Wales

Wales adalah satu di antara sekian banyak negara yang termasuk dalam Kerajaan Serikat Britania Raya dan Irlandia Utara di Eropa, tetapi jauh sekali berbeda dari negara lainnya dalam hal latar belakang dan bahasa.

Bahasa Wales kuno, disebut Cymraeg, ada hubungannya dengan bahasa Keltik yang pernah dipakai di banyak tempat di Eropa Utara dan di seluruh kepulauan Britania.

Menjelang tahun 500 Masehi, ada dua cabang bahasa Keltik yang dipakai di Britania-Caelik (yaitu bahasa di Skotlandia, Irlandia, dan Kepulauan Man) dan Britonik (yaitu bahasa yang dipergunakan di Cornwall dan Wales).

Bangsa Welsh, dengan demikian, merupakan bangsa kuno jauh lebih tua dari awal sejarah yang tertulis. Baik bendera maupun lambang Wales menggambarkan seekor naga merah, sedangkan kedua moto kebangsaannya adalah Ddraig goch ddyry cychwyn (”Naga merah, penunjuk jalan”) dan Cymru am byth (”Wales selamanya”).

Lebih dari 600 tahun yang lalu, Edward sang Pangeran Hitam (karena ia berbaju perang hitam) mengambil tiga bulu burung unta dari helm raja Bohemia yang sedang sekarat dan menjadikan bulu itu lambangnya, dengan moto Ich dien, atau “Saya mengabdi”.

Pada pelantikannya sebagai Pangeran Wales pada tahun 1969, Charles menyatukan ”Saya mengabdi” dan ”Wales selamanya” menjadi ”Saya mengabdi Wales selamanya.” Orang Welsh merasa bahwa ini adalah pertanda baik bagi masa depan yang mereka harapkan akan menyatukan mereka dan memberi mereka kemakmuran.

Peta Wales

Kunjungi di google map

Geografi Wales

Secara geografi, Wales adalah sebuah semenanjung luas yang menonjol dari Dataran Tengah Inggris, dengan luas sekitar 20.700 km2. Pantainya tidak beraturan dan bertakuk karena berteluk banyak (yang terbesar adalah Teluk Cardigan).

Daratan Wales didominasi oleh jajaran gunung yang penuh dengan sungai yang berarus deras. Tulang punggungnya adalah Pegunungan Cambrain-tanah tinggi bergelombang dengan ketinggian sekitar 460 m yang lalu menuruni tengah-tengah negeri ini dengan arah utara-selatan.

Ke arah tenggara, agak lebih tinggi dan lebih tidak rata, terdapat Brecon Beacons. Namun, yang tertinggi terletak di sebelah baratlaut, tempat daratan naik di Snowdon Massif, dan mencapai puncaknya di Gunung Snowdon, puncak tertinggi di Wales.

Di puncak sebelah baratlaut, di daerah Snowdon, semenanjung Lleyn menunjuk ke arah Laut Irlandia. Di seberang Selat Menai terletak Anglesey, sebuah pulau besar yang sering disebut Mona, atau Ibu Wales, karena di sana, hampir 2.000 tahun yang lalu, Druids mengajar anak-anak muda Keltik menjadi pendeta, hakim, dan guru.

Wales mempunyai iklim sedang yang pada umumnya sejuk dan basah. Curah hujan sangat bervariasi bergantung pada ketinggiannya. Daerah pantai menerima 760-890 mm curah hujan per tahun, sedangkan daerah pegunungan dapat menerima lebih dari 2.540 mm.

Sungai-Sungai. Sungai utama adalah Sungai Dee, yang bermula dari Danau Bala di utara dan mengalir ke timurlaut dan utara menuju Laut Irlandia. Sungai ini membentuk bagian perbatasan Inggris-Wales.

Namun, sungai yang benar-benar lebih besar adalah Sungai Severn, yang meskipun berawal di bagian timur tengah Wales, sebagian besar perjalanannya melalui Inggris. ”sylvan Wye” memisahkan Wales dari Inggris pada alirannya yang lebih rendah.

Sumber Alam. Batubara adalah sumber alam Wales yang paling berharga. Deposit yang paling kaya terletak di bagian paling selatan negeri ini, sedangkan yang sedikit kurang kaya berada di sebelah timurlaut.

Batu tulis dan gamping adalah mineral tambang penting. Ada juga bijih tembaga, emas, timbel, mangan, uranium, dan seng. Tenaga air merupakan sumber utama yang memberikan listrik baik kepada Wales maupun kepada Inggris.

Penduduk Wales

Orang Welsh masa kini adalah keturunan penakluk Britonik kuno. Namun, telah terjadi pembauran dengan kelompok keturunan yang lain. Bangsa Romawi, Skot (yang biasa disebut Anak Cunedda), Saxon, Skandinavia, dan Normandia-semuanya menambahkan ciri-ciri kepada penduduk asli.

Lama kemudian, Revolusi Industri membawa sejumlah besar bangsa lain ke tambang batubara sehingga makin menjauhkan penduduk Wales dari keasliannya. Namun, melalui itu semua, bangsa Welsh masih berhasil mempertahankan ciri khas mereka dalam tingkat yang cukup tinggi.

Bahasa. Pada saat ini sekitar 25% penduduk dapat berbicara dalam ‘bahasa Welsh meskipun mereka sebagian besar bertutur dalam bahasa Inggris juga. Kedua-duanya adalah bahasa resmi. Welsh, sebuah bahasa Keltik, adalah salah satu bahasa yang paling musikal di dunia, tetapi juga paling kompleks.

Bunyi y, I-kembar, dan d dipakai secara berlebihan sehingga membingungkan orang luar. Mereka yang bukan orang Welsh jarang berhasil dalam mengeja dan mengucapkan bahasa itu dengan benar.

Sebuah desa mungil dengan nama terpanjang di dunia membuatnya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi turis yaitu: Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllandysiliogogogoch, yang berarti ”Gereja Santa Maria dalam lembah Hazel putih, dekat sebuah pusaran air yang cepat, dan Gereja Santo Tysilio gua merah”.

Agama

Wales merupakan salah satu negara pertama yang memeluk agama Kristen, yaitu sejak abad ke-2 Masehi. Di dekat muara Sungai Alun berdiri sebuah katedral yang dipersembahkan bagi Santo David-Dewi Sant dalam bahasa Welsh-orang suci pelindung Wales.

Pada Hari Santo David (1 Maret), hari nasional mereka, laki-laki Wales menyematkan bawang perai dan wanita Wales menyematkan bunga dafodil.

Sekarang sebagian besar orang Welsh beragama Protestan, terbagi atas Gereja Metodis Kalvinistik, yang disebut Gereja Presbiterian Wales, dan Gereja Wales, sebutan gereja Anglikan sejak tahun 1920.

Pendidikan

Sistem sekolah Wales diintegrasikan dengan sistem Inggris, tetapi di daerah yang sebagian besar penduduknya bertutur dalam bahasa Welsh, bahasa pengantarnya adalah bahasa Welsh bukan bahasa Inggris.

Terdapat pula berbagai sekolah dwibahasa di tempat-tempat yang sebagian besar penduduknya berbahasa Inggris. Pendidikan tinggi dikelola di Universitas Wales, yang terdiri atas perguruan tinggi di Aberystwyth, Bangor, Cardiff, Lampeter, dan Swansea.

Ekonomi Wales

Sejak Revolusi Industri, yang di Inggris dimulai pada akhir abad ke-18, Wales telah menjadi negeri tambang dan industri. Keadaan itu masih berlaku sampai sekarang meskipun pertambangan telah banyak menurun dan industri telah berubah sesuai dengan zaman.

Pertambangan

Tambang batubara yang terbaik ada di Selatan, di Lembah Rhondda dan sekitar Swansea dan Carmarthen. Banyak tambang telah tutup karena kurangnya permintaan, tetapi Wales tetap menghasilkan sekitar 1/10 bagian dari semua batubara yang ditambang di Britania Raya dan pertambangan tetap merupakan sumber pekerjaan yang terbesar.

Dahulu, cukup banyak besi dan tembaga yang dapat diambil dari tambang, tetapi kini bijih besi dan tembaga telah sangat berkurang.

Pabrik

Meskipun bijih logam berkurang, pemrosesan dan penghalusan logam tetap merupakan aktivitas pabrik yang paling utama. Produk utama adalah pelat timah, aluminium, baja lembaran, tube tembaga, dan produk metal lain yang diproduksi dari bijih yang diimpor.

Pembaruan basis industri negara ini sejak pertengahan abad ini memperkenalkan pembuatan alat-alat modern seperti barang sintetis, plastik, dan peralatan elektronik. Sebuah kilang minyak besar terdapat di Milford Haven.

Pertanian. Kegiatan pertanian dan peternakan tradisional Wales kini hanya mencakup kurang dari 10% penduduk, sedangkan areal yang luas di daratan tinggi telah berkurang populasinya. Kebanyakan daerah pertanian terletak di daratan dekat pantai dan di lembah-lembah sungai, tempat ternak potong dan ternak perah menjadi ternak paling penting.

Penanaman hasil bumi seperti jewawut, jerami, oat, dan kentang-dinomorduakan sehingga hampir tidak cukup untuk kebutuhan pangan. Domba dipelihara di dataran tinggi untuk menghasilkan wol.

Kota di Wales

Wales sekarang benar-benar menjadi daerah urban dengan sekitar 3/4 populasinya terpusat di dalam dan di sekitar pusat-pusat industri di selatan. Akan tetapi, Wales adalah negeri yang memiliki lebih banyak kota kecil daripada kota besar, di sana hanya ada tiga kota dengan populasi lebih dari 100.000 jiwa.

Cardiff, ibu kota Wales, hampir seluruhnya dibangun kembali setelah pengeboman besar-besaran dalam Perang Dunia II. Baik Cardiff maupun Swansea, kota terbesar kedua di Selatan, merupakan pelabuhan kapal pengangkut batubara dan bijih logam.

Newport senantiasa menjadi jalan keluar ke Inggris di timur dan, sejak tahun 1966, Jembatan Severn (salah satu jembatan gantung terpanjang di Eropa) merupakan penghubung antara Wales dan Inggris.

Milford Haven, di baratdaya adalah salah satu kompleks perminyakan terbesar di Inggris dan menangani berjuta-juta ton produk minyak bumi setiap tahun.

Sejarah Wales

Catatan sejarah Wales di zaman sebelum Romawi sedikit sekali. Kenyataannya, sejarah yang sebenarnya baru diketahui pada tahun 55 sebelum Masehi, ketika bangsa Romawi pertama kali mencoba mendarat di Inggris sebelah selatan.

Legiun Romawi dihadapi oleh orang Inggris, yang bertempur dari kereta-kereta kuda dengan roda yang dilengkapi arit, dengan bantuan kavaleri berkuda, pasukan pemanah, dan pasukan tombak yang berjalan kaki.

Para ahli arkeologi telah menemukan jejak manusia Zaman Batu, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi di Wales. Kepala kapak yang dipoles dan peralatan lain memberikan bukti atas tingginya tingkat ketrampilan yang menggambarkan suatu tingkat peradaban tertentu.

Cincin-cincin dari batu yang dipotong, yang mungkin merupakan tempat pemujaan, menunjukkan pentingnya perasaan keagamaan pada zaman sebelum Romawi. Lingkaran dalam dan lantai altar di Stonehenge, di Inggris Selatan, dipotong dari Pegunungan Prescelly di Wales Barat.

Ketika orang Romawi datang kembali, pada tahun 43 Masehi, mereka pelan-pelan memperoleh tempat berpijak yang kuat meskipun orang Welsh dan orang Britania yang lain mengadakan perlawanan terus-menerus.

Pada tahun 61 Masehi, Boadicea, atau Boudicca (nama ini berarti Victoria), Ratu Iceni, memberontak terhadap Romawi. Tentaranya membantai sebuah legiun dan merusak banyak kota dan kam Romawi, termasuk London.

Akhirnya, Boadicea kalah dan minum racun karena pantang untuk ditawan. Duta Romawi berikutnya, Agricola, menyerang Anglesey yang merupakan pusat pemberontakan karena keaktifan perguruan tingginya. Para sarjana dibantai dan daerah itu dihancurkan. Perusakan literatur dan catatan-catatan ini merupakan sebab sedikitnya fakta untuk dapat mengetahui sejarah awal Wales.

Wales setelah Romawi

Ketika bangsa Romawi meninggalkan Britania pada awal abad ke-5 Masehi, banyak bangsa lain menyerang pulau ini, dan akhirnya bangsa Viking Skandinavia menaklukkan sebagian besar Britania. Kata ”Welsh”, yang berasal dari kosakata Sakson Waelisch dan berarti ”orang asing”, mulai dikenal pada saat itu.

Rhodri (Roderick) yang Agung, penguasa Wales, tahun 844-877, membangun Gwynedd di utara dan Deheubarth di selatan. Putra-putranya memerangi para penyerbu, bajak laut dan perampok Viking selama hidup mereka.

Pada abad ke-10 muncul keturunan mereka Hywel Dwa, atau Howel yang Baik, yang memaklumkan dirinya sendiri sebagai Raja Wales. Peraturan hukumnya, yang mengatur tingkah laku sosial dan moral, dikenal sebagai Hukum Howel.

Banyak orang percaya bahwa pada masa pemerintahannya Eisteddfod-“pangkalan agung”-tempat para penyair, pemusik, dan penyanyi bersaing, berkembang menjadi suatu peristiwa nasional, bukan sekadar peristiwa setempat. Eisteddfod Nasional Kerajaan masih tetap diadakan setiap bulan Agustus.

Wales dan Inggris: Abad-Abad Konflik

William sang Penakluk merebut Inggris ‘pada tahun 1066 dengan membunuh raja Saxon, Harold, di Hastings. Di bawah pemerintahan bangsa Normandia, daerah keadipatian mulai didirikan di sepanjang perbatasan Inggris, dengan puri-puri di Chester, Shrewsbury, dan Hereford untuk menanggulangi serangan terus-menerus oleh orang Welsh.

Pada tahun 1267 Llewelyn ap (”putra”) Gruffydd dikalahkan oleh Raja Edward I dari Inggris. Daerah dibagi menjadi kota-kota kecil. Puri-puri dibangun sebagai markas besar.

Meskipun sebenarnya berfungsi sebagai benteng, puri-puri ini dinamai berdasar musik dan puisi Welsh, seperti Caerphilly, Beaumaris, Conway, Harlech, Caernaryon. Wales toh tetap tidak bersatu.

Puri Conway di Wales Utara
Puri Conway di Wales Utara berdiri sejak abad ke-13

Pada tahun 1301 Edward menawarkan putranya yang baru lahir kepada pangeran-pangeran Welsh sebagai jaminan perdamaian-menurut tradisi, karena jabang bayi itu akan menjadi seorang Pangeran Welsh yang tidak dapat berbicara bahasa Inggris.

Menjelang abad ke-15 ekonomi bangsa Welsh maju dalam perdagangan ternak dan tekstil. Namun, bersamaan dengan penobatan Henry IV sebagai raja Inggris, Owen Glendower, seorang pangeran Welsh, gagal memberontak terhadap Inggris.

Dikatakan bahwa Owen meninggal di tempat persembunyiannya, tetapi menurut legenda Welsh ia akan kembali apabila negaranya membutuhkannya.

Pada tahun 1536, dalam pemerintahan Henry VIII, sebuah undang-undang serikat memasukkan Wales ke dalam kerajaan Inggris dan hukum Inggris berlaku di kedua negara. Pada saat itu, Inggris menjadi bahasa resmi di pengadilan Wales. Bahasa Welsh tidak dipakai dalam kegiatan resmi.

Pada tahun 1588, terjemahan Injil dalam bahasa Welsh oleh Uskup pembangkang William Morgan sangat berjasa dalam menyelamatkan bahasa Welsh. Warisan bard, penyair, musikus, dan Mabinogion, sebuah koleksi cerita,.termasuk legenda Raja Arthur, berhasil diselamatkan demi anak cucu.

Pada abad ke-18 gerakan Metodis Wales mencetak buku-buku doa dan Injil yang menolong pemberantasan buta huruf di seluruh negeri. Pada tahun 1811 para Metodis memisahkan diri dari Gereja Negara sehingga keinginan untuk beribadah dalam bahasa Welsh menjadi kenyataan.

Abad ke-19: Tumbuhnya Industri

Pada permulaan Revolusi Industri banyak orang Welsh meninggalkan tanah pertanian dan pergi ke tenggara menuju ke tambang besi dan batubara di lembah Rhondda, tempat mereka dapat mengumpulkan uang lipat sepuluh dalam setahun dibandingkan yang mungkin mereka peroleh dari bertani seumur hidup. Rhondda segera dipenuhi lebih dari separuh populasi.

Banyak yang bekerja di toko, gudang, transpor, sehingga anak-anak muda dapat dikirim ke perguruan tinggi untuk mencapai gelar. Suatu kelas menengah baru terbentuk dalam satu generasi. Namun, beribu-ribu dari mereka berimigrasi ke Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Serikat buruh dunia yang pertama, yang dibentuk di antara para petambang Rhondda, dibubarkan secara paksa. Akan tetapi, petambang tidak mudah ditaklukkan.

Mereka segera bersekutu dengan orang Skot di London untuk membentuk sebuah serikat buruh rahasia yang pada tahun 1898 menjadi batu pertama gerakan buruh di Kerajaan Serikat.

Banyak orang terkemuka Wales abad ke-20 lahir di Lembah Rhondda atau di dekatnya, khususnya Aneurin Bevan, yaitu anggota Partai Buruh di Parlemen yang berjuang untuk perbaikan kondisi petambang.

Sedikit ke barat, dekat Swansea, Dylan Thomas menulis puisinya yang menakjubkan, yang menggambarkan keadaan tanah kelahirannya. Pelukis Augustus John datang dari Wales tengah. David Lloyd George, perdana menteri Britania Raya selama Perang Dunia I, dibesarkan di dekat Caernarvon.

Abad ke-20: Kejatuhan dan Pembaruan

Setelah Perang Dunia I minyak menggantikan tempat batubara sebagai bahan bakar dan beratus-ratus ribu orang kehilangan pekerjaan. Ladang bijih logam yang menyediakan bahan untuk produk besi berkurang sehingga menambah jumlah pengangguran.

Depresi yang melanda seluruh dunia pada tahun 1930-an semakin memperbesar masalah. Lembah Rhondda, yang pernah menjadi salah satu penghasil batubara antrasit terbesar di dunia, menjadi sebuah daerah mati. Industri lainnya juga mengalami kegagalan pada tahun 1930-an.

Perang Dunia ll membawa lapangan pekerjaan baru di banyak pertambangan. Namun, setelah perang usai pemasaran batubara kembali berkurang sehingga masalah pengangguran terulang kembali.

Pada tahun 1962 Perdana Menteri Harold MacMillan menciptakan Dinas Urusan Wales untuk menangani berbagai akibatdari suatu ekonomi yang nyaris ambruk.

Dua tahun kemudian Menteri Negara untuk Wales yang pertama ditunjuk. Sebuah daerah sebelah selatan Rhondda diubah menjadi pusat industri. Saat ini daerah tersebut sarat dengan lapangan kerja baru dan perumahan.

Bagaimanapun banyaknya perubahan, orang Welsh tetap seperti semula. Di balik modernisasi itu orang Welsh tetap bersifat memberontak seperti semula.

Pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an jiwa pemberontak mereka semakin serius dengan dibentuknya Plaid Cymru (Partai Nasionalis Welsh) dan sebuah ”tentara pembebasan” rahasia yang bertugas melakukan aksi-aksi sabotase.

Pemerintah Inggris menyodorkan perjanjian yang memungkinkan orang Welsh mengelola urusan mereka sendiri pada tahun 1978. Pada tahun 1979 para pemilih Welsh pergi ke tempat pemilihan untuk memilih rencana yang dikenal sebagai perjanjian kesetiaan.

Mayoritas orang Welsh mengalahkan perjanjian kesetiaan, tetapi mereka mungkin waktu itu menganggap bahwa kejutan-kejutan semacam ini baik bagi kepuasan Inggris.

Tidak diragukan mereka ingat kata-kata pangeran Welsh, Cadwallader, yang diucapkan kepada Henry II, raja Inggris abad ke-1 2, ”Bangsa ini, ya Raja, saat ini, seperti juga di masa lalu, dapat diusik dan, lebih dari itu, dilemahkan dan dihancurkan olehmu dan oleh kekuatan lain, dan bangsa ini akan sering menang karena usaha keras yang patut dipuji; tetapi bangsa ini tidak akan pernah dapat sepenuhnya dikalahkan oleh keangkaraan manusia, kecuali jika murka Tuhan datang.

Saya yakin bahwa tidak mungkin ada bangsa lain selain bangsa Welsh, atau bahasa lain apa pun yang mungkin timbul setelah ini, yang pada Hari Pengadilan di hadapan-Nya, akan mampu menjawab pertanyaan, tentang bagian bumi ini.

Diulas oleh:
RICHARD LLEWELLYN, Penulis, How Green Was My Valley dan buku-buku lain
Editor: Sejarah Negara Com

Artikel Terkait