Albania

  • Whatsapp
Durazzo pantai di pesisir Adriatik, Albania
Durazzo pantai di pesisir Adriatik, Albania

Sejarawan Inggris abad ke-18 Edward Cibbon menggambarkan Albania sebagai ”sebuah negeri sebatas penglihatan Italia tetapi kurang dikenal daripada pedalaman Amerika”.

Sekarang, setelah dua abad kemudian, pedalaman Amerika telah diselidiki secara menyeluruh, ditentukan dan dilukiskan secara luas, tetapi dunia tetap hanya mengenal sedikit tentang Republik Rakyat Albania, yang merupakan salah satu negara komunis Eropa Timur.

Bacaan Lainnya

Geografi Albania

Albania merupakan jalur tanah sempit pada pantai barat Semenanjung Balkan. Negeri itu di sebelah barat digenangi oleh Laut Adriatik, dan terjepit antara Yugoslavia di utara dan timur serta Yunani di tenggara dan selatan. Lebih kurang 65 km jauhnya, di seberang Selat Otranto, terletak tumit sepatu bot Italia.

peta albania

Negeri itu memiliki tiga bentuk tanah yang jelas, tanah rendah pantai, perbukitan, dan gunung-gunung yang tinggi. Pantai tanah rendah yang panjang itu mempunyai bentangan pantai berpasir serta banyak danau air laut dangkal dan paya luas. Air yang tergenang dalam kawasan berawa-rawa itu mengandung ancaman malaria secara terus-menerus.

Beberapa paya ini telah dibersihkan dan disuburkan, tetapi berbagai pekerjaan masih harus dilakukan. Di sana sini sepanjang pantai dapat dilihat awal perbukitan yang meliputi bagian Albania. Tanah di perbukitan ini seringkali subur, sedangkan lereng bukit yang lebih rendah dibuat berteras dan dibudidayakan secara hati-hati.

Lembah lebih luas di sini daripada di daerah pegunungan. Beberapa kota penting terletak di kawasan ini. Fakta geografis yang menarik tentang negeri ini adalah bahwa hampir tiga perempat permukaannya bergunung-gunung dan seringkali sama sekali tidak dapat dimasuki.

Gunung-gunung itu menjulang sampai pada puncak tertingginya di Gunung Korab, 2.763 m, di Albania timurlaut. Selama berabad-abad, gunung-gunung itu telah bertindak sebagai benteng alamiah dan tempat berlindung bagi rakyat.

Sebenarnya rakyat Albania menamakan dirinya Shqyptare (”putra rajawali”) dan banyak di antaranya masih menjadikan lembah-lembah itu tempat tinggal mereka.

Alam bergunung dan kurangnya tanah sangat mempersulit penduduk negeri itu menanam cukup makanan untuk hidup mereka. Gandum dan jagung merupakan tanaman panen utama. Buah zaitun, ara, anggur, dan jeruk sitrun ditanam di bagian selatan negeri itu. Bit gula, tembakau, dan kapas merupakan tanaman yang penting. Beternak, khususnya biri-biri, menjadi teramat penting, tetapi padang rumput seringkali sangat jauh dari desa atau daerah pertanian.

Iklim

Walaupun Albania kecil, negeri ini mempunyai variasi keadaan iklim yang menakjubkan. Kawasan pantai menikmati iklim Laut Tengah, dengan musim dingin yang lunak dan berhujan, serta musim panas yang amat panas dan menyilaukan.

Namun, suhu lunak ini berubah tajam di kawasan pedalaman yang berbukit dengan iklim Semenanjung Balkan tengah yang lebih keras. Beberapa kawasan gunung itu selalu tersapu angin dan tertutup salju pada musim dingin, dengan curah hujan setinggi 254 cm per tahun di utara. Bulan-bulan musim panas sejuk dan cerah.

Danau dan Sungai

Albania memiliki danau-danau terbesarnya, Scutari, Ochrida dan Prespa-bersama Yugoslavia. Banyak sungai yang relatif pendek melintasi negeri itu. Walaupun sungai itu biasanya mengering pada musim panas, pada musim dingin banyak yang berubah menjadi buas dan berarus deras.

Sungai terpenting di Albania ialah Drin, Seman, dan Vijosa. Hanya satu dari sungai itu, Bojana yang dapat dilayari. Sungai Shkumbi, yang melintasi pusat negeri ini, dianggap sebagai garis pemisah antara suku utara, yang berbicara dengan dialek Geg, dan suku selatan, yang berbicara dengan dialek Tosk.

Penduduk Albania

Penduduk negeri ini adalah rakyat yang homogen. Mereka berbicara dalam bahasa Albania, sebuah bahasa Indo-Eropa, yang ditulis dengan abjad Romawi. Walaupun mereka berbicara dengan dua dialek, setiap kelompok dapat memahami bahasa kelompok yang lain. Sejak tahun 1945, bahasa resmi mereka berdasarkan atas dialek dan ejaan Tosk.

Menurut tradisi, suku Geg di utara dianggap bersifat hati-hati dan pendiam dan mereka mempunyai reputasi sebagai pejuang yang baik. Banyak di antara mereka yang berbadan tinggi, tampan, dan berambut pirang serta semuanya tepercaya dengan keberanian tinggi dalam mempertahankan gunung tempat tinggal mereka.

Suku Tosk, sebaliknya, adalah rakyat yang lebih ramah dan suka keluar. Karena mereka berdiam di jalan yang banyak dilalui oleh para penyerbu Albania, mereka berjumpa dan bergaul dengan rakyat lain. Apa pun yang membuat kedua kelompok itu bersaing di masa lalu, mereka sekarang dipersatukan oleh kepentingan bersama untuk negara mereka.

Kesusastraan lisan yang kaya dan terdiri atas nyanyian rakyat, syair, dan peribahasa memainkan peran penting dalam kehidupan budaya mereka . Syair dan nyanyian secara tradisional bertutur tentang cinta, kehormatan, atau tindak kepahlawanan di masa lalu.

Nyanyian mereka seringkali diiringi dengan kecapi bersenar tunggal yang disebut lahuta. Kini musik rakyat seringkali dipakai sebagai sarana propaganda, sedangkan yang secara khusus ditulis dibagi-bagikan di rapat atau dinyanyikan di radio.

Agama

Pada tahun 1967, pemerintah menutup masjid dan gereja di negeri itu dan mengaku bahwa Albania merupakan negara atheis pertama di dunia. Namun, waktu itu ditaksir bahwa kurang lebih 70% rakyatnya beragama Islam, 20% Katolik Ortodoks, dan 10% Katolik Roma. Agama Kristen memasuki Albania pada abad ke-1.

Ketika Turki datang pada abad ke-14, mereka membawa serta agama Islam. Gelombang pertobatan mengikuti setiap kemenangan Turki sehingga Albania mempunyai jumlah Muslim terbesar di Eropa. Dewasa ini, banyak bekas masjid dan gereja digunakan sebagai pusat kelompok pemuda, gedung budaya, dan bahkan sebagai restoran.

Pendidikan

Ketika Perang Dunia I meletus, setelah lebih dari 500 tahun di bawah kekuasaan Turki Usmani, Albania merupakan salah satu negara yang paling terbelakang di Eropa. Terjadi sedikit kemajuan setelah dicapainya kemerdekaan dengan didirikannya lebih banyak sekolah dasar.

Khususnya di bidang pendidikan inilah pemerintah komunis mencapai sukses besar. Keadaan buta huruf yang amat tinggi dahulu telah dikurangi sampai ke tingkat yang demikian meyakinkan sehingga sekarang pemerintah dapat menyatakan bahwa setiap orang di bawah 40 tahun dapat membaca.

Sekolah dasar diwajibkan selama 8 tahun dan banyak anak meneruskan ke sekolah menengah. Universitas pertama Albania dibuka pada tahun 1957 di Tirana, ibu kota negara, dengan fakultas kedokteran, hukum, dan bidang-bidang lain. Di sana terdapat baik sekolah tinggi pendidikan guru, institut pertanian, maupun institut ilmu pengetahuan.

Ekonomi Albania

Albania selalu merupakan negeri pertanian, dengan tujuh dari sepuluh penduduknya mencari nafkah seadanya dari pertanian kecil. Metode bertani primitif masih digunakan sampai Perang Dunia II dengan seluruh keluarga bekerja keras bergotong royong di tanah pertanian. Kaum wanita seringkali melakukan pekerjaan pertanian, sedangkan kaum pria menggembala ternak di padang rumput yang jauh.

Pada tahun 1950-an pemerintah harus menata kembali mulai dari awal negeri yang terbinasakan oleh perang. Serangkaian rencana 5 tahun, dimulai pada tahun 1951, menetapkan tujuan negeri itu. Dua rencana pertama diselesaikan dengan uang, bantuan dan teknisi Uni Soviet.

Pabrik tekstil, pabrik gula, pabrik pemrosesan kapas, pabrik tembakau, pabrik kayu lapis, dan beberapa pabrik listrik tenaga air segera didirikan. Lebih dari itu, Uni Soviet dan blok Soviet mulai mengusahakan endapan mineral Albania dengan mengebor minyak bumi dan menambang tembaga, batubara, dan krom.

Ternyata upaya memperbaiki pertanian ini hanya menghasilkan sukses kecil, terutama karena kekurangan mesin dan kegagalan kebijakan kolektifisasi di negeri itu. Dengan kebijakan ini Albania berupaya menghimpun pertanian kecil menjadi satuan yang lebih besar di bawah pengawasan pemerintah untuk menaikkan produksi.

Pada awal tahun 1960-an setelah terjadi perpecahan dengan Uni Soviet karena perbedaan kebijakan, Albania masih memerlukan bantuan dari luar. Cina menyediakan bantuan keuangan dan teknisi bagi negeri ini, yang pada saat itu telah memperoleh beberapa kecakapan perindustrian.

Pabrik semen, plastik, gelas, bahan kimia, dan perkakas tenaga listrik didirikan. Lebih banyak tanah, khususnya di kawasan gunung, tersedia untuk pertanian. Penggunaan traktor lebih meluas dan kerja sama pertanian meningkatkan hasil pertanian-suatu keharusan bagi bangsa yang mempunyai angka kelahiran tertinggi di Eropa.

Bantuan Cina berakhir pada 1978 dan pada tahun 1980 Albania menandatangani persetujuan perdagangan, yang menjadikan Yugoslavia mitra dagang utamanya.

Kota di Albania

Tirana (Tirane), ibu kota Albania, berpusat di suatu plaza yang menyandang nama pahlawan nasional, Lapangan Skenderbeg. Pada bulan Januari 1968, penduduk kota itu memperingati ulang tahun ke-500 kematian Skenderbog dengan menempatkan sebuah patungnya yang besar sekali di lapangan.

Jalan utama yang luas dan dinaungi pohon bahkan tampak lebih luas, karena hanya terlihat sedikit mobil di situ. Perbukitan berhutan di seberang memberi daya tarik tertentu pada kota yang berpenduduk 200.000 jiwa itu, seperti juga halnya puncak menara masjid tua yang anggun itu. Di bagian lama kota itu, sepanjang jalan yang sempit, terlihat banyak orang memakai celana longgar dan sabuk Turki masa lalu.

Jalan kereta api menghubungkan Tirana dengan kota pelabuhannya Durazzo (Durres), yang berjarak sekitar 32 km, di laut Adriatik. Durazzo, dengan penduduk 61.000 jiwa, merupakan pelabuhan utama negeri itu. Dahulu pantainya menjadi sasaran orang-orang komunis yang berlibur mencari matahari, tetapi sekarang semakin menjadi populer dengan datangnya orang-orang Eropa Barat.

Durazzo pantai di pesisir Adriatik, Albania
Durazzo pantai di pesisir Adriatik, Albania

Kota-kota penting lain Albania ialah Scutari (Shkodér) dan Valona (Vloré)-kedua kota itu berpenduduk sekitar 60.000 jiwa.

Sejarah Albania

Orang pertama yang tercatat dalam sejarah mendiami kawasan yang dewasa ini disebut Albania adalah suku Illyrian, yang mendirikan kerajaan pada abad ke-3. Suku Illyrian adalah orang-orang kuat yang bekerja sebagai petani, prajurit, dan bajak laut.

Romawi, yang jengkel oleh perahu bajak Illyrian yang mengganggu perdagangannya memutuskan untuk memindah sumber kesukaran dengan merebut Illyrian pada tahun 167 sebelum Masehi.

Namun, Romawi tidak dapat masuk kawasan gunung yang tak tertembuskan karena penduduk memberikan perlawanan keras terhadap penguasa asing. Setelah Romawi, sepasukan suku dan bangsa penakluk lain menyerbu negeri itu pada abad-abad berikutnya.

Tahun Kekuasaan Turki Yang Panjang

Bangsa yang mempunyai pengaruh terbesar dan bercokol paling lama di Albania, terutama karena kekuasaannya berlangsung begitu lama, adalah Turki Usmani. Penyerbuan pertama Turki ke wilayah Albania terjadi pada tahun 1385 atas undangan penguasa kecil yang bertengkar dengan salah satu tetangganya.

Pendatang baru itu lambat laun memperluas kekuasaan mereka atas sebagian besar negeri, setelah berkali-kali mematahkan perlawanan penduduk. Perlawanan yang paling menarik perhatian terhadap dominasi Turki dipimpin oleh pahlawan terbesar Albania, Gjergi Kastrioti, atau terkenal sebagai Skenderbeg.

Skenderbeg, anak bangsawan Albania, dikirim sebagai sandera ke istana sultan. Di sana ia menjadi Muslim dan bergabung dalam angkatan perang Turki; tempat ia mendapatkan karier yang masyhur. Namun, ia tahu bahwa rakyat tidak takluk sepenuhnya pada pendudukan Turki sehingga ia berketetapan untuk kembali ke Kruje-kediaman keluarganya. Ia berbalik kembali memeluk Kristen.

Rakyat Albania segera mengakuinya sebagai pemimpin mereka yang berbakat. Selama seperempat abad, Skenderbeg melancarkan sejumlah perang defensif yang sangat berhasil terhadap pasukan Turki yang besar.

Kematiannya pada tahun 1468 menandai akhir perlawanan secara besar-besaran, walaupun Turki masih memerlukan waktu yang lama untuk menaklukkan seluruh negeri. Skenderbeg merupakan lambang kemerdekaan bagi bangsa Albania dan tenaga pendorong gerakan kemerdekaan nasional modern.

Bangsa Albania membayar mahal untuk perjuangan mereka melawan Bani Usmani. Ribuan orang gugur dalam perang; banyak kota kuno mereka hancur; ekonomi, perdagangan, dan kerajinan negeri terhenti. Banyaknya pemberontakan anti Turki yang terjadi kemudian dan penindasan untuk memadamkannya turut membantu kemerosotan umum negeri itu.

Kemerdekaan Albania

Albania mengumumkan dirinya merdeka pada tahun 1912. Waktu itu merupakan salah satu negeri terakhir di Eropa tenggara untuk melepaskan diri dari kerajaan Turki yang sedang sekarat.

Pada tahun 1914 seorang pangeran Jerman, Pangeran Wilhelm zu Wied, diangkat sebagai penguasa Albania. Ketika Perang Dunia I meletus 6 bulan kemudian, Wilhelm meninggalkan negeri itu. Selama perang ini Albania diduduki oleh angkatan perang berbagai negeri.

Pada tahun-tahun berikutnya, negeri itu berada dalam keadaan yang agak kacau. Tokoh pimpinan setelah perang usai adalah Uskup Fan Noli, yang mengepalai pemerintah pembaharuan. la digulingkan oleh Ahmet Zogu yang, setelah berjuang, muncul sebagai presiden pada tahun 1925 dan kemudian menobatkan diri sendiri sebagai Raja Zog pada tahun 1928.

Ia memerintah negeri itu sebagai diktator, sedangkan tahun-tahun ia berkuasa ditandai oleh beberapa penyalahgunaan dan sejumlah prestasi nyata. Pemerintahannya yang benar-benar terpusat mendorong pendidikan dan dalam beberapa hal memperkuat ekonomi nasional.

Zog menjalin persekutuan karib dengan Italia dalam upaya untuk melawan ambisi Yugoslavia terhadap Albania. Ia menerima bantuan keuangan dari Italia dan mendorong penanaman modal Italia. Namun, ketika pemimpin Fasis Italia, Benito Mussolini, memulai kebijakan perluasannya, bertambah banyak konsesi dituntut dari Zog.

Pada tahun 1939, 5 bulan sebelum Perang Dunia II meletus, Italia menduduki Albania dan memaksa Zog mengasingkan diri. Jerman juga mengambil alih negeri ini setelah kekalahan Italia pada tahun 1943 dan memerintah selama lebih dari setahun.

Gerakan perlawanan, terbagi menjadi cabang-cabang komunis dan nasionalis, yang bertambah besar selama tahun-tahun perang. Di bawah pendudukan Jerman dan selama tahap terakhir perang, kedua kelompok ini bertempur memperebutkan kekuasaan.

Perang saudara berikutnya dimenangkan oleh angkatan perang komunis. Dikenal sebagai Gerakan Pembebasan Nasional dan dibantu oleh partisan Yugoslavia, mereka mendirikan pemerintahan mereka sendiri di Tirana. Pemimpin mereka adalah Enver Hoxha.

Beberapa tahun selanjutnya kaum komunis sibuk membangun administrasi mereka dan mengambil alih semua pusat oposisi ke dalam kekuasaan mereka. Ikatan karib mereka dengan Yugoslavia berakhir mendadak ketika Perdana Menteri Yugoslavia Tito bercekcok dengan Stalin dan meninggalkan dominasi Soviet.

Albania berketetapan mencari perlindungan dari Uni Soviet dengan menjadi satelitnya. Bantuan ekonomi, teknik, dan militer adalah imbalan langkah ini.

Ketika Uni Soviet, pada pertengahan tahun 1950-an, berketetapan untuk memperbaharui persahabatannya dengan Yugoslavia, terjadilah gejala nyata hubungan yang tidak harmonis antara Soviet dan Albania. Akhirnya terjelmalah perpecahan sepenuhnya antara kedua negeri itu.

Tertinggal sendiri tanpa sekutu di Eropa atau di tempat lain, Albania mendapatkan teman yang dengan hangat menyambutnya, yaitu Republik Rakyat Cina. Pemimpin-pemimpin kedua negara menyetujui doktrin komunis. Justru letak Cina yang terlalu jauh untuk mengadakan ancaman langsung pada kemerdekaan Albania, maka bantuannya disambut dengan lebih baik lagi.

Albania melepaskan ikatan terakhirnya dengan Uni Soviet setelah penyerbuan Cekoslowakia. Albania merupakan anggota tidak aktif Organisasi Pakta Warsawa sejak tahun 1961. Pada tahun 1968 dewan pembuat undang-undang Albania membebaskan negeri ini dari kewajibannya. Pada tahun 1977 negara ini mengakhiri hubungannya dengan Cina dan segera menyelenggarakan lagi perdagangan dengan Yugoslavia.

Pemerintah

Albania sepenuhnya dikendalikan oleh satu partai, Partai Buruh Albania (Partai Komunis). Badan legislatif, yaitu Majelis Rakyat, hanya bertemu sebentar setiap tahun.

Selama reses, urusannya ditangani oleh Presidium, yang ketuanya dirangkap oleh kepala negara Albania. Ketua Dewan Menteri, atau perdana menteri, bertugas sebagai kepala pemerintahan. Namun, kekuasaan politik yang sebenarnya berada pada sekretaris pertama Partai Buruh Albania.

Albania dan Dunia Luar

Albania dikenal baru setelah beberapa tahun merdeka, tetapi kemajuan & pada tahun-tahun itu pesat. Namun, Albania merasa lebih enggan, dibandingkan dengan pemerintah komunis Eropa yang lain, untuk mengurangi kekuasaannya guna memberi rakyat kebebasan berpikir dan berbuat lebih banyak.

Di samping itu, kebijakan isolasi yang lama dari negeri lain di dunia telah menjauhkan negeri terbelakang ini dari ikatan ilmu pengetahuan dan budaya yang mungkin dapat membantunya. Isolasi ini pula yang menyebabkan industri pariwisatanya terabaikan.

Namun, Albania mempunyai kekayaan alam dan sedang membangun fasilitas modern seperti jalan dan hotel yang dapat menarik pengunjung di masa depan.

Pencipta isolasi Albania, pemimpin seumur hidup Enver Hoxha, meninggal pada tahun 1985 setelah’memerintah negeri itu selama lebih’dari 40 tahun. Apakah kematiannya akan mengubah kebijakan Albania, kita lihat saja.

Diulas oleh: ANTON LOCORECI, British Broadcasting Corporation, Dinas Eropa
Editor: Sejarah Negara


Terkait Albania


Sebelumnya: Yugoslavia

Subscribe to our newsletter

Pos terkait