Additional menu

Amerika Serikat Timurlaut – Banyak sekali lembaga dan cara hidup yang dikaitkan dengan Amerika Serikat atau yang khas Amerika bermula di Negara Bagian Timurlaut.

Meskipun Amerika Serikat adalah negara yang relatif masih muda, Negara Bagian Timurlaut yang terdiri atas Maine, New Hampshire, Vermont, Massachusetts, Pulau Rhode, Connecticut, New York, New Jersey, Pennsylvania, dan Delaware berlatar sejarah yang jauh menjangkau masa silam negara ini.

Negara Bagian Timurlaut adalah suatu wilayah yang sangat luas dan di dalamnya telah berkembang beragam budaya karena kebhinekaan penduduknya yang datang dari seluruh bagian dunia.

Negara Bagian Inggris Baru yang mencakup Maine, New Hampshire, Vermont, Massachusetts, Connecticut, dan Pulau Rhode telah mengembangkan suatu cara hidup yang unik yang sebagian berlandaskan prinsip yang tertuang dalam Hukum Perdata Inggris, pemerintahan kotapraja, dan hubungan antar penduduk dengan lahan dan laut.

New York, dengan kota pelabuhannya yang besar itu, memiliki kekayaan warisan yang berasal dari berbagai bagian dunia. Negara bagian ini merupakan yang terbesar di Negara Bagian Timurlaut dan merupakan jembatan antara berbagai tradisi yang umumnya, sama di negara bagian Inggris Baru dengan tradisi keturunan, sosial, dan budaya yang amat berbeda di negara bagian Atlantik Tengah yang terdiri atas New Jersey, Pennsylvania, dan Delaware.

Di negara bagian ini, berbagai tradisi yang berbeda berasal dari orang Skandinavia, orang Palatine dari Jerman Selatan, dan kaum Quaker dari Inggris.

Peta Amerika Serikat Timurlaut

Kunjungi Amerika Serikat Timurlaut di google map

Geografi Amerika Serikat Timurlaut

Topografi Amerika Serikat Timurlaut sama bhinekanya dengan kebudayaan yang telah berkembang di lahan itu. Lahan pertanian berbatu di inggris Baru, yang sulit digarap oleh para pemukim pertama, sangat berlawanan dengan lahan pertanian yang hijau dan subur di Pennsylvania.

Pegunungan Adirondack yang megah di pedalaman Negara Bagian New York kontras dengan tanah datar berpinus di Pulau Long dan dengan pegunungan dan lembah yang membelah Pennsylvania. Bentang alamnya sendiri merupakan faktor utama dalam pengembangan kebudayaan penduduknya.

Inggris Baru

Kemerdekaan agaknya berkembang dari tanah Inggris Baru, atau tepatnya justru dari bebatuan yang memenuhi tanahnya. Setiap keluarga penghuni Inggris Baru abad ke-17 atau ke-18 meninggalkan daerah pesisir dan bersusah payah menembus pedalaman mencari lahan pertanian untuk dapat menghidupi keluarganya.

Namun begitu petani itu meninggalkan lahan garapannya (terutama di lembah Sungai Connecticut yang amat subur itu), yang didapat hanyalah lahan kosong yang sangar dengan parut mengerikan yang diakibatkan oleh empat glestser besar yang ribuan tahun silam telah menggerus permukaan bumi.

Gletser telah menggusur permukaan tanah sehingga yang tertinggal hanyalah lapisan batuan hancur yang terbawa dari punggung pegunungan. Oleh karena itu, kehidupan petani Inggris Baru (di seluruh wilayah perbukitan Berkshire di Connecticut, Massachusetts, dan ”lahan pertanian air asin” di pesisir Maine yang tidak rata dan telah tercabik-cabik oleh gletser) terus-menerus diisi dengan kesibukan membongkar dan menumpuk bebatuan di setiap musim semi.

Sentuhan tangan manusia itu juga menghasilkan ciri yang paling memikat di Inggris Baru, yaitu dinding-dinding batu yang tidak rata bersilangan di daerah pedalamannya, yang tidak dibangun secara acak, melainkan merupakan struktur yang dirancang dengan cermat sehingga tahan terhadap daya angkat bekuan di musim dingin dan banjir yang disebabkan oleh melelehnya salju di musim semi.

Lapis demi lapis bebatuan ditumpuk di atas fondasi dan disusun demikian rupa sehingga membentuk struktur yang miring ke arah titik pusatnya. Celah-celah di antara bebatuan besar diisi dengan bebatuan kecil sehingga seluruh strukturnya terjalin rapat.

Orang Yankee mengembangkan jenis rumah khas yang tidak ada duanya di negeri ini, yang berupa jajaran bersinambung dari rumahnya itu sendiri ke kamar mandi terus ke gudang tempat penyimpanan kayu bakar, dari gudang ke ruang kereta, dan dari ruang kereta ke kandang unggas, kemudian ke lumbung dan kandang ternak.

Semua bagian itu dihubungkan oleh lorong di dalam kompleks bangunan sehingga pada musim dingin yang terkenal ganas di Inggris Baru itu petani yang menghuninya tetap dapat melakukan pekerjaan sehari-harinya tanpa terpengaruh oleh berbagai unsur yang ada di luar rumahnya.

Bernard de Voto pernah menulis, ”Diri saya ini merupakan perpaduan antara Yankee dan Polinesia, tetapi manakala saya pergi ke Vermont saya merasa seakan-akan sedang menuju ke kampung halaman saya”. Suasana di Vermont atau di lahan pertanian di kaki perbukitan New Hampshire memang membuat orang merasa betah.

Meskipun penduduk pedesaan relatif miskin dan serba kekurangan, ada saat-saat tertentu yang membuat daerah pedalaman Inggris Baru tampak merupakan satu-satunya tempat yang nyaman di muka bumi ini-iustru karena daerah ini bersuasana kuno. Iklim di pedalaman itu berciri khas-9 bulan bersalju; 3 bulan sulit berseluncur”.

Ungkapan yang mencerminkan keadaan di daerah pedesaan Inggris Baru adalah ”semiskin petani kentang Maine”. Meskipun ungkapan itu mengisyaratkan banyak kenyataan yang menyedihkan tentang banyak keluarga yang terhimpit kemiskinan, masih ada juga satu perkecualian yang menggembirakan yaitu Desa Aroostook di Maine.

Di sini pengunjung tidak hanya menyaksikan lembah-lembah yang berhimpitan dan desa khas Inggris Baru yang rapih, melainkan juga sesuatu yang mirip dengan suasana di Iowa, yaitu bentangan cakrawala yang tak terputus oleh perbukitan serta daerah permukiman dengan jaringan jalan yang serba lebar dan dirancang secara matematis.

Di sini, tidak kita lihat punggung bukit berbatu dengan pepohonan yang berserakan, melainkan lahan yang hampir tak berpohon yang tanahnya sangat produktif. Kentang dari desa Aroostook sangat terkenal di seluruh dunia, sedangkan para petaninya yang menanam dan memanen hasil kentangnya dengan peralatan pertanian yang serba besar itu mungkin merupakan kelompok masyarakat Yankee yang paling khas di Inggris Baru.

Negara Bagian New York

Mereka yang mendaki dan menyusuri jalan setapak di Taman Adirondack akan menyaksikan lahan yang sama lengangnya dengan lahan liar di Wyoming.

Di sini, di bagian paling utara negara bagian yang paling kosmo polutan dan paling maju industrinya ini, terletak suatu lahan pegunungan har yang hampir seluas negara bagian Connecticut.

Hanya sekitar 100.000 orang yang menetap di daerah yang luasnya beberapa ribu kilometer persegi ini yang terletak di puncak-puncak gunung-kurang lebih sama dengan jumlah penduduk yang menghuni daerah seluas 1 km2 di kawasan Manhattan.

World Trade Center, pusat perdagangan dunia

Namun. ratusan ribu orang datang ke daerah ini di musim panas untuk berkemah, memancing, berperahu. atau menjelajah jalan setapak yang panjangnya ratusan kilometer itu.

Ada yang berperahu di Danau George atau Danau Champlain. menyusuri jurang berbatu yang dalam di Celah Ausable. atau mengunjungi Benteng Ticonderoga peninggalan zaman Perang Revolusi yang termasyhur itu.

Ke arah baratlaut, pengunjung dapat berkendaraan mobil menyusuri Sungai St. Lawrence dengan Kepulauan Seribunya (sebenarnya berjumlah 1.000 pulau lebih). Di musim dingin pengunjung dapat berolahraga ski di Danau Tupper, Danau Placct. serta kawasan Wisata musim dingin lainnya.

Pariwisata merupakan aktivitas komersial utama di samping sejumlah kecil usaha perkayuan, yang dahulunya merupakan industri yang penting di daerah ini. Lebih dan seperdua daerah ini memang dilestarikan lingkungan alamnya seperti Taman Nasional Adirondack yang merupakan salah satu di antara suaka alam terbesar di negeri ini.

Pegunungan Catskill di bagian selatan negara bagian New York menyajikan kawasan hutan Wisata yang lebih mudah duangkau. Kawasan Catskill, yang dahulu merupakan kampung halaman Rip Van Winkle yang legendaris itu, kini sarat dengan berbagai hotel wisata dan bumi perkemahan musim panas.

Sebagian negara bagian yang terletak di seberang jajaran Pegunungan Appalachia. New York. merupakan sebuah negara bagian pegunungan meskipun jarang yang menganggap demikian mengingat puncak-puncak gunungnya yang tidak seberapa tinggi itu.

Gunung Marcy yang tinggi 1.629 m di Pegunungan Adirondack merupakan puncak yang tertinggi. Namun hampir 2/3 negara bagian itu terdiri atas tanah tinggi berhutan.

Di luar lembah sungai Delaware dan Susquehanna, Plato Allegheny membentang ke barat sampai ke Danau Erie. Jenjang Selatan yang tidak rata, berpenduduk jarang, dan dengan banyak lahan pertanian yang telah ditinggalkan sekarang berubah menjadi hutan serta sejumlah kota besar termasuk Binghamton, Elmira, Jamestown (di atas danau Chautauqua) dan Corning.

Di sebelah utara terletak lembah Sungai Genesee yang indah dan damai serta gugusan Danau Finger, yaitu lima buah danau yang panjang dan sempit yang menikung ke arah selatan seperti lima jari pada tangan kita. Yang terbesar adalah Danau Seneca dan Cayuga.

Lahan pertanian yang subur ini melereng ke Lembah Mohawk dan di luarnya sampai ke dataran Danau-Danau Besar (the Great Lakes). Di sebelah utara Buffalo, air yang mengalir dari Danau Erie ke Danau Ontario jatuh menggelegar dari atas tebing berbatu, membentuk keajaiban alam termegah di negara bagian New York-Air Terjun Niagara.

Semua keindahan alam itu terletak di pedalaman. Di daerah Hilir, yakni di sekitar metropolis New York, mata rantai masyarakat pinggiran kota masuk ke daerah pedalaman sejauh berkilo-kilometer.

Namun, jurang di Hudson Hilir masih menarik para wisatawan yang ingin berperahu sampai ke Gunung Beruang dan West Point, atau yang ingin berkendaraan mobil menyusuri tebing sungai sampai ke kompleks kediaman pribadi Franklin D. Roosevelt di Hyde Park.

Jauh di Pulau Long terdapat sejumlah pantai yang terkenal, kota mewah, serta desa nelayan molek yang terkenal di seluruh dunia.

Negara Bagian Atlantik Tengah

Medan seperti apakah yang bakai dilihat oleh seorang antariksawan seandainya dia meneliti New Jersey, Delaware, dan Pennsylvania? Dari arah Samudra Atlantik, garis pantai Delaware dan lebih dari seperdua bagian New Jersey merupakan dataran pantai yang rata dan berpasir.

Dahulu kala daerah ini terletak di bawah permukaan laut. Ke arah utara terdapat jajaran perbukitan yang bergelombang dan danau-yaitu bagian Plato Piedmont yang membentang dari bagian timurlaut New Jersey terus ke sebelah tenggara Pennsylvania sampai ke ujung utara Delaware.

Di sudut baratlaut New Jersey terdapat Pegunungan Kittatinny. Di Pennsylvania Pegunungan Allegheny membentang secara diagonal melintasi negara bagian itu dari arah timurlaut ke baratdaya.

Pegunungan yang tingginya 915 m ini memisahkan perairan sehingga bermuara ke Samudra Atlantik dan ke Teluk Meksiko. Pegunungan itu membentuk suatu perintang sepanjang lebih dari 80 km yang membatasi permukiman Amerika pertama hanya sampai ke daerah pesisir timur serta menyebabkan tertundanya penjelajahan ke Barat untuk beberapa tahun.

Namun, setiap bagian geografis di daerah ini mampu menjangkau suatu jajaran sungai-Sungai Delaware melayani bagian timur, Sungai Susquehanna bagian tengah, sedangkan Sungai Ohio dengan anak sungainya bagian barat. Plato Allegheny terletak di sebelah barat pegunungan itu.

Di senja hari, si antariksawan bakal melihat gugus besar cahaya di berbagai daerah metropolitan yang berpenduduk padat di pinggiran Kota New York dan Philadelphia, serta sejumlah gugus lebih kecil yang menandai Kota Atlantik, Wilmington, Harrisburg, Scranton, dan Pittsburgh.

Di siang hari akan terlihat jajaran sungai besar, yakni Sungai Hudson dan Sungai Delaware (yang dikenal sebagai Sungai Utara dan Sungai Selatan oleh para nakhoda kapal zaman dahulu) yang bermuara ke Samudra Atlantik, Sungai Susquehanna yang bermuara ke Teluk Chesapeake, serta Sungai Monongahela dan Sungai Aliegheny yang saling bertemu di Pittsburgh membentuk Sungai Ohio, yang mengalir ke barat Sungai Mississippi.

Penduduk Amerika Serikat Timurlaut

Kebhinekaan penduduk daerah Timurlaut melahirkan istilah “kancah pembauran”. Meskipun saat ini bagian lain negeri ini memiliki campuran keturunan yang kompleks, daerah pertokoan Timurlaut masih tetap merupakan sumber munculnya ide kancah pembauran itu.

Bahkan inggris Baru yang dahulunya terkenal sebagai daerah tempat tinggal orang Amerika sejati, yaitu orang Yankee, akhir-akhir ini diwarnai dengan kebhinekaan keturunan pula.

Sebagian besar kaum imigran abad ke-19 mula-mula masuk melalui Philadelphia dan kemudian (setelah tahun 1870) juga melalui New York. Hanya di Delaware kita dapati penduduk yang homogen.

Inggris Baru

Hampir di semua kota di Inggris Baru terdapat sebuah patung serdadu Perang Saudara. Dengan rahangnya yang mantap dan tangannya yang memegang sebuah bedii, patung itu seakan melestarikan kedamaian desa yang menghijau itu.

Patung itu tampak seperti penjaga keamanan yang ditugaskan di tengah kota-diapit oleh dua gereja, tepat di tempat penyeberangan antara perpustakaan dan balai kota, tegar berdiri di antara Jalan Main dan Jalan Elm.

Dia merupakan gambaran watak orang Yankee: hemat, suka bekerja keras, tidak banyak bicara, serta tidak gampang berubah. Akan tetapi, akhir-akhir ini lapisan masyarakat Inggris Baru telah menjadi agak bhineka. Si penjaga keamanan di kehijauan desa itu telah mulai mengendurkan sikap anti perubahannya.

Pengenduran itu terpaksa ditempuh karena semakin cepatnya langkah serta semakin meningkatnya mobilitas seluruh penduduk Amerika, termasuk penduduk Inggris Baru. Kini para pendatang baru ke Inggris Baru akan jarang mendapati sikap sosial yang berbau kedaerahan atau sikap kaku.

Keterbukaan dan kepolosan alam pikiran Yankee, yang selalu memberi peluang kepada setiap orang untuk menyuarakan isi hatinya, masih tetap merupakan satu-satunya aspek paling berharga Inggris Baru.

Ketika John F. Kennedy terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 1960, hal itu mencerminkan puncak peningkatan kekuasaan kelompok keturunan utama di Inggris Baru, yakni kelompok keturunan Irlandia yang beragama Katolik.

Industri di Inggris Baru

Ketika para imigran yang berasal dari Irlandia mulai bermukim di Boston dan berbagai kota industri serta kota penghasil tekstil lainnya di seluruh Inggris Baru pada abad ke-19, kekuasaan di bidang politik dan ekonomi masih berada dalam genggaman golongan Yankee berhaluan lama yang beragama Protestan.

Orang Irlandia datang sebagai buruh; kebanyakan miskin dan melarikan diri dari keadaan ekonomi yang parah di tanah air mereka. Namun, banyak di antara mereka suka berhemat, bekerja keras, dan ambisius.

Pada saat generasi John F. Kennedy mulai matang, Orang Irlandia merupakan kekuatan politik dan ekonomi yang menonjol di Inggris Baru.

Dalam skala yang lebih kecil, terdapat berbagai blok kekuasaan keturunan yang kuat di kalangan penduduk Amerika keturunan Italia di kota-kota besar seperti Boston dan Providence serta di kalangan penduduk Amerika keturunan Portugis di kota-kota kecil di Massachusetts seperti New Bedford. Kelompok keturunan paling baru adalah orang kulit hitam yang datang dari daerah Selatan.

New York

Bagi banyak orang istilah ”Penduduk New York” berarti ahli periklanan di Madison Avenue, seniman Greenwich Village, atau pembelanja bermantel bulu cerpelai di Fifth Avenue.

Namun, citra itu hanya mewakili penduduk kotanya, yakni yang bermukim di Kota New York, dan juga sebagian besar penghuni Pulau Manhattan, yang merupakan salah satu di antara lima wilayah yang ada di Kota New York.

Penduduk New York mungkin juga berarti seorang keturunan tuan tanah Belanda di kawasan Sungai Hudson, seorang petani anggur yang kebun anggurnya terbentang sampai ke Danau Cayuga, seorang penebang kayu, seorang buruh pabrik baja Buffalo, peternak sapi perah di desa Dutchess, petani kentang keturunan Polandia di Pulau Long, atau seorang ilmuwan di sebuah laboratorium di Rochester.

Meskipun seluruh penduduk pedalaman New York kurang dari seperdua penduduk negara bagian yang berjumlah 17.000.000 jiwa itu, mereka mempunyai kekuasaan politik yang cukup besar untuk membuat penduduk Kota New York mengkritik cara Albany memperlakukan kota metropolisnya.

Yang dimaksud dengan ”Albany” bukan hanya ibu kota negara bagian saja, melainkan juga seluruh aparat pemerintahan negara bagian, yang didominasi oleh kekuatan pedalaman yang tidak menggubris kebutuhan mereka.

Di daerah pedalaman pun New York mempunyai banyak arti. Ada New York yang berlahan kosong dan liar serta New York yang dihuni oleh para petani peternak dan sarat dengan kebun anggur dan apel.

Terdapat pula New York yang bersuasana zaman kolonial dengan jajaran rumah para tuan tanah yang menghadap ke Sungai Hudson yang megah dan berbagai kota kecil di tepian sungai yang tenang dan damai. Ada pula Jenjang Selatan, yaitu bagian

Plato Allegheny, di sepanjang perbatasan dengan Pennsylvania dan terbentang hampir sampai ke Pegunungan Appalachia. Ada pula urat nadi industri daerah hulu New York yang sebenarnya, yaitu kota kota besar di Jenjang Utara yang membujur dari Albany sampai ke Buffalo.

Kebhinekaan daerah ini terkait erat dengan sejarah negara bagian New York. Berbagai daerah itu sebagian tumbuh karena sejak mula daerah permukiman berkembang di sekitar dua titik pusat, yaitu daerah Pelabuhan New York dan daerah jajaran lembah sungai di pedalaman. Meskipun dalam banyak hal berbagai jajaran itu saling membutuhkan, kepentingan mereka tidak selalu sama.

Patung Liberty (Kemerdekaan) yang berdiri tegak di Pelabuhan New York sejak dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika pada tahun 1886, telah menjadi lambang harapan dan cita-cita kaum imigran ke Amerika Serikat dan terutama bagi kaum imigran ke Kota New York.

Sajak terkenal karya Emma Lazarus yang terukir pada penumpunya antara lain berbunyi:

Serahkan kepadaku insanmu yang kelelahan, yang papa,

Yang terbelenggu dan mendambakan udara kemerdekaan,

Yang terhempas ke pantaimu penuh sesak,

Serahkan mereka yang tunawisma, yang terhempas badai, kepadaku, Kan kunyalakan pelitaku di sisi gerbang emas.

New York pertama kali dihuni pada abad ke-17 oleh orang Belanda, lalu oleh orang Inggris. Kota itu tetap merupakan suatu kelompok masyarakat yang relatif kecil dan homogen sepanjang abad ke-18. Baru menjelang pertengahan abad ke-19 gelombang besar kaum imigran mulai berdatangan.

Para imigran dari Irlandia dan Jerman adalah yang pertama kali tiba; seusai Perang Saudara sejumlah besar imigran Italia dan Eropa Timur yaitu Rusia (Uni Soviet), Polandia, Cekoslowakia, Hongaria, dan sebagainya-tiba di kota itu.

Orang kulit hitam mulai masuk kira-kira semasa Perang Dunia I, sedangkan gelombang besar imigran Hispanyola, yaitu orang Puerto Riko, mulai datang pada tahun 1930-an.

Daerah Pecinan tumbuh pesat setelah Perang Dunia II. Selama tahun 1970-an dan 1980-an, kaum imigran yang masuk ke New York mencakup orang Cina dari Taiwan dan Hong Kong, orang Yunani, Korea, India, Pakistan, Asia Tenggara, serta Amerika Selatan.

Menjelang tahun 1980-an, di New York banyak terdapat sejumlah besar pendatang gelap yang tidak diketahui jumlah sebenarnya, tetapi diperkirakan sekitar 1.000.000 jiwa.

Sebagian besar berasal dari Kepulauan Hindia Barat serta Amerika Tengah dan Selatan. Mereka memasuki negeri ini-dan kota itu dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling populer adalah masuk lewat Kanada dengan menggunakan izin berkunjung.

Kecuali cara masuknya yang gelap itu, dalam banyak hal mereka sama dengan para imigran yang terdahulu. Mereka itu miskin dan berasal dari negara yang sudah tidak mampu lagi menghidupi mereka. Beberapa berstatus pengungsi politik, tetapi sebagian besar mengungsi karena ekonomi.

Biasanya mereka melakukan pekerjaan dengan upah minimum dan acap kali berupa pekerjaan yang dihindari para karyawan Amerika yang sudah mapan. Banyak di antara mereka dieksploitasi para majikan dan tuan tanah yang jahat.

Pada masa lalu hal serupa juga dialami oleh para imigran yang baru tiba. Namun, ada satu ganjalan lagi yang harus mereka hadapi, yaitu dikejar-kejar ketakutan tertangkap oleh petugas imigrasi dan dipulangkan ke negeri asal mereka.

Negara Bagian Atlantik Tengah

Pola imigrasi ke New Jersey, Delaware, dan Pennsylvania pada abad ke-18 dan ke-19 serupa dengan pola imigrasi ke New York. Kelompok utama, berturut-turut sesuai dengan kedatangan mereka, adalah imigran dari Negeri Belanda, Inggris, Jerman, Irlandia, dan seusai Perang Saudara, Italia, Polandia, dan dari berbagai negara Eropa Timur dan Selatan lainnya.

Seperti halnya di New York, kelompok besar yang berimigrasi ke New Jersey, Delaware, dan Pennsylvania pada abad ke-18 dan ke-19 terdiri atas orang Belanda, Inggris, Jerman, Irlandia, dan, sesudah Perang Saudara, orang Italia, Polandia, serta orang dari berbagai negara Eropa Timur dan Eropa Selatan lainnya.

Namun, sesuai dengan kebijakan toleransi politik dan kebijakan agama yang dianut para penganut Quaker, Pennsylvania membuka pintunya bagi imigrasi yang lebih bhineka daripada tetangga-tetangganya itu.

Pada abad ke-20, kaum imigran terutama berasal dari berbagai bagian lain di Amerika Serikat, yang bermukim di daerah yang dekat dengan kota besar. Dua pertiga penduduk New Jersey kini tinggal sejauh 48 km dari Kota New York. Banyak penduduk Delaware tinggal di sektor utara, yakni daerah yang paling dekat dengan Philadelphia.

Pada tahun 1790 lebih dari 90% penduduk daerah Atlantik Tengah tinggal di pedesaan, Pada tahun itu, Philadelphia adalah kota terbesar di benua Amerika. Hanya sedikit penduduk yang telah pindah ke sebelah barat pegunungan Appalachia.

Menjelang penghujung abad ke-20 lebih dari 85% penduduk New Jersey tinggal di kota, sedangkan di Pennsylvania lebih dari 70%.

Lembah Delaware telah menjadi daerah yang berorientasi ke kota, tetapi sebagian besar daerah Pennsylvania tengah tetap dihuni oleh se gelintir petani kecil yang tinggal di berbagai lembah. Sejumlah kota industri batubara, kokas, baja-dengan Pittsburgh sebagai pusatnya-bertebaran di sepertiga bagian barat negara bagian itu.

Meskipun secara teknis kaum Quaker atau kaum Kerabat di Negara Bagian Atlantik Tengah merupakan kelompok keagamaan (bukan kelompok keturunan), mereka toh merupakan suatu kelompok yang dengan mudah dapat kita bedakan dari berbagai kelompok lain yang ada di sekitar mereka.

Kaum Quaker pertama tiba di daerah yang pada saat itu disebut Jersey Barat pada tahun 1650-an dan William Penn memulai “Eksperimen Suci”-nya di Pennsylvania pada tahun 1681. Dia mendapatkan hak milik atas lahannya sebagai pelunasan hutang Raja Charles II dari Inggris kepada ayahnya.

Kaum Quaker yang diperlakukan semena-mena baik di Inggris maupun di Massachusetts itu tumbuh subur di kawasan Atlantik Tengah. Titik berat amalnya pada kegiatan sosial telah menimbulkan dampak mencolok atas seluruh negeri.

Mereka merupakan kelompok pertama yang menerapkan kebijakan bertetangga baik dengan orang Indian, merintis pembebasan para budak, pemberian hak kepada kaum wanita, serta santunan bagi golongan miskin dalam masyarakat. Sebagai kaum pencinta perdamaian, mereka berada di garis terdepan dalam gerakan untuk mengakhiri lomba persenjataan, terutama persenjataan nuklir.

Merupakan bagian dari kelompok imigran paling awal yang datang dari Eropa, orang Belanda Pennsylvania merupakan suatu kelompok lain yang khas. Beberapa di antara mereka berasal dari Negeri Belanda, tetapi bagian terbesar dari mereka sebenarnya berasal dari Lembah Sungai Rhein di Jerman.

Istilah Inggris ”Dutch” untuk menyebut orang Belanda adalah penyimpangan istilah dalam bahasa Jerman ”deutsch, yang berarti” orang Jerman”. Mereka pertama kali tiba di Pennsylvania pada akhir abad ke-17, sebagian besar melarikan diri dari tindakan semena-mena yang disebabkan karena perbedaan agama.

Ada pula yang berasal dari daerah yang menggunakan bahasa Jerman di Swiss, serta dari Alsace, yaitu propinsi yang menjadi sumber persengketaan antara Prancis dan Jerman.

Beberapa di antara orang Belanda Pennsylvania menganut sekte Mennonite, Amish, dan berbagai sekte kecil Protestan Jerman lainnya. Berbagai kelompok yang dikenal sebagai kelompok insan bersahaja ini, hidup dalam suasana serba sederhana-terutama sebagai petani-dan sebanyak mungkin menghindari sesuatu yang berbau modern.

Para prianya kebanyakan berjanggut dan mengenakan topi hitam bundar. Kaum wanitanya mengenakan busana hitam panjang dengan potongan sederhana dan menutup kepala mereka dengan topi berpita model kuno.

Mereka menggarap lahan dengan menggunakan bajak yang ditarik kuda dan bukannya traktor. Namun, bagian terbesar orang Belanda Pennsylvania (yaitu para penganut gereja Lutheran, Moravian, dan Reformasi) telah berbaur dengan penduduk lainnya.

Kelompok Belanda Pennsylvania terkenal karena lahan pertaniannya yang sangat produktif. Pusat masyarakat itu adalah Lancaster, di Pennsylvania. Terdapat perkampungan Mennonite di Delaware dan sejumlah besar kelompok masyarakat Amish di Pennsylvania tengah.

Kota besar di daerah Atlantik Tengah mempunyai kebhinekaan keturunan yang sama dengan kota besar lainnya di daerah Timurlaut. Philadelphia dan Newark, khususnya, telah mengalami peningkatan jumlah penduduk kulit hitam pada masa seusai Perang Dunia I. Pennsylvania juga menjadi zone pemukiman ulama haul para pengungsi Vietnam.

Ekonomi Amerika Serikat Timurlaut

Negara Bagian Timurlaut, serta beberapa di antara Negara Bagian Utara Tengah (terutama Ohio, Indiana, dan Michigan), membentuk apa yang kemudian disebut Sabuk Beku atau Sabuk Salju, yaitu suatu kawasan yang berlawanan keadaannya dengan Sabuk Matahari.

Kawasan Sabuk Matahari terkenal karena penduduk dan industri barunya yang tumbuh pesat, sedangkan kawasan Sabuk Salju berciri khas pabrik tua, perindustrian yang merosot, serta teknologi yang ketinggalan zaman.

Kalau berbagai kota besar di kawasan Sabuk Matahari seperti Jacksonville, Atlanta, Houston, Dallas, Phoenix, dan Los Angeles-mengalami pertumbuhan yang pesat, sebaliknya kota besar di Timurlaut telah berkurang penduduknya atau tidak mengalami pertumbuhan penduduk. Upaya untuk memperbaiki keadaan ekonomi daerah itu serta untuk memodernisasi industrinya belum berhasil.

Inggris Baru

Ketika para pemuka masyarakat Yankee mulai menyadari bahwa Inggris Baru sedang menghadapi kematian seusai Perang Dunia II, timbul pula kesadaran dalam diri mereka bahwa kebutuhan yang paling mendesak adalah kepandaian dan dana.

Kepandaian diperlukan untuk menentukan jenis industri baru apa yang bakal mampu menggantikan industri tradisional (seperti industri tekstil dan pemanufakturan pakaian jadi) yang mulai hilang dan menjadikan kota pabrik itu kota hantu.

Selama ini Inggris Baru tak pernah kekurangan kaum intelektual. Pada kenyataannya, dilihat dari daftar panjang para penulis dan rokhaniawan Yankee, terkadang sedikit agak sulit untuk membedakan apakah itu merupakan prestasi intelektual Amerika ataukah prestasi intelektual Inggris Baru.

Sumber dana pun tidak pernah mengalami kekeringan berkat sifat penduduknya yang suka berhemat dan menabung itu. Namun, masalahnya adalah bahwa kaum intelektual itu terkurung di berbagai universitas besar seperti Yale, Harvard, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Oleh sebab itu, untuk memerangi keterbelakangan di bidang industri tersebut, dikerahkanlah dana dan kaum intelektual oleh suatu kelompok revolusioner yang terdiri atas para bankir, politisi, perekayasa, pemimpin buruh, ilmuwan, kontraktor, serta tokoh pengusaha.

Perguruan Tinggi Boston terutama sangat giat menghimpun berbagai pakar dalam serangkaian seminar untuk mendorong mereka yang ikut serta di dalamnya menerapkan pendekatan yang luwes, imaginatif, dan berani terhadap kondisi kritis yang dihadapi Inggris Baru.

Proyek yang paling awal dan paling penting yang dikembangkan dari berbagai sidang perencanaan terpadu itu adalah Route 128, yakni proyek pembangunan jalan raya berjalur majemuk yang sekarang melingkari Boston, menembus berbagai daerah pinggiran kota dan bekas lahan hutan, membentuk sebuah lengkungan yang berjarak beberapa kilometer jauhnya dari pusat kota. Jalur raksasa jalan raya bebas hambatan ini merupakan andalan terbesar Inggris Baru guna menarik industri baru.

Meskipun pada mulanya proyek itu ditentang oleh golongan konservatif dengan dalih terlampau mahal dan terlalu merusak lingkungan alam seperti Suaka Perbukitan Biru, proyek tersebut telah berhasil meyakinkan golongan masyarakat Yankee yang paling skeptis sekalipun bahwa kegotong-royongan dan pengerahan dana dan daya secara besar-besaran serta penuh keberanian itu telah berhasil mencapai kemenangan yang gemilang.

Salah satu di antara berbagai organisasi yang merintis pemanfaatan kawasan itu adalah Laboratorium Lincoln, yakni anak cabang MIT. Laboratorium ini merintis pengembangan peralatan dan sistem baru untuk membantu sektor industri mengejar kemajuan teknologi bidang pertahanan dan angkasa luar.

Bahkan sebelum laboratorium itu dibuka, banyak perusahaan industri modern (yang bergerak dalam bidang pemanufakturan alat pengukur ketepatan dan produk elektronika serta ingin meminta bimbingan dari para profesor setempat) mulai membangun berbagai pabrik yang berjajar rapi di sepanjang tepi jalur jalan raya yang sangat lega itu.

Menjelang rampungnya proyek itu, berbagai kegiatan pengembangan bangunan di kawasan itu demikian berhasilnya sehingga muncul kekhawatiran kalau-kalau keberhasilan itu bakal mematikan pusat kota Boston karena terkurasnya dana dan tenaga kerja dari kota itu

Namun, kegiatan pembaharuan sudah terlanjur dimulai dan masyarakat Yankee yang berpandangan jauh ke depan tak bakal menghentikannya.

Masih dalam rangka kegiatan gotong-royong antara para pemuka intelektual dan dunia usaha, mereka telah pula mulai membangun Prudential Center yang baru, yaitu pencakar langit tertinggi di Inggris Baru; diresmikannya sebuah kampus penelitian dan pengembangan yang baru di seberang Sungai Boston, di Cambridge; dan pemugaran beberapa bagian yang paling memprihatinkan keadaanya di pusat kota Boston termasuk kawasan Lapangan Scollay dan Pasar Quincy.

Telah pula muncul sebuah kompleks pusat pemerintahan yang baru dengan arsitektur yang memesona. termasuk gedung balai kota yang baru dan megah itu.

Berbagai kota yang lebih kecil di Inggris Baru telah pula melancarkan rencana pembaharuan tata kota secara besar-besaran meskipun keberhasilannya tidak sehebat yang dicapai oleh proyek Boston-Cambridge.

Di Conneticut, daerah pusat kota Hartford dan New Haven telah dibenahi dengan munculnya berbagai bangunan baru dan pemanfaatan bangunan lama secara imaginatif.

Kota Newport di Pulau Rhode juga telah menjadi pusat kegiatan upaya pelestarian bangunan bersejarah yang cukup besar. Lepas dari segala upaya itu, semua kota di Inggris Baru terus-menerus mengalami kemerosotan jumlah penduduk.

Meskipun secara keseluruhan daerah Itu memperlihatkan angka pertumbuhan penduduk yang cukup pesat (yakni 4%) dalam kurun waktu antara 1970 sampai 1980, kota di daerah itu semakin mencuat juga. yaitu Boston kehilangan 12.2% dari penduduknya, Provodence 12.596, New Haven, 8,496 sedangkan Springfield. 7.196.

Di samping itu. tidak semua sektor ekonomi lnggrrs Baru berhasil digalakkan lagi. Pabrik tekstil telah bergeser dari sana ke Negara Bagian Selatan pada awal abad ini dan menjelang tahun 1980-an hampir semuanya telah gulung tikar.

Sesuai Perang Dunia II pabrik sandang di Inggris Baru yang menghasilkan topi, sepatu, dan sebagainya-sudah tidak lagi mampu bersaing dengan sandang impor dari Eropa dan terutama yang berasal dari Asia Timur. Lahan pertanian keluarga lebih buruk lagi nasibnya.

Pada waktu sektor usaha tani di berbagai bagian lain negeri ini mulai memetik manfaat dari teknologi dan tanaman hibrida baru, inovasi tersebut hanya dapat diterapkan di lahan pertanian besar saja.

Dari segi ekonomi, daerah pedesaan inggris Baru masih tetap merupakan daerah yang mengalami depresi-daerah pedesaan di Maine, misalnya, merupakan daerah termiskin di negeri ini.

New York

Negara Bagian New York pun tidak kalah terpukulnya oleh kelesuan ekonomi dibandingkan dengan Inggris Baru; pabrik dan industrinya sudah tua dan tidak efisien lagi serta menghasilkan barang-barang yang jauh lebih mahal daripada barang impor.

Namun, kebhinekaan kegiatan ekonomi New York masih mampu memberikan keuntungan secara keseluruhan. Sektor pertanian di New York, baik yang di pedalaman maupun di Pulau Long, masih dalam keadaan sehat.

Usaha ternak perah merupakan kegiatan utama di daerah pedalaman, sedangkan pembudidayaan apel dan anggur untuk pembuatan minuman keras juga masih penting. Pulau Long menghasilkan kentang, kembang kol, brokoli, dan sayur-mayur lainnya. Pulau Long juga merupakan lokasi industri pertanian anggur yang baru dan peternakan kuda.

Lepas dari krisis keuangan yang terjadi pada pertengahan tahun 1970-an, keadaan ekonomi Kota New York telah pulih kembali dan bahkan berkembang pesat. Pulau Long, khususnya, sangat menarik kalangan industri teknologi tinggi, seperti industri keruangangkasaan yang sesuai untuk kawasan Sabuk Matahari.

Negara Bagian Atlantik Tengah

Negara Bagian Atlantik Tengah merupakan pusat pemanufakturan tingkat nasional. Kompleks industri bahan kimia raksasa Du Pont terletak di Delaware Utara.

Berbagai instalasi kilang minyak mengelompok di antara Wilmington dan Philadelphia serta di Jersey Meadows di dekat Kota New York. Terdapat kelompok besar industri di kawasan Philadelphia-Camden-Levittown-Trenton serta di berbagai daerah di New Jersey timurlaut.

Banyak perusahaan paling terkemuka menyebut Pennsylvania sebagai markas besar mereka. Saat ini nama-nama besar seperti Sun Oil, Heinz, Alcoa, Westinghouse, Rockwell International, U.S. and Bethlehem Steel, serta Hershey bermarkas besar di Pennsylvania.

Daerah ini juga merupakan cikal-bakal industri minyak bumi dan aluminium. Pittsburgh mengembangkan produksi besi dan baja, mesin pertambangan, aluminium, gelas, dan perkakas listrik karena kota itu dekat dengan tambang batubara, minyak, gas alam, dan bijih besi.

Kota ini menjadi demikian makmur sehingga mampu mendatangkan bahan mentah dan teknologi dari berbagai daerah lain, tetapi kenaikan upah buruh belakangan ini telah mengakibatkan produknya tidak mampu bersaing dengan produk sejenis yang diimpor dari luar negeri, sehingga tidak mungkin mengganti atau memodernisasi peralatan pabriknya.

Penduduk yang terlibat kegiatan pertanian di negara bagian Atlantik Tengah terus merosot, sedangkan produksi justru terus meningkat berkat adanya efisiensi yang lebih besar, lebih banyaknya mesin pertanian, serta meningkatnya pengetahuan.

Sekitar 1/2 lahan di New Jersey dan hampir 3/4 lahan di Delaware diusahakan untuk pertanian. Lahan pertanian dan seluruh industri pertanian di Pennsylvania amat vital artinya bagi perekonomian negara bagian itu. Hasil pertanian utamanya adalah gandum, unggas dan telur, susu, buah-buahan, serta sayur-mayur.

Pendapatan dari usaha tani intensif di New Jersey dalam dolar adalah hampir enam kali lipat per are dibandingkan dengan angka rata-rata pendapatan tingkat nasional. Hasil pertanian utama Jersey Selatan adalah tomat.

Kota Besar

Boston adalah ibu kota Negara Bagian Massachusetts dan sekaligus kota terbesar di Inggris Baru; Kota New York merupakan kota metropolis terbesar di negeri ini; dan Philadelphia, yang merupakan kota terbesar di Pennsylvania.

Kola Besar di Inggris Baru

Portland

Portland, kota terbesar dan pusat perdagangan Negara Bagian Maine, adalah sebuah pelabuhan laut-dalam yang terletak di Teluk Casco. Kota ini mempunyai cukup banyak pabrik pemrosesan kayu, makanan, bahan kimia, dan tekstil. Di Augusta, ibu kota negara bagian, terdapat industri pemanufakturan dan sepatu dan kertas.

Manchester

Manchester, yang terletak di tepi Air Terjun Amoskeag di Sungai Merrimack, adalah kota terbesar di New Hampshire. Sejak dahulu air terjun itu merupakan penyedia tenaga listrik bagi’pabrik tekstilnya. Kini Manchester juga memanufaktur alat listrik dan elektronika. Concord adalah ibu kotanya.

Burlington

Negara Bagian Vermont tidak memiliki kota yang sangat besar. Burlington, kota yang terbesar, terletak di pesisir timur Danau Champlain dan di sana terletak Universitas Vermont. ibu kotanya adalah Montpelier.

Worcester

Worcester adalah kota kedua terbesar di negara bagian Massachusetts dan merupakan pusat perdagangan di Massachusetts tengah. Kota yang terletak di tepi Sungai Blackstone ini dihubungkan oleh terusan dengan Teluk Narragansett.

Sebagai kota industri yang penting, kota ini memanufaktur tekstil, alat listrik, bahan kimia, plastik, dan obat-obatan. Sejak dahulu Springfield merupakan kota pelabuhan yang penting di Sungai Connecticut. Kota ini merupakan pusat urusan asuransi dan pusat pemanufakturan bahan kimia, plastik, dan berbagai produk kertas.

New Bedford dan Fall River adalah kota pelabuhan yang juga penting. Fall River dahulu adalah pusat industri tekstil katun terkemuka di negeri ini, sedangkan New Bedford pernah terkenal sebagai pusat kegiatan penangkapan ikan paus pada abad ke-19.

Providence

Providence adalah kota terbesar dan ibu kota Negara Bagian Pulau Rhode. Kota yang terletak di Teluk Narragansett ini merupakan kota pelabuhan serta pusat perindustrian yang penting.

Kota ini memanufaktur permata dan barang perak, berbagai mesin, produk logam, dan barang elektronika. Warwick, yang merupakan bagian dari daerah metropolitan Providence, terletak di hulu Teluk Narragansett.

Bridgeport

Bridgeport menjadi kota terbesar di Negara Bagian Connecticut setelah jumlah penduduknya mengungguli Hartford menurut sensus tahun 1980. Kota ini merupakan pelabuhan dan pusat industri utama di Selat Pulau Long.

Industri pemanufakturannya menghasilkan alat listrik, senjata api, helikopter, serta berbagai produk logam. Ibu kota negara bagiannya, yaitu Hartford, adalah salah satu di antara pusat urusan asuransi terkemuka di negeri ini.

Kota ini pun merupakan pusat persenjataan dan amunisi yang utama. New Haven, yang juga merupakan pelabuhan di Selat Pulau Long, mungkin paling terkenal karena Universitas Yalenya.

Kota Besar di Negara Bagian New York

Sebagai kota terbesar kedua di Negara Bagian New York, Buffalo memiliki kepribadiannya sendiri. Berkat letaknya yang di tepi Danau Erie itu, kota ini menjadi salah satu pelabuhan pedalaman dan pusat perkeretaapian terpenting di Amerika.

Kota Buffalo pun ikut menikmati tenaga listrik yang melimpah yang’disediakan oleh instalasi PLTA Air Terjun Niagara di dekatnya. Cerobong pabrik dan lumbung gandumnya dari kejauhan sudah menjadi pertanda bahwa kota itu merupakan pusat industri berat dan pusat pemrosesan gandum terbesar di Amerika Serikat.

Di kota itu terdapat pula pabrik pengemasan daging, pabrik baja, dan pabrik yang memproduksi berbagai mesin berat. Rochester, yang terletak di timurlaut Buffalo, adalah kota dengan suasana yang agak berbeda. Kota itu bermula sebagai kota kecil penggilingan gandum dan kemudian menjadi produsen sepatu dan pakaian.

Eastman Kodak Company dan Xerox Company yang merupakan dua perusahaan industri teknologi tinggi yang terbesar di negeri ini, berpusat di kota itu. Lebih ke timur lagi, Syracuse merupakan pusat industri ringan dan elektronika. Sejak dahulu kota itu terkenal sebagai pusat industri barang porselen.

Di dekat titik temu antara Sungai Hudson dan Sungai Mohawk, yaitu di segitiga AlbanySchenectady-Troy, terdapat berbagai laboratorium penelitian terkemuka dan pabrik elektronika, serta pabrik yang menghasilkan tekstil, plastik, kertas, serta berbagai barang lainnya.

Namun, satu-satunya industri terbesar di Albany adalah pemerintahan, karena kota itu adalah ibu kota negara bagian. Yonkers adalah sebuah kota industri di tepi Sungai Hudson tepat di sebelah utara Kota New York. Banyak di antara penduduknya bekerja di Kota New York.

Kota Besar Negara Bagian Atlantik Tengah

Newark adalah kota terbesar di Negara Bagian New Jersey. Seperti halnya Kota New York, Newark pun merupakan salah satu pelabuhan terbesar di dunia dan sejak dahulu telah menjadi pusat industri perkulitan. Kota itu pun merupakan pusat perasuransian.

Ibu kota negara bagiannya, yaitu Trenton, terkenal karena industri barang porselen dan gelasnya serta karena pemanufakturan kabelnya. Kota Jersey juga merupakan sebuah kota pelabuhan serta pusat pengilangan minyak dan pemanufakturan bahan kimia.

Pittsburgh, yaitu Raksasa Barat Pennsylvania, didirikan pada tahun 1754 sebagai sebuah benteng pada titik strategis yang mempertemukan sungai Monongahela dan Allegheny menjadi Sungai Ohio.

Titik itu kini disebut Segitiga Emas, yakni pusat keuangan dan perdagangan yang makmur di jantung kota dan merupakan contoh dalam bidang peremajaan kota. Sejak dahulu Pittsburg selalu dikaitkan dengan industri baja, yang tumbuh pesat

terutama karena letak kota ltu dekat dengan sumber batubara yang melimpah. Pittsburgh juga merupakan pusat industri pemanufakturan barang dari gelas. Program pengendalian pencemaran udaranya merupakan model bag! berbagal kota Industri lainnya di negeri ini.

Kota Erie, yang terletak di tepi Danau Erie, adalah kota pelabuhan pedalaman utama di negara bagian ini Allentown terletak di daerah pertanian yang makmur di Lembah Lehigh dan merupakan pusat industri dan perdagangan. Harrisburg, ibu kota Pennsylvanla, menghasilkan baja dan merupakan pusat perkeretaapian. Kota itu terletak di tepi timur Sungai Susquehanna.

Wilmington, kota terbesar di Delaware, terkenal sebagai ”ibu kota industri kimia dunia” karena adanya markas besar perusahaan Du Pont di sana. Karena undang-undang negara bagian yang menguntungkan, banyak perusahaan raksasa Amerika mempunyai kantor di Wilmington. Dover, ibu kotanya, merupakan pusat pertanian dan penanaman buah-buahan yang makmur, tetapi industri utamanya adalah pemerintah negara bagian.

Sejarah Amerika Serikat Timurlaut

Sejarah Amerika Serikat diawali di negara bagian Timurlaut dan Tenggara. Setelah menginjakkan kaki di daerah Amerika Serikat Timurlaut, kaum Pilgrim merintis suatu perikehidupan yang unik dan menerapkan bentuk pemerintahan perwakilan yang kelak tersebar ke seluruh benua.

Di negara bagian Timurlaut inilah perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan dimulai. Di daerah ini pulalah berbagai kota besar pertama negara Amerika yang masih muda itu-yaitu Boston, New York, dan Philadelphia-tumbuh dan berkembang. Dari daerah Timurlaut pulalah negeri ini mula-mula diperintah.

Sejarah Negara Bagian Inggris Baru

Inggris Baru dihuni oleh kaum Puritan Inggris, beberapa di antaranya berasal dari Negeri Belanda, yang menyelamatkan diri dari ancaman Gereja Resmi Inggris dan pemerintah di sana.

Di Massachusetts mereka membentuk kelompok masyarakat teokratis yang hanya memperkenankan anggota gereja terbaik duduk dalam pemerintahan. Para pembangkang dikucilkan, bahkan dipidana mati, atau diusir.

Pulau Rhode dibuka pada tahun 1636 oleh Roger Williams dan para penganut sekte Baptisnya yang telah diusir dari Massachusetts. Kota di Sungai Connecticut (yaitu Windsor, Hartford, dan Wethersfield di Connecticut, serta Springfield di Massachusetts) dihuni oleh kaum migran dari Koloni Teluk Massachusetts (yaitu Boston), yang mencari lahan pertanian yang lebih bagus.

Koloni New Haven didirikan pada tahun 1637 oleh sekelompok imigran dari London yang mendapati bahwa semua pelabuhan terbaik di Massachusetts telah habis diklaim.

Upaya yang pertama sekali untuk membentuk koloni di Maine oleh orang Inggris ataupun Prancis mengalami kegagalan. Pada tahun 1622, Sir Ferdinando Gorges memperoleh hak atas Maine dan pada tahun 1677 Massachusetts membeli hak tersebut dari para warisnya.

Sejak saat itu Maine dianggap sebagai bagian dari Massachusetts sampai tahun 1820 ketika daerah itu menjadi negara bagian yang terpisah.

Negara Bagian New Hampshire dan Vermont

Permukiman pertama di New Hampshire didirikan sekitar tahun 1628 di Dover, sedangkan pada tahun 1638 sekelompok pembangkang antinomia dari Massachusetts mendirikan Exeter.

Perkayuan, perikanan, dan pertanian menjadi industri utamanya, tetapi hanya sedikit permukiman yang didirikan sampai abad ke-18. Pada tahun 1679, New Hampshire didirikan sebagai sebuah koloni kerajaan yang terpisah meskipun Massachusetts berkali-kali mengklaimnya. Bagian baratnya-sekarang Vermont-diklaim oleh New York.

Pada tahun 1776 New Hampshire menjadi koloni pertama yang mendepak gubernur Inggrisnya dan menunjuk gubernurnya sendiri. Penduduk koloni ini memberikan sumbangan yang besar kepada Perang Revolusi dan seusai perang New Hampshire menjadi salah satu di antara ketiga belas koloni induk.

Abad ke-19 ditandai dengan munculnya industri pemintalan kapas, terutama di Manchester. Industri tekstil mengalami kemerosotan tajam pada tahun 1920-an. Kini pertanian dan ke pariwisataan merupakan kegiatan utama di negara bagian itu.

Pertikaian mengenai Vermont-yang merupakan lahan rintisan pada abad ke-18-berlangsung sampai Revolusi Amerika. New York diberi hak atas lahan itu pada tahun 1674, tetapi kemudian diperintahkan oleh Mahkota Inggris untuk menghormati hibah atas lahan di sana yang dikeluarkan oleh New Hampshire.

Namun, pada tahun 1770 New York menyatakan bahwa semua hibah yang dikeluarkan oleh New Hampshire itu tidak berlaku dan bahwa mereka yang menghuni lahan atas dasar hibah itu harus membeli kembali lahan mereka dari pihak New York.

Dengan sendirinya para pemukim menentang ketentuan itu dan mengorganisasi diri mereka sendiri di bawah pimpinan Ethan Ellen. Dia membentuk barisan milisi yang dikenal sebagai Pemuda Gunung Hijau untuk membela kepentingan para pemukim.

Mereka mengusik para pemukim yang bernaung di bawah hibah New York dan membangun benteng-benteng di berbagai lokasi yang strategis. Mereka merangkul kelompok Patriot dan pada tahun 1777 menyatakan wilayah itu sebagai Republik Vermont yang merdeka.

Pada tahun 1790, New York membatalkan klaimnya dan pada tahUn 1791 Vermont menjadi negara bagian pertama sesudah ketiga belas negara bagian induk menjadi anggota Uni.

Sejarah Negara Bagian New York

Boleh jadi Pelabuhan New York mula-mula ditemukan oleh orang Italia Giovanni de Verrazano pada tahun 1524 baru kemudian dikunjungi oleh Henry Hudson, orang Inggris yang bekerja untuk Dutch East India Company, yang memandu kapal layarnya Half Moon memasuki Sungai Hudson sampai ke suatu tempat yang kini disebut Albany.

Ketika sampai di bagian sungai yang berarus amat deras itu, Hudson berkesimpulan bahwa Sungai itu bukan.lah jalur air yang dicarinya, yakni Celah Baratlaut yang melalui benua Amerika ke India.

Pada tahun itu juga penjelajah Prancis Samuel de Champlain mengadakan penjelajahan dari Kanada menyusuri danau yang kelak memakai namanya.

Warisan Belanda

Orang Belanda melandasi klaimnya atas New Netherland atas dasar penemuan Hudson. Pendakuannya mencakup daerah yang sekarang adalah New Jersey, Pulau Long, Lembah Sungai Hudson, serta berbagai bagian Connecticut sebelah selatan.

Kekuasaan atas perdagangan bulu binatang dan permukiman diberikan kepada Dutch West India Company Pada tahun 1624 lembaga ini mengirim seperahu orang Protestan yang berbahasa Prancis (yaitu orang Walloon dan Belanda) untuk mendirikan Fort Orange (Albany).

Dengan demikian, Albany sedikit lebih tua daripada Kota New York, yang didirikan setahun kemudian dengan nama New Amsterdam, yaitu sebuah benteng di ujung selatan Pulau Manhattan.

Para pemukim tidak segera membanjiri New Netherland. Orang Belanda lebih menyukai keuntungan sekejap yang diperolehnya dari penangkapan berang-berang daripada bercocok tanam di lahan kosong yang dibayang-bayangi ancaman orang Indian.

Sebagai perangsang, lembaga tersebut menawarkan hibah lahan luas bagi setiap tuan tanah yang mampu memukimkan 50 pemukim di lahan itu. Hanya satu orang, yaitu saudagar intan dari Amsterdam bernama Kiliaen Van Rensselaer, yang berhasil mengumpulkan jumlah pemukim yang diinginkan itu.

Meskipun dia tidak pernah sampai ke Dunia Baru, anak-anaknya menguasai lahan warisan yang terbentang berkilo-kilo meter sepanjang kedua tepi Sungai Hudson di sekitar Fort Orange.

Menjelang tahun 1660-an, New Netherland yang berpenduduk jarang dan tidak sempurna perbentengannya itu merupakan satu-satunya koloni non-Inggris yang ada di antara Virginia dan Kanada. Para petani Inggris Baru secara diam-diam telah pula menyusup ke Pulau Long dan bermukim di lembah Sungai Connecticut.

Pada tahun 1664, Raja Charles II dari Inggris menganugerahkan kepada adiknya James, Duke of York dan Albany (kemudian menjadi Raja James II), sepenggal lahan Amerika Utara yang amat luas yang mencakup New Netherland. Duke of York mengirim 4 buah kapal perang untuk mengklaim hak miliknya itu.

Meskipun gubernur Belanda Peter Stuyvesant yang pemarah itu ingin melabraknya, Penduduk Manhattan menyerah di bawah ancaman moncong meriam kapal dan membujuknya untuk menyerah. Nama kota Belanda yang indah itu diganti dengan New York, sedangkan Fort Orange menjadi Albany.

Masa Perang Revolusi

Hibah lahan Belanda dipulihkan kembali sehingga orang Belanda dan orang Inggris bermukim dan hidup berdampingan secara damai. Namun, pertumbuhan New York berjalan seret.

Menjelang meletusnya Revolusi Amerika, koloni itu menduduki peringkat ke-7 besarnya di antara berbagai koloni lainnya. Namun, 30 tahun setelah kemerdekaan New York merupakan negara bagian yang paling padat penduduknya di Amerika Serikat.

Pertumbuhannya yang lamban di zaman kolonial itu sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa New York merupakan koloni paling aristokratis di antara koloni lainnya di daerah utara.

Para gubernur Inggris menghibahkan lahan yang luas sekali kepada para saudagar kaya sehingga di sepanjang Sungai Hudson rumah para bangsawan menempati berkilo-kilometer lahan yang terbaik.

Sebagian besar kaum imigran dari Eropa yang mencari kebebasan dari belenggu sistem penguasaan lahan feodal tidak ingin menjadi abdi para tuan tanah feodal di Dunia Baru. Seringkali mereka melalui New York untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Pennsylvania, yang memiliki sistem penguasaan lahan yang lebih demokratis.

Perang Revolusi mendapat dukungan kuat dari para pemukim di daerah pedalaman yang berupaya membuat perhitungan dengan para tuan tanah Tory. Banyak rumah bangsawan yang disita dan para pemiliknya diusir dari negeri itu.

Namun, sebagian penguasa lahan itu adalah anggota kelompok Patriot yang semakin kuat saja kedudukannya setelah paripurnanya Revolusi.

Walaupun Kota New York masih tetap berada dalam genggaman Inggris semasa Revolusi, banyak pertempuran berlangsung di daerah pedalaman. Dalam pertempuran yang sangat menentukan di Saratoga, bangsa Amerika berhasil merebut kekuasaan atas Sungai Hudson.

Mereka juga berhasil memorakporandakan kekuasaan orang Indian Iroquois atas Lembah Sungai Mohawk, yakni satu-satunya celah yang ada di sebelah utara Pegunungan Appalachia. (Untuk melestarikan hubungan baiknya dengan orang Iroquois, Inggris menyerahkan wilayah Sungai Mohawk kepada mereka dan melarang adanya permukiman di bagian barat negara bagian itu.

Setelah bebas merentangkan lengannya ke barat sampai ke Danau-Danau Besar, New York menjadi pemuka di negara baru itu. Lebih lanjut, ketika Gubernur New York pertama, George Clinton, memberlakukan undang-undang yang bertujuan melumpuhkan sistem tuan tanah, New York mulai menarik lebih banyak pemukim.

Ekspansi Abad ke-19

Dalam upaya mencari lahan pertanian yang subur di Negeri Ohio, penduduk Inggris Baru membanjir masuk melalui Celah Mohawk. Kapal uap Robert Fulton mulai menyusuri Sungai Hudson pada tahun 1807 sehingga semakin meramaikan arus perniagaan sungai dan pelabuhan New York yang tumbuh pesat itu.

Kemudian muncullah katalis utama berupa pertumbuhan daerah pedalaman dengan selesainya pembangunan Terusan Erie yang mempertautkan Danau-danau Besar dengan Sungai Hudson di Albany sehingga terwujudlah jalur jalan raya air dari negara bagian Barat Tengah ke Samudra Atlantik.

Terusan Erie Amerika Serikat Timurlaut

Pembangunan terusan Erie, suatu proyek terbesar di zaman itu dirintis oleh De Witt Clinton, keponakan gubernur pertama New York yang juga menjadi gubernur pada tahun 1817. Sebuah terusan lain menghubungkan Sungai Hudson dan Danau Champlain sehingga merupakan jalan ke Kanada.

Setelah dibukanya ”Parit De Witt” itu pada tahun 1825, biaya angkut gandum dengan kapal dari lahan pertanian di sebelah barat ke berbagai kota besar di pesisir Atlantik menjadi lebih rendah dibandingkan dengan biaya angkut lewat darat meskipun jaraknya lebih pendek.

Kota New York kini menjadi pintu gerbang ke Barat. Para petani Lembah Mohawk menikmati zaman keemasannya dan berbagai kota kecil mekar menjadi kota besar termasuk Buffalo, Rochester, Syracuse, dan Utica.

Perpaduan antara lahan pertanian yang subur, pabrik penggilingan tepung, dan jalur perkapalan yang murah menjadikan New York produsen pangan terkemuka.

Pada tahun 1850-an, kemajuan di bidang perkeretaapian semakin menggalakkan pertumbuhan berbagai kota besar di Negara Bagian New York. Pabrik-pabrik yang tumbuh pesat itu juga memerlukan tenaga kerja dan mendapatkannya.

Selama abad ke-19, arus migrasi mengalir masuk melalui Pelabuhan New York. Banyak di antara mereka meneruskan perjalanannya ke hulu sungai untuk bertani dan bekerja di berbagai pabrik.

Menjelang tahun 1850 hampir seperdua penduduk Rochester yang berjumlah 36.000 jiwa itu dilahirkan di negeri seberang. Selama berkecamuknya Perang Saudara, New York menjadi penyedia utama bala tentara Serikat.

Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, berbagai industri baru semakin memakmurkan daerah perkotaan sehingga muncul arus imigrasi baru. Kali ini mereka datang dari berbagai daerah di Negara Bagian Selatan Amerika.

Menjelang tahun 1980-an, industri itu menjadi usang dan menjadi penyebab utama merosotnya kegiatan perekonomian di berbagai kota industri lama di New York dan situasi ini juga dialami oleh semua negara bagian industri lama. Upaya untuk menggalakkan kegiatan industri atau menggantinya dengan industri baru belum sepenuhnya berhasil.

Sejarah Negara Bagian Atlantik Tengah

Sangat boleh jadi Giovanni de Verrazano mula-mula melihat pesisir New Jersey pada tahun 1524. Namun, tidak terdapat catatan tentang adanya upaya untuk mendarat atau menjelajah wilayah itu.

Pada tahun 1609, Henry Hudson menjelajah pesisir New Jersey. Dia berlayar memasuki Teluk Delaware dan dari sana meneruskan perjalanannya ke alur sempit yang dinamakannya Barnegat.

Kemudian dia membuang sauh di Teluk Sandy Hook selama 10 hari untuk memperoleh sediaan lewat imbalbeli dengan orang Indian. Sesudah itu, dia meneruskan penjelajahannya di Sungai Hudson.

Zaman Kolonial

Pada tahun 1618, orang Belanda mendirikan Kota Jersey sebagai pos perniagaan untuk memperoleh bulu binatang dari orang Indian Lenni-Lenape. Mereka juga mendirikan Benteng Nassau di sebelah selatan Camden pada tahun 1623.

Pada tahun 1631 orang Belanda bermukim di dekat Lewes, Delaware, sedangkan pada tahun 1638 orang Swedia dan Finlandia bermukim di dekat Wilmington.

Setelah beberapa permukiman lainnya didirikan, orang Belanda mengalahkan orang Swedia, sedangkan orang Inggris merebut New Netherlands dan menggantinya menjadi New York.

Selama beberapa waktu seluruh daerah Atlantik Tengah menjadi bagian dari New York. Kemudian, dari tahun 1676 sampai 1702, New Jersey dibagi atas 2 bagian, yaitu Jersey Barat dan Jersey Timur.

Pada tahun 1681, Raja Charles II menghibahkan Pennsylvania, termasuk Delaware, kepada William Penn, seorang penganut Quaker. Namun, Delaware merasa keberatan dengan kekuasaan Penn dan memisahkan diri pada tahun 1704 meskipun masih mengakui gubernur propinsi Pennsylvania sebagai gubernurnya.

Kebijakan Penn yang berupa toleransi agama dan perdamaian dengan orang Indian menyebabkan membanjirnya orang Eropa ke Pennsylvania.

Lama setelah kematian Penn barulah terjadi bentrok dengan orang Indian, ketika pada tahun 1737 para tokoh propinsi merampas kampung halaman orang indian Leni Lenapi melalui ”Pembelian Berjalan” yang tidak populer itu.

Sewaktu para pedagang dan pemukim pindah ke barat, bentrokan terjadi lagi dengan orang Indian yang berbalik haluan menentang mereka ataupun dengan kekuatan kolonial Prancis yang beranjak dari Kanada memasuki Pennsylvania baratlaut.

Pada tahun 1754 propinsi itu menjadi kancah adu kekuatan dengan Prancis dan menyulut api Perang Prancis dan Indian. Berakhirnya kekuasaan Prancis pada tahun 1763 dan perjanjian dengan orang Indian Iroquois pada tahun 1768 membuka peluang bagi permukiman pertama atas lahan yang terletak di sisi barat pegunungan itu.

Markas Besar Revolusi Amerika

Konggres Benua Pertama dan Konggres Benua Kedua mengadakan sidangnya di Philadelphia pada tahun 1774 dan tahun 1775. Pennsylvania, yang dijuluki ”gudang pangan koloni” itu, kurang militan dibandingkan dengan Inggris Baru, tetapi mutlak diperlukan dalam upaya merebut kemerdekaan.

Letaknya yang tepat di tengah-tengah antara wilayah utara dan selatan itu menjadikannya dijuluki ”Negara Bagian Batu Penutup”. Pada tahun 1776 ketiga belas koloni itu menyatakan kemerdekaan mereka dari kekuasaan Inggris di Philadelphia.

George Washington terlibat dalam banyak pertempuran yang berlangsung antara tahun 1 777 sampai 1 779 di sekitar Philadelphia dan mondar-mandir menyeberangi New Jersey.

Sewaktu Philadelphia masih berada di tangan Inggris, kota York di Pennsylvania menjadi ibu kota sementara Amerika Serikat. Pada tahun 1787 Philadelphia menjadi arena konvensi untuk menyusun kerangka Konstitusi Amerika Serikat.

Tiga negara bagian pertama yang mengesahkannya adalah Delaware pada tanggal 7 Desember, Pennsylvania pada tanggal 12 Desember, dan New Jersey pada tanggal 18 Desember, semuanya pada tahun 1787.

Pertumbuhan dan Kemakmuran

Abad ke-19 membuahkan pertumbuhan besar di Negara Bagian Atlantik Tengah. Peluncuran kapal uap Sungai Mississippi pertama ciptaan Robert Fulton, yang diberi nama New Orleans, di Pittsburgh pada tahun 1811 itu menjadikan kota tersebut ”Pintu Gerbang ke Barat” karena jalur air besar sebelah barat itu kini dapat diseberangi dari dua arah dengan kapal uap.

Menjelang pertengahan abad itu, berbagai terusan sepanjang lebih dari 1.600 km memungkinkan hampir semua pedagang di negara bagian tengah menjangkau berbagai pasar di kota metropolitan.

Dengan ditemukannya dan dimulainya produksi komersial batubara pada awal tahun 1800-an, perluasan yang pesat jalur kereta api menjelang medio abad itu, penemuan ladang minyak yang kaya di Pennsylvania baratlaut pada tahun 1859, serta lahirnya jajaran perpabrikan.

Baca juga sejarah minyak bumi

Negara Bagian Atlantik Tengah menjadi pusat kawasan industri di negara ini pada penghujung abad ke-19. Di samping itu, Philadelphia, Newark, Kota Jersey, Pittsburgh, dan Erie menjadi pusat pengangkutan utama melalui jalur air.

Kota Wilmington di Delaware menjadi terpaut erat dengan DuPont Company dan keluarganya setelah didirikannya pabrik tepung DuPont di Brandywine pada tahun 1802. Pabrik berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Oleh: PHILIPS S. KLEIN, Universitas Negeri Pennsylvania
Editor: Sejarah Negara Com