Skotlandia

Skotlandia menduduki sepertiga bagian utara Pulau Britania Raya. Skotlandia terdiri atas daratan tidak rata yang terisolasi, teluk pantai yang dalam, dan banyak pulau.

Gabungan tanah yang terisolasi dan tidak rata ini menyebabkan jumlah penduduk Skotlandia tetap sedikit sehingga banyak tanah yang kosong, tetapi keadaan itu juga membantu membuat orang Skotlandia menjadi bebas, bangga, dan mampu mencukupi diri sendiri.

Baca juga: Wales, Negara Berlatar Belakang Unik

Peta Skotlandia

Kunjungi Peta Skotlandia atau di google map

Geografi Skotlandia

Bagian utara dan barat negeri ini dibatasi oleh Samudra Atlantik, sedangkan bagian timur oleh Laut Utara. Daerahnya mempunyai luas yang bervariasi antara 248 km hingga 42 km untuk daerah yang tersempit.

Negara ini mempunyai batas pantai sepanjang 3.700 km, dengan panjang permukaan fenomenal kira-kira 78.000 km2 (mencakup semua pulau yang mengelilinginya).

Dataran Tinggi: Keindahan dan Legendanya

Garis yang ditarik dari Glasgow ke Aberdeen secara kasar memisahkan Dataran Tinggi dari bagian lain Skotlandia. Di masa lalu, dikatakan bahwa garis ini juga menunjukkan batas antara daerah Skotlandia yang sudah mempunyai peradaban dan daerah yang berpemandangan liar dan dihuni oleh penduduk yang dianggap sebagai orang yang liar.

Namun, apa saja yang tampak tak ramah pada penghuni Dataran Tinggi itu lebih menandakan kebebasan, mungkin sebagai akibat dari berabad-abad hidup di tanah yang keras dan terisolasi.

Dari puncak Ben Nevis yang tingginya 1.343 m, tertinggi di Britania, orang dapat melihat banyak dataran tinggi. Ciri yang sangat mencolok pada pemandangan dari Ben Nevis adalah bahwa dataran tinggi ini dipotong oleh lembah besar Glen More-Glen Besar dengan rangkaian danau yang memotong dari Muara Moray ke Muara Lorne.

Rangkaian danau ini disambung pada tahun 1847 sehingga membentuk Kanal Kaledonia. Lebih dari 96 km rangkaian ini mengalir dari Fort William ke Inverness (yang dikenal sebagai ibu kota Dataran Tinggi), melalui 29 pintu air dan melalui Danau Lochy, Oich, dan Ness.

Akan tetapi, daerah itu tidak dapat dilalui oleh kapal yang bermuatan lebih dari 600 ton dan kini hampir sama-sekali tidak dipakai. Danau Ness, seperti kita ketahui selama berabad-abad telah menimbulkan cerita tentang ”apakah di situ terdapat monster Danau Ness?”

Daerah Dataran Tinggi yang besar ke arah utara dan barat Glen Besar sebenarnya merupakan sebuah pulau. Dataran ini benar-benar indah, dengan pegunungan yang menghampar, danau yang menyenangkan, dan padang-padang tertutup batu yang gersang-yang merupakan warisan zaman Es.

Dataran Tinggi yang paling utara benar-benar terpenciI, berhutan dan bergunung, dihembus oleh angin dan hujan, dengan penduduknya yang sedikit dan merupakan tanah yang subur.

Ke arah timur dan selatan Glen Besar terdapat Dataran Tinggi dengan Pegunungan Grampia dan Lembah Trossach, danau, sungai deras, dan dataran yang tertimbun dengan semak-semak.

Namun, ada beberapa kota kecil, seperti yang terlihat oleh orang yang pernah melintasi Rannoch Moor yang terpencil atau yang mengunjungi Ballachulish dan Glencoe yang bersejarah, yang terkenal karena, pada tahun 1692, kaum Champbell membantai habis-habisan penduduk Dataran Tinggi, yaitu kaum MacDonald.

Daerah Pegunungan Bagian Selatan

Meskipun agak berbukit, Daerah Pegunungan itu mempunyai medan yang lebih mudah dilalui daripada Dataran Tinggi. Daerah ini mirip dengan daerah utara Inggris yang membentuk perbatasan negeri. Daerah ini merupakan daerah yang tenang karena kedamaian dan ketenteramannya dijaga. Di sana terdapat lereng berumput dan sungai kecil yang tenang.

Para pengarang juga mencintai daerah baratdaya. Penyair Robert Burns dilahirkan dan meninggal di sana, sedangkan karya-karyanya dibumbui dengan keadaan daerah ini. Ahli sejarah, Thomas Carlyle juga lahir di daerah itu. Sir Walter Scott, Robert Louis Stevenson, John Buchan, dan Dorothy L Sayers, penulis kisah misteri, menulis novelnya di sana.

Abbotsford, rumah novelis Sir Walter Scott

Daerah tenggara Dataran Pegunungan ini adalah daerah domba daratan dengan sungai-sungai Tweed dan Teviot. Berabad-abad yang lalu, para biarawan yang tinggal di ke-4 daerah biara besar di Daerah Perbatasan yaitu Melrose, Jedburgh, Dryburgh, dan Kelso merupakan orang pertama yang melihat nilai wol lokal dan mengekspornya ke Benua. Kini banyak baju panas (tweed dan sweater) yang mengisi pasaran dunia masih diekspor dari daerah ini.

Perbatasan ini dikenal sebagai daerah pemberontak. Sir Walter Scott membantu mempertahankan-dan menyiarkan legenda perbatasan itu. Rumahnya, Abbotsford, menjadi tempat ziarah karena noveI-novelnya yang paling laris,

Dataran Rendah dan Kota

Dataran rendah bagian tengah-yaitu Lembah Tengah yang luasbanyak ditempati oleh sebagian besar penduduk Skotlandia. Perdagangan dan industri dipusatkan di daerah ini. Meskipun akhir-akhir ini ada usaha untuk mendesentralisasi dan mengembangkan perindustrian di bagian utara dan barat, sebagian besar penduduk Skotlandia masih saja mendiami daerahdaerah di sekitar kota besar Skotlandia-Clasgow dan Edinburgh.

Dilihat sekilas pada peta kita tahu mengapa hal ini terjadi. Sungai Clyde dan Sungai Forth yang menjorok jauh ke pedalaman memberikan kemudahan yang hebat bagi masing-masing kota dalam hal transportasi perairan.

Jauhnya pedalaman ini juga berarti bahwa jalur jalan raya dan jalan kereta api utara-selatan harus dibuat bersama dalam satu daerah. Lapangan udara international Skotlandia di Prestwick juga berada di daerah yang sama.

Glasgow

Sebagai kota metropolis yang besar, kotor, dan bising, Glasgow sudah menjadi pusat industri Inggris sejak James Watt mulai menciptakan mesin uap pada abad ke-18. Orang Skot, yang memanfaatkan batubara, bijih besi, dan uap secara bersamaan, membantu merintis Revolusi Industri dan mengembangkannya.

Para insinyur Glasgow dan hasil karyanya serta kapal dari galangan yang besar di sepanjang Sungai Clyde telah sampai ke setiap daerah di dunia ini. Dewasa ini Glasgow bersaing dengan seluruh dunia. Galangan kapalnya sekarang menghasilkan anjungan pengeboran minyak, juga kapal eksplorasi bawah laut, untuk industri minyak Laut Utara.

Kota Glasgow mempunyai museum kesenian yang terkenal dan universitas yang berusia 500 tahun (ahli ekonomi abad ke-18,Adam Smith, adalah alumnus dan kemudian menjadi dosen di sana). Namun, sebagai kota, Glasgow adalah kota yang suram, padat, dan menyeramkan meskipun sudah dilakukan usaha pembaharuan di pinggiran kota.

Ada satu lagi perkampungan kumuh yang tak terkenal, yaitu Gorbals, yang sekarang menjadi tanah kosong, karena penduduknya dihunikan kembali di rumah apartemen di daerah pinggiran atau di kota baru.

Edinburgh Ibu Kota yang Sejahtera

Edinburgh mempunyai kebanggaan terhadap budaya dan kotanya serta sering disebut Athena dari Utara. Banyak taman-tamannya yang indah yang menunjukkan garis-garis arsitektur awal abad ke-19. Jalan Pangeran, jalan utama kota, satu sisinya dibatasi oleh taman dan kebun yang sunyi dan sisi yang lain oleh toko-toko yang semarak.

Ibu Kota Skotlandia dari atas Kaste; Edinburgh

Para pengunjung juga terpikat oleh Monumen Walter Scott, Akademi Kerajaan Skotlandia, Museum Nasional Skotlandia, dan West Kirk (Gereja St. Cuthbert) yang kecil peninggalan abad ke-8, yang merupakan lembaga keagamaan yang tertua di Edinburgh.

Menghadap ke bawah seolah menaungi keseluruhan Edinburgh adalah Kastel, yang menjulang di atas taman kota dan Jalan Pangeran. Kastel adalah bekas benteng kota dan kini dijadikan barak militer. Selama diadakan festival Edinburgh pada akhir musim panas, sebagian besar pengunjung menyaksikan upacara Militer yang hebat di dalam Kastel.

Dari Kastel turun ke Royal Mile, yaitu jalan utama yang bersejarah, orang dapat melihat panorama Edinburgh-rumah tinggi sempit berlapis granit; Katedral Agung St. Giles, yang merupakan ibu gereja Skotlandia dan pusat Presbiterianisme; serta Istana Holyroodhouse.

Bangunan yang didirikan sebagai biara pada akhir abad ke-16 ini adalah rumah Mary Ratu Skotlandia dan anaknya, James VI dari Skotlandia yang kemudian dinobatkan menjadi James I dari Inggris.

Meskipun termuda di antara 4 universitas Skotlandia yang tua, Universitas Edinburgh yang baru berusia 400 tahun, telah bertahun-tahun menjadi universitas yang terpenting. Para ilmuwan memenangkan penghargaan dunia dalam berbagai bidang, khususnya bidang kedokteran. Akan tetapi, sejak tahun 1960-an, pusat-pusat lain yang bergerak dalam kesenian, sains, dan teknologi telah berkembang pesat.

Dekat Edinburgh terdapat pelabuhan Laut Leith, yang menjadi pusat perdagangan wiski dan juga merupakan basis ekspor Skotlandia. Tidak jauh dari sini terdapat muara jembatan jalan raya dan jembatan jalan kereta api yang besar di atas Sungai Forth, yang menghubungkan Edinburgh dengan pantai timurlaut.

Kota Pantai St. Andrew terkenal karena universitas tuanya (kirakira berusia 1.410 tahun) dan sebagai tempat kelahiran olahraga golf. Ke arah utara terdapat kota Dundee, yang terkenal karena selai jeruk dan kue-kuenya.

Di daerah pantai atas, daerah yang terkenal karena peternakannya, terdapat kota Aberdeen, yang juga menjadi tempat sebuah universitas (berdiri kira-kira pada tahun 1494) dan pusat industri minyak Inggris.

Baca juga: Inggris Tanah Hijau Surga Dunia


Kepulauan Skotlandia

Kepulauan Orkney terletak pada ujung timurlaut Skotlandia di seberang kota john o’Groat’s House. Perairan yang berbahaya mengelilingi kepulauan itu. Muara Pentland, dengan air pasangnya yang mengalir deras dan pulau-pulau karangnya, telah lama merupakan kuburan kapal.

Ada fakta tentang permukiman Zaman Batu dan Zaman Perunggu di Orkney dan ada juga tanda penyerbuan Norse pada abad ke-9. Kira-kira hanya 20 dari 70 kepulauan Orkney yang dihuni.

Meskipun kepulauan ini kenyataannya tidak banyak ditumbuhi pepohonan, daerah ini merupakan tanah yang subur dan secara intensif dijadikan lahan pertanian. Kepulauan utama membentuk pelabuhan yang terlindung Scapa FIow yang terkenal sebagai basis perang angkatan laut Inggris.

Agak jauh ke utara, melewati Pulau Fair kecil yang suram (dikenal karena sweaternya yang berpola tradisional), terdapat Kepulauan Shetlandia. Seperti halnya orang Norse, nenek moyang mereka, maka orang Shetlandia adaiah pelaut dan nelayan.

Kuda, lembu, anjing, dan domba Shetlandia adalah jenis binatang khusus yang berbentuk kecil. Wol domba Shetlandia benarbenar halus dan banyak dicari orang karena rajutan Shetlandia itu terkenal di dunia.

Kepulauan Hebrida, yang sering disebut sebagai ”Kepulauan Barat” di lepas pantai barat Skotlandia, terdiri atas banyak pulau yang mudah di kunjungi. Banyak lagu dan balada yang digubah tentang Hebrida-seperti ”I Know Where I’m Going” dan ”Over the Sea to Skye”.

Banyak pulau dengan nama yang lucu-misalnya, Rum, Eigg, dan Muck, Mull, Uist Utara, Uist Selatan, dan Lewis dengan Harris yang terkenal karena wolnya. Skye adalah legenda tentang rasa syukur kepada Pangeran Charlie yang ganteng, penuntut Skotlandia, yang ingin menggulingkan Kerajaan Inggris pada tahun 1740-an dan mendirikan kembali kekuasaan Stuart. Impiannya berakhir di palagan Culloden pada tahun 1746.


Rakyat Skotlandia

Orang Skot pada zaman modern ini merupakan produk percampuran keturunan yang berlangsung lama. Suku asli yaitu suku Pict bercampur dengan para penyerbu bangsa Kelt, Romawi, AngIo-Saxon, Skandinavia, Normandia dan tiap kelompok itu meninggalkan bekas kebudayaan nasional mereka.

Kemudian, banyak orang Irlandia yang pindah ke daerah industri di Dataran Rendah Tengah. Beberapa imigran dari Eropa Timur dan Selatan juga menempati daerah itu.

Orang Skotlandia sudah lama terkenal sederhana, yang sengaja mereka besar-besarkan dan pakai sebagai bahan canda di kalangan mereka sendiri. Namun, ciri paling populer orang Skotlandia sepanjang sejarah mungkin adalah klan mereka kelompok keluarga dari keturunan nenek moyang yang sama dengan nama yang sama.

Banyak orang Skot yang masih merasa mempunyai hubungan keluarga yang kuat dengan klan mereka dan banyak tradisi Skot yang bersumber dari sistem ini.

Bahasa

Gaelik, bahasa Keltik kuno orang Skot, sekarang masih dipakai paling sedikit oleh lebih dari 75.000 orang, yang sebagian besar tinggal di Dataran Tinggi atau di Kepulauan Hebrida. Dengan penerimaan dan pemakaian Injil dalam bahasa Inggris, para pembaharu bangsa Skot abad ke-16 mengadopsi bahasa Inggris sebagai bahasa nasional.

Namun, seperti yang tampak pada lagu ”Auld Lang Syne” dapatlah diketahui bahwa bahasa Inggris yang mereka pakai mempunyai ciri yang khas. Mereka telah menguasai sebagian besar perbendaharaan kata yang berasal dari bahasa Norse kuno dan Anglo-Saxon, dan mereka bertutur dengan irama tertentu.

Agama

Presbiterian Skotlandia selalu bertemu di ”persidangan kirk” sejak John Knox meneriakkan khotbahnya yang berapi-api dari mimbar St. Giles pada tahun 1560-an. Kini, Presbiterian telah menjadi sekte resmi dan merupakan gereja terbesar di negeri itu.

Gereja Skotlandia, demikian nama gereja itu, menyatakan berpengikut hampir separuh jumlah penduduk. Katolik Roma, yang amat berpengaruh terutama di Dataran Tinggi sebelah barat, merupakan kelompok terbesar kedua.

Pendidikan

Bagi orang Skot, pendidikan benar-benar penting. Mereka mulai menyekolahkan anak mereka pada usia 5 tahun. Pada usia 12 tahun, anak-anak Skot pada umumnya telah lulus sekolah dasar dan melanjutkan ke sekolah lanjutan yang harus mereka tempuh hingga usia 16 tahun.

Sebagian besar sekolah Skotlandia didukung oleh dana masyarakat. Sistem pendidikan diatur oleh Departemen Pendidikan Skotlandia yang khusus.

Pendidikan tinggi dapat dilakukan di 8 universitas dan puluhan lembaga khusus lainnya. Empat universitas Skotlandia yang ada-yaitu St. Andrew, Glasgow, Aberdeen, dan Edinburgh-telah berumur lebih dari 400 tahun.


Ekonomi Skotlandia

Kira-kira % lahan Skotlandia dipakai untuk pertanian-seperti pengolahan tanaman dan peternakan hewan. Namun, orang Skotlandia masih kekurangan produksi makanan sehingga harus bergantung pada impor. Pemanufakturan sudah lama menjadi tulang punggung ekonomi negara ini. Dengan dimulainya eksploitasi gas alam dan endapan minyak Laut Utara, industri pertambangan memasuki fase baru dan menjadi perhatian utama.

Pemanukfakturan industri berat, seperti industri pembuat baja dan pembuat kapal, sudah menjadi tulang punggung sektor perpabrikan sejak Revolusi Industri. Glasgow masih menjadi pusat teknik perkapalan di Kerajaan Serikat.

Namun, persaingan dengan bangsa asing telah mendorong berdirinya aneka industri dan memacu perkembangan ke arah industri teknologi tinggi dan industri barang konsumen.

Elektronik dan komputer merupakan salah satu produk baru pabrik Skotlandia. Wol dan tekstil Skotlandia masih dibutuhkan, sedangkan penyulingan wiski yang terkenal di kalangan bangsa-bangsa di dunia terus-menerus dikembangkan.

Pertambangan

Batubara dahulu merupakan sumber tambang utama Skotlandia, tetapi sejak tahun 1970-an, batubara digantikan oleh minyak. Sebagian besar daerah minyak lepas pantai Inggris terdapat di perairan Skotlandia, sedangkan Aberdeen telah dikembangkan menjadi markas besar industri minyak yang baru.

Sebuah pabrik penyulingan yang besar didirikan masing-masing di Crangemouth dan Dundee.

Pertanian

Kira-kira separuh dari lahan pertanian negara, khususnya di Dataran Tinggi dan Daerah Pegunungan sebelah selatan, dipakai untuk menggembalakan domba dan lembu. Skotlandia terkenal karena peternakan sapinya-Aberdeen-Angus, Galloway, dan lainnya-dan jenis domba khusus (muka-hitam) Skotlandia penghasil wol bagi bahan baju hangat.

Hasil panen utama di lahan pertanian lain yang terbaik terdapat di Dataran Rendah Tengah, yaitu jewawut, oat, gandum, jerami, dan kentang.

Perikanan

Cadangan ikan tangkapan yang telah habis dan ditutupnya beberapa lahan perikanan tradisional di Atlantik Utara menciptakan kesulitan bagi banyak nelayan Skotlandia.

Namun, perikanan masih merupakan industri utama. Kepiting dan udang galah diambil dari perairan pantai, sedangkan ikan cod, ikan haddock, dan ikan putih lainnya didapat dari Tanah Hijau dan Laut Putih yang jauh.


Sejarah Skotlandia

Keterpencilan Skotlandia yang amat sangat menyebabkannya terhindar dari gelombang perubahan yang melanda Inggris dari Benua-baik imperialisme Romawi, penyerbuan Anglo-Saxon, atau lembaga feodalisme. Bangsa Romawi, misalnya, seringkali mengadakan perampasan dan membuat benteng dan tembok, tetapi pada dasarnya mereka hanya mengawasi daerah perbatasan yang bergolak.

Satu-satunya perkecualian adalah hukum Skotlandia, yang tetap bertahan pada hukum Romawi, sedangkan hukum Inggris bersumber pada kode-kode Saxon.

Karena tiap pergerakan berjalan ke utara, maka pergerakan itu menghadapi pertahanan yang meningkat dari mereka yang berkuasa. Beberapa dari para penyerbu ini tak cukup kuat untuk mencapai bagian paling utara Skotlandia. Syukur bahwa semangat nasional bangsa Skotlandia mampu menghalau serangan gencar bangsa Inggris.

Meskipun sering dikalahkan, orang Skotlandia mampu mengelola persatuan dan merebut kembali milik mereka hingga terbentuklah Uni Kerajaan pada tahun 1603.

Skotlandia menerima kenyataan bahwa rajanya dinobatkan menjadi Raja Inggris dan, oleh karena itu, Skotlandia merasa mempunyai kedudukan yang sama dengan Inggris. Bangsa Skotlandia menerima Uni Parlementer pada tahun 1707 tanpa dapat mengelak, tetapi perasaan sederajat ini tidak berlangsung lama.

Meskipun bangsa Inggris dan bangsa Skotlandia bersama-sama mendiami satu pulau dan bernaung dalam satu kerajaan, mereka tetap merupakan dua masyarakat yang berbeda.

Hingga sekarang orang Inggris memakai beberapa orang Skotlandia dalam posisi pimpinan pada pemerintahan dan industri, tetapi tetap ada kecenderungan memandang rendah dan menganggap mereka sebagai orang yang berwajah keras, kikir, dan pecandu bagpipes dan haggis (masakan Skotlandia yang dibuat dari tepung gandum dicampur hati, jantung, dan paru-paru domba dan direbus di dalam perut domba). Skotlandia sendiri dipandang sebagai tempat berlibur, tetapi bukan tempat untuk tinggal.

Keluarga kerajaan mempunyai rumah musim panas di Balmoral. Keluarga-keluarga yang mempunyai tanah yang luas mendiami tanah itu hanya untuk berburu dan memancing dan sedikit sekali yang tinggal di sana di luar musim.

Orang Skotlandia mempunyai peranan yang besar dalam pengetahuan, usaha, dan politik. Sejak Perang Dunia II, 2 orang perdana menteri Inggris adalah orang Skotlandia Harold Macmillan dan Sir Alec Douglas-Home, sedangkan Ibu Suri Ratu Elizabeth sekarang ini adalah anak perempuan bangsawan Skotlandia, Earl Strathmore XIV.

Orang Skotlandia dicemooh karena aksen mereka. Masyarakat egalitarian yang kejam menyebabkan perasaan rendah diri. Kini, suasana baru percaya-diri mulai timbul. Orang Skotlandia menampakkan nasionalisme mereka meskipun tidak berarti kekuatan yang negatif.

Para nasionalis Skotlandia dipilih dalam Parlemen. Dalam pemilihan tahun 1974 Partai Nasionalis Skotlandia, yang menganjurkan adanya hukum yang mandiri, memperoleh 11 kursi. Meskipun setelah itu Partai Nasional semakin kehilangan dasar, partai itu masih saja mempunyai kekuatan.

Penyelidikan bagi Kemakmuran di Masa Mendatang

Orang Skotlandia sudah cukup menyesuaikan diri terhadap gaya hidup Inggris dan menerima London sebagai pusat dunia mereka. Namun, lebih dari itu, mereka juga telah menunjukkan bahwa mereka tidak berniat memisahkan diri sepenuhnya dari Kerajaan Serikat.

Menanggapi secara langsung kemenangan kaum nasionalis pada tahun 1974, Parlemen menyodorkan rancangan undang-undang (1978) yang mengakui hukum rumah tangga Skotlandia, dengan parlemennya sendiri di Edinburgh dan pengendalian sendiri terhadap berbagai masalah daerah.

Namun, pemilih di Skotlandia menunjukkan semangat yang rendah atas rencana ini. Di samping itu, mayoritas pemilih yang mendukung rancangan undang-undang dalam referendum pada tahun 1979 itu, sangat sedikit yang mengacuhkan pemungutan suara ini sehingga golongan ini tidak mendapatkan suara.

Orang Skotlandia sedang mengubah kecenderungan jangka lama lewat gelombang besar imigrasi. Penindasan atas orang Dataran Tinggi selama bertahun-tahun setelah kekalahan pengikut Pangeran Charles di Culledon pada tahun 1746 membantu mengubah orang Skotlandia menjadi imigran.

Hal yang lebih mengenaskan lagi adalah periode pada abad ke-19 saat lahan lebih diperlukan untuk menggembalakan sapi daripada untuk manusia. Lalu, kenyataan bahwa daerah dataran tinggi itu dianggap tidak penting secara ekonomis sehingga mendorong imigran yang lebih banyak.

Akhirnya, depresi yang terjadi pada tahun 1930-an membuat anak-anak muda berpikir bahwa mereka dapat berbuat sesuatu yang lebih baik di tempat lain. Penduduk Dataran Tinggi semula menuju ke kota-kota kemudian ke luar negeri, sementara itu imigran Irlandia mengambil-alih tempat mereka di bidang industri Skotlandia.

Gelombang imigrasi ini mengirimkan orang Skotlandia ke segala penjuru dunia. Di Amerika Serikat dan Kanada, orang cukup melihat buku telepon untuk mencari orang Skotlandia. Apa yang hilang dari Skotlandia tentu saja telah memberi keuntungan bagi orang lain. Orang Skotlandia masa kini benar-benar menyadarinya.

Selama seperempat abad terakhir abad ke-20 ini, menandai terkuaknya lembaran sejarah baru Skotlandia. Proyek hidroelektrik baru yang besar di Dataran Tinggi, pengembangan tenaga nuklir, dan, yang terpenting, pencarian minyak bawah laut di lepas pantai Skotlandia di LautUtara membawa Skotlandia pada kemakmuran baru. Pada tahun 1983, lebih dari 75.000 pekerjaan baru sudah diciptakan oleh industri minyak yang baru.

Diulas oleh:
JOSEPH C. HARSCH, C.B.E. (Hon), Pimpinan penulis editorial Christian Science Monitor JUDITH FRIEDBERG, Konsultan Editorial dan Penulis
Editor: Sejarah Negara Com

Artikel Terkait