Yurisprudensi

« Back to Glossary Index

Yurisprudensi adalah putusan hakim terdahulu yang kemudian diikuti dan dijadikan pedoman oleh hakim-hakim lain dalam memutus suatu perkara yang sama.

Jurisprudensi ialah teori dan filosofi dari hukum. Sarjana jurisprudens, atau filusuf legal, berharap mendapatkan pengertian yang lebih mendalam tentang sifat-sifat dan seluk-beluk hukum, dari sumber alasan legal, sistem hukum dan atau institusi hukum. Sejalan dengan pertumbuhan jurisprudensi, ada tiga aspek utama di mana para penulis kesarjanaan berkutat:

1. Hukum Natural ialah ide di mana ada hukum tak tergantikan yang ada dan mengatur kita, dan institusi kita harus berusaha untuk menyamai hukum natural ini.

2. Jurisprudens Analitik menanyakan pertanyaan seperti, “apa itu hukum?”, “apa kriteria untuk pengesahan legal?” atau “apa hubungan antara hukum dan moralitas?” dan pertanyaan serupa lainnya yang filusuf hukum akan temukan.

3. Jurisprudens Normatif berkutat seputar apa seharusnya hukum itu. Hal ini bertumpukan dengan filosofi moral dan politis, dan termasuk juga pertanyaan-pertanyaan dari haruskah seseorang mematuhi hukum, dengan dasar apa pelanggar hukum dihukum, penggunaan yang benar dan batasan-batasan regulasi, bagaimana hakim menyelesaikan kasus-kasus.

Jurisprudens modern dan filosofi hukum didominasi sekarang ini oleh sarjana barat. Ide dari tradisi hukum barat menjadi umum di seantero dunia dan sangat menggoda untuk melihatnya menjadi universal. Sejarahnya, bagaimanapun, banyak filusuf dari tradisi lain mendiskusikan pertanyaan yang sama, dari para sarjana Islam hingga Yunani kuno.

Wikipedia
« Back to Glossary Index