Sejarah Negara Com
Ensiklopedia sejarah dan negara

Yugoslavia

Yugoslavia negeri bangsa Slavia Selatan, merupakan negeri terluas di semenanjung Balkan di Eropa tenggara. Sepanjang sejarahnya yang pendek sebagai bangsa, Yugoslavia pernah merupakan kerajaan, kediktatoran, wilayah pendudukan, satelit Soviet yang setia, dan, kini, negara’komunis paling bebas di Eropa Timur.

Letak Yugoslavia di atas salah satu jalan alamiah antara Eropa dan negeri Timur menjadikan negeri ini tempat berbagai budaya bertemu dan berpadu.

Rumus umum yang membantu menyederhanakan kekomplekskan Yugoslavia modern menyatakan bahwa negeri itu adalah satu negara yang terdiri atas enam republik, lima kebangsaan, empat bahasa, tiga agama, dua abjad, dan satu partai-Liga Komunis Yugoslavia.

Penduduk Yugoslavia

Keenam republik yang mewujudkan Yugoslavia ialah Serbia, Kroasia, Slovenia, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, serta Masedonia. (Untuk lebih memperumit soal, wajib diingat bahwa Serbia adalah tempat tinggal kelompok minoritas terbesar Yugoslavia yang sebagian besar dari hampir 1.000.000 orang Albania yang berdiam di propinsi otonom Kosovo-Metohija).

peta yugoslavia
Peta administratif Yugoslavia

Kunjungi Yugoslavia di google map

Bahasa

Kelima rakyat Slavia Selatan yang berkerabat yang berdiam di keenam republik ialah suku Serbia, Kroasia, Slovenia, Montenegro, dan Masedonia. Keempat bahasa yang secara luas digunakan di Yugoslavia adalah bahasa Serbia, Kroasia, Slovenia, dan Masedonia.

Bahasa Serbia dan Kroasia biasanya dianggap sebagai satu bahasa Serbo-Kroasia, karena kedua bahasa itu sangat serupa. Bahasa Serbo-Kroasia merupakan bahasa utama Serbia,

Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, serta Montenegro. Namun, pendatang baru ke Yugoslavia pun hendaknya mulai siap menghadapi kesulitan tambahan dua cara penulisan bahasa. Kroasia, Slovenia serta sebagian Bosnia dan Herzegovina menggunakan abjad Latin.

Yang lainnya menggunakan abjad Cyrillic yang digunakan oleh banyak orang Slavia lain, khususnya bangsa Rusia.

Agama

Tulisan yang berbeda itu mencerminkan terjadinya perubahan keyakinan bangsa Slavia Selatan kepada dua cabang agama Kristen berabad-abad yang lalu. Kroasia, Slovenia, dan sebagian orang Bosnia dibaptis menjadi Katolik oleh para penginjil dari Roma, sedangkan bangsa Slavia Selatan selebihnya masuk ke Gereja Ortodoks Timur dan kemudian membentuk Gereja Ortodoks Serbia bebas.

Injil mula-mula diterjemahkan ke dalam bahasa Slavia pada abad ke-11 oleh para rahib Cyril dan Methodius dan dari Cyrillah tulisan itu memperoleh namanya. Agama penting ketiga, islam diperkenalkan ke wilayah luas Yugoslavia dewasa ini oleh bangsa Turki yang menaklukkannya antara abad ke-14 dan ke-16.

Pendidikan

Bangsa Yugoslavia telah berhasil menjadi satu bangsa dari begitu banyak unsur yang berbeda meskipun setiap republik dan setiap rakyatnya mempunyai tingkat otonomi politik dan budaya yang luas. Sebagai akibatnya, suku minoritas pun: Albania, Hongaria, Bulgaria, Ceko, Slowakia, Italia, Rumania, Turki, dan Ruthenia mempunyai sekolah yang guru-gurunya menggunakan bahasa minoritas.

Semua orang Yugoslavia diwajibkan bersekolah mulai umur 7 hingga 15 tahun. Pelajar yang berencana untuk meneruskan pendidikannya di universitas atau sekolah teknik pada umumnya mengikuti sekolah tinggi setelah 6 tahun sekolah dasar. Di sana ada lebih dari 100 sekolah dan lembaga teknik untuk pendidikan yang lebih tinggi.

Kesenian

Tradisi tua dan kebhinekaan merupakan tanda keabsahan kesenian Yugoslavia seperti halnya dalam setiap aspek lain dari kehidupan bangsa ini. Setiap orang terpelajar non-Yugoslavia mengetahui tentang pematung besar Kroasia modern Ivan Mestrovid dan penulis terkenal Bosnia masa kini-Ivo Andricf yang memenangkan hadiah Nobel untuk kesusastraan.

Namun, sedikit orang luar mengetahui tentang lukisan dinding keagamaan agung yang menghiasi banyak biara dan gereja Yugoslavia atau tentang tradisi kesusastraan kuno rakyat. Karya sastra lama yang paling mengagumkan adalah pesme, syair pahlawan tentang peristiwa sejarah yang masih dinyanyikan dan diceritakan dengan iringan gusla, instrumen bersenar tunggal bernada sedih yang digesek dengan tongkat biola.

Di antara pujangga zaman kuno dan zaman modern, beratus-ratus penyair, pengarang sandiwara, dan penulis novel terkenal telah menyumbangkan warisan sastra bangsa. Selain Andric, Miroslav Krleza terkenal sebagai penulis modern, penyair dan pengarang sandiwara, Milovan Djilas serta Vladimir Dedijer terkenal karena pengamatan mereka mengenai sejarah Yugoslavia baru.

Cara Hidup

Kebhinekaan yang tampak jelas dalam setiap aspek pemandangan dan tradisi Yugoslavia tercermin secara .tepat dalam kehidupan rakyat sehari-hari. Kesibukan kota industri negara menunjukkan kontradiksi dramatis dengan irama lembut desa abadi di gunung, tempat kehidupan yang sama berjalan terus selama berabad-abad, hampir tak tersentuh oleh wabah penyakit, penyerbuan, perang, atau pun perubahan pemerintahan.

Namun perubahan datang juga, bahkan sampai ke sudut-sudut negeri yang terjauh seperti jalan, radio, telepon, dan televisi-menghubungkan rakyat menjadi satu. Bahkan kini bangsa Yugoslavia sudah dapat dikatakan menyatu dalam beberapa hal. Mereka hampir satu dalam gairah mereka terhadap sepak bola-yang merupakan olahraga nasional-dan catur, yaitu permainan dalam rumah yang paling populer.

Orang Yugoslavia gemar menonton film, beberapa film dan film kartun Yugoslavia telah memenangkan hadiah’internasional. Namun, bagi banyak orang Yugoslavia pesiar mingguan ke pasar masih merupakan puncak peristiwa kehidupan yang erat hubungannya dengan kerja keras.

Bagi para pengunjung, pasar merupakan tontonan meriah dengan orang-orang rupawan memakai pakaian tradisional yang memilih-milih di antara deretan barang yang menarik, yang berkisar dari tekstil yang berkilauan sampai ke tumpukan cabai merah dan hijau yang tersusun indah.

Sebenarnyalah, di Yugoslavia orang dapat ”mencicipi” sejarah, sebab setiap tentara pendudukan telah meninggalkan resepnya dalam makanan lokal. Di sebelah utara hidangan yang paling populer mencerminkan pengaruh berabad-abad Austria dan Hongaria. Dapur Turki dan Italia dapat diketahui di bagian-bagian lain negara itu.

Jika pun ada sesuatu yang merupakan makanan khas berciri Yugoslavia, makanan itu adalah campuran dari semua pengaruh yang akhirnya menghasilkan sup yang dibumbui secara luar biasa yang disebut corbas, yang barangkali diikuti oleh rebusan sesuatu atau hidangan goulash.

Daging panggang juga seringkali dihidangkan. Buah lezat dari lereng Slovenia merupakan makanan pencuci mulut yang populer, tetapi es krem Italia, atau pita, strudel ala Austria dapat juga dihidangkan sebagai makanan pencuci mulut.

Bercangkir-cangkir kecil kopi manis Turki dapat melengkapi makanan atau dapat dihirup di salah sebuah kafanas, kedai kopi yang ada di mana-mana. Minuman umum populer adalah sljivovica-brendi buah plum yang kuat

Geografi Yugoslavia

Yugoslavia membagi perbatasan negaranya dengan tujuh bangsa: Italia di baratlaut, Austria dan Hongaria di sebelah utara dan timurlaut, Rumania di timurlaut, Bulgaria di timur, serta Yunani dan Albania di selatan. Pantai barat Yugoslavia yang panjang itu menghadap Laut Adriatik.

Orang Yugoslavia suka mengatakan bahwa ketika Tuhan menciptakan bumi, Ia mengambil semua batu yang tertinggal dan menempatkannya di negeri mereka. Memang, hampir seluruh Yugoslavia, kecuali sekitar seperlima bagian, tertutup gunung, dataran tinggi, dan bukit.

Pegunungan Alpen yang membelok melintasi Eropa berakhir sebagai Alpen Slovenia di sebelah utara Yugoslavia. Pegunungan ini biasanya dibagi menjadi Alpen Karawanken dan Alpen Julian. Puncak Triglav setinggi 2.863 m di Alpen Julian adalah titik tertinggi di negeri itu.

Pegunungan Alpen Dinaric, yang memanjang dari dekat Ljubljana di utara ke perbatasan Albania di selatan, hampir mencakup sepertiga negeri. Pegunungan dan dataran tinggi batu kapur ini bertindak sebagai rintangan alamiah luar biasa yang memisahkan tanah rendah pantai dari pedalaman.

Zona batu kapur yang gersang ini, dikenal sebagai Karst, mempunyai penampilan yang kering dan menimbulkan rasa segan walaupun kawasan itu nyatanya memiliki hujan dan salju yang melimpah. Sekitar 16 km ke pedalaman dari Teluk Kotor terdapat ”tempat terbasah di Eropa” karena rata-rata curah hujan tahunannya adalah 457 cm.

Namun, karena batu kapur itu berpori-pori, air meresap ke bawah melalui batu karang dan membentuk terusan dan sungai bawah tanah. Keajaiban Gua Postojna yang panjangnya 19 km, di luar Ljubljana, terjadi karena dipahat di batu kapur oleh sejenis sungai itu. Gua itu terkenal karena bentuk stalaktitnya yang menakjubkan dan karena gua itu tempat tinggal Proteus anguineus, makhluk seperti ikan, tak bermata, dan tembus pandang.

Di atas tanah di Karst terdapat sedikit tumbuh-tumbuhan. Sebagai akibatnya, di sana terdapat sedikit kehidupan binatang, kecuali beberapa biri-biri dan kambing yang makan rumput di petak-petak yang berserakan tempat rumput tumbuh. Petak yang lebih besar disebut polje (ladang), tetapi ini pun sulit untuk dipakai bertani karena adanya curah hujan musim gugur yang banyak dan banjir musim semi yang disebabkan oleh mencairnya salju.

Di sebelah barat pegunungan Alpen Dinaric terdapat tanah rendah pantai yang sempit yang disebut Dalmatia. Musim panas yang kering dan cerah serta hujan musim dingin memberikan kawasan pantai itu tetumbuhan Laut Tengah yang khas.

Lereng perbukitan ditanami pohon zaitun, anggur, dan pohon ara. Pendudukan dan pengaruh Italia yang berabad-abad tampak jelas di kota-kota yang berwarna pastel. Pantai yang indah semakin menarik sejumlah besar orang yang berliburan setiap tahun. Banyak dari ratusan pulau lepas pantai Yugoslavia, yang sebenarnya adalah puncak barisan gunung yang terendam itu, juga populer bagi wisatawan.

Di sisi, atau pedalaman, sebelah timur pegunungan Alpen Dinaric pemandangan berubah lebih lembut dan kurang mendebarkan. Karena gunung bertindak sebagai perisai terhadap iklim Laut Tengah yang lebih panas, di sana musim-musim menjadi lebih keras, dengan musim dingin yang lebih lama dan musim panas yang lebih panas.

Batu kapur tertutup oleh tanah, sedangkan lebih banyak sungai yang mengalir melalui lembah daripada di bawah tanah. Lereng-lereng gunung berhutan, sedangkan tanaman panen ditanam di tanah yang berketinggian lebih rendah dan di lembah-lembah.

Antara Beograd dan perbatasan Yunani kawasan menjadi semakin tidak rata dan bergunung-gunung. Menurut sejarah, gunung-gunung ini menjadi tempat persembunyian selama penyerbuan yang berkepanjangan yang merupakan bagian sejarah bangsa.

Kini daerah yang lebih tinggi menjadi sumber kayu dan digunakan sebagai tempat menggembalakan ternak. Di selatan, yang iklimnya lebih nyaman, tanaman panen seperti tembakau, padi, dan kapas ditanam di lembah.

Vojvodina, nama kawasan pertanian yang luas di timurlaut, terkenal sebagai keranjang roti Yugoslavia karena di tanah-yang luar biasa luasnya, rata, dan diairi dengan baik-itulah ditanam gandum. Menurut ungkapan lama, ”Anda dapat berdiri di atas semangka dan melihat seluruh Vojvodina”. Dari tempat berpijak semacam itu Anda akan mungkin melihat berhektar-hektar tanaman gandum, jagung, bunga matahari, tembakau, dan pohon buah.

Sungai dan Danau

Vojvodina sebenarnya merupakan bagian tanah rendah Donou yang subur yang memanjang memasuki Hongaria dan Rumania. Menurut sejarah geografi kuno, tanah rendah itu semula adalah dasar laut pedalaman yang sangat luas yang airnya dituras secara perlahan oleh Sungai Donou.

Donou, yang memotong menyilang sudut timurlaut Yugoslavia, mengalir melewati Beograd dan memotong melalui Gunung Karpatian di Gerbang Besi, tempat bangsa Yugoslavia dan Rumania bersama-sama membangun bendungan dan instalasi listrik tenaga air besar.

Kecuali Donou, sungai lain yang menyumbang kesuburan Vojvodina adalah Tisa dan Sava. Sungai terpenting di Yugoslavia selatan adalah Vardar, yang mengalir lewat Skopje dalam perjalanannya ke Laut Aegea di Teluk Salonika. Selama beribu-ribu tahun Sungai Vardar merupakan jalan penting bagi penyerbu, pedagang, dan pelancong yang bergerak antara Asia dan Eropa.

Danau Yugoslavia terbesar adalah Prespa, Ochrida, dan Scutari-terletak berseberangan dengan perbatasan selatan. Scutari mempunyai kedudukan sebagai danau terbesar di Semenanjung Balkan, sedangkan Prespa dihubungkan dengan Ochrida, danau terdalam di semenanjung, oleh terusan bawah tanah.

Yang paling unik tentang danau-danau Yugoslavia adalah 16 Danau Plitvice di Kroasia. Karena setiap danau itu terletak pada permukaan yang berbeda, maka air yang jatuh dari danau satu ke danau lainnya itu amat memesonakan.

Ekonomi Yugoslavia

Ekonomi Yugoslavia yang sedang berkembang itu didasarkan atas keanekaragaman sumber alamnya, termasuk besi, tembaga, emas, timbel, krom, antimon, batubara, seng, boksit, gas alam, dan minyak bumi. Sungai-sungai yang mengalir lewat lereng gunung dikendalikan untuk menyediakan listrik tenaga air, sedangkan hutan dijadikan sumber kayu. Tentu saja, di sana terdapat tanah pertanian Vojvodina yang kaya, yang membuat Yugoslavia berswasembada dalam produksi pangan.

Kemauan dan kebebasan bereksperimen, yang membedakan Yugoslavia dari kebanyakan negara komunis Eropa Timur lainnya, telah memberi hasil penting baik dalam pertanian maupun dalam industri.

Ketika kaum komunis mulai berkuasa pada akhir Perang Dunia II, mereka mengikuti contoh Uni Soviet dan mengolektifkan tanah pertanian. Di luar Vojvodina, kolektivisasi bertentangan dengan alam dan tradisi. Tanah ladang terlalu kecil dan terlalu terpencar untuk dapat dipersatukan secara efisien. Lebih-lebih, para petani menganggap pemilikan tanah sebagai kekayaan sehingga mereka menentang kolektivisasi.

Pada tahun 1950, usaha memaksakan kolektivisasi ditinggalkan. Seorang petani kini boleh memiliki hingga 10 hektar tanah secara pribadi. Tanah ladang komersial yang lebih luas masih dijalankan secara kolektif. Pemerintah juga telah berupaya keras untuk menolong petani memerangi akibat dari kekeringan dahsyat yang menimpa bangsa itu rata-rata setiap 4 tahun dengan memberikan biji-bijian tahan kering, pupuk yang lebih baik, dan memperbaiki fasilitas penyimpanan.

Hasilnya adalah surplus produksi biji-bijian sehingga dapat digunakan pada tahun-tahun kering. Produk pertanian lain seperti buah-buahan dan ternak sekarang diproduksi dalam jumlah yang cukup besar untuk ekspor. Buah-buahan, sayur-sayuran, dan ternak Yugoslavia dijual di Austria, Jerman, dan Italia.

Dalam bidang industri, Yugoslavia juga telah bergeser dari ekonomi yang diatur dari pusat ke desentraiisasi ekonomi yang diatur oleh kaum pekerja. Pada dasarnya, rakyat Yugoslavia merupakan pemilik berbagai sumber dan industri bangsa.

Setiap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari lima karyawan dikelola oleh pekerjanya, yang memilih dewan pekerja untuk mengatur kuota produksi, mengarahkan produksi, dan menetapkan gaji dan bonus. Gaji minimum dijamin bagi setiap pekerja. Jika perusahaan memperoleh untung, pendapatan itu dibagi di antara para pekerja sesuai dengan prestasi kerja mereka.

Kapitalisme pekerja, demikianlah sebutannya, berhasil dilaksanakan di Yugoslavia walaupun masalah berat tetap harus diselesaikan. Di sana terdapat suatu tingkat pengangguran yang agak tinggi, khususnya di selatan sehingga mengakibatkan sejumlah besar orang Yugoslavia mencari pekerjaan di luar negeri.

Lain dari itu, masih terdapat kesenjangan antara standar hidup tinggi yang dinikmati oleh orang-orang Kroasia dan Slovenia di baratlaut yang sudah maju industrinya dan standar hidup penduduk kawasan selatan Masedonia dan Montenegro yang belum maju. Upaya pemerintah membangun jalan raya, jalan kereta api, dan pabrik di selatan mungkin akan membantu menghilangkan kesenjangan itu.

Walaupun ada masalah semacam itu, industri Yugoslavia telah memproduksi aneka barang yang berkisar dari lemari es sampai ke tutup botol. Kapal dan perlengkapan jalan kereta api, sepatu, dan tekstil diekspor ke berbagai negara lain dalam dunia komunis.

Logam, produk kayu, tembakau, dan makanan olahan merupakan ekspor utama Yugoslavia ke Barat. Sebagai tambahan bagi uang yang diperoleh dalam perdagangan luar negeri, Yugoslavia mendapat uang asing dari para pekerjanya di luar negeri dan dari bertambahnya jumlah wisatawan yang mengunjungi negeri itu.

Kota, Daerah, dan Republik

Pantai

Dari Semenanjung Istria di utara sampai ke Montenegro di selatan, pantai panjang Yugoslavia itu merupakan daya tarik utama bagi para turis. Di sana terdapat kira-kira 400 semenanjung, 60 pulau, 550 pulau kecil penuh panas-matahari, kota bersejarah, tempat peristirahatan, dan berbagai festival yang siap menerima para pengunjung.

Misalnya, Pula di Semenanjung Istria, menawarkan amfiteater Romawi, yang nyaris dirawat dengan sempurna, yang dibangun pada abad ke-3 dengan tempat duduk lebih 20.000 orang. Sedikit lebih ke selatan di sepanjang pantai terletak Rijeka, pelabuhan laut utama Yugoslavia.

Amfiteater Romawi di Pula
Amfiteater Romawi di Pula paling terpelihara di Eropa

Perhentian berikutnya mungkin Split, tempat kaisar Romawi kelahiran Yugoslavia, Diocletian, mendirikan sebuah istana pada abad ke-3. Setelah kematiannya istana itu menjadi asrama militer, pasar, dan kemudian dibagi menjadi tempat tinggal bagi keluarga yang tak terhitung banyaknya. Istana itu masih merupakan pusat kota dan salah satu tonggak sejarah Yugoslavia yang amat termasyhur.

Dubrovnik

Dubrovnik (dahulu Ragusa) merupakan kota paling populer di Yugoslavia. Dengan dikelilingi oleh temboknya yang berumur 1.000 tahun, atap merah gedung-gedung kota tua itu menambah kehangatan bagi gemerlap warna putih gedung dan jalan-jalan. Di sini di setiap musim panas diselenggarakan festival sandiwara, opera, konser, dan tari-tarian, dalam latar tanpa cela, tempat bersatunya masa lampau dan masa kini.

Sebagai kekuatan laut yang penting, Ragusa menyaingi Venesia dan mengabadikan namanya ”argosy”, yang berarti ”kapal Ragusa”. Perdagangan dengan negeri sejauh Amerika dan India membawa kekayaan pada kota kecil ini. Kekayaan ini digunakan secara bijak oleh warga Ragusa, yang bersumpah, Non bene pro toto Libertas venditur auro, “Kami tidak akan menjual kemerdekaan kami untuk emas”.

Sebagai gantinya upeti tahunan kepada Sultan Turki membantu memelihara kemerdekaan Ragusa dan banyak kekayaannya digunakan untuk membuat kota itu menjadi tempat tinggal yang lebih indah dan lebih nyaman.

Rumah sakit, rumah yatim-piatu, dan rumah orang lanjut usia didirikan di Ragusa pada abad ke-14, sedangkan pada tahun 1416 pemerintahan Ragusa menjadi pemerintah pertama di dunia yang menghapuskan perdagangan budak. Sebagai pulau yang mandiri dan berbudaya selama berabad-abad, Dubrovnik sekarang merupakan sebuah tempat peristirahatan yang menarik, pelabuhan laut yang sibuk, dan monumen masa lampau yang cemerlang.

Jika orang berjalan ke selatan memasuki Montenegro, ia akan tiba ke Milocer, dengan istananya yang kecil dan menarik, dahulu adalah tempat tinggal musim panas raja-raja Serbia. Di dekatnya terletak Sveti Stefan, tempat peristirahatan yang terdiri atas rumah-rumah yang dibangun kembali.

Beberapa orang mengatakan bahwa Sveti Stefan dahulu adalah desa penangkapan ikan; yang lainnya mengatakan, mungkin dengan nada yang lebih romantis, bahwa tempat itu dahulu adalah tempat persembunyian bajak laut.

Slovenia

Suatu lompatan yang besar sekali dalam hal jarak dan semangat bila kita ke Slovenia, di baratlaut Yugoslavia. Republik itu sangat berwajah dan berpandangan Eropa Tengah sehingga orang dengan mudah merasa bahwa ia berada di Austria, Jerman Selatan, atau Swiss.

Pemandangan alamnya seperti di Alpen, dengan puncak-yang merupakan bagian Alpen Slovenia yang remang-remang bercahaya dan tertutup salju, danau biru, kebun buah-buahan, dan padang rumput yang subur. Orang Slovenia wajar merasa bangga atas standar hidupnya yang tinggi, industrinya, dan prestasi budayanya yang beraneka.

Ibu kota Slovenia, Ljubljana, merupakan kota kuno dengan daya tariknya yang lembut. Kota ini terkenal karena pertunjukan konser dan operanya serta merupakan pangkalan pertama untuk kunjungan ke pegunungan Alpen Yugoslavia, Gua Postojna, tepi laut, atau Danau Bled dengan benteng romantisnya dan bahkan ke pulau yang lebih romantis, yang dahulu dikatakan sebagai tempat kediaman dewi cinta Slavia.

Danau Bled di Yugoslavia
Danau Bled di Yugoslavia, salah satu dari banyak danau di Slovenia

Kroasia

Sebuah jalan pedusunan cantik yang melintang hampir 160 km menghubungkan Ljubljana dengan Zagreb, ibu kota Kroasia. Kroasia bersama Slovenia menampakkan aspek dan sikap tertentu Eropa Tengah, yang mencerminkan sejarah dan lokasinya.

Kini, walaupun Beograd menjadi ibu kota Yugoslavia dan kota terbesar, Zagreb merupakan ibu kota budaya dan kota terbesar kedua. Universitas, berbagai teater, gedung opera, balai seni, gedung penerbitan, dan studio film membantu kehidupan budaya yang giat di kota itu. Penduduk Zagreb berjumlah sekitar 600.000 jiwa.

Pemandangan alam Kroasia penuh dengan kenangan masa lalu, baik yang dekat maupun yang jauh. Sebelah utara Zagreb di daerah Zagorje terdapat Krapinske Toplice, yaitu mata air panas yang dahulu populer ketika bangsa Romawi memerintah di sini.

Pemandangan pedesaan, yang penuh dengan istana dan rumah peristirahatan, sekarang sangat terkenal sebagai daerah tempat Josip Broz menjalani masa mudanya. Sebagai Marsekal Tito, Broz memimpin rakyat Yugoslavia ke gerbang kemerdekaan dalam Perang Dunia II dan menjadi presiden pertama bangsa itu.

Serbia

Autoput, “jalan raya” yang menghubungkan Ljubljana dengan Zagreb, berlanjut sampai ke Beograd, ibu kota republik dan negara. Didirikan oleh bangsa Kelt pada abad ke-3 sebelum Masehi, letak Beograd pada rute timur-barat antara Eropa dan negeri Timur telah menjadikan sejarah Beograd sebagai kota yang berkali-kali hancur karena pertempuran antara berbagai pasukan dan pembangunan kembali oleh penduduk yang sabar.

Kesan pertama orang tentang kota itu ialah bahwa kota itu sungguh-sungguh modern-jalan luas yang tepinya dipenuhi oleh bangunan kantor dan apartemen beton dan kaca. Namun, beberapa kenangan masa lalu masih dirawat.

Yang paling mengesankan adalah benteng Turki yang sangat kuat-Kalemegdan. Dalam Museum Nasional terdapat kumpulan benda yang sangat berharga dari setiap periode dalam sejarah Yugoslavia, termasuk sejenis barang seperti Kitab Undang-Undang Kaisar Stephen Duéan dari abad ke-14 yang merupakan kitab undang-undang pertama sejenis itu di Balkan.

Benteng Turki, Kalemegdan
Benteng Turki, Kalemegdan yang bernilai sejarah di Beograd

Kenangan atas pendudukan Turki yang lama di Beograd dapat dibangkitkan secara nyata oleh Bajrakli Dzamija, sebuah masjid Beograd, kota terbesar Yugoslavia, berpenduduk sekitar 800.000 jiwa.

Gunung yang menjulang tinggi, hutan yang gelap, dan padang subur yang sangat luas di Serbia juga memberikan kenangan masa lalu. Vojvodina mendapatkan namanya dari para gubernur militer, vojvodi, yang dahulu memerintah kawasan itu.

Di Sumadija kawasan pertanian dan hutan di selatan Beograd terletak Topola, tempat tinggal Karadjordje, ”George hitam”, pemimpin pemberontakan penting pertama terhadap bangsa Turki pada tahun 1804 dan nenek moyang raja-raja yang memerintah Yugoslavia dari tahun 1903 hingga tahun 1941.

Tidak jauh dari situ terdapat Kragujevac, tempat tinggal Milos Obrenovic, yang berhasil memimpin pemberontakan terhadap Turki pada tahun 1815 dan yang keturunannya memerintah Serbia hampir terus-menerus hingga tahun 1903. Sebuah taman kenangan di Kragujevac mengingatkan peristiwa mengerikan pada sejarah baru kota itu-suatu hari pada tahun 1941 ketika kaum Nazi menembaki 7.000 orang.

Kenangan yang tidak begitu menyedihkan dapat dihubungkan dengan kota Nié, tempat kelahiran kaisar Romawi abad ke-4 Constantine I yang Agung; Novi Pazar, yang memiliki gereja tertua (abad ke-7) di Yugoslavia; dan biara abad ke-13 Sopocani yang ada di dekatnya, yang lukisan dindingnya dianggap termasuk yang terbaik di Eropa.

Bosnia dan Herzegovina

Jika ada salah satu bagian Yugoslavia yang tampak sangat dekat pada harapan seseorang tentang bagaimana seharusnya daerah Balkan itu, daerah itu adalah Bosnia dan Herzegovina, dengan gunung-gunungnya yang indah sekali, kaya akan warisan tempat bersejarah, dan mencerminkan kota timur yang menakjubkan.

Sarajevo, ibu kota republik itu merupakan contoh semua kekhususan ini. Menara jam Sarajevo dan bangunan runcing menara masjidnya, yang terletak dalam lembah gunung yang sempit, mengingatkan kepada abad-abad pendudukan Turki.

Saat paling penting dalam sejarah Sarajevo yang panjang terjadi pada 28 Juni 1914, ketika seorang pemuda Bosnia, Gavrilo Princip, menembak mati Putra Mahkota Austria Franz Ferdinand yang sedang berkunjung ke situ, peristiwa ini mengakibatkan pecahnya Perang Dunia I.

Mostar

Ibu kota propinsi Herzegovina, juga terletak dalam lembah sempit dan memungut namanya dari Stari Most (Jembatan Lama) yang melengkung indah merentangi Sungai Neretva. Di dekatnya kita dapat melihat pahatan sempurna pada batu nisan kaum Bogomil, suatu sekte kepercayaan yang dengan singkat berkembang selama Abad Pertengahan.

Montenegro

Karena pusat republik terkecil Yugoslavia ini didominasi oleh gunung-gunung yang besar sekali, orang-orang Venesia menamakan seluruh kawasan itu Monte Negro (”Gunung Hitam”). Dalam bahasa Serbo-Kroasia disebut Crna Gora.

Suku Montenegro terkenal kebengisannya sebagai pejuang dalam perlawanan untuk kemerdekaan total. Dahulu pada abad ke-19, misalnya, pasukan Montenegro yang berjumlah kecil sekali mampu mencegah 20.000 tentara angkatan perang Austria yang datang untuk merekrut orang bagi tentara kekaisaran.

Walaupun kemerdekaan akhirnya diperoleh, dongeng sejenis ini masih diceritakan di gunung-gunung megah antara pantai dan Titograd, ibu kota negara yang baru dan sangat modern.

Masedonia

Masedon kuno, tempat kelahiran Iskandar yang Agung, sekarang dikenal sebagai Masedonia dan dibagi antara Yunani, Bulgaria, dan Yugoslavia. Sebelum menjadi propinsi Turki dari akhir abad ke-14 hingga awal abad ke-20, Masedonia telah ditempati oleh orang Yunani, Romawi, dan Slavia. Meskipun setiap penyerbu Masedonia telah meninggalkan bekasnya di tanah pegunungan itu, pemandangan yang masih asli dan peninggalan masa lalu itulah yang menarik para pengunjung.

Ibu kota Masedonia, Skopje, hanya mencerminkan sedikit masa lalu sejak terjadi hari yang menggetarkan di bulan Juli 1963, saat gempa bumi menggoncang-hancurkan lebih dari dua pertiga kota dan membunuh lebih dari 1.000 orang. Skopje baru telah tumbuh di sekitar stasiun kereta api yang hancur yang dibiarkan sebagai kenangan.

Sejarah Yugoslavia

Ketika bangsa Slavia pindah keluar dari tempat tinggal aslinya di Pegunungan Karpatia pada abad ke-15 Masehi, suku Slavia Selatan memasuki daerah yang sekarang disebut Yugoslavia. Bagian paling panjang dan paling gelap dalam sejarahnya adalah penaklukan oleh penguasa asing, Austria, Hongaria, Italia, Turki, dan sebentar pada zaman Napoleon, Prancis.

Namun, tak ada dalam sejarah Yugoslavia yang dapat dibandingkan, dalam hal lama dan kepentingannya, dengan pendudukan Turki yang dimulai dengan kekalahan rakyat Serbia pada perang di Medan Kosovo pada tahun 1389 dan segera diperluas sehingga meliputi sebagian besar daerah itu. Turki menguasai sebagian Yugoslavia hingga awal abad ini.

Pada awal abad ke-19 Serbia, yang paling menderita dari penguasaan Turki, mengalahkan penindasnya. Pada tahun 1830 Milos Obrenovié naik takhta sebagai pangeran Serbia. Kemerdekaan sedikit telah diperoleh, tetapi persaingan antara keluarga Obrenovic dan Karadjordjevic mengancam stabilitas intern bangsa muda itu.

Walaupun begitu, Serbia menjadi pemimpin dalam gerakan Pan-Slavia, yang bertujuan mempersatukan semua orang Slavia. Dalam peran ini gerakan tersebut mengancam kerajaan Austro-Hongaria, yang telah menggantikan kedudukan Turki sebagai kekuasaan asing utama dengan daerah dan kepentingan di Yugoslavia.

Penguasa Serbia mendorong pembentukan gerakan bawah tanah guna meruntuhkan kekuasaan Austria di kawasan seperti di Bosnia. Salah seorang dari kaum revolusioner ini adalah Princip, yang membunuh Pangeran Austria di Sarajevo pada tahun 1914, pembunuhan yang mengakibatkan Perang Dunia I dan kehancuran kerajaan Austria yang telah berumur 640 tahun dengan daerahnya yang sangat luas. Salah satu negara baru yang muncul di peta Eropa pada akhir perang adalah Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia.

Kerajaan itu menghadapi masalah yang hebat, yaitu tradisi keterpecahbelahan yang telah berabad-abad tidak dapat diselesaikan, demikian juga bagian lain kerajaan muda itu tidak bersedia menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah yang didominasi Serbia.

Pada tahun 1929 Raja Alexander I berupaya memecahkan masalah ini dengan membubarkan parlemen dan mengubahnya menjadi pemerintahan diktator yang disebut Kerajaan Yugoslavia.

Parlemen dibuka kembali pada tahun 1931, tetapi masalahnya tetap saja karena berbagai kelompok bangsa, khususnya di Kroasia dan Masedonia, berjuang untuk kebebasan yang lebih longgar. Pembunuhan Alexander pada tahun 1934 biasanya ditumpukan pada ekstremis Kroasia.

Alexander digantikan putranya Peter yang masih muda. Sepupu Alexander, Pangeran Paul, bertindak sebagai wali. Timbulnya kekuasaan fasis di Jerman dan Italia memberikan ancaman besar pada wali raja itu. Maret 1941 , setelah semua tetangganya kecuali Yunani jatuh ke tangan Hitler dan Mussolini, pemerintah Yugoslavia menandatangani perjanjian dengan Italia dan Jerman.

Rakyat Yugoslavia menolak untuk menerima syarat perjanjian. Pemerintah dipaksa untuk mengasingkan diri dan, barangkali ini yang lebih penting, jadwal penyerbuan Jerman ke Uni Soviet tertunda karena tentara Jerman harus mengerahkan pasukannya ke Yugoslavia guna menekan rakyat.

Perlawanan rakyat Yugoslavia dari persembunyian di gunung dalam angkatan perang yang dipimpin oleh Draza Mihajlovic dan Marsekal Tito setelah 4 tahun berhasil memperoleh kembali kebebasan Yugoslavia. Korban yang diderita rakyat Yugoslavia amat mengejutkan. Satu dari sembilan orang Yugoslavia gugur; kota dan industri menjadi puing. Namun, Yugoslavia merdeka.

November 1945, kaum komunis pimpinan Tito secara resmi mengambilalih pemerintahan. Yugoslavia memulai kehidupannya sesudah perang sebagai satelit Soviet setia. Tahun 1948 terdapat perbedaan kepentingan ekonomi politik serius sehingga menyebabkan perpecahan antara Uni Soviet dan Yugoslavia yang membahayakan eksistensi bangsa Slavia Selatan baru.

Pemerintah Yugoslavia mampu mengatasi kesulitan ini dan lambat laun mengambil sikap bebas. Gerakan nonblok secara resmi dilantik di Beograd. Tahun 1961. Yugoslavia menjadi pemimpin bangsa “Dunia Ketiga” yang netral.

Pemerintahan Yugoslavia

Pada tahun 1974, di Yugoslavia diproklamasikan konstitusi baru. Rakyat memilih majelis yang menyelenggarakan semua tingkat pemerintahan dari daerah terkecil sampai ke pusat federal. Majelis Federal, sebagai badan pembuat undang-undang, dibagi menjadi dua dewan.

Dewan Federal terdiri atas utusan kaum pekerja dari keenam republik dan kedua propinsi. Anggota Dewan Republik dan Propinsi dipilih dari majelis republik dan propinsi. Partai politik yang sah adalah Liga Komunis.

Tito diangkat sebagai Presiden Yugoslavia untuk masa tak terbatas pada tahun 1974. Setelah ia meninggal pada tahun 1980, jabatannya digantikan oleh sebuah komite kepemimpinan yang dikenal sebagai kepresidenan kolektif, yang terdiri atas seorang wakil dari setiap republik dan propinsi, dan dikepalai oleh anggotanya secara bergiliran. Pengaturan itu diresmikan oleh perubahan konstitusi pada tahun 1981.

Sementara pemerintahan oleh komite mungkin tampak merupakan pengaturan yang canggung, hal itu sebenarnya dirancang untuk mencegah terjadinya persaingan antara kawasan negara tersebut.

Ternyata tanpa diragukan Yugoslavia telah membuktikan bahwa mereka adalah bangsa yang mampu melakukan apa saja yang perlu untuk mempertahankan kebebasan dan kemerdekaannya.

CAROL Z. ROTHKOPF, Penulis, Yugoslavia
Editor: Sejarah Negara


Terkait Yugoslavia


Sebelumnya: Hongaria

Selanjutnya: Albania