Peradaban

  • Whatsapp
« Back to Glossary Index
DEFINISI
Peradaban adalah kemajuan yang menyangkut kecerdasan dan kebudayaan lahir batin.
Menurut Wikipedia:
Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan perkembangan manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman. Dibandingkan dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban tersusun atas beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hierarki sosial.

Terminologi
Peradaban sering digunakan sebagai istilah lain “budaya” di kalangan akademis. Dalam pengertian umum, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Hal ini karena peradaban awal terbentuk ketika orang mulai berkumpul di pemukiman perkotaan di berbagai belahan dunia. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial serta keragaman kegiatan ekonomi dan budaya.

Awalnya, para antropolog dan ahli lainnya menggunakan kata “peradaban” dan “masyarakat beradab” untuk membedakan masyarakat yang mereka anggap lebih unggul secara budaya dengan kelompok masyarakat lain yang dianggap inferior secara budaya (disebut juga “liar” atau “barbar”).

Penggunaan istilah “peradaban” secara etnosentris memunculkan anggapan bahwa masyarakat di sebuah peradaban memiliki moral yang baik dan budaya yang maju, sementara masyarakat lain memiliki moral yang buruk dan terbelakang. Sejarah penggunaan istilah ini menjadikan definisi peradaban terus berubah.

Sejarah
Konsep “peradaban” bersifat modern. Di Era Penemuan Eropa, digunakan kata “modern” sebagai pembanding antara masyarakat yang tinggal di sebuah negara dengan yang tinggal di desa-desa atau perkampungan suku. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan masyarakat dari suatu masa ke masa hingga menjadi sebuah peradaban.

Kriteria
Dibandingkan dengan masyarakat lain, peradaban memiliki struktur politik yang lebih kompleks berupa negara. Masyarakat negara lebih terbagi ke dalam kelas-kelas sosial daripada masyarakat lain. Terdapat perbedaan peran yang besar di antara kelas-kelas sosial tersebut.

Kelas penguasa, biasanya berada di kota-kota, memiliki kendali atas surplus dan menjalankan kemauannya melalui tindakan pemerintah atau birokrasi. Morton Fried, seorang ahli teori konflik dan Elman Service, seorang ahli teori integrasi, membagi kebudayaan manusia berdasarkan sistem politik dan sosial. Klasifikasi ini terdiri dari empat kategori.
– Masyarakat pemburu-pengumpul, umumnya bersifat egaliter.
– Masyarakat hortikultura/pastoral yang biasanya memiliki dua kelas sosial berupa pemimpin dan rakyat jelata.
– Masyarakat atau chiefdom yang memiliki beberapa kelas sosial yang diwariskan: raja, bangsawan, orang merdeka, dan budak.
– Peradaban, masyarakat dengan strata sosial yang rumit dan pemerintahan yang teratur.

Gordon Childe mengidentifikasi sepuluh skala peradaban diukur dari perkembangannya dari barbarisme pranegara (mengikuti Lewis Henry Morgan dan Friedrich Engels). Skala ini kemudian banyak dibahas oleh arkeolog dan antropolog. Richard Mc Adams mengidentifikasi beberapa kriteria peradaban lainnya berupa masyarakat dengan stratifikasi kelas, hierarki politik, administrasi, divisi teritorial, pemerintahan independen, dan spesialisasi tenaga kerja dan kerajinan tangan. Dalam arkeologi Rusia, terdapat kriteria serupa. Misalnya, menurut Vadim Masson, kriteria peradaban adalah adanya atribut: kota, arsitektur monumental, dan bahasa tertulis.

Terdapat korelasi antara stratifikasi masyarakat dengan pertanian. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa hanya dua dari 58 masyarakat dengan stratifikasi sosial rumit yang pertaniannya tidak berkembang. Kemudian, hampir semua kelompok masyarakat tersebut terlibat perdagangan dan memiliki ahli metalurgi atau pandai besi. Pengerjaan logam merupakan salah satu kriteria masyarakat yang maju.

« Back to Glossary Index