Arti celah Timurlaut Arktik bagi perniagaan

Arti celah Timurlaut Arktik bagi perniagaan – Penjelajahan dan pemetaan Celah Timurlaut, dari Laut Utara sampai ke Lautan Pasifik melalui laut es di sebelah utara Eropa dan Asia, berbeda dengan yang dilakukan di seberang Samudra Arktik.

Celah Baratlaut baru dijajaki dari sebelah timur, sedangkan Celah Timurlaut dihampiri dengan kapal dari sebelah timur atau barat serta melalui jalur darat melintasi Siberia, yakni bagian utara Asia Uni Soviet.

The Company of Merchant Adventurers, yaitu sebuah asosiasi para pedagang mancanegara Inggris, besar sekali sumbangannya bagi penjelajahan dan pengembangan Arktik. Perusahaan, yang semua anggotanya mengabdi kepada kepentingan Mahkota Inggris, telah menikmati hak monopoli atas perniagaan di daerah tertentu di dunia.

Pada tahun 1553 asosiasi itu mempersiapkan sebuah ekspedisi yang terdiri atas 3 buah kapal dengan tujuan menjelajah dan memetakan Celah Timurlaut serta “mencari berbagai daerah, dominion, pulau, serta lahan yang belum dikenal”.

Arti celah Timurlaut Arktik bagi perniagaan

Sir Hugh Willoughby ditunjuk sebagai komandan armada yang terdiri atas 3 buah kapal. Richard Chancellor, yang ditugaskan memandu ekspedisi itu, ditunjuk sebagai komandan salah satu di antara ketiga kapal itu.

Ketika ketiga kapal dalam armada itu tercerai-berai karena hantaman badai, Willoughby bersama dua buah kapalnya meneruskan perjalanan ke Rusia bagian utara dan berlabuh di Semenanjung Kola.

Tahun berikutnya para nelayan Rusia menemukan bangkai kedua kapal itu beserta seluruh awak kapalnya yang telah menjadi mayat. Chancellor menunggu selama 7 hari di titik yang telah direncanakan sebagai tempat pertemuannya dengan Willoughby dan kemudian meneruskan perjalanan dengan kapalnya ke Archangel.

Tsar Ivan IV (Ivan si Kejam) mendengar tentang kedatangan Chancellor dan mengundangnya untuk menghadap di Moskow. Orang Inggris itu menempuh perjalanan darat sejauh 2.400 km menuju ke ibu kota dan setibanya di kota itu dia disambut hangat serta berhasil menyusun sebuah perjanjian dagang yang menguntungkan.

Perjanjian itu membuahkan terbentuknya Muscovy Company dan merupakan awal hubungan dagang yang menguntungkan selama 20 tahun antara Rusia dan Inggris.

Saingan utama Inggris dalam lomba memperebutkan supremasi di laut dan di bidang perdagangan adalah Belanda, yang juga berharap dapat membuka hubungan dagang dengan Rusia.

Pada akhir abad ke-16, utusan Belanda Oliver Brunel berhasil membina hubungan yang bersahabat dengan bangsa Kosak yang masih biadab dan gemar berperang itu, yang di bawah pimpinan Ermak Timofeev telah mengklaim wilayah Siberia yang maha luas atas nama tsar.

Ekspedisi Brunel tidak begitu berhasil dalam usahanya menemukan jalur air itu, tetapi sangat berhasil di bidang perdagangan. Willem Barents, penjelajah Belanda yang paling berhasil itu, yakin bahwa kapal yang berlayar melalui sebelah utara pulau Novaya Zemlya (di sebelah utara Rusia) tidak akan begitu banyak dihadang oleh es ketimbang yang berlayar melewati selat yang terletak di antara pulau itu dan daratan induk.

Dia memetakan daerah Novaya Zemlya (1594-1595) serta menemukan Pulau Barents dan Spitsbergen (1 596). Selama musim dingin tahun 1596-1 597 kapal Barents terjebak di laut es dan Barents sendiri serta sebagian besar anak buahnya tewas.

Hanya sedikit di antara rekan-rekannya yang berhasil mencapai Kola, di Laplandia, dan diselamatkan. Penjelajahan selanjutnya berselang kira-kira satu dasawarsa, tetapi hubungan dagang yang menguntungkan dengan fihak Rusia tetap berjalan terus.

Tsar Peter I (Peter yang Agung) percaya akan adanya Celah Timurlaut dan tahu bahwa penaklukannya untuk maksud perniagaan merupakan hal yang vital bagi pembangunan negaranya. Banyak pengetahuan tentang pesisir utara Rusia yang diserap dari orang Kosak, yang telah memimpin penaklukan Siberia.

Orang Kosak yang bernama Semeon Dezhnevlah yang pada awal abad ke-17 berlayar ke timur dari muara Sungai Kolyma, melintasi gugusan es di Laut Siberia, dan kemudian melalui Selat Bering masuk ke Lautan Pasifik.

Prestasi gemilang itu tentunya di luar pengetahuan Peter I, karena sebelum wafat pada tahun 1725, dia telah memerintahkan penjelajahan besar-besaran atas seluruh pesisir utara Rusia serta penaklukan Celah Timurlaut. Vitus Bering, seorang nakhoda berkebangsaan Denmark yang mengabdi kepada Angkatan Laut Rusia selama 20 tahun, ditunjuk oleh Tsar sebagai komandan ekspedisi kolosal itu.

Bering mendirikan markas besar perencanaannya di St. Petersburg dan memilih Yakutsk di Siberia timur sebagai pusat pengumpulan semua bahan yang diperlukan oleh sebuah pangkalan pembuatan kapal.

Bahan-bahan dimaksud akan diangkut lewat darat sejauh 8.000 km ke pelabuhan Okhotsk di Laut Okhotsk yang terletak di timur jauh Rusia, tempat dibangun pangkalan untuk membangun armada kapalnya.

Setelah rampung, kapal akan berlayar menyeberangi Laut Okhotsk ke Kamchatka. Dengan memperhatikan selintas saja peta Lautan Arktik dan peta Rusia, akan terlihat jelas bahwa upaya dimaksud merupakan tugas yang tidak kepalang tanggung besarnya.

Bering dan anak buahnya bekerja keras selama 3 tahun di St. Petersburg, Yakutsk, dan Okhotsk. Pada musim panas tahun 1728 dia mulai berlayar ke utara dengan kapal barunya, Gabriel. Dijelajahinya pesisir timurlaut Asia dan menemukan Pulau St. Lawrence dan Kepulauan Diomede.

Dia telah melintasi selat yang sekarang memakai namanya tanpa melihat pesisir Amerika Utara. Lima tahun setelah keberangkatannya dari St. Petersburg pada tahun 1725, dia pulang untuk menyusun laporan kepada Kementerian Angkatan Laut Rusia. Setelah .dikaji selama 2 tahun, Bering diberitahu

bahwa dia tidak akan menerima gaji yang menjadi haknya karena dia belum berhasil memenuhi misinya ”berlayar sampai menemukan sebuah Permukiman Eropa”. Rekan-rekannya yang berpengaruh membujuk Maharani Anne untuk melanjutkan penelitian yang semula diperintahkan oleh Peter I itu.

Vitus Bering akhirnya mendapat imbalan yang lumayan besarnya atas upaya yang sudah-sudah dan boleh meneruskan rencana penjelajahan dan penaklukannya. Bering mengabdikan dirinya selama 15 tahun demi proyek dimaksud dan kemudian meninggal di tempat tugasnya pada tahun 1741 setelah kapalnya karam di pesisir pulau yang telah ditinggalkan penghuninya.

Penjelajahan Bering, yang telah membantu memperluas pengetahuan manusia tentang seluk-beluk geografi Asia timurlaut dan Amerika baratlaut itu, semakin menggalakkan Ekspedisi Besar Utara Rusia.

Pesisir Siberia di Arktik perlu dipetakan dan dikolonisasi untuk mendukung Celah Timurlaut. Tenaga kerja dan materi ditumpahkan ke proyek itu tanpa menghiraukan besarnya biaya ataupun korban jiwa. Upaya itu akhirnya berhasil juga.

Baron Nils Nordenskjold, orang pertama yang menyeberangi Celah Timurlaut, lahir di Finlandia pada awal abad ke-19. Dalam sebuah jamuan setelah diwisuda dari universitas, dia mengangkat gelas, tetapi telah disalahtafsirkan oleh Gubernur Jendral Rusia untuk Finlandia sehingga dia diusir dari negara itu.

Pada tahun 1857 ia bermukim di Stockholm dan sejak itu Swedia menjadi tanah airnya yang kedua. Ia yang mendapat dukungan keuangan dari seorang saudagar kaya raya Coteborg, Oscar Dickson, akhirnya menjadi penjelajah kutub terkemuka di Swedia.

Pada tahun 1878, setelah ikut serta dalam beberapa ekspedisi Arktik. Raja Swedia mengangkatnya menjadi komandan sebuah ekspedisi, dengan tugas menaklukkan celah yang menjadi incaran para penjelajah selama 3 abad itu.

Armada Nordenskjolds terdiri atas kapal bendera yang dipimpinnya, Vega, dan dua buah kapal pendukung. Ekspedisi itu mulai berlayar dari Karlskrona pada tanggal 22 Juni 1878 dan tiba di muara Sungai Yenisei pada tanggal 6 Agustus.

Di sana kedua kapal pendukung itu memisahkan diri untuk melaksanakan tugas mereka, yakni menjelajah dan berniaga di sepanjang pesisir dan daerah pedalaman sungai itu.

Kapal Vega melanjutkan pelayarannya ke timur dalam kondisi es dan cuaca yang bagus, tetapi akhirnya kapal itu terjebak di lapisan es tebal di dekat Selat Bering sehingga terpaksa harus mendekam selama musim dingin.

Pada musim panas berikutnya kondisi cuaca membaik sehingga memungkinkan kapal Vega untuk menyelesaikan pelayaran singkatnya ke Pasifik. Kapal itu tiba di Yokohama, Jepang, pada tanggal 2 September 1879 dan kembali melalui Terusan Suez.

Dengan bukti bahwa Celah Timurlaut itu memang benar-benar ada, bangsa Rusia menggalakkan programnya untuk mengembangkan jalur laut itu. Pada tahun 1932 mereka membentuk sebuah departemen pemerintah, yaitu Pusat Administrasi Jalur Laut Utara, yang di Rusia dikenal sebagai Glavsermorput.

Glavsermorput membentuk sebuah organisasi raksasa yang terdiri atas sebuah armada kapal pemecah es dan kapal barang khusus untuk laut es, berbagai jaringan komunikasi dan stasiun meteorologi, sebuah pesawat terbang pengintai khusus untuk medan es, dan dinas hidrografi.

Lembaga Arktik Leningrad mengerahkan berbagai tim yang terdiri atas para ilmuwan dan ahli teknik melalui darat, laut, dan udara untuk memecahkan berbagai problema yang masih merupakan teka-teki.

Selama Perang Dunia II sejumlah besar peralatan perang Amerika dikirim ke Uni Soviet melalui kedua pintu masuk Celah Timurlaut. Sejak tahun 1944 Celah Timurlaut telah menjadi kawasan milik Uni Soviet yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan perniagaan dan operasi militer.

Baca juga: