Arktik masa kini

  • Whatsapp
Arktik masa kini

Dua negara raksasa yang berbeda ideologi saling berhadapan di seberang padang es Samudra Arktik. Kedua negara itu sedang membangun kekuatan ekonomi dan militer mereka masing-masing di daerah itu.

Uni Soviet telah mengembangkan Celah Timurlaut sampai ke suatu tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat di celah itu juga yang terletak di seberang Arktik Kanada.

Bacaan Lainnya

Kapal-kapal Soviet secara teratur hilir mudik dari dan ke barat ataupun timur di celah itu dan menyusup ke pedalaman yang terletak di tepi sungainya yang besar itu.

Siberia, yang dahulunya merupakan tempat pembuangan narapidana politik, juga telah menarik jutaan orang karena kekayaan sumber mineralnya.

Arktik masa kini

Sebuah imperium industri telah dikembangkan untuk menambang emas, nikel, uranium, tembaga, berlian, batubara, kobalt, serta timbel yang telah ditemukan di sana. Pengembangan usaha tani dan peternakan, terutama peternakan rusa kutub, telah digalakkan pula untuk maksud pengadaan bahan pangan.

Perumahan telah dirancang bangun demikian rupa sehingga sesuai dengan lingkungannya dan sejumlah bendungan raksasa telah dibangun untuk menyediakan tenaga, panas, dan penerangan.

Murmansk, yakni pelabuhan laut di Teluk Kola yang terletak di Laut Barents dan merupakan titik akhir Celah Timurlaut, telah tumbuh menjadi kota yang berpenduduk sekitar 388.000 jiwa.

Norilsk adalah sebuah kota besar lainnya yang tumbuh pesat dengan penduduk 182.000 jiwa dan terdapat pula beberapa kota besar yang berpenduduk lebih dari 50.000 jiwa.

Penduduk di daerah itu berpendapatan relatif tinggi, tinggal di berbagai kompleks rumah susun yang besar-besar, dan telah menikmati pelayanan yang memuaskan di bidang pendidikan, perawatan kesehatan, musik hiburan, dan sekali-sekali juga acara televisi.

Kanada dan Amerika Serikat memulai pembangunan terencana di daerah sebelah utara masing-masing kira-kira 25 tahun lebih belakangan daripada Rusia. Baru pada tahun-tahun terakhir ini kedua negara itu menyadari perlunya menjajaki daerah utara untuk memperbesar cadangan minyak dan mineral serta untuk memperluas daerah permukiman.

Sementara itu Celah Baratlaut belum terbukti menguntungkan bagi pelayaran niaga seperti diharapkan oleh berbagai perusahaan tambang minyak dan mineral.

Di musim panas tahun 1969 S.S. Manhattan tercatat sebagai kapal niaga pertama yang berhasil melakukan penyeberangan yang sulit itu sehingga memberi harapan bagi kemungkinan pemanfaatan jalur itu di kemudian hari.

Berbagai laporan para sarjana menyatakan bahwa volume es di Arktik berkurang setiap tahunnya memberi harapan baru bagi kegiatan pelayaran niaga. Namun, belum diketahui dengan pasti apakah menghangatnya daerah Arktik itu hanya bersifat sementara ataukah untuk seterusnya.

Hasil yang diperoleh dari berbagai kegiatan pengukuran volume es dan suhu belum dapat dimantapkan karena kegiatan itu belum dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Seandainya es di daerah itu nantinya benar-benar lenyap, hal itu akan merupakan berkah bagi kegiatan pelayaran melalui jalur kutub, tetapi beberapa sarjana juga menyatakan bahwa hal itu mungkin akan merupakan malapetaka bagi umat manusia.

Angin yang bertiup di atas perairan yang bebas es di Lautan Arktik akan menyerap kelembaban sehingga mengakibatkan semakin meningkatnya hujan salju di daerah lahan dan, oleh karenanya, bakal muncul zaman es lagi.

Berbagai operasi militer yang dilakukan Uni Soviet serta Amerika Serikat telah mengakibatkan bertambahnya penduduk daerah utara. Sekitar sepertiga penduduk Amerika yang tinggal di Alaska adalah personel militer ataupun keluarga mereka. Kira-kira 7.000 orang bertugas di Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Thule, Tanah Hijau.

Kedua negara telah mendirikan sejumlah stasiun radar yang tersebar di Lingkaran Arktik. Sejumlah pangkalan udara mendukung pesawat terbang yang dilengkapi dengan peralatan khusus untuk penerbangan di atas wilayah yang bercuaca dingin.

Para pilot Soviet dan Amerika telah berhasil melakukan berbagai operasi dari pulau-pulau es. Sejumlah kapal selam yang dipersenjatai rudal yang berhulu ledak nuklir diam-diam berseliweran di bawah permukaan es di Lautan Arktik.

Kapal itu mampu menyembul ke permukaan pada titik mana pun di sela-sela es dengan bergerak naik secara horisontal seperti ikan paus yang mendobrak es dengan punggungnya.

Sejauh ini Kutub Utara telah dijangkau melalui jalur di bawah es, di permukaan es, dengan balon udara dan pesawat terbang, dan bahkan dengan pesawat ruang angkasa.

Sementara itu umat manusia tak putus berdoa dengan khidmat semoga daerah itu tidak akan pernah dilintasi peluru kendali yang diluncurkan karena nafsu angkara murka.

Subscribe to our newsletter

Pos terkait