Agrobisnis pertanian buah Naga masih terbuka lebar

  • Whatsapp

Sejarah Negara Com – Agrobisnis pertanian buah Naga: Disadari atau tidak, peluang agrobisnis pertanian selalu terbuka lebar. Mengingat kebutuhan akan produk pertanian akan selalu meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya populasi dan kebutuhan penduduk. Jadi, peluang bisnis di sektor ini cukup menjanjikan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Salah satu peluang agrobisnis pertanian yang cukup menjanjikan adalah agrobisnis buah naga. Buah eksotik ini mulai dilirik oleh pelaku usaha karena harga jualnya yang tinggi, perawatannya yang gampang dan peluang pasar yang masih terbuka lebar.

Bacaan Lainnya

Cukup banyak peluang agrobisnis pertanian buah naga yang cukup potensial. Diantaranya yaitu; bisnis buah segar, bisnis bibit, pasar ekspor, agrowisata dan bisnis produk olahan.

Agrobisnis Pertanian Buah Naga

Bisnis Buah Segar

Bisnis buah naga segar cukup menjanjikan. Permintaan pasar lokal selalu ada setiap harinya, meskipun tidak terlalu besar. Biasanya permintaan akan meningkat menjelang perayaan imlek.

Buah naga oleh masyarakat keturunan (etnis tionghoa) biasanya digunakan sebagai buah persembahan kepada para dewa pada perayaan imlek. Sehingga menjelang perayaan imlek permintaan akan buah naga cendrung meningkat hingga 30 s/d 40% dari biasanya.

Harga buah naga segar juga terhitung cukup mahal, berkisar antara Rp. 24.000,- hingga Rp. 30.000,- per kilogram. Satu kilogram buah naga biasanya berisi 2-3 buah naga.

Baca juga: Agribisnis: inovasi, contoh, potret usaha, dan strategi pengembangan

Bisnis Bibit

Budidaya buah naga masih tergolong baru di Indonesia. Namun demikian, minat pekebun untuk mengembangkan komoditas ini cukup tinggi. Bahkan mulai meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Sayangnya, banyak diantara mereka yang terkendala oleh persediaan bibit.

Ini menunjukkan bahwa peluang agrobisnis pertanian bibit buah naga juga memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Tren permintaannya cendrung meningkat setiap tahun. Bibit buah naga juga tidak terbilang murah. Biasanya bibit dihargai per cm ruas batang. Harganya rata-rata Rp. 2.000 s/d Rp. 6.000,- per cm.

Pasar Ekspor

Selain peluang pasar dalam negeri, peluang pasar ekspor juga terbentang luas bagi para pekebun buah naga. Berdasarkan data di internet produksi buah naga taiwan baru mampu memenuhi 30% dari kebutuhan pasar Asia. Ini peluang pasar yang cukup besar untuk dipenuhi. Di samping itu, pasar Eropa dan Amerika juga masih terbuka lebar.

Agrowisata

Tanaman buah naga memiliki perawakan yang cukup unik khas tanaman padang pasir. Tanaman kaktus raksasa ini sangat menarik jika terlihat dalam satu hamparan. Buah yang muncul pada ruas batang dengan warna mencolok, menambah keindahan pada barisan tanaman tersebut.

Selain itu, tanaman ini masih asing di telinga dan mata sebagian orang indonesia. Sehingga sering menimbulkan rasa penasaran dan ingin tahu dari sebagian mereka. Tidak dipungkiri bahwa minat sebagian orang Indonesia masih tergolong besar untuk melakukan studi wisata ke perkebunan buah naga. Sehingga hamparan perkebunan buah naga sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata.

Baca juga: Agrobisnis tanaman dan jamur: tips sederhana yang perlu anda pertimbangkan

Bisnis Produk Olahan

Peluang agrobisnis buah naga tidak hanya terbatas pada bibit dan buah segar. Masih banyak peluang usaha yang ditawarkan oleh komoditi ini. Diantaranya yang masih jarang dilirik adalah usaha produk olahan dengan bahan dasar buah naga segar. Produk olahan tersebut misalnya sirup, jus buah naga, dan produk lain yang mngkin bisa diciptakan dari buah naga segar.

Nah menarik sekali bukan? Anda tertarik mengembangkan agrobisnis buah naga?

Pos terkait