Additional menu

”Pulau-pulau yang benar-benar bernapas Prancis,” begitu tutur bekas Presiden Prancis Charles de Gaulle yang ditujukan kepada Saint Pierre dan Miquelon pada tanggal 20 Juli 1967.

Dia mengeluarkan pernyataannya itu dalam kunjungannya ke pulau-pulau tersebut. Kunjungan pertama yang pernah dilakukan ke sana oleh seorang kepala negara Prancis, Saint Pierre dan Miquelon adalah pulau-pulau mungil kira-kira 21 km di lepas pantai bagian selatan Newfoundland.

Pulau-pulau itu adalah peninggalan terakhir dari yang dulunya merupakan kemaharajaan besar Prancis di Kanada. Bahasa Prancis masih dituturkan di Kanada, tetapi para penghuni kedua pulau ini adalah benar-benar orang Prancis, karena pulau-pulau ini termasuk bagian seberang laut Prancis.

Pengunjung kota utama Pulau Saint Pierre dan ibu kota bagian tersebut, merasa dirinya berada di sebuah kota kecil Prancis. Para nelayan mengenakan celana denim biru dan baret kesukaan kaum pekerja Prancis.

Toko-toko, hotel-hotel, dan roti tawar panjang yang dibawa para wanitanya dari pabrik roti semuanya mengingatkan kita kepada Prancis. Kira-kira 4.300 di antara kurang lebih 5.200 penduduk tinggal di kota Saint Pierre.

Kota ini adalah pelabuhan niaga utama bagian itu, dan karena kebanyakan penghuni pulau itu adalah nelayan, mereka harus tinggal di dekat pelabuhan tempat perahu mereka ditambatkan.

Penghuni pulau sisanya tinggal di bagian-bagian di luar pulau ini ataupun di Miquelon, pulau utama lainnya. Miquelon terkadang dianggap terdiri atas dua pulau.

Grande Miquelon (Miquelon Besar) terletak di utara dan dihubungkan oleh Bukit-Bukit Pasir Langlade dengan Petite Miquelon (Miquelon Kecil), atau Langlade, yakni bagian selatan yang terletak paling dekat dengan Saint Pierre.

Terdapat pula beberapa pulau kecil di bagian tersebut. Semua pulau itu berbatu-batu dan mandul, hampir sama sekali tidak mendukung usaha-tani. Penghuni pulau-pulau tersebut selamanya bergantung kepada perikanan yang kaya di Tepian Besar untuk nafkah mereka.

Ikan cod dan produk ikan cod adalah komoditi ekspor utama. Ada pula industri pariwisata yang sedang tumbuh, tertarik oleh suasana pulau itu yang lain daripada yang lain dan perbelanjaan bebas-bea.

Peta Saint Pierre dan Miquelon

Kunjungi Peta Saint Pierre dan Miquelon di google map

Sejarah dan Pemerintahan Saint Pierre dan Miquelon

Manusia diyakini telah menangkap ikan di perairan dekat Saint Pierre dan Miquelon selama berabad-abad. Prancis mengklaim pulau-pulau tersebut sejak abad ke-16, dan pada awal abad ke-17 terdapat beberapa pemukim di pulau-pulau itu, kebanyakan di antaranya berasal dari wilayah Basque Prancis dan Spanyol.

Gelombang pemukim terbesar datang pada tahun 1763, setelah Inggris mengusir para kolonis Prancis dari Acadia, yakni sebutan bagi wilayah pantai Atlantik Kanada pada saat itu.

Sebagian besar dari penduduk yang ada sekarang ini adalah keturunan orang Acadia yang diusir itu. Meskipun Inggris benar-benar memiliki pulau-pulau itu selama lebih dari 70 tahun pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, tetapi Saint Pierre dan Miquelon tetap bersuasana Prancis sejak tahun 1814.

Sebagai bagian seberang laut Prancis, pulau-pulau tersebut diperintah oleh’seorang prefect (petugas kepala administrasi) yang ditunjuk oleh Paris dan oleh suatu dewan umum yang dipilih.

Dalam suatu referendum yang diadakan pada tahun 1976 penduduk pulau-pulau itu memilih untuk mengubah status wilayah ini dari suatu wilayah seberang laut Prancis menjadi bagian seberang laut.

Diulas oleh DINAS PENERANGAN DAN PERS KEDUTAAN BESAR PRANCIS New York
Editor: Sejarah Negara Com