Nepal negara tanpa pantai di selatan Himalaya

Nepal adalah sebuah negara tanpa pantai laut yang terletak di sisi selatan pegunungan Himalaya. Selama berabad-abad, kerajaan kuno dan misterius ini mengucilkan diri di balik pegunungan yang tinggi sehingga banyak orang percaya bahwa negeri ini adalah ”negara para dewa”.

Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, Nepal telah membuka diri terhadap negara asing, tetapi gaya hidupnya masih jauh dari kehidupan dunia modern. Pemandangan alam yang mengesankan dan berbagai monumen yang berabad-abad umurnya banyak menarik wisatawan dari seluruh pelosok dunia.

Namun, selagi cara-cara kuno memikat orang asing, pemerintah Nepal terus melanjutkan upayanya untuk memodernisasi negara ini.

Geografi Nepal

Bentuk negara Nepal mirip empat persegi panjang yang luasnya lebih dari 140.000 km2. Bagian selatan dikenal sebagai Terai, merupakan dataran rendah yang luas dan lahan pertanian yang subur.

Terdapat juga rawa dan hutan lebat yang merupakan tempat tinggal gajah, harimau, badak, dan binatang buas lainnya. Bagian tengah bergunung dengan lembah yang amat subur.

Bagian utara merupakan daerah Himalaya Besar, yaitu suatu daerah yang jarang penduduknya dan banyak gunungnya yang menjulang tinggi.

Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia (8.848 m), terletak di Himalaya Besar di sepanjang perbatasan antara Nepal dan Tibet yang diduduki Cina.

Iklim Nepal sangat beragam bergantung pada ketinggiannya dari paras laut. Musim panas adalah amat panas di daerah Terai dan perbukitan tengah dan sejuk di daerah pegunungan tinggi.

Musim dingin adalah sedang di bagian selatan dan sangat dingin di daerah pegunungan tinggi. Terdapat curah hujan yang cukup tinggi di beberapa tempat selama berbulan-bulan musim panas.

Peta wilayah Nepal

Kunjungi Peta Nepal atau di google map

Ekonomi

Bertani dan berladang merupakan mata pencaharian utama penduduk Nepal. Tanaman utamanya adalah padi, gandum, dan jagung. Kambing dan biri-biri diternakkan di daerah kaki perbukitan, sedangkan sapi, yak dan ternak silang yang disebut dzo atau dzopkyo diternakkan di daerah tinggi.

Pengolahan rami dan gula merupakan industri penting yang baru. Berbagai pabrik menghasilkan kaca, tembikar, kertas, bahan kimia, dan semen. Para pengrajin Nepal terkenal karena ukir kayu dan logamnya yang indah.

Penduduk Nepal

Penduduk Nepal yang berjumlah sekitar 14.400.000 jiwa (2003) terdiri atas berbagai campuran antara keturunan serumpun dan tak serumpun, agama, dan suku bangsa. Mereka terbagi ke dalam tiga bagian.

Pertama adalah suku Newar, yaitu suatu suku yang leluhurnya dikenal dalam sejarah awal Nepal. Kelompok kedua adalah orang Hindu yang datang dari India selama dan setelah abad ke-13.

Ketiga adalah suku yang terutama berasal dari Tibet dan Mongolia yang terdiri atas suku Tamang, Kiranti, Magar, Gurung, dan Sherpa. Mungkin 40% penduduk termasuk anggota dari berbagai kasta dan kelompok sosial Hindu.

Suku Newar tinggal di lembah Katmandu yang luas di Nepal tengah dan 500.000 jiwa di antaranya adalah petani, pedagang dan pegawai pemerintah. Kelompok suku yang datang dari utara ribuan tahun yang lalu terutama adalah orang Budha yang bertutur dalam bahasa Tibeto-Birma.

Di sebelah barat Katmandu tinggallah suku Gurung, yang dikenal oleh orang luar sebagai suku Curkha, suatu istilah yang kadang-kadang ditujukan secara kurang tepat terhadap semua orang di negeri ini.

Suku Gurkha terkenal sebagai tentara bayaran yang tangguh yang banyak berdinas sebagai tentara Inggris dan India selama lebih dari satu abad. Suku Sherpa, yaitu orang pegunungan yang berbadan tegap yang tempat tinggalnya terletak di bagian tinggi dari pegunungan Himalaya, juga terkenal.

Sapi dan yak banyak diternakkan oleh suku Sherpa, yang juga banyak menjadi kuli dan pemandu bagi para pendaki gunung.

Agama

Bagian budaya Nepal yang sangat unik adalah cara orang Budha dan Hindu berbaur satu sama lain. Lebih dari 95% penduduk beragama Hindu dan Budha. Banyak candi merupakan tempat suci kedua agama, sedangkan berbagai upacara dan festival keagamaan dilakukan bersama oleh anggota kedua agama.

Bahasa dan Pendidikan

Bahasa Nepali, yaitu bahasa resmi, merupakan rumpun bahasa India yang dibawa oleh para imigran Hindu awal. Kini bahasa Nepali dituturkan dengan baik oleh lebih dari separuh penduduk negeri ini.

Namun, banyak bahasa dan dialek rumpun bahasa Indo-Aria dan Tibeto-Birma juga dituturkan. Sebagian besar orang masih buta huruf, sedangkan persentase anak sekolah masih relatif rendah.

Karena dataran yang berteras dan jalan setapak yang sulit, banyak pedesaan menjadi terkucil sehingga hal itu menghambat penyebaran pendidikan.

Cara hidup

Ciri rumah pedesaan di Nepal adalah bertingkat dua, terbuat dari batu dan batu bata, serta bergerombol di lereng perbukitan di atas lembah yang datar atau di atas sawah-sawah yang berteras dan teririgasi.

Di banyak bagian, nasi adalah makanan pokok, yang sekali-sekali dihidangkan dengan sayuran dan ikan atau daging ayam. Air teh merupakan minuman paling populer dan, khusus bagi suku Sherpa, teh ini dicampur dengan garam dan mentega.

Pakaian penduduk Nepal sangat beragam dan biasanya berwarna-warni. Blus dan rok panjang biasa dipakai oleh wanita, sedangkan pakaian untuk pria pada umumnya terdiri atas jubah panjang sampai ke lutut dan celana pendek yang ketat.

Bagi orang di negeri ini, terutama di kalangan petani, keluarga berfungsi sebagai tempat hiburan dan bersenang-senang. Upacara pernikahan merupakan upacara yang meriah dan setiap kelompok keturunan memiliki tata caranya tersendiri. Terdapat juga berbagai upacara keagamaan.

Pada waktu panen, laki-laki dan perempuan menarikan tarian padi tradisional. Pada bulan Oktober, ketika kawanan ternak dihalau dari dataran tinggi karena datangnya mu sim dingin, setiap pria Curung membawa kepala kambing jantan yang telah dibunuhnya untuk pesta suku.

Berbagai festival keagamaan dilangsungkan sepanjang tahun. Salah satu festival yang terbesar adalah festival Indra, atau dewa hujan, yang berlangsung selama satu minggu di musim gugur. Seorang gadis yang masih muda belia, “seorang dewi hidup”, yang dipercayai sebagai jelmaan Dewi Kumari, diarak di jalan-jalan di Katmandu. Selama masa festival, candi-candi dihias indah dan terdapat berbagai pesta yang diiringi dengan musik dan tarian.

Kota

Di lembah Katmandu terletak tiga kota utama Nepal-Katmandu (Kathmandu), Patan, dan Bhadgaon. Ketiga kota itu sangat berdekatan sekali sehingga dapat dianggap sebagai sebuah kota metropolitan.

Katmandu, yaitu ibu kota dan jantung budaya dan ekonomi negara ini, merupakan kota yang berpenduduk sekitar 200.000 jiwa. Jalan-jalannya yang semarak dan tak penuh sesak bersisikan banyak kelenteng dan patung-patung Hindu dan Budha, yang memamerkan kerajinan kayu dan logam.

Patan, yang berpenduduk sekitar 150.000 jiwa, dan Bhadgaon, yang berpenduduk sekitar 90.000 jiwa, juga merupakan kota bersejarah.

Pemerintahan

Nepal merupakan sebuah negara monarki konstitusional. Raja adalah kepala negara dan juga melaksanakan kekuasaan eksekutif melalui Dewan Menteri yang dikepalai oleh seorang perdana menteri yang dipilih oleh badan legislatif, Rashtriya Panchayat (Dewan Nasional). Partai politik tidak diizinkan di negeri ini.

Sejarah Nepal

Catatan sejarah Nepal yang otentik bertarikh mulai sekitar abad ke-4. Sejak waktu itu hingga pertengahan abad ke-18, dinasti dan penguasa Hindu silih berganti menguasai beberapa bagian wilayah negeri ini.

Pada tahun 1769, Prithwi Narayan Syah, seorang penguasa dari suku Gurkha, mendirikan negara Nepal yang modern dan bertakhta sebagai raja yang pertama. Keluarga Syah hingga kini masih memerintah..

Ekspansi Nepal ke selatan ke India mengakibatkan konflik dengan Inggris sehingga meletuslah Perang Inggris-Nepal pada tahun 1814-1815.

Di bawah perjanjian damai 1815, Nepal menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Inggris dan setuju untuk mengizinkan pejabat Inggris ditempatkan di Katmandu.

Pada tahun 1846, seorang keluarga Rana memaksa raja untuk menunjuknya sebagai perdana menteri serta untuk memberinya kekuasaan mutlak. Setelah itu, kursi perdana menteri dijabat oleh keluarga Rana yang akhirnya menjadi penguasa nyata di negara ini.

Akibatnya, terjadi ketidakpuasan terhadap keluarga Rana yang reaksioner itu. Suatu gerakan bawah tanah untuk memulihkan kekuasaan raja dimulai pada tahun 1930-an.

Raja melarikan diri ke India pada tahun 1950 dan, segera setelah itu, terjadilah pemberontakan di Katmandu yang mengakibatkan hancurnya kekuasaan keluarga Rana.

Raja Tribhuwan kembali ke Nepal pada tahun 1951 dan memprok|amasikan negeri ini sebagai negara monarki konstitusional.

Di bawah Mahendra, anak Iaki-laki Tribhuwan, Nepal melaksanakan pemilihan pemerintah yang pertama pada tahun 1959. Namun, perdana menteri yang terpilih itu tidak lama kemudian dipecat, sedangkan konstitusi baru tahun 1962 melarang partai-partai politik dan memberikan kekuasaan eksekutif kepada Raja.

Raja Mahendra meninggal pada tahun 1972 dan digantikan oleh putra mahkota Birendra. Suatu amandemen konstitusi tahun 1980 mengizinkan pemilihan langsung bagi anggota Rashtriya Panchayat yang berlangsung pada tahun 1981 dan 1986.

Diulas oleh: DONALD N. WILBER, Editor The Nation of Asia
Editor: Sejarah Negara Com

Pos terkait