjaga istana kerajaan Gorontalo. Selain itu senjata ini juga sering dipakai saat berburu binatang.

Totobu’o

Totobu’o Yilambua

Totobu’o Yilambua berukuran panjang ± 205 cm, bahan gagang senjata ini terbuat dari kayu hitam sedangkan mata tombak terbuat dari besi putih. Ada elemen serat enau melingkari bagian pangkal mata senjata. Pemilik senjata yang bernama Totobu’o Yilambua ini adalah keturunan raja laki-laki, paman raja dan prajurit istana kerajaan.

Totobu’o Yilambua

Sambawa

Senjata tradisional Sambawa, gagangnya terbuat dari kayu hitam, sedangkan mata tombaknya terbuat dari besi putih. Ukuran senjata ± 165 cm di mana salah satu bagian sisi gagangnya diukir seperti kaki lipan. Pemilik senjata Sambawa ini adalah keluarga/penghuni istana, remaja kerajaan, dan pasukan kerajaan.

Sambawa

Kanji Pumbungo

Senjata Kanji Pumbungo berukuran panjang ± 275 cm dimana gagang senjata ini terbuat dari kayu hitam dan mata senjata dari besi yang berjumlah 7 ujung. Senjata ini sering dipakai oleh para prajurit kerajaan/istana dalam berperang dan juga dipakai untuk menangkap ikan dalam aktivitas sehari-hari.

Kanji Pumbungo

Ono-ono

Senjata adat Gorontalo Ono-ono berukuran panjang ± 195 cm dimana senjata ini terbuat dari batang pohon enau dengan bentuk silinder kecil. Pemilik senjata ini adalah para penjaga pintu belakang istana, orang-orang pertapaan, dan pengawal raja saat berperang.  

Dodopa

Senjata Dodopa ini berbentuk persegi empat memanjang, berukuran kurang lebih 105 cm serta terbuat dari batang nibung (ombulo). Pemilik senjata ini adalah para prajurit penjaga batas istana, pasukan belakang, dan para pertapa.

Senjata Adat Gorontalo Jenis Kayu Pemukul

Senjata adat Gorontalo Kalumbi

Senjata Kalumbi adalah sejenis kayu pemukul (bu’bohu) yang berukuran panjang ± 50 cm yang terbuat dari kayu hitam. Pemilik senjata tersebut adalah pasukan penjaga istana, dan pengawal pasukan berkuda.

Senjata adat Gorontalo Pantilo

Pantilo adalah senjata sejenis pemukul memiliki ukuran panjang ± 45 cm dan terbuat dari bahan kayu hitam. Senjata adat Gorontalo Pantilo merupakan diantara jenis senjata yang digunakan saat menghadang lawan ketika berperang.

Demikian pembahasan mengenai Senjata adat Gorontalo, semoga menambah pengetahuan kita akan kekayaan budaya Nusantara warisan nenek moyang kita khususnya senjata tradisional.

Untuk mengetahui keanekaragaman budaya Gorontalo lainnya, silakan membaca Pakaian Adat Gorontalo.

Sedangkan untuk semakin mengenal letak geografis Provinsi Gorontalo selengkapnya, silakan menyimak Peta Gorontalo.

Analisis mengenei senjata ada provinsi ini silahkan baca di sini

Tags: Gorontalo