Sejarah Kuwait negara kerajaan konstitusional di ujung Teluk Persia

KUWAIT, kerajaan konstitusional di ujung Teluk Persia, Semenanjung Arab timur laut; berbatasan dengan Irak (barat dan utara ), Teluk Persia (timur), dan Arab Saudi (selatan dan barat). Luas: 17.818 km2. Penduduk: 1.967.000 (1989). Kepadatan penduduk: 110/ km2. Agama: Islam (91,500); Kristen (6,400); lain-lain (2,1%). Bahasa: Arab. Ibu kota: Kuwait. Satuan mata uang: Dinar Kuwait (KD).

Kilas Sejarah Kuwait

Sejarah Kuwait bermula dari tahun 1740, ketika kota kecil mulai dihuni oleh sejumlah suku Anizah, yang meninggalkan kehidupan nomad di pedalaman Semenanjung Arab dan berpindah ke pantai Teluk Persia. Dalam tahun 1756, rakyat memilih emir pertama, Sabah I, pendahulu dari dinasti yang berkuasa sekarang.

Karena merasa terancam oleh serbuan dari pedalaman Semenanjung Arab dan dari Turki, Kuwait mencari perlindungan kepada Inggris dan menjadi jajahannya dalam tahun 1899. Negeri ini melepaskan diri dari Inggris tahun 1961.

Peta Kuwait

Kunjungi Peta Kuwait atau di google map

Fisiografi

Kuwait mencakup wilayah seluas 17.818 km2, termasuk sejumlah pulau lepas pantai (900 kmz), yang semuanya tidak didiami, kecuali P. Faylakah. Di sebelah selatan daratan utama terletak bekas daerah netral seluas kira-kira 9.220 km2, yang sejak tahun 1922 dikuasai secara bersama-sama oleh Kuwait dan Arab Saudi sampai daerah ini kemudian dibagi antara kedua negara tersebut pada tahun 1966.

Garis pantainya hanya 190 km di sepanjang pantai barat, yang menjorok jauh ke dalam dan memberikan tempat yang luas serta terlindung bagi pelabuhan.

Daratan utama merupakan daerah yang berombak-ombak dan di sana-sini terpotong oleh pegunungan yang rendah, antara lain Peg. Ahmadi. Tanah ini melandai dari barat daya ke barat laut.

Sebuah cekungan terdapat di sekitar Wadi’ al-Batin di daerah perbatasannya dengan Irak. Meskipun permukaan tanahnya tampak seragam, ciri khas masing-masing daerah sangat penting.

Pegunungan Ahmadi, misalnya, memungkinkan minyak mentah mengalir secara alami dari ladang minyak Al-Burgan ke terminal minyak di daerah pantai. Kota Kuwait (dari kata kut, yang berarti benteng) pada mulanya didirikan di sebuah tanjung yang mudah dipertahankan di pantai selatan teluk.

Pusat kota Kuwait
Pusat kota

Kuwait memiliki iklim gunung subtropis yang khas, dengan musim panas yang sangat panas dan kering, serta, musim dingin yang sejuk. Curah hujan sangat kurang dan tidak dapat diandalkan. Suhu maksimum selama musim panas kadang-kadang naik sampai 50°C, sementara suhu minimum selama musim dingin kadang-kadang jatuh sampai 0°C.

Curah hujan rata-rata dapat mencapai sekitar 100 mm/tahun, dan kadang-kadang hujan turun di tempat-tempat tertentu saja. Badai pasir kerap kali terjadi, terutama dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli.

Tumbuh-tumbuhan di negeri ini terutama terdiri dari semak-semak yang tahan terhadap kekeringan tetapi hijau sepanjang tahun. Di rawa-rawa Al-Adhami yang berair asin, hanya semak-semak yang tahan air asin saja yang masih dapat bertahan hidup.

Pohon kurma, akasia, tamarisk, dan pohon-pohon lain yang ditanam di sepanjang jalan serta di taman-taman umum harus diberi air secara teratur.

Penduduk

Kegiatan perekonomian penduduk Kuwait

Penduduk asli merupakan keturunan orang Anizah, yang pindah ke pantai dari daerah pedalaman dalam abad ke-18. Sebelum industri minyak memajukan ekonominya, sebagian besar penduduknya hidup mencari ikan, mencari mutiara, dan membuat perahu.

Perahu Kuwait berlayar ke pelabuhan-pelabuhan di Asia dan Afrika, dan para pelaut terkenal di banyak negara. Negeri ini merupakan daerah suku bangsa pengembara, dan baru dalam waktu 35 atau 40 tahun terakhir menarik penduduk membangun perkotaan.

Pada mulanya, lebih dari separuh penduduk negeri ini terpusat di kota Kuwait. Tetapi kini penyebaran penduduk sudah cukup merata diseluruh wilayah negara ini. Kota ini telah meluas ke sepanjang pantai selatan, dan Mina-al-Ahmadi telah dikembangkan sebagai kota minyak.

Pusat kedua kota ini beserta daerah pinggirannya sangat padat penduduknya. Kota-kota utama di negeri ini, selain kota Kuwait dan Mina-al-Ahmadi, adalah As-Salimiyah (145.991), Jahra (67.311), dan AlFarwaniyah (57.841).

Kuwait adalah negara Islam. Sebagian besar warganya termasuk aliran Sunni. Meskipun demikian, terdapat pula kelompok Kristen dalam jumlah kecil-kecil, seperti Protestan, Katolik Roma, Gereja Ortodoks, Gereja Suriah, dan Gereja Armenia.

Bahasa Arab merupakan bahasa resmi, meskipun ada juga (termasuk warga negara Kuwait) yang memakai bahasa Persia sebagai bahasa utama. Selain itu, bahasa Inggris dikenal pula secara luas.

Sistem pendidikan di negeri ini cukup luas, dari sekolah perawat sampai universitas. Pendidikan diberikan secara cuma-cuma, termasuk fasilitas pendidikan untuk orang dewasa, sehingga angka bebas buta aksara termasuk yang paling tinggi di Timur Tengah.

Wajib belajar dikenakan pada anak-anak yang berumur 6-14 tahun sejak tahun ajaran 1966/ 1967. Sekolah Tinggi Teknik dibuka tahun 1954, dan Universitas Kuwait didirikan tahun 1966.

Pendapatan yang sangat besar dari minyak telah membuat Kuwait menjadi negara yang sangat makmur dan maju di dunia Arab. Pemerintah menggunakan pendapatan dari minyak ini dalam jumlah luar biasa untuk kesejahteraan rakyat, sehingga menjadi negara modern dengan ciri khasnya.

Semua penduduk mendapat pelayanan sosial. Program kesejahteraan rakyat yang dijalankan pemerintah sangat luas, meliputi pelayanan kesehatan dan perawatan di rumah sakit secara cuma-cuma, perumahan dengan uang sewa yang rendah, dan lain-lain.

Mobil, alat pendingin (AC), pesawat televisi, almari es, dan segala hiasan lain yang menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat, sudah merupakan hal yang biasa di negeri ini. Dengan demikian kemiskinan tidak dikenal.

Sumber ketidakpuasan yang mungkin terjadi pada masa-masa yang akan datang adalah orang-orang asing yang tinggal di Kuwait, seperti orang Palestina, Arab Saudi, Mesir, Irak, India, dan Pakistan, yang jumlahnya kurang lebih separuh dari jumlah seluruh penduduk atau 80 persen dari seluruh angkatan kerja. Di negara kecil ini mereka tidak diizinkan memiliki tanah atau ikut mengambil bagian dalam kehidupan politik.

Pemerintahan

Sebagai sebuah emirat, negara Kuwait diperintah oleh seorang emir (raja atau pemimpin), yang dipilih oleh dan dari antara anggota Dinasti Sabah. Emir inilah yang berwenang menunjuk perdana menteri dan mengangkat para menteri yang dipilih perdana menteri tersebut untuk menjalankan roda pemerintahan sehari-hari.

Majelis Nasional, yang dibentuk berdasarkan Konstitusi 1962, bertugas menyusun undang-undang, dan para anggotanya dipilih untuk masa bakti 4 tahun oleh para warga negara sipil pria yang telah dewasa. Tetapi pada tahun 1985 badan legislatif ini dibubarkan akibat perselisihan tajam dengan pihak pemerintah.

Perekonomian

Gedung Perusahaan Minyak Nasional Kuwait
Gedung Perusahaan Minyak Nasional Kuwait

Kuwait adalah penghasil minyak mentah terbesar ke-5 di Timur Tengah dan memiliki kira-kira 15 persen dari cadangan minyak dunia. Minyak dari ladang minyak Al” Burgz’in, Maqwa dan Ahmadi] kemudian diteruskan ke terminal minyak di Mina-al-Ahmadi. ladang-ladang minyak di utara, termasuk di Raudhatayn, Ash-Sabiriyah, dan Bahrah, juga disalurkan dengan pipa ke Minaal-Ahmadi.

Ladang-ladang minyak lainnya ada di daratan dan di lepas pantai. Sebagian besar hasilnya diekspor sebagai minyak mentah, tetapi ada pula yang diolah di pabrik pengilangan negara di Ash-Shu’aybah.

Daerah industri Ash-Shu’aybah tidak hanya mencakup pabrik petrokimia dan pengilangan minyak, melainkan juga instalasi pembangkit tenaga listrik dan pabrik penyulingan air laut yang menggunakan gas alam dari ladang minyak Al-Burgz’in.

Perusahaan pemerintah dan perusahaan swasta yang dibiayai oleh pemerintah menghasilkan pupuk, batu bata, pipa asbes, tepung, bahan makanan, dan minuman ringan.

Cadangan air sangat sedikit; bahkan cadangan air payau dari Raudhatayn dan Sulaibiyah pun tidak cukup untuk mengairi tanah yang dapat dibudidayakan. Untuk mengatasi keadaan ini, Kuwait telah mengadakan percobaan dan penelitian mengenai budidaya tanaman tanpa tanah dan jenis hewan ternak yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan atau cuaca.

Unggas dan biri-biri bibit unggul telah diperkenalkan. Meskipun demikian, negeri ini masih harus mengimpor bahan pangan dan hasil pertanian lain.

Industri perikanan telah dimodernisasi sejak tahun 1959. Hasil udang secara teratur dikirimkan ke Eropa dan Amerika Serikat. Program percobaan di bidang peternakan udang juga sedang dilaksanakan, tetapi secara komersial belum dapat dimanfaatkan.

Negeri ini memiliki jaringan jalan raya yang sangat bagus sepanjang lebih dari 1.900 km. Penerbangan untuk hubungan udara regional dan internasional dilayani oleh perusahaan milik pemerintah (Kuwait Air) dan empat belas perusahaan penerbangan lain. Kuwait juga merupakan tempat persinggahan bagi kapal dari berbagai perusahaan pelayaran.

Minyak mentah beserta produk-produknya mencakup sekitar 90 persen dari ekspor Kuwait. Pembeli utamanya adalah Jepang, Italia, Amerika Serikat, Jerman Barat, Prancis, dan Inggris.

Barang-barang impornya meliputi mesin, alat-alat transportasi, barang-barang hasil industri, dan bahkan makanan, dengan pemasok utama Jepang, Amerika Serikat, Jerman Barat, Inggris, Italia, dan Prancis.

Tradisi lama perdagangan transito di Kuwait masih berjalan hingga kini, dan negeri ini masih menjadi pedagang perantara dalam banyak mata dagangan di Teluk Persia.

Baca juga: Sejarah Lengkap Negara Korea Utara

Artikel Terkait

Pos terkait