Uni Soviet Tahun 1917-1953

Uni Soviet Tahun 1917-1953 – Salah satu hal yang pertama-tama dikerjakan oleh Lenin adalah membawa Rusia keluar dari peperangan. Dia membayar mahal untuk perdamaian. Dalam perjanjian Brest-Litovsk dengan Jerman pada Maret 1918, Rusia harus menyerahkan Polandia bagian timur, negara Laut Baltik (Estonia, Latvia, dan Lithuania), dan Finlandia serta setuju untuk mengakui bahwa Ukraina sebagai negara merdeka.

Wilayah ini meliputi sepertiga jumlah penduduk negara, sepertiga luas daerah subur yang dapat ditanami, dan hampir separuh daerah industrinya.

Pendapat umum di Rusia sangat mengerikan. Namun, dengan kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I, Pemerintah Soviet menguasai kembali wilayah Ukraina, meskipun belum dapat menguasai negara-negara Laut Baltik, serta bagian Polandia yang lepas sampai sesaat menjelang pecah Perang Dunia II.

Menyatukan Kekuatan Komunis

Uni Soviet Tahun 1917-1953

Kunjungi Rusia di google map

Di dalam negeri, oposisi terhadap Pemerintahan Komunis mulai tumbuh di antara beberapa kelompok orang-kaum pengusaha, bangsawan pemilik tanah, Gereja Ortodoks, serta para perwira tentara kerajaan yang telah dibubarkan. Mereka bergabung untuk mendukung Tentara Putih yang bertempur melawan Tentara Merah Komunis dalam perang saudara yang berlangsung selama hampir 3 tahun.

Perang yang buas itu mengakibatkan ribuan orang terbunuh. Inggris, Prancis, Amerika Serikat, serta Jepang bersama-sama mengirim tentara dan persenjataan ke dalam wilayah Rusia untuk membantu Tentara Putih. Meskipun demikian, Tentara Putih tetap kalah.

Salah satu sebabnya adalah bahwa Tentara Merah di bawah kepemimpinan Trotsky telah menjadi suatu kekuatan tempur yang efektif. Alasan lain adalah bahwa Tentara Putih saling terpisah jauh satu sama lain secara geografis, sedangkan pemimpin mereka tidak dapat mencapai tujuan politik bersama.

Mereka gagal mendapatkan dukungan para petani, yang terjebak di antara pihak-pihak yang bertikai dan mengalami penderitaan berat di bawah kekuasaan kedua pihak. Demikian pula, tidak ada lagi perlawanan dari pengikut Tsar Nicholas II, karena ia, istri, dan anak-anaknya telah dihukum mati di bulan Juli 1918.

Perang saudara dimenangkan oleh Tentara Merah, tetapi seluruh negara dalam keadaan porak-poranda. Kelaparan merajalela. Pabrik hancur, transportasi macet, dan hasil pertanian turun drastis. Para petani pada khususnya merasa tidak puas karena hasil padi-padian mereka dan tanaman lainnya diambil paksa untuk memberi makan prajurit dan orang-orang kota.

Ketika kaum komunis mulai memegang kekuasaan, mereka mengambil alih pemilikan pabrik yang besar, lahan pertanian, bank, barang kebutuhan rakyat, dan jaringan jalan raya. Mereka juga melarang perdagangan swasta.

Namun, dengan keadaan ekonomi yang porak-poranda karena perang, ‘Lenin menyadari bahwa negara membutuhkan suatu ”pesona yang melegakan” sebagai obat penyembuhnya.

Karena hal inilah, maka ia memperkenalkan Kebijakan Ekonomi Baru (New Economi Policy-NEP) pada tahun 1921. Tokotoko swasta sekali lagi boleh dibuka. Para petani dan pengusaha kecil diizinkan menjual produknya dengan harga berapa saja yang dapat mereka jual di pasar.

Menjelang tahun 1929, bidang industri dan pertanian menghasilkan sebanyak yang mereka peroleh pada malam Perang Dunia I. Lenin bermaksud menggunakan NEP hanya sebagai langkah mundur sementara dari tujuannya untuk membangun komunisme.

Namun, Lenin meninggal pada tahun 1924 sebelum ia dapat melaksanakan program untuk menjadikan Rusia negara industri secara cepat dan menciptakan suatu masyarakat baru.

Periode Awal Stalin

Anggota Partai pada umumnya berharap agar Trotsky dapat menggantikan tempat Lenin. Ia adalah orang yang paling disegani setelah Lenin dan ia telah melakukan suatu pekerjaan yang cemerlang dengan memimpin Tentara Merah menuju kemenangan dalam perang saudara. Saingan utama Trotsky adalah Joseph Stalin.

Pada tahun 1922, Stalin ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis. Hal ini memungkinkannya untuk menempatkan para pendukungnya dalam jabatan-jabatan kunci baik dalam Partai maupun dalam pemerintahan dan, dengan pertolongan merekalah, Stalin menjadi cukup kuat untuk dapat bersaing dengan Trotsky dalam kursi kepemimpinan.

Di samping persaingan pribadi kedua orang besar itu, Trotsky dan Stalin pada intinya tidak sepaham terhadap apa yang seharusnya menjadi kebijakan dasar Partai. Trotsky percaya bahwa Revolusi Bolshevik akan diikuti oleh Revolusi Komunis yang sama di negara-negara industri maju di Eropa Barat.

Jika negara-negara itu telah menjadi komunis, mereka tentu akan mengalihkan teknologi mereka kepada Uni Soviet sehingga memungkinkannya menjadi negara industri juga.

Stalin percaya bahwa Uni Soviet harus berswasembada menjadi negara industri tanpa mengandalkan bantuan dari luar. Lebih dari itu, Soviet memang harus melakukan itu karena Stalin tidak melihat adanya tanda akan keberhasilan revolusi komunis di tempat lain.

Menjelang tahun 1927, Stalin berhasil mengeluarkan Trotsky dari Partai. Dua tahun kemudian, Trotsky diusir ke luar negeri dan di Meksiko, pada tahun 1940, ia dibunuh dengan ayunan kapak di kepalanya.

Di tahun 1928, Stalin melancarkan revolusi ekonomi dan sosial. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyamakan kedudukan Uni Soviet dengan negara kapitalis Barat atau melebihinya. Pemerintah mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi dan melancarkan serangkaian Rencana Pembangunan Lima Tahun.

Penekanannya terletak pada pengembangan bidang industri pabrik, mesin, tambang, listrik, dan transportasi. Untuk membangun berbagai sarana ini, penduduk harus bekerja dalam jam kerja yang panjang, sering dalam keadaan kedinginan dan tanpa makanan yang cukup.

Pembangunan perumahan dan produksi barang konsumsi ditunda karena, menurut Partai, negara tidak memiliki cukup sumber daya untuk memenuhi semuanya. Untuk memperkuat kebijakannya, Stalin menggunakan cara-cara otoriter seperti yang pernah digunakan oleh Tsar Peter yang Agung, yang niat awalnya adalah juga demi mengembangkan Rusia.

Stalin merancang suatu rencana untuk memberi makan para pekerja industrinya dengan upah yang rendah. Dia memaksa para petani bergabung ke dalam pertanian kolektif yang besar. Tanah-tanah mereka beserta ternak dan peralatannya menjadi milik bersama.

Mereka harus mengerjakan ladang secara bersama dan menjual hasilnya kepada pemerintah dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga di pasar terbuka. Para petani memberontak atas kebijakan ini. Mereka memotong hampir separuh ternak pertanian negara ketimbang menyerahkannya ke pertanian kolektif.

Banyak petani ditangkap dan dikirim ke kam kerja paksa di berbagai proyek industri atau pertambangan di Siberia. Banyak di antara mereka mati kelaparan. Namun, hal ini baru merupakan awal kebiadaban.

Di pertengahan tahun 1930-an, untuk alasan yang sukar dimengerti, Stalin menjadi semakin curiga terhadap hampir setiap orang, bahkan teman kerja dekatnya sendiri. Dari tahun 1936-1939, terjadilah Pembersihan besar-besaran yang sangat menyeramkan di sepanjang sejarah Rusia. Jutaan orang hilang tak tahu rimbanya.

Para pejabat Partai, pahlawan Bolshevik yang sudah tua, insinyur, ilmuwan, ahli ekonomi, penulis, para perwira militer, dan banyak lagi yang lain yang ditangkap atas tuduhan palsu berupaya menggulingkan Pemerintah Soviet atau memulihkan kapitalisme. Mereka dihukum mati atau dikirim ke kam kerja paksa, yang kondisinya demikian jelek sehingga banyak di antara mereka segera mati.

Selama berlangsung tindakan teror ini, industrialisasi Stalin tetap maju berkembang. Menjelang tahun 1940, Uni Soviet menghasilkan lebih banyak besi, baja, batubara, dan minyak ketimbang di permulaan Repelita pertama.

Hanya Amerika Serikat dan Jerman yang dapat mengungguli Soviet dalam produk bajanya. Namun, hasil ekonomi ini lalu mengalami pukulan bencana yang menyedihkan karena serangan tentara Hitler.

Perang Dunia II

Stalin menjadi semakin cemas bahwa tentara Nazi akan menyerang negaranya. Di tahun 1934, Uni Soviet bergabung dengan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dan, untuk beberapa saat, mulai mengadakan perundingan dengan Inggris dan Prancis tentang pengaturan keamanan bersama melawan tentara Nazi.

Patung peringatan Perang Dunia II di Uni Soviet
Patung peringatan Perang Dunia II di Uni Soviet

Saat Nazi menyerang Austria dan Cekoslowakia, Inggris dan Prancis tidak berusaha menghentikan gerak maju mereka. Di tahun 1939, Stalin memutuskan untuk mengadakan perjanjian langsung dengan Jerman yang setuju bahwa kedua pihak tidak akan saling menyerang.

Stalin menduga bahwa hal ini akan memberikannya lebih banyak waktu untuk mempersenjatai negaranya dalam perang yang suatu saat pasti datang. Perjanjian yang sama meliputi perjanjian rahasia untuk membagi wilayah Polandia.

Ketika tentara Jerman menyerang Polandia di bulan September 1939, Tentara Merah dengan diam-diam bergerak masuk dari arah yang berlawanan dan mencaplok Polandia Timur. Tentara Soviet juga menguasai Finlandia bagian tenggara, tetapi baru setelah dapat mematahkan perlawanan bangsa Finn yang heroik. Soviet juga menduduki negara-negara Laut Baltik, yang merupakan negara bebas semenjak akhir Perang Dunia I.

Pada tanggal 22 Juni 1941, meskipun terikat oleh perjanjian serta tanpa peringatan, Hitler menyerang Uni Republik-Republik Sosialis Soviet. Tentara Merah pada mulanya tidak kuasa menahan serangan tentara Nazi, yang dengan mudah bergerak maju ke pintu gerbang Moskow dan Leningrad pada bulan Oktober tahun yang sama.

Tentara Nazi dihadang agar tidak dapat memasuki kedua kota itu, tetapi mereka berhasil bergerak ke arah timur melintasi Ukraina ke Sungai Wolga, tempat terjadinya pertempuran yang paling sengit di Stalingrad di musim dingin tahun 1942-1943. Sejak itu, tentara Soviet mulai memukul mundur tentara Jerman. Tentara Merah dapat memasuki Berlin di bulan Mei 1945.

Perang Dunia II di Uni Soviet dikenal sebagai ”Perang Patriotik Terbesar”. Selama waktu itu, hampir 20.000.000 orang Soviet terbunuh. Di Leningrad saja, yang mengalami pengepungan selama 900 hari, diperkirakan lebih dari 1.000.000 orang meninggal, sebagian besar karena kelaparan.

Meskipun Uni Soviet menerima bantuan sewa-pinjam hampir senilai $11.000.000.000 dari Amerika Serikat selama perang, perang tersebut menghancurkan sebagian besar ekonomi Soviet.

Stalin memutuskan bahwa negara harus segera mulai mencari jalan penyembuhan ekonomi yang sudah parah serta harus mencapai tingkatan yang lebih tinggi daripada sebelum perang. Ia tidak membiarkan kecemasan perang menghantui rakyat Soviet, tetapi mendorong mereka untuk bekerja lebih keras lagi. Sekali lagi, penekanan tetap pada bidang industri, bukan pada barang konsumsi.

Perang Dingin

Di akhir Perang Dunia II, Stalin memperoleh kembali wilayah Rusia yang hilang selama Perang Dunia I serta menyatukannya menjadi bagian Uni Soviet. Wilayah ini meliputi Polandia Timur, Bessarabia (bagian Rumania), dan tiga negara Laut Baltik, yang dengan singkat dapat diduduki oleh Tentara Merah sebelum serbuan tentara Nazi ke Uni Soviet.

Uni Soviet berada dalam posisi kuat untuk meluaskan pengaruhnya di Eropa Timur. Selagi tentaranya membantu membebaskan negara itu, satu demi satu, dari tentara Jerman, Stalin memberikan dukungannya terhadap Partai Komunis lokal serta meyakinkan mereka bahwa partai itu akan segera dapat berkuasa.

Menjelang tahun 1948, terdapat banyak pemerintahan komunis yang didominasi Uni Soviet di Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Polandia, dan Jerman Timur. (Yugoslavia, yang muncul setelah perang sebagai sebuah negara komunis, menjadi terlalu bebas menurut ukuran Stalin sehingga pada tahun 1948 hubungan kedua negara itu menjadi tegang serta hampir mencapai titik letupnya.)

Hubungan antara Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur merupakan sumber ketaksepakatan yang mendalam antara Uni Soviet dan negara-negara sekutu perangnya, yaitu Amerika Serikat dan Inggris. Para pemimpin Amerika Serikat pada khususnya mendesak agar rakyat di Eropa Timur dapat memilih pemerintahannya sendiri dengan bebas.

Di pihak lain, Stalin menghendaki jaminan bahwa negara-negara ini tidak akan merupakan ancaman dari tapal batas barat Uni Soviet, yang telah berulang kali diserbu sepanjang sejarah Rusia.

Isu ini serta berbagai isu ketaksepakatan lainnya membawa negaranegara Barat dan Uni Soviet menjadi semakin saling tidak mempercayai lagi. Amerika Serikat menanggapi berbagai tindakan Soviet di Eropa Timur dengan setuju mendukung Yunani dan Turki dalam menghadapi setiap ancaman dari Uni Soviet.

Di tahun 1949, Amerika Serikat mengambil inisiatif untuk membentuk Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang meliputi negara-negara Eropa Barat, Kanada, Amerika Serikat, Yunani, dan Turki.

Mereka akan saling memberikan bantuan terhadap setiap serangan dari negara luar. (Kelompok padanan negara-negara Eropa Timur-Organisasi Pakta Warsawa-dibentuk pada tahun 1955 dengan anggota Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, dan Rumania.

Pakta Warsawa dibentuk karena adanya kemungkinan ancaman dari militerisasi ulang di Jerman Barat.) Periode tegang dan saling tidak mempercayai-antara Uni Soviet dan negara-negara blok Barat ini dikenal sebagai Perang Dingin.

Di Uni Soviet sendiri, selama tahun-tahun Perang Dingin, rakyat hidup di bawah kontrol yang lebih ketat daripada biasanya. Mereka diberi tahu bahwa Uni Soviet telah memenangkan ”Perang Patriotik Terbesar”-nya sendiri, tanpa bantuan dari negara-negara Barat.

Kebudayaan Barat dikecam karena rendah, sedangkan kebudayaan Soviet dipropagandakan sebagai lebih unggul daripada yang lainnya. Sesuai dengan ucapan pemimpin Inggris, Winston Churchill, suatu ”Tirai Besi” telah diturunkan, menutup rapat-rapat rakyat Soviet dari hubungannya dengan negara Barat.

Masa Pasca-Stalin

Era Stalin yang panjang berakhir dengan kematiannya pada tanggal 6 Maret 1953. Masalah yang segera muncul adalah tentang siapa yang akan menggantikannya karena Stalin tidak menunjuk seorang pengganti, dan sistem Soviet tidak memiliki ketentuan untuk memilih seorang pengganti.

Beberapa orang saling bersaing dan Nikita Khrushchev muncul sebagai pemenang. Pada tahun 1964, Khrushchev sendiri digulingkan dan digantikan oleh Leonid Brezhnev, seorang Sekretaris Pertama (lalu diubah menjadi Sekretaris Jenderal) Partai, sedangkan Alexei Kosygin sebagai Perdana Menteri.

Salah satu peristiwa mencolok selama karier Kruschev adalah serangannya terhadap Stalin yang sangat spektakuler dalam suatu pidato yang panjang pada Kongres Partai ke-20 di tahun 1956. Pidato Kruschev itu disebut ”pidato rahasia” karena tidak pernah diterbitkan di Uni Soviet.

Namun, isinya menjadi terkenal luas baik di dalam maupun di luar negeri. Pidato itu merupakan suatu kejutan besar bagi rakyat Soviet yang, meskipun mereka menderita sekali di masa Stalin, mereka sangat segan dan hormat kepadanya.

Tiba-tiba saja mereka diberitahu oleh Khrushchev bahwa Stalin telah memerintahkan penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan orang-orang desa tak berdosa yang tak terbilang jumlahnya. Hal ini lalu diikuti dengan kampanye untuk menghilangkan Stalinisme dalam kehidupan rakyat Soviet. Dicabutlah gambar serta patung Stalin.

Hampir setiap apa saja yang menggunakan namanya diberi nama kembali. Jasad Stalin bahkan dikeluarkan dari mausoleum di Lapangan Merah, tempat jasad itu semula dibaringkan sebagai penghormatan di samping jasad Lenin.

Rakyat Soviet tidak lagi merasakan teror masal, kam kerja paksa ditutup, dan para tawanan politiknya diizinkan pulang. Terdapat beberapa pengenduran dari kontrol ketat terhadap kehidupan rakyat. ”Konstitusi Stalin” tahun 1936 diganti dengan Konstitusi Baru di tahun 1977.

Rakyat bahkan boleh menyuarakan pendapatnya secara lebih bebas ketimbang di masa Stalin, diperbolehkan juga mengritik para pejabat serta praktik birokrasi, tetapi tetap tidak boleh mengritik kebijakan Partai maupun sistem Soviet secara keseluruhan.

Orang yang melanggar batasan ini akan mendapat hukuman. Dia mungkin akan kehilangan pekerjaan atau secara diamdiam fasilitas-fasilitas tertentu yang biasa diterima akan ditiadakan. Beberapa orang dipenjarakan karena pandangannya yang menentang pemerintah.

Perubahan dalam kehidupan Soviet yang paling dapat dilihat dalam dekade-dekade terakhir ini adalah perbaikan standar materi kehidupannya. Beberapa orang pindah ke berbagai perumahan baru tetapi karena kurangnya perumahan begitu besar, maka pemandangan satu apartemen dihuni oleh beberapa keluarga merupakan hal yang umum.

Terpilihnya Mikhail Sergeyevich Gorbachev menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis di tahun 1985 menandai suatu perubahan yang dramatis dalam tampuk kekuasaan dari generasi tua ke generasi muda sebagai pemimpin Soviet. Pada usia 54 tahun, Gorbachev merupakan orang termuda yang pernah naik ke tingkat kepemimpinan tertinggi di Uni Soviet.

Pos terkait