Patriotisme Nasional dan Nasionalisme Amerika Latin

Pernah pada suatu masa orang Amerika Latin, terutama golongan atasnya, merasa malu terhadap campuran keturunan penduduk mereka dan terhadap kemiskinan bangsanya. Mereka mengagumi Amerika Serikat dan Eropa dalam segala hal. Orang Peru dan Meksiko menolak orang Indian dan mestizo, orang Brasilia malu terhadap ciri Afrika yang melekat pada budaya mereka. Orang Indian di Ekuador dianggap sebagai orang biadab yang tidak mempunyai sumbangan apa pun terhadap kebudayaan nasional.

Semua ini sedang berubah. Perasaan bangga terhadap tradisi nasional dalam kesenian, sastra, dan musik mulai timbul di kalangan bangsa-bangsa Amerika Latin. Tekstil, permadani, atau topi panama yang dianyam oleh orang Indian dengan teknik dan corak tradisional telah merupakan sumber kepuasan dan pendapatan bagi orang Ekuador.

Orang Brasilia merasa senang dapat menyumbangkan kepada dunia luar film-film seperti Black Orpheus, suatu kisah tentang orang kulit hitam di kota gubug, The Man Who Fulfilled his Vows, cerita tentang fanatisme agama dan keturunan Afro-Brasilia yang disebut Candomble yang menggambarkan berbagai segi kehidupan nasional Brasilia yang sebelumnya mereka anggap memalukan.

Di samping tumbuhnya kebanggaan budaya nasional di kalangan orang Amerika Latin, masing-masing negara bangga terhadap kedaulatan nasional’nya. Sementara mereka menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Doktrin Monroe segera setelah kemerdekaan, kini mereka curiga terhadap Amerika Serikat dan meragukan keakrabannya untuk melindungi mereka terhadap pengaruh luar.

Mereka ingat campur tangan Amerika Serikat dalam masalah beberapa negara Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia selama 5 atau 6 dekade terakhir, terutama di Republik Dominika pada tahun 1965.

Bangsa Amerika Latin memandang hak untuk menentukan bentuk negara dan kebijaksanaan politik serta sosialnya sendiri sebagai sesuatu yang keramat. Kekuatan Amerika Serikat di bidang ekonomi, militer dan politik menyebabkan para pemimpin nasionalis Amerika Latin sering sangat kritis terhadap peranan Amerika Serikat dalam masalah-masalah yang menyangkut Amerika Latin.

Tidak jarang kritik terhadap Amerika Serikat itu memuncak sampai pada tingkat sangat anti terhadap sikap Amerika Serikat dan menimbulkan berbagai demonstrasi dalam berbagai intensitas. Akan tetapi, bangsa Amerika Latin secara tradisional masih termasuk bangsa-bangsa yang paling bersahabat dalam kegiatan dan politik terhadap Amerika Serikat.

Diharapkan perbedaan-perbedaan antara Amerika Serikat dan Amerika Latin dapat diatasi sehingga suatu landasan kerja sama yang lebih akrab dapat dikembangkan.

Artikel Terkait: Amerika Latin dan Amerika Serikat

Pos terkait