Perikehidupan penduduk Arktik

Perikehidupan penduduk Arktik – Menyimak gambaran tentang Taman Firdaus dalam Perjanjian Lama, dapatlah kita simpulkan bahwa taman itu jelas tidak mungkin terletak di daerah kutub.

Tidak dapat kita bayangkan bagaimana berbagai suku bangsa sampai bermigrasi atas kemauan sendiri ke daerah Arktik yang tidak bersahabat itu.

Akan tetapi, berbagai kelompok yang terdesak dari benua-benua di sekitarnya ternyata memang telah bermukim di Arktik, termasuk suku-suku bangsa Lapp, Samoyed (sekarang disebut Nentsi), Chuckchi, Ostyak, Koryak, Yukaghir, dan Tungus.

Pada umumnya, mereka mempunyai ciri khas yang sama, dan dengan beberapa perkecualian yang disebabkan oleh adanya perbedaan medan, mereka terpaksa menjalani kehidupan yang sama pula demi mempertahankan kelangsungan hidup.

Mereka itulah yang dijumpai oleh para penjelajah kulit putih sewaktu berupaya mencari jalur yang lebih pendek ke Cina ketika mereka berlomba untuk mencapai Kutub Utara.

Kegiatan penangkapan ikan di sungai dan di laut menjadi sumber pengadaan ikan halibut, cod, salem, dan haddock yang melimpah. Anjing laut menyediakan bahan untuk berbagai keperluan.

Daging anjing laut yang tidak mengandung lemak dan sebagian lemaknya merupakan bahan pangan bagi manusia dan anjing, lapisan lemaknya dimanfaatkan untuk penerangan di musim dingin serta untuk memasak dan menghangatkan ruangan, kulitnya dibuat sepatu dan perahu, sedangkan ususnya dijadikan bahan sandang kedap air.

Untuk memburu anjing laut yang cerdik itu, orang Eskimo menggunakan harpun dan menyergapnya dari atas kayak, yaitu perahu kedap air yang dibuat dari kulit anjing laut, dan di dalam perahu pelaut dengan pakaian yang juga terbuat dari kulit anjing laut ditambat pada ruang kemudi. Dengan menggunakan kayuh berkepala ganda ia mampu mengemudikan perahunya dengan trampil sekali.

Menu makanan penduduk di Arktik sebagian besar terdiri atas daging. Orang Eskimo mungkin makan daging tak berlemak sampai sebanyak 9 kg sehari plus sejumlah besar lapisan lemak. Daging dan lemak yang dimakan itu membentuk lapisan lemak di dalam tubuh orang Eskimo dan membuatnya tetap hangat sehingga mampu berkelana selama berhari-hari tanpa makan.

Perikehidupan penduduk Arktik

Kunjungi Arktik di google map

Untuk memburu rusa, karibu, lembu kasturi, serta rubah yang menjadi sumber bahan pangan dan sandang bagi orang Eskimo itu, mereka memerlukan sarana angkutan. Sarana berburu terpenting lainnya setelah kayak adalah kereta luncur dan anjing eskimo.

Kereta luncur yang asli terbuat dari kerangka kayu yang dilapisi kulit anjing laut. Anjing Arktik yang dipakai untuk menarik kereta luncur pada mulanya adalah serigala setengah jinak.

Pembiakan yang saksama telah berhasil menciptakan anjing penarik kereta luncur untuk orang Eskimo, Ostyak, dan Samoyed. Anjing Eskimo beratnya mencapai 23-32 kg, berdada bidang dan berbahu kokoh, serta tahan terhadap udara dingin berkat bulunya yang tebal dan lebat itu.

Sewaktu berbagai suku bangsa Arktik berbaur satu sama lain, anjing mereka pun saling berbaur pula sehingga lahir anjing silangan khusus untuk menarik kereta luncur. Sekarang ini, jika kita bertanya kepada penghuni daerah utara jauh tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan anjing Eskimo itu, jawabannya boleh jadi adalah “semua anjing milik orang Eskimo”.

Selain pangan, sandang, dan sarana angkutan, orang Eskimo dan anjingnya juga membutuhkan papan. Hal itu merupakan soal sepele bagi anjing karena hanya dengan jalan berguling-guling di salju ia sudah dapat membuat lubang dan kemudian mendekam di dalamnya, sedangkan hidungnya dijaga agar tetap terbuka untuk bernapas.

Sebaliknya, untuk membuat igloo yang terkenal itu, orang Eskimo terpaksa harus memanfaatkan segala macam bahan yang ada di sekitarnya-baik kayu yang terbawa arus, gebalan rumput, batu, kulit anjing laut, ataupun gumpalan salju.

Dalam berbagai ceramah dan tulisannya, Vilhjalmur Stefansson, penjelajah dan penulis tentang Arktik, menekankan bahwa vegetasi Arktik itu merupakan sebuah kebun jika dibandingkan vegetasi Antartika yang hanya terdiri atas lumut daun dan lumut kerak yang bergelantungan di bebatuan itu.

Di Arktik terdapat ratusan tanaman berbunga dan lebih dari dua puluh macam tanaman paku yang mekar merona di musim panas. Tundra di lahan sebelah utara ditumbuhi berbagai tanaman seperti saxifrage, rumput biru, semak berbunga ungu, apiun, bunga terompet biru, cakar kucing, dandelion, dan berbagai jenis jamur yang aman untuk dimakan.

Di zone taiga subarktik terdapat hutan yang ditumbuhi pepohonan yang menjulang tinggi seperti spruce, fir, dan kayu kapas, yang kesemuanya mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Musim pertumbuhan berlangsung singkat, yakni antara beberapa hari sampai 3 bulan. Akan tetapi, di beberapa daerah tertentu musim panasnya panjang serta cerah.

Artikel Terkait