Pakaian Adat Lampung dan Filosofinya

Pakaian-adat-Provinsi-Lampung-1
Pakaian-adat-Provinsi-Lampung-1

Pakaian Adat Lampung – Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera. Letaknya yang berdampingan dengan Pulau Jawa membuat Lampung pada masa dahulu menjadi salah satu tujuan transmigrasi penduduk dari Jawa.

Hal ini menyebabkan penduduk yang menghuni provinsi ini sangat beragam atau heterogen. Ada beberapa suku bangsa yang tinggal di provinsi ini, di antaranya adalah : suku Jawa, Sunda, Bali, dan suku Lampung itu sendiri.

Nama Pakaian Adat Lampung

Nama Pakaian Adat Lampung
Nama Pakaian Adat Lampung

Pakaian adat lampung terkenal dengan nama Tulang Bawang, Meskipun mempunyai penduduk dari berbagai suku yang heterogen, kebudayaan masyarakat asli Lampung masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satu warisan budaya tersebut yang masih dapat kita lihat saat ini yaitu Pakaian adat Lampung.

Pakaian adat lampung adalah warisan dari budaya Lampung yang sangat khas dan mempunyai nilai seni dan makna filosofis sangat tinggi. Pakaian adat ini biasa digunakan untuk acara nikahan, Tari sebagai simbol penghormatan budaya lampung. Mari kita simak pembahasan pakaian adat lampung dengan penjelasannya secara rinci.

Untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam, berikut kami uraikan tentang pakaian adat Lampung dengan penjelasan secara rinci dan makna filosofisnya.

Pakaian Adat Lampung untuk Laki-laki

Pakaian adat Provinsi Lampung
Pakaian adat Provinsi Lampung

Pakaian atau baju adat laki-laki suku Lampung pada umumnya terkesan sederhana, yaitu berupa lengan panjang dengan warna putih, celana panjang hitam. sarung tumpal, sesapuran dan khika akhir. Meskipun sederhana namun akan semakin menambah efek karismatik bagi siapapun pria yang menggunakannya.

Mengenai penjelasan tentang Sarung Tumpal yaitu sebuah kain sarung khas dari Lampung yang ditenun dengan menggunakan benang emas. Sarung ini digunakan di luar celana, panjangnya mulai dari lutut hingga sampai ke pinggang.

Selain sarung, adalah khikat akhir atau selendang bujur sangkar yang dipakai dengan melingkarkan ke pundak menutupi bahu. Pakaian adat untuk pengantin laki-laki suku Lampung dilengkapi beragam aksesoris atau pernik perhiasan. Setidaknya ada 8 perhiasan yang biasa dipakai oleh pengantin laki-laki.

Pernik-pernik perhiasan tersebut antara lain seperti kopiah emas berujim perhiasan leher berupa kalung, perhiasan pinggang, perhiasan dada, serta perhiasan lengan. Agar lebih jelas mengenai perhisan tersebut yang merupakan bagian dari pakaian adat Lampung, di sini kami berikan penjelasannya secara rinci beserta makna filosofisnya:

Aksesoris Pakaian Adat laki-laki Lampung

Aksesoris Pakaian Adat Lampung
Aksesoris Pakaian Adat Lampung

Kalung Papan Jajar

Yaitu kalung dengan gantungan berwujud 3 lempengan siger kecil atau perahu yang disusun dengan ukuran yang berbeda. Makna filosofis dari kalung ini yaitu merupakan simbol kehidupan baru yang akan mereka jalani serta dilanjutkan secara turun temurun ke anak cucu.

Kalung Buah Jukum

Yaitu sebuah kalung dengan gantungan berwujud rangkaian miniatur berupa buah jukum sebagai simbol do’a agar mereka segera mendapat keturunan.

Selempeng Pinang

Yaitu kalung panjang yang berupa gantungan menyerupai buah atau seperti bunga.

Ikat Pinggang

Ikat pinggang yang diberi nama bulu serta dilengkapi dengan akesesoris berupa sebuah terapang (keris) yang merupakan senjata tradisional khas daerah Lampung.

Gelang Burung

Yakni Gelang berbentuk pipih yang dilengkapi dengan aksesoris dengan bentuk burung garuda terbang. Gelang yang dipakai di lengan tangan kanan dan kiri ini. mengandung makna filosofis kehidupan yang panjang dan kekerabatan yang terjalin seusai menikah.  

Gelang Kano

Yakni gelang yang bentuknya mirip dengan bentuk ban. Gelang ini dipakai pada lengan kiri dan kanan di bawah gelang burung. Gelang ini melambangkan pembatasan atas semua perbuatan buruk usai menikah.

Gelang Bibit

Yaitu sebuah gelang yang dipakai di bawah gelang Kano. Gelang ini melambangkan do’a dengan makna hampir sama atau bahkan sama dengan kalung buah jukum yaitu agar segera mendapat keturunan.

Pakaian Adat Lampung untuk Wanita

Pakaian Adat Lampung untuk pengantin wanita tidak begitu berbeda dengan pakaian laki-lakinya. Sesapuran, khikat akhir, sarung rumpai (tapis) juga terdapat pada pakaian pengantin wanita ini. Akan tetapi, pada wanita ada aksesoris lain yang menambah nilai filosofis dan estetis di antaranya selappai, bebe, katu tapis dewa sano.

Selappai adalah sebuah baju tanpa lengan dengan tepi bagian bawah berhias rumbai ringgit Bebe adalah sulaman benang satin yang berbentuk bunga teratai mengambang. Sedangkan katu tapis dewa sano adalah rumpai ringit dari kain tapis jung jarat.

Meski pakaian adat Lampung untuk wanita terkesan sederhana, akan tetapi ada cukup banyak aksesoris yang mesti dikenakan. Diantaranya adalah siger, seraja bulan, peneken, selapai siger, subang, kembang rambut, serta berbagai perhiasan leher dan dada.

Aksesoris Pakaian Adat Wanita Lampung

Siger

Siger yaitu mahkota emas khas yang dipakai pada kepala pengantin wanita. Mahkota ini melambangkan keagungan adat budaya Lampung. Siger memiliki sembilan ruji, menandakan bahwa ada sembilan sungai besar yang terdapat di Lampung, yaitu Way Semangka, Way Sekampung, Way Seputih, Way Sunkai, Way Abung Pareng, Way Tulang Bawang, Way Kanan, dan Way Mesuji.

Seraja Bulan

Seraja bulan merupakan mahkota kecil beruji tiga yang terletak di atas siger dengan jumlah sebanyak lima buah. Aksesoris pakaian adat Lampung ini mempunyai filosofi sebagai pengingat bahwa pada jaman dahulu ada 5 kerajaan yang sempat berkuasa di Lampung, yaitu kerajaan ratu dibelalau, ratu dipuncak, ratu dipunggung, ratu dipemangilan, dan ratu darah putih.

Selain itu, seraja bulan juga bisa melambangkan lima falsafah hidup masyarakat adat Lampung, di antaranya piil pesengiri (rasa harga diri), nemui nyimah (terbuka tangan), nengah nyappur (hidup bermasyarakat), juluk adek (bernama bergelar), dan sakai sembayan (gotong royong).

Subang

Subang ialah perhiasan yang digantungkan di ujung daun telinga. Subang pada ulmumlnya berbentuk menyerupai buah kenari dan terbuat dari bahan emas. Pada subang ada beberapa kawat kuning bulat lonjong yang berfungsi sebagai sangkuatan umbai-umbai.

Perhiasan Leher dan Dada

Beberapa perhiasan leher dan dada yang terdapat pada pakaian adat Lampung antara lain: kalung buah jukum, kalung ringit, dan kalung papanjajar. Kalung papanjajar adalah kalung dengan gantungan tiga lempengan siger kecil atau perahu yang bermakna filosofis sebagai simbol kehidupan baru bagi para pengantin.

Kalung ringit adalah kalung dengan aksesoris 9 buah uang ringit, sedangkan kalung buah jukum adalah kalung yang berbentuk menyerupai buah jukum yang dirangkai sebagai simbol agar mereka segera mendapat keturunan.

Perhiasan Pinggang dan Lengan

Perhiasan pinggang berwujud selempang pinang yang digantungkan melintang dari bahu ke pinggang mirip bunga serta bulu serti sebuah ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru dengan warna merah berhiaskan kelopak bunga dari kuningan.

Untuk perhiasan lengan berupa beraneka jenis gelang, seperti gelang burung, gelang kano, gelang bibit, dan gelang duri. Makna filosofis dari gelang-gelang yang dipakai wanita sama dengan gelang yang dipakai pria.

Selain pakaian adat, Provinsi Lampung juga memiliki budaya adat lainnya, selengkapnya silahkan baca: Senjata Tradisional Lampung dan Rumah Adat Lampung

Demikian pembahasan tentang Pakaian Adat Lampung Dengan Penjelasan Secara Rinci Beserta Makna Filosofisnya, semoga menggugah kesadaran kita akan tingginya nilai budaya bangsa kita juga keanekaregamannya yang harus dilestarikan.

Baca juga letak provinsi ini di: Peta lampung

Untuk mengetahui jenis pakaian adat Indonesia silahkan kunjungi: 34 Gambar Pakaian Adat

Cari informasi lebih banyak: Pakaian Adat