Wapres ziarah leluhur di Tangerang Selatan

Jakarta, sejarah-negara.com – Diam-diam di luar acara resmi kenegaraan, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin melakukan perjalanan ke daerah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Itu terjadi Kamis sore (6/7/20) kemarin.

Wapres yang didampingi istrinya, Ibu Hj. Wury Estu Andayani itu, ternyata melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan yang terletak di tengah-tengan perumahan mewah BSD tersebut.

Di sana rupanya sudah menunggu Siti Nur Azizah, putri KH. Ma’ruf Amin. Kandidat yang tengah mencalonkan diri sebagai Walikota Tangsel itu didampingi juri kunci (penjaga makam) beserta sejumlah tokoh masyarakat. Di antaranya adalah KH. Ahmad Ghozali, pimpinan Pondok Pesantren Assa’adah, Setu, Tangerang Selatan yang sekaligus memimpin ritual ziarah.

Usai tabur bunga, Ma’ruf Amin bercerita, ia sudah lama berniat ingin ziarah ke makam Aria Wangsakara, pendiri Kota Tangerang itu. “Baru sekarang bisa melaksanakan karena terbentur banyak kegiatan,” ujar Wapres. Siapa Aria Wangsakara itu sebenarnya?

Terjadi perbincangan santai antara Wapres dengan Juri kunci makam dan para tokoh masyarakat. Juru kunci bercerita bahwa Wangsakara adalah pejuang yang melawan Penjajah Belanda. Kemudian, Wangsakara menjadi Bupati pertama Tangerang.

Setelah diusut lewat silsilah keturunan, Wapres Ma’ruf Amin ternyata merupakan turunan ke 12 dari Pangeran Aria Wangsakara tersebut. Silsilah itu, antara lain, melewati tokoh bernama Wira Negara yang lebih dikenal sebutan sebagai Syekh Ciliwulung.

Jika dirunut ke atas, silsilah Wapres bertemu dengan nasab Raja Sumedang Larang atau Kesanulun. (Masduki Baidlowi Jubir Wapres RI)