Belanda

  • Whatsapp

Salah satu dari cerita terkenal tentang Negara Belanda adalah dongeng seorang anak laki laki kecil yang menyelamatkan desanya pada suatu malam yang berangin ribut dengan cara menutupkan jari-jarinya pada sebuah celah di pematang dan menunggu sampai akhirnya bantuan datang membetulkan pematang itu.

Seperti bunga tulip dan produk peternakan, kincir angin dan sepatu kayu, kanal dan daerah pedalaman hijau yang rata, cerita tadi merupakan bagian dari gambaran tradisional Negeri Belanda.

Bacaan Lainnya

Ini adalah gambaran yang nyata-meskipun anak laki-laki kecil pemberani tadi hanyalah khayalan seorang pengarang Amerika pada tahun 1865, tetapi gambaran itu belum lengkap. Negeri Belanda saat ini adalah jauh lebih dari sekadar negara dengan tradisinya yang indah.

Negeri kecil dengan standar hidup yang tinggi ini telah mengatasi berbagai kesulitan yang luar biasa untuk dapat menjadi negara pemuka di Eropa dalam bidang pertanian dan produk industri. Negeri Belanda ini juga menjadi pemuka dalam pergerakan dalam upaya membentuk negara-negara masyarakat Eropa dan menciptakan dunia yang lebih damai.

Peta Belanda

Kunjungi google map

Geografi Belanda

Negeri Belanda, yang terletak di Eropa baratlaut, berbatasan dengan Jerman Barat di sebelah timur, Belgia di sebelah selatan, dan Laut utara di sebelah barat dan baratlaut. Ujung Sungai Rhein, sungai terbesar Eropa, mencapai laut setelah melewati negeri ini.

Banyak anak Sungai Rhein ini menyebar seperti jari-jari ke seluruh negeri. Dua sungai penting lain, yaitu Sungai Meuse dan Sungai Scheldt, mengalir membelah Negeri ini. Banyak tanah menjadi subur karena lumpur yang terendapkan seraya sungai itu mengalir ke laut. Di samping sungai-sungai itu, negeri ini memiliki salah satu jaringan kanal yang terluas di Eropa.

Negeri Belanda pada umumnya rendah dan datar, sedangkan lebih dari 2/5 luas tanahnya berada di bawah paras laut. Titik tertinggi terdapat di bagian tenggara. Di bagian ini, yang terletak jauh dari laut, terdapat daerah pegunungan rendah dan perbukitan yang berombak halus. Daerah ini kaya akan batubara, yang merupakan sumber alami penting yang telah ditambang sejak abad ke-16.

Sumber alam Belanda yang lain adalah sediaan garam yang luas, dipakai untuk industri kimia dan tanah liat dipakai untuk bahan keramik dan barang pecah-belah. Ladang-ladang gas alam di dekat Laut Utara dan lepas pantai, tepat di bawah laut itu, telah memenuhi kebutuhan negeri ini. Persediaan uranium telah ditemukan di sebelah tenggara.

Negeri Belanda memiliki iklim yang sedang dengan musim dingin yang lembut dan musim panas yang bersuhu sekitar 18 derajat C. Angin dari arah laut membawa banyak hujan dan membuat cuaca selalu berubah sehingga langit biru dengan sinar matahari yang cemerlang itu dalam satu menit berubah menjadi abu-abu dan dalam sekejap mengamuk.

Laut Perbatasan yang Fleksibel

Cerita Negeri Belanda secara luas telah menjadi cerita tentang orang dan reaksinya atas laut yang selalu ada di mana-mana. Selama hampir 2.000 tahun mereka telah belajar menjinakkan keganasan laut yang selalu mengancam dengan menggenangi dan menghancurkan negeri mereka.

Pertahanan terhadap laut dimulai di suatu daerah bukit pasir berawa yang disebut Friesland, di sebelah timurlaut. Penduduk daerah itu tinggal di daerah peternakan dan permukiman nelayan di pesisir berbagai danau yang memenuhi daerah pedalaman itu.

Penduduk Friesland, yang terancam oleh laut yang menyapu daerah pantai yang tak terlindung, membangun bukit raksasa buatan dari tanah yang disebut terpen. Di sini orang dan ternak berlindung terhadap pasang tinggi dan banjir.

Akhirnya, beberapa dari bukit buatan itu dihubungkan dengan tembok-tembok untuk perlindungan tambahan dan, dengan demikian, tanggul pematang pertama sudah didirikan. Selama bertahun-tahun tanggul-tanggul itu berubah dari tembok laut yang sederhana menjadi sistem penghalang yang kompleks dengan pintu gerbang yang dapat dibuka untuk menyesuaikan tekanan air laut terhadap pamatang-pematang itu.

Sehubungan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan lahan yang lebih banyak untuk bercocok tanam pun meningkat. Untuk itu, daerah bawah laut ditambak dengan pematang dan kemudian air di dalamnya dipompa ke luar. Lahan yang dipulihkan dengan cara ini menjadi lahan yang disebut polder. Penggunaan kincir angin untuk mengeringkan lahan disempurnakan selama abad ke-15.

Tokoh besar dalam perjuangan lahan adalah Cornelis Lely. Pada tahun 1886 dia lebih dahulu menerbitkan rencana besar untuk pemulihan lahan polder yang merupakan awal proyek Zuider Zee. Peta Negeri Belanda yang dibuat pada permulaan abad ke-20 menunjukkan adanya anak Laut Utara dalam Negeri Belanda.

Sebuah bendungan atau dam raksasa yang melingkar dibangun, mulai dari Friesland di timurlaut ke Belanda Utara di sebelah barat, menutup teluk, yang disebut Zuider Zee, dari laut. Pada tahun 1932 dam penghalang ini telah rampung dan secara bertahap Zuider Zee menjadi sebuah danau air segar yang disebut Ijsselmeer (danau Ijssel).

Sebagian danau dikosongkan sehingga terbentuklah lima polder baru. Di sekitar polder yang sudah rampung, mulai didirikan banyak rumah petani dan lumbung desa, dipelihara tanaman panen dan ternak perah, dan dibangunlah berbagai jalan besar melintasi lahan untuk mengangkut orang dan hasil yang mereka peroleh.

Di jantung lahan baru itu berkembanglah sebuah kota yang kelak memiliki populasi lebih dari 100.000 jiwa. Kota ini mirip kota perintis Belanda abad ke-20 yang dilengkapi dengan pusat perumahan, pusat perdagangan, dan pusat perbelanjaan. Kota ini dinamai Lelystad, sebagai penghormatan bagi orang yang rencananya telah menjadi kenyataan.

Pada bulan Februari 1953, meskipun telah ada beribu-ribu mil tanggul yang melindungi pesisir pantai, orang Belanda sadar bahwa laut ternyata tetap merupakan musuh yang amat tangguh. Badai Laut Utara di musim dingin itu telah menjadi amat ganas dan topan yang hebat menghempas air dengan dahsyatnya ke pantai-pantai.

Akhirnya, bendungan di baratdaya roboh. Banyak rumah, mobil, ternak, dan pohon lenyap dari pandangan ditelan gelombang murka yang melanglang lahan-lahan dan bergabung dengan air bah dari sungai yang meluap. Seribu delapan ratus orang meninggal karena banjir dan lebih dari 70.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Para insinyur perairan langsung bekerja segera setelah badai reda dan banjir mulai surut. Lahirlah segera Rencana Delta. Proyek yang bernilai jutaan dolar ini memperkuat lindungan pantai dengan menempatkan dam-dam semen raksasa di laut antara pulau-pulau di propinsi Zeeland di baratdaya tempat terjadinya bencana pada tahun 1953. Rencana Delta ini juga memotong anak-anak Sungai Meuse dan Scheldt sehingga polder-polder barunya menambah jumlah lahan bagi Negeri Belanda.

Kini Negeri Belanda membelanjakan sebagian besar pendapatan negaranya untuk perlindungan terhadap laut dan untuk reklamasi lahan, tetapi sebanding dengan pengeluaran yang besar ini adalah fakta bahwa separuh penduduknya tinggal di lahan yang semestinya kena banjir dan di rumah yang seharusnya tersapu air.

Rencana Delta adalah kemajuan yang mutakhir di Negeri Belanda, negeri yang terus berjuang melawan laut, sebuah perjuangan yang oleh orang Belanda telah dialami selama berabad-abad.

Pertanian Belanda

Tinggal sedikit orang Belanda yang kini masih bekerja di bidang pertanian, tetapi karena metode pertaniannya modern dan kesaksamaan dalam penggunaan tanahnya yang terbatas, pertanian masih tetap penting di Negeri Belanda saat ini.

Di atas tanah yang berpasir, para petani Belanda menanam berbagai padi-padian, gandum, gandum hitam, oat, dan jewawut-dan semua jenis sayuran, terutama kentang, lobak, bit gula, dan wortel. Lebih lanjut, ribuan rumah kaca dibangun di dekat pesisir, tempat tomat, selada, mentimun, kol, bawang, dan jenis sayuran lain ditanam untuk diekspor ke seluruh Eropa.

Apel dan buah per merupakan hasil utama kebun buah-buahan orang Belanda. Negeri Belanda juga merupakan pengekspor telur terkemuka dunia, sedangkan daging babi asap dan hamnya terkenal di mana-mana karena rasanya yang enak.

Karena sebagian besar Negeri Belanda berupa tanah rumput datar yang cocok untuk perumputan, maka peternakan susu terdapat di mana-mana. Ternak Belanda memproduksi hasil susu terbesar di dunia. Negeri Belanda adalah pengekspor keju terbesar dunia. Kota Gouda dan Edam terkenal di seluruh dunia karena produk kejunya.

Meskipun industri peternakan Belanda lengkap, modern, dan memakai peralatan mutakhir, pasar-pasar keju tradisional mingguan masih diselenggarakan-setiap hari Kamis di Edam dan setiap hari Jumat di Alkmaar, di dekat Haarlem.

Para buruh Serikat Pengantar Keju dengan mengenakan pakaian dinas putih menjinjing setumpuk keju keemasan, seperti yang mereka lakukan selama berabad-abad, pada sebuah usungan kayu. Para pekerja yang mengenakan topi merah, kuning, biru, atau hijau menunjukkan perusahaan serikat tempat mereka bekerja.

Tulip Bunga Industri Belanda

Bunga tulip, simbol nasional Negeri Belanda dan merupakan salah satu hasil pertanian penting, pertama kali masuk ke Eropa pada abad ke-16. Seorang duta besar Austria melihat bunga ini di Turki, dia mengagumi keindahan, dan kemudian membawa kembali beberapa umbinya ke Wina.

Bunga Tulip produk terkemuka Belanda
Bunga Tulip produk terkemuka Belanda

Seorang ahli hortikultura Belanda yang bekerja di Istana Austria membawa umbi bunga ini ke Negeri Belanda. Kelangkaan bunga ini telah membuatnya amat berharga. Spekulasi atas bunga tulip ini tumbuh luar biasa.

Ketika spekulasi ini mencapai puncaknya tidak hanya sejumlah besar uang saja, tetapi rumah, tanah, atau bahkan seluruh armada kapal pun dapat berpindah tangan hanya karena setangkai bunga Tulip. Pada tahun 1638 pemerintah menghentikan spekulasi yang disebut sebagai Tulip Mania itu.

Tulip tetap merupakan faktor penting bagi ekonomi Belanda. Kini Belanda adalah pengekspor utama umbi bunga tulip, iris, daffodil, dan hyacinth.

Pusat industri bunga itu berada di dekat kota Lisse, sebelah selatan Haarlem, dan kota Aalsmeer, sebelah baratdaya Amsterdam. Ladang-ladang bunga yang bertingkat yang berwarna-warni membentang luas. Setiap warna dan jenis bunga tulip memiliki nama sendiri, seringkali diambil dari nama tokoh sejarah Belanda atau nama buatan seperti si hitam manis.

Karena bunga ini ditanam terutama untuk diambil umbinya, bunganya sendiri dipotong dan dijual dengan harga murah dalam buket besar atau untaian yang berwarna-warni. Pada setiap musim bunga diadakan Bloemencorso (pawai bunga), sebuah arak-arakan mobil hias yang masing-masing bercerita dalam bentuk bunga bergantian dari kota ke kota di daerah itu.

Kehidupan Belanda

Berbagai tradisi yang membuat Negeri Belanda menjadi sebuah negara dengan literasi yang tinggi di Eropa masih dipertahankan. Setiap anak Belanda yang berumur antara 6-15 tahun diwajibkan bersekolah, sedangkan sekitar 60% meneruskan belajar ke sekolah lanjutan umum. Ketika pendidikan di Negeri Belanda dikembangkan seusai perang, maka didirikanlah lebih banyak sekolah kejuruan.

Negeri Belanda memiliki tujuh universitas, dua di Amsterdam, sedangkan yang lain di Utrecht, Groningen, Nijmegen, Rotterdam, dan Leiden. Universitas Leiden, yang merupakan universitas tertua, didirikan oleh William dari Orange untuk memperingati ketahanan kota ini terhadap pengepungan Spanyol. Negeri Belanda juga memiliki perguruan tinggi jurusan pertanian, teknik, dan bisnis.

Negeri Belanda merupakan negara dengan jumlah penduduk yang paling padat di dunia, lebih dari 385 jiwa per km persegi. Hal ini terjadi karena tingkat kematian, termasuk yang terendah di dunia, dikombinasikan dengan tingkat kelahiran yang relatif tinggi dan luas wilayah yang sempit (meskipun ada pemulihan lahan baru).

Di Negeri Belanda saat ini, para arsitek dan perancang kota secara berkesinambungan bekerja di bidang pembangunan dan proyek baru untuk mengatasi kekurangan perumahan. Sedikit sekali dijumpai kemiskinan karena adanya badan kesejahteraan sosial; asuransi kaum jompo, kecelakaan, dan cacat, serta tunjangan hamil dan keluarga.

Meskipun terdapat kemajuan dan problem yang diakibatkan oleh industrialisasi, sifat gezelligheid masih merupakan bagian dari ciri Negeri Belanda. Sifat ini merupakan unsur kehangatan, kesejahteraan, atau daya tarik visual yang alami. Bagi orang Belanda, suatu ruangan tanpa bunga adalah tidak menyenangkan (gezellig), seperti pagi tanpa minum kopi.

Kenyamanan (gezelligheid), menghendaki adanya kue-kue yang mengiringi minuman teh pada sore hari, rumah yang bersih di akhir minggu, dan kebersamaan keluarga di Hari Natal dan pada hari libur lain. Cezelligheid sesungguhnya berarti mempertahankan nilai tradisi yang baik.

Meskipun Negeri Belanda kini tidak lagi terkenal sebagai sebuah negeri kincir angin dan sepatu kayu, banyak tradisi tuanya, yaitu hal-hal yang membuat negeri ini betul-betul berciri khas Belanda di mata dunia masih tumbuh subur. Setiap orang bermain berselaju, mulai dari anak terkecil yang baru pertama kali pandai mengenakan sepatu skate sampai dengan para pemain skate yang pernah berlomba sejauh 190 km dalam perlombaan Elfstedentoch (wisata sebelas kota).

Pada musim panas, berlayar menjadi amat populer, sedangkan bersepeda tetap merupakan kegiatan sepanjang tahun di Negeri Belanda sebagian besar berfungsi sebagai alat transportasi. Namun, di kota-kota sepeda motor dan skuter sudah menggantikan sepeda.

Banyak rumah orang Belanda masih memiliki kebun yang dipelihara dengan saksama atau memiliki jendela kotak, sedangkan reputasi orang Belanda akan kerapian masih dipertahankan oleh para ibu rumah tangga yang mengepel anak tangga atau bahkan trotoar di depan rumah mereka sesering mereka membersihkan perabot rumah mereka.

Kini, kostum tradisional daerah Belanda-misalnya, topi renda lebar bak sayap, apron yang dikanji, dan rompi sulaman yang berwarna-warni, disimpan untuk dipakai pada hari-hari libur dan saat-saat khusus. Namun, sepatu kayu khas Belanda, atau klompen (kata ini berasal dari suara sepatu itu bila dipakai), masih dipakai di desa-desa Klompen menjaga kaki tetap kering dan tidak lembap seperti bila orang mengenakan sepatu kulit.

Amsterdam

Kota Amsterdam, yang dibangun pada abad ke13 sebagai permukiman di Sungai Amstel, mendapat nama aslinya, Amstellledamme, ketika sungai tersebut dibendung. Dari permulaannya sebagai sekelompok rumah kayu yang menggerombol di pinggir jalan yang sempit, kota ini tumbuh menjadi kota yang besar dan penting serta menjadi pusat perdagangan utama.

Kira-kira 300 tahun yang lalu kota ini telah mekar sedemikian rupa sehingga lalu lintas muncul menjadi masalah yang serius. Untuk mengatasi kesulitan ini, dibangunlah terusan konsentris yang merupakan permulaan jaringan terusan Amsterdam modern.

Di antaranya ada 60 buah yang dilintasi oleh 550 buah jembatan sehingga membuat kota ini menjadi kota yang terdiri atas 90 pulau. Perahu dengan atap kaca mengarungi kanal membawa para pesiar dengan rondvaarten (perjalanan keliling) mengitari kota. Amsterdam memberikan kontras antara masa lalu dan masa kini, yang dalam banyak hal menjadikan tur di ibu kota Negeri Belanda ini seperti mengadakan perjalanan menengok sejarah Belanda.

Lukisan kincir angin oleh Jacob van Ruisdael 1667

Di antara yang menarik di kota adalah Rijks museum (Museum Nasional), yang dipugar untuk koleksi-koleksi lukisan para seniman besar Belanda masa lalu, sekaligus sebagai contoh dari setiap karya seni abad pertengahan hingga abad ke-19. Barangkali atraksi utama museum ini adalah karya Rembrandt yang terkenal, yaitu Night Watch (Ronda Malam).

Museum Stedelijk Amsterdam (Museum Kota) berisi sebuah koleksi lukisan modern yang menonjol, termasuk karya Vincent van Gogh, yang lukisan agungnya mengekspresikan keindahan alam dan penderitaan pribadinya sendiri. Lukisan itu tetap tampak amat hidup seperti saat Gogh menyelesaikannya sebelum tahun 1900.

Museum ini juga menyimpan karya berbagai pelukis Belanda abad ke-20, seperti Piet Mondrian, yang mengkombinasikan warna-warna cerah bening dalam pola-pola linear yang tajam; Kees van Dongen, yang melukis adegan kehidupan orang di kafe sebelum Perang Dunia I dan Karel Appel.

Warisan kekayaan masa lalu kota Amsterdam termasuk Schreierstoren (Menara Duka), tempat para pelancong abad ke-17 dan abad ke-18 ke Dunia Baru beranjangsana ke keluarga mereka. Amsterdam juga merupakan kota tempat berdirinya rumah Rembrandt (yang ditinggalinya dari tahun 1639 hingga tahun 1658) dan telah direstorasi menjadi museum.

Rumah ini terletak di daerah tempat tinggal orang Yahudi yang melarikan diri dari penyiksaan Spanyol dan Portugal pada abad ke-15 hidup dengan damai dan bebas.

Salah satu industri Amsterdam yang paling terkenal, yaitu industri pemotongan intan, telah berakar sejak masa lalu, tetapi kota ini tetap memimpin dunia dalam produksi intan perhiasan dan intan untuk keperluan industri.

Meskipun sebagian besar Amsterdam adalah kota abad ke17, tetapi kota ini juga diperluas di abad ke-20. Kompleks industri kota ini merupakan kompleks nomor satu di negara ini. Pelabuhan Amsterdam yang dihubungkan dengan perairan internasional dekat dengan Kanal Laut Utara, merupakan salah satu dermaga yang termodern di Eropa.

Kota ini merupakan markas besar KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, atau Perusahaan Penerbangan Kerajaan Belanda) dan tempat beradanya Bandara Internasional Schiphol, yang merupakan salah satu dari bandara bebas bea terbesar di dunia. Hal ini semua telah membuat Amsterdam menjadi titik fokus perdagangan dan perpelancongan antar bangsa.

Amsterdam juga memiliki restoran terbaik negeri ini, yang menyediakan berbagai makanan tradisional Belanda, seperti erwtensoep (sup kacang), ikan herring, dan tiram Laut Utara serta keju dan bir yang membuat Negeri Belanda terkenal.

Makanan dengan selera internasional pun dapat dicoba. Ada rijsttafel (nasi dengan aneka daging, ikan, telur, kari, sayur, dan lauk pauk) dan nasi goreng yang keduanya merupakan kenangan manis terhadap pertalian Belanda dengan Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Di jalan-jalan Amsterdam, terdapat banyak warung ikan herring siap melayani para pengunjung yang berminat kepada makanan khas Belanda.

Amsterdam juga tempat Concertgebouw, salah satu orkes simfoni terkemuka di dunia. Di samping itu, kota Amsterdam memiliki jenis musiknya sendiri yang khas. Amsterdam mempunyai lebih banyak organ tiup dan carillon daripada kota lain di dunia, sedangkan ciri khas bunyi-bunyian kota ini adalah bunyi organ dan bel yang berdentangan di seberang kanal-kanal dan atap-atap rumah tua dan rumah baru.

Rotterdam dan The Hague

Di alun-alun pusat kota Rotterdam berdiri sebuah patung yang tangannya terangkat menengadah ragu dan putus asa ke arah langit. Patung ini menggambarkan kehancuran kota Rotterdam oleh bom Jerman pada bulan Mei 1940.

Patung Ossip Zadkine di Rotterdam mencatat sejarah Perang Dunia II

Meskipun dermaganya rusak dalam Perang Dunia II, kota Rotterdam tidak hanya berhasil memperbaiki diri, melainkan telah melampaui jauh dari keadaan semula. Perluasan raksasa yang disebut Europoort ditambahkan setelah perang dan kini Rotterdam merupakan dermaga terbesar di dunia. Ratusan kapal barang, kapal tanker, dan kapal penumpang melakukan bongkar-muat barang di dok-dok yang luas di Rotterdam setiap hari.

Letak kota di lengan Sungai Rhein membuatnya disebut pintu gerbang ke Eropa. Sebuah iring-iringan kapal tunda dan tongkang membawa berbagai barang ke negara-negara Eropa, sementara kapal yang lain membawa berbagai produk industri Eropa ke hilir untuk diekspor ke seluruh dunia.

Wisatawan yang datang ke Rotterdam dapat melihat pemandangan yang menyenangkan atas kesibukan dermaga dari sebuah restoran lantai atas di sebuah Euromast. Mereka juga dapat menikmati taman-taman yang indah, alun-alun yang dihiasi dengan patung, dan bangunan modern Rotterdam yang baru dibangun kembali. Jalan bawah tanah di kota Rotterdam baru pertama kali di Negeri Belanda, dibuka pada tahun 1968.

Seandainya kota ini dibangun sebagai simbol kepulihan kembali Negeri Belanda dari perang, ini tidak berarti melupakan masa lalu. Ada sebuah patung seorang sarjana Rotterdam yang terkenal, yaitu Erasmus. Juga ada museum Boymans-van Beuningen, yang memajang lebih banyak karya seni besar Belanda. Di dekatnya terletak dermaga kecil Delfshaven, tempat berkumpul para peziarah yang bepergian ke Dunia Baru pada tahun 1622.

The Hague (di Negeri Belanda juga dikenal sebagai ‘s Cravenhage atau Den Haag) adalah kota terbesar ketiga di Negeri Belanda. Sementara Amsterdam menjadi ibu kotanya, Den Haag menjadi pusat pemerintahan-tempat parlemen bersidang dan tempat negara menjalankan tugasnya.

Kota ini juga merupakan tempat kedudukan kedutaan asing di Negeri Belanda sehingga selalu lebih tampak sebagai kota internasional ketimbang kota Belanda. Berbagai konferensi perdamaian internasional diselenggarakan di Den Haag dan pada tahun 1921 suatu Pengadilan Arbitrasi Tetap (Majelis Pengadilan Internasional), atau Pengadilan Dunia (yang dahulu berafiliasi dengan Liga Bangsa-Bangsa dan sekarang dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa), didirikan di sana.

Museum Den Haag yang terkenal, yaitu Mauritshuis, yang mengambil nama Pangeran Maurice dari Nassau, putra William dari Orange, memiliki koleksi yang berharga dari seni Belanda dan Fleming.

Tiga dari istana kerajaan Ratu Beatrix yang menggantikan ibunda Ratu Juliana pada tahun 1980 berada di Den Haag, berada di dekat Scheveningen, suatu tempat rekreasi pantai Laut Utara yang terkenal.

Sejarah Belanda

Pada abad ke-1 sebelum Masehi, ketika orang Romawi di bawah Julius Caesar membawahi negeri yang kini termasuk Negeri Belanda dan Belgia, tanah itu didiami oleh suku asli Germanik dan Keltik, yaitu suku Belgae, Batavi, dan Frisian. Bangsa Belgae ditaklukkan, sedangkan suku Batavi kemudian menjadi sekutu Romawi. Hanya orang Frisian, yang tinggal di dekat laut, sama sekali tak pernah dikalahkan.

Tanah di sebelah utara Sungai Rhein telah menjadi palagan laut melawan lahan dan orang melawan laut. Untuk menyelesaikan masalah lingkungan mereka, orang Frisian telah mengembangkan suatu tradisi kebebasan dan berdiri-sendiri seutuhnya, dan baru pada abad ke-8 mereka menerima agama Kristen dan pengawasan asing.

Pada Abad Pertengahan, keuntungan dari letak yang di dekat laut dan di atas tiga sungai besar dengan jalur masuk ke sisa Eropa yang lain semakin tampak jelas. Negeri-Negeri Hilir menjadi pusat perdagangan alami. Inilah perkembangan yang terjadi dengan Amsterdam dan Rotterdam.

Selama abad ke-15, Negeri-Negeri Hilir berada di bawah pengawasan adipati-adipati Prancis dari Burgundia dan kemudian di bawah raja-raja Spanyol. Ketika Raja Charles V dari Spanyol turun takhta pada tahun 1555, pengawasan atas Negeri-Negeri Hilir berada di tangan anaknya, Philip II.

Philip, yang menuntut loyalitas absolut kepada Takhta Spanyol dan Gereja Katolik Roma, segera masalah yang telah berkembang selama bertahun-tahun muncul ke permukaan. Para bangsawan Belanda dihadapkan kepada penaklukkan oleh kekuasaan asing. Kota-kota, yang telah hampir memiliki pemerintahan sendiri, menjadi gusar atas batasan-batasan yang semakin bertambah atas kemerdekaan mereka. Namun, faktor yang paling penting atas ketidakpuasan mereka adalah masalah agama.

Reformasi, Pemberontakan, dan Republik

Paruh pertama abad ke-16 juga merupakan periode reformasi Protestan, yang telah dimulai di Jerman bersama Martin Luther. Seorang sarjana besar Belanda, yaitu Desiderius Erasmus, juga menghendaki reformasi Gereja meskipun dia sendiri tidak pernah menjadi orang Protestan.

Namun, bagi Philip, loyalitas kepada Spanyol juga berarti loyalitas kepada Gereja Katolik. Bersamaan dengan berkembangnya perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol, upaya untuk menggilas reformasi kian bengis.

Dewan Pemerintah Philip, yang dikenal di Negeri-Negeri Hilir sebagai Dewan Berdarah, menelurkan sebuah maklumat yang memungkinkan setiap warga Negeri-Negeri Hilir dapat dihukum mati tanpa diadili.

Akhirnya, pada tahun 1568, dengan dipimpin oleh William dari Orange dan para bangsawan lainnya, Negeri Belanda menjawab dengan pemberontakan terbuka. Ini adalah permulaan perjuangan yang mempersatukan Republik Belanda.

Republik dan Masa Kejayaan

Pada tahun 1579 propinsi-propinsi selatan berdamai dengan Spanyol dan tetap Katolik. Propinsi-propinsi utara membentuk Persatuan Utrecht dan meneruskan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan seutuhnya.

Propinsi-propinsi utara memperoleh pengakuan resmi kemerdekaan pada tahun 1648. Hal ini menandai permulaan suatu periode pembangunan di segala bidang sehingga abad ke-17 dikenal dengan sebutan Abad Keemasan Negeri Belanda.

Selama periode ini para pelaut Belanda yang mencari rute-rute perdagangan baru menyempurnakan penguasaan mereka atas laut dan memberikan republik yang kecil ini sebuah kekaisaran atas daerah yang 60 kali lebih besar.

Sebuah ”Maskapai untuk Negeri-Negeri yang Jauh” telah dibentuk pada abad ke-16, yang kapal-kapalnya membawa rempah-rempah, kopi, dan komoditi lain dari negeri-negeri Hindia ke Negeri Belanda. Hal ini menyebabkan bertambah kaya dan pentingnya kota-kota pelabuhan.

Perdagangan dengan Afrika dan Asia mulai selama periode ini juga. Maskapai Serikat Hindia Timur Belanda, yang didirikan pada tahun 1602, telah memonopoli semua perdagangan di sebelah timur Tanjung Harapan dan di sebelah barat Selat Magellan. Maskapai Hindia Barat Belanda didirikan 20 tahun kemudian untuk meruntuhkan kekuatan Spanyol di Amerika.

Eksplorasi, Perdagangan, dan Koloni

Meskipun peningkatan perdagangan selalu merupakan tujuan utama bangsa Belanda, mereka juga mendirikan beberapa daerah permukiman jelasnya Hindia Belanda. Belanda mengontrol seluruh kepulauan itu dari pos terdepannya di Batavia (kini Jakarta), diambil dari kata Batavi, salah satu ”suku asli” di Negeri-Negeri Hilir.

Kecuali Hindia Timur, Imperium Timur Belanda juga mencakup Formosa, Sailan, Malaka, dan pulau lepas pantai Australia-Tasmania. Banyak dari pulau ini semula ditemukan atau dijelajahi atas nama Maskapai Hindia Timur oleh Navigator terbesarnya Abel Janszoon Tasman.

Pada tahun 1642 dia berlayar dari Batavia dengan 2 buah kapal dalam perjalanan penemuan di Pasifik. Dia menemukan Selandia Baru; mengitarlayari Australia, membuktikan bahwa Australia itu sebuah pulau, dan menemukan Tasmania, yang dinamainya Lahan Van Diemen untuk gubernur jenderal Hindia Timur.

Maskapai Hindia Barat mendirikan sebuah permukiman yang disebut Guyana Belanda (kini Suriname) di pantai utara Amerika Selatan. Negeri Belanda juga menduduki kepulauan Curacao, Aruba, dan Bonaire di lepas pantai Amerika Selatan; serta St. Eustatius, Saba, dan Saint Martin di sebelah timur Puerto Riko. Keenam pulau ini disebut Antilen Belanda.

Pada tahun 1609, Henry Hudson, seorang kapten Inggris, yang berlayar atas nama Maskapai Hindia Barat, menemukan Sungai Hudson alih-alih celah baratlaut yang sebenarnya dicarinya. Orang Belanda mendirikan pos perdagangan dan permukiman di daerah ini.

Mereka menamakan permukiman baru ini (termasuk bagian yang kini disebut Connecticut, Delaware, dan New York) Negeri Belanda Baru, yang diperintah sampai tahun 1664, ketika daerah itu direbut oleh orang Inggris.

Kini Negeri Belanda tidak lagi memerintah imperium yang pernah dimilikinya. Hindia Belanda, kini bernama Indonesia, telah merdeka pada tahun 1945. Suriname menjadi merdeka pada tahun 1975.

Antilen Belanda merupakan daerah otonomi dalam Kerajaan Belanda. Namun, di daerah mana pun yang disinggahi pada abad ke-16 dan ke-17, napas budaya dan tradisi Belanda masih tetap terasa.

Penemuan: Sains, Hukum, Filsafat, dan Seni

Selama abad ke-17, sementara para penjelajah Belanda mendobrak perbatasan negeri Belanda sampai ke empat penjuru bumi, para ilmuwan perintis seperti Christian Huygens dan Anton van Leeuwenhoek memajukan lingkup ilmu pengetahuan dengan penemuan-penemuan mereka.

Leeuwenhoek menemukan mikroskop dan mengobservasi mikroba (yang disebutnya sebagai animalcules) untuk pertama kali. Huygens mengembangkan teori-teori baru tentang struktur cahaya, dia juga mendesain pendulum jam dan planetarium, dan menemukan cincin yang mengelilingi Saturnus.

Tahun 1625, muncul buku De jure belli et pacis (Hukum Perang dan Damai, yang membuat pengarangnya, yaitu Hugo Grotius (Huig de Groot), mendapat sebutan Bapak Hukum Internasional. Republik Belanda berfungsi baik sebagai pelabuhan maupun sebagai sumber sehingga para pengungsi dari penganiayaan agama di negara lain menemukan kedamaian di sana dan menyumbang kepada kebudayaan Negeri Be anda dan dunia.

Salah seorang di antaranya adalah Baruch Spinoza, anak laki-aki keluarga Yahudi Portugis yang bermukim di Amsterdam. tulisan filosofi Spinoza menyatakan keyakinannya atas keberadaan Tuhan di segala yang ada di alam dan sedapatnya manusia manunggal dengan Tuhan lewat pengertian terhadap alam sekelilingnya.

Berbagai eksplorasi dan penemuan pada periode itu dibarengi juga oleh bidang seni, karena para pelukis di Masa Keemasan telah membuat negaranya menjadi suatu titik pusat seni dunia.

Ada seniman Jan Vermeer dari Delft, yang lukisan kedamaiannya penuh dengan cahaya Belanda yang jernih dan tipis, seringkali dalam bentuk-bentuk peta, globe, dan indikasi lain dari perjalanan laut pada periode itu, atau objek seperti permadani dan tenunan dari Timur yang datang ke Belanda melalui kapal-kapal dagangnya.

Lukisan Vermeer tentang tanah kelahirannya, yaitu Delft yang sekarang dikenal dengan hasil-hasil barang pecah-belah yang berwarna biru putih, menunjukkan sebuah kota Negeri Belanda yang kecil, dengan rumah-rumah beratap segitiga yang terpantul dari perairan yang tenang di pelabuhan.

Ada juga seniman Frans Hals, yang tumbuh di Haarlem, tempat banyak di antara lukisannya kini tergantung di sebuah museum yang didirikan untuknya. Dengan hentakan kuas yang bebas, lepas, dan melebar, Hals melukis setiap orang yang terlihat di sekitarnya.

Lukisan pelukis lain seperti Pieter de Hooch dan Pieter Saenredam, Meindert Hobbema dan Jacob van Ruisdael juga menangkap kehidupan orang Belanda pada abad ke-17.

Seniman terbesar pada Masa Keemasan adalah Rembrandt. Lukisan tentang adegan dalam injil, potret kelompoknya, pahatannya, dan potret dirinya, semua menunjukkan karya besarnya pada setiap ketrampilan artistiknya.

Dengan ekspresi mereka terhadap cinta agung Rembrandt kepada sesama karya-karya itu barangkali merupakan sumbangan yang menonjol Masa Keemasan Belanda kepada Dunia.

Setelah Masa Keemasan

Kekuasaan Belanda mulai menurun di akhir abad ke-17 dan orang Belanda pernah berperang beberapa kali dengan Prancis dan Inggris. Ketika William III menjadi Raja William III Inggris, hubungan kedua negara membaik dan diikuti periode damai. Pada tahun 1794 Prancis menyerang Belanda dan 7 tahun kemudian Belanda menjadi bagian dari kekaisaran Napoleon.

Napoleon mendiskripsikan negara ini sebagai delta tiga sungai Prancis (Sungai Rhein, Sungai Meuse, dan Sungai Scheldt). Pada tahun 1815, setelah kekalahan Napoleon, Negeri-Negeri Hilir menjadi satu kerajaan, termasuk Belgia (hingga tahun 1831) dan Luxembourg (hingga tahun 1839).

Pada tahun 1848, revolusi yang lebih kejam menyapu banyak negara Eropa, Negeri Belanda menjadi suatu kerajaan demokrasi konstitusional yang damai. Banyak kemajuan dicapai di Negeri Belanda pada akhir abad ke-19.

Kesejahteraan terus mengalir ke negeri ini dari jajahan-jajahannya; dermaga-dermaga besar dimodernisasi; armada dagang laut Belanda menjadi salah satu yang terbesar di dunia; dan kemajuan-kemajuan penting terus diperoleh lewat perjuangannya melawan laut. Karena Negeri Belanda menjadi negara yang netral selama Perang Dunia I, masa-masa seperti di atas terus berlangsung hingga tahun 1940.

Perang Dunia II dan Berbagai Peristiwa

Gerakan Hitler dalam penaklukan dunia mencakup Negeri Belanda. Pada tanggal 14 Mei 1940, Rotterdam dibom oleh Angkatan Udara Jerman. Sebagian besar pelabuhan kota itu dihancurkan. Lebih dari 40% kota diratakan dalam serangan itu. Pada tanggal 10 Mei Negeri Belanda diserang oleh Angkatan Bersenjata Jerman.

Setelah pengeboman Rotterdam, Belanda dipaksa menyerah. Dengan dipimpin oleh Ratu Wilhelmina, keluarga kerajaan dan pemerintah melarikan diri ke Inggris dan dibentuklah sebuah pemerintah dalam pembuangan. Industri dan pertanian Belanda dipakai untuk menyediakan bahan makanan bagi Jerman dan tentaranya.

Kapal-kapal Belanda ditenggelamkan atau ditangkapi di Laut Atlantik oleh Angkatan Laut Jerman dan di Pasifik oleh Jepang. Namun, selama 5 tahun pendudukan kekuatan pertahanan rakyat Belanda tetap mengadakan perlawanan.

Perang itu telah merusakkan Belanda, tetapi justru ketahanan mereka atas penindasan Jerman telah membuat rakyat Belanda bersatu sehingga dapat bersama-sama membangun kembali negaranya dan ekonominya yang hancur. Pembangunan kembali pelabuhan Amsterdam dan Rotterdam merupakan sasaran pertama masa pascaperang.

Armada nelayan Belanda dimodernisasi sehingga lebih gampang dalam memperoleh tangkapan ikan herring, halibut, cod, udang, dan ikan lain yang lebih banyak. Armada dagang Belanda dibangun kembali dan segera kapal-kapal barang Belanda mengelilingi dunia sekali lagi, dengan membawa berbagai produk Belanda.

Dari pabrik pengolahan makanan keluarlah keju, cokelat, bir, dan ham yang membuat negeri Belanda terkenal. Dari pabrik lain muncullah berbagai produk optik yang saksama, perkakas listrik, dan peralatan elektronika dirgantara; berbagai produk kimia; suku mesin; serta keramik dan tekstil.

Segera industri Belanda menjadi hidup lagi. Setelah keadaan makmur yang umum sejak saat itu, Negeri Belanda dilanda kemunduran karena resesi dunia pada awal tahun 1980-an. Dalam waktu yang sama orang Belanda mengembangkan pergerakan yang kuat melawan senjata nuklir dan menentang beberapa kebijakan NATO.

Pada tahun 1948 Belanda bergabung dengan Belgia dan Luxembourg dalam uni pabean yang disebut Benelux-akronim yang diambil dari suku kata pertama Belgia, Negeri Belanda dan Luxembourg, Benelux, sebagai perintis Pasaran Bersama masa ini, adalah langkah integrasi Eropa sepenuhnya.

Karena uni ini menghapus bea masuk di antara anggotanya, maka ia merupakan langkah penting bagi pemulihan ekonomi Eropa.

Dalam miniatur

Madurodam, dekat Den Haag, dibangun dengan skala 1/25 ukuran sebenarnya. Proporsi ini berlaku untuk semua bagiannya-gedung, ruangan, bahkan kecepatan kereta api dan mobilnya. Madurodam adalah sebuah kota Belanda yang lengkap. Madurodam ini memiliki apa saja yang dimiliki oleh kota biasa.

Madurodam reproduksi miniatur kota Belanda

Di Madurodam kereta api berjalan menurut jadwalnya, kapal berlayar lewat dermaga dan kanal; dan mobil pun akan berhenti di kepadatan lalu lintas. Sebelum menjadi Ratu, Putri Mahkota Beatrix menjadi walikota Madurodam.

Dewan kotapraja dipilih oleh dan dari siswa-siswa sekolah menengah. Kotanya memiliki bendera dan lampu kehormatan sendiri serta orkes simfoni yang terdiri atas anak-anak sekolah. Keuangan untuk Madurodam ini didapat dari sumbangan keluarga Maduro yang Belanda-Yahudi dari Curacao, untuk mengenang putra mereka yang dibunuh oleh Nazi selama Perang Dunia II. Perolehan dari Madurodam masuk ke sanatorium bagi mahasiswa Universitas Belanda. Jadi, Madurodam betul-betul indah dan juga amat berguna.

Orang Belanda masa sekarang telah dilukiskan sebagai “orang republik yang mencintai kerajaan; orang yang hemat tetapi dermawan; penganut yang fanatik tetapi toleran; orang realis yang sekaligus pengkhayal, seringkali kaku, tetapi selalu sensitif hatinya”.

Negeri Belanda adalah sebuah negara yang cara hidupnya disimbolkan oleh Madurodam dan oleh semua kotanya, yang sekaligus mencerminkan masa 10 abad yang lampau, merefleksikan masa sekarang, dan menghadapi tantangan di masa depan.

Diulas oleh:
STEPHANIE DE VOOCD, Bekas Asisten Direktur Dinas Penerangan Negeri Belanda
Editor: Sejarah Negara


Terkait Belanda

Artikel Terkait

Pos terkait